cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal (BNJ)
ISSN : 26548453     EISSN : 26855054     DOI : -
Core Subject : Health,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 1 (2025)" : 7 Documents clear
Efektifitas Buli-Buli Hangat Untuk Meningkatkan Suhu Tubuh Pada Pasien Hipotermi Pasca Operasi Hikmal Akbar; Septian Mixrova Sebayang; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.87

Abstract

Salah satu komplikasi yang muncul setelah tindakan anestesi adalah hipotermi salah satu penghangatan dengan konduksi panas adalah dengan menggunakan terapi kompres hangat. Buli-buli hangat untukpengembalian suhu tubuh. Penelitian tentang efektivitas pemberian buli-buli terhadap hipotermia pada pasien post operasi. Pemberian kompres hangat pada daerah tubuh akan memberikan sinyal ke hipotalamus melalui spinal cord. Ketika reseptor yang peka terhadap panas di hipotalamus dirangsang, sistem efektor mengeluarkan sinyal yang memulai berkeringat dan vasodilatasi perifer. Perubahan ukuran pembuluh darah akan memperlancar sirkulasi oksigenisasi mencegah terjadinya spasme otot, memberikan rasa hangat. Program ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pemberian buli-buli hangat pada pasien hipotermi pasca operasi dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien dalam menangani hipotermia melalui metode ceramah, demonstrasi, dan penggunaan media visual seperti video. Jumlah peserta yang terlibat sebanyak 30 Pasien yang diberi pre-test dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan suhu tubuh pasien. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam peningkatan suhu tubuh setelah pemberian buli-buli hangat. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkankeselamatan pada pasien yang mengalami hipotermia post operasi. Selain itu, program ini juga menghasilkan media edukasi seperti video untuk digunakan oleh masyarakat luas.
Gambaran Mual Dan Muntah Pada Pasien Pasca Operasi Dengan Anestesi Umum Pada Bedah Orif Di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara Aslam Amanullah; Danang Tri Yudono; Septian Mixrova Sebayang
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.88

Abstract

Pada tindakan bedah ORIF dapat menggunakan anestesi umum dengan kelebihan untuk mendapatkan kenyamanan pada pasiennya. Sebagian besar pasien mengalami pemulihan dari anestesi dan pembedahan tanpa kejadian-kejadian khusus, tetapi ada sebagian kecil yang mengalami komplikasi diantaranya mual dan muntah.Tujuan penelitian untuk mengetahui Mengetahui gambaran mual dan muntah pada pasien pasca anestesi umum pada bedah ORIF berdasarkan karakteristik meliputi usia, jenis kelamin, dan lama durasi operasi di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Jakarta Utara. Metode penelitian ini deskriptif, Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, Pendekatan dalam penelitian ini yaitu pendekatan cross sectional. Insturemen yang digunakan adalah dari lembar kuesioner. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data menggunakan lembar observasi mual dan muntah di ruang pasca anestesi dari 15-60 menit. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan dari bulan Juli sampai dengan bulan Agustus. Sampel penelitian ini berjumlah 55 responden menggunakan total sampling. Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Koja. Data dianalisis menggunakan tehnik analisis univariat. Hasil analisis penelitian menunjukan bahwa ada variasi yang cukup besar dalam usia, jenis kelamin, dan durasi operasi di antara responden. Gejala mual muntah cenderung lebih banyak terjadi pada interval waktu awal (15 menit), dan kemudian menurun secara signifikan pada interval waktu yang lebih lama.
Gambaran Terjadinya Nyeri Tenggorokan Pasca Anastesi General Yang Diberikan Dexametasone Di Charitas Hospital Palembang Ria Anggrina; Septian Mixrova Sebayang; Wilis Sukmaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.89

Abstract

General anestesi merupakan tindakan menghilangkan rasa sakit secara sentral disertai hilangnya kesadaran (reversible). Tindakan general anestesi terdapat beberapa teknik yang dapat dilakukan adalah general anestesi denggan teknik intravena anestesi dan general anestesi dengan inhalasi yaitu dengan face mask (sungkup muka) dan dengan teknik intubasi yaitu pemasangan endotrecheal tube atau gabungan keduanya inhalasi dan intravena. penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran terjadinya nyeri tenggorokan pasca general anastesi yang diberikan dexametasone di Charitas Hospital Palembang. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan sampel 72 responden post general anastesi.dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa responden dengan rentang usia adalah dewasa muda 20-44 tahun sebanyak 72 peserta (100.0%). Jenis kelamin sebagian besar responden adalah perempuan sebanyak 61 peserta (84.7%) dan laki-laki sebanyak 11 responden (15.3%). Ukuran ETT sebagian besar responden adalah ukuran 7 sebanyak 61 peserta (84.7%) dan ukuran ETT nomor 7,5 sebanyak 11 responden (15.3%), responden dengan nyeri ringan sebanyak 68 responden (94,4%), responden dengan nyeri sedang sebanyak 4 responden (5,6%). Diharapakan pasien dengan post operasi dengan general anastesi menggunakan ETT tidak mengalami nyeri hebat sehingga pasien lebih Nyaman.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. U Dengan Risiko Tinggi Umur Di Puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2024 Firda Febriana Sukma; Hafsah; Uma Cholifah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.90

Abstract

Latar Belakang : Ibu hamil dengan umur lebih dari 35 tahun atau sama dengan 35 tahun, termasuk dalam kehamilan risiko tinggi umur dimana kondisi tersebut dapat menimbulkan komplikasi lebih tinggi pada kehamilannya bahkan sampai kematian pada ibu hamil. AKI di dunia menurut WHO pada tahun 2023 terdapat 303.000 jiwa. Di ASEAN tahun 2023 AKI sebanyak 132,8 per 100.000. Di Indonesia AKI pada tahun 2023 terdapat 4.129 kasus. Di Jawa Tengah, AKI pada tahun 2023 sebanyak 183 per 100.000 KH. Di Kabupaten Brebes pada tahun 2023 sebanyak 54 kasus. Di Kecamatan Bumiayu pada tahun 2023 tidak terdapat Angka Kematian Ibu. Tujuan : Memberikan pelayanan Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. U Dengan Risiko Tinggi Umur di Puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2024. Rumusan Masalah: Bagaimana Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. U Dengan Risiko Tinggi Umur di Puskesmas Bumiayu Kabupaten Brebes Tahun 2024. Metode Penelitan: Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus komprehensif. Hasil: Berdasarkan Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. U dengan risiko tinggi umur, pada kehamilan trimester III kunjungan I,II,III ditemukan masalah pada kunjungan ke I yaitu sering nyeri pinggang dan gerah, pemeriksaan Hb yang didapatkan 10,9 g/dl. Kesimpulan: Asuhan yang diberikan oleh bidan secara tepat pada masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan keluarga berencana sangat penting bagi kesehatan ibu dan bayi. Sehingga deteksi dini kehamilan risiko tinggi umur yang dapat mencegah komplikasi yang mungkin terjadi
Hubungan Umur Dan Pendidikan Pasangan Usia Subur (PUS) Dengan Kejadian Unmet Need KB Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Botania Kota Batam Pada Tahun 2024 Asti Melinda Sapitri; Desi Ernita Amru; Nurfitri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.91

Abstract

Unmet Need KB merupakan kebutuhan kontrasepsi yang tidak terpenuhi pada pasangan berusia subur yang belum mau mempunyai anak atau tidak mau mempunyai anak lagi namun tanpa menerapkan metode kontrasepsi, termasuk wanita hamil dan kehamilannya tidak direncanakan. Permasalahan pelayanan keluarga berencana di indonesia salah satunya adalah tingginya kasus Unmet Need KB sebesar 11%, dari target nasional sebesar 7,40%. Umur dan pendidikan Pasangan Usia Subur (PUS) adalah pedoman penting dalam pengambilan keputusan KB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur dan pendidikan pasangan usia subur (PUS) dengan kejadian unmet need KB di wilayah Kerja UPTD Puskesmas Botania Kota Batam. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik cluster random sampling sebanyak 99 pasangan usia subur di wilayah kerja UPTD Puskesmas Botania tahun 2024. Hasil analisa chi square pada tingkat kemaknaan 95% menunjukkan bahwa terdapat hubungan dukungan suami dengan kejadian unmet need KB pada pasangan usia subur di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Botania Kota Batam yang ditandai dengan nilai p-value 0,003 (α <0,05). Upaya yang dapat dilakukan bidan adalah dengan kegiatan promotif tentang metode kontrasepsi baik kepada suami maupun isteri. Bertambahnya pengetahuan dan dukungan suami tentang kontrasepsi diharapkan dapat meningkatkan keikutsertaan pasngan usia subur dalam program KB.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. I Dengan Riwayat Sectio Caesaria, Kekurangan Energi Kronik (KEK), Anemia Ringan, Letak Sungsang Dan Preeklamsia Di BPM Ny. R Wilayah Kerja Puskesmas Bumiayu Tahun 2024 Rika Riyanti; Maryam; Riyanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.92

Abstract

Latar belakang: Kehamilan adalah proses alami yang bisa menjadi patologis tanpa asuhan dan deteksi dini yang tepat, dan mengarah pada komplikasi seperti anemia, KEK, preeklamsia, dan letak sungsang. Pada 2020, WHO melaporkan 15-20% persalinan SC disebabkan letak sungsang. Di Indonesia, 15,3%, dan Jawa Tengah 32,3%. Puskesmas Bumiayu mencatat 48 kasus. Anemia akibat Kekurangan Energi Kronik (KEK) juga tinggi, dengan kontribusi 25-30% di Indonesia. Puskesmas Bumiayu mencatat 94 kasus KEK berisiko anemia. Preeklamsia tercatat 2-8% kehamilan, dengan Indonesia di angka 6-8%. Puskesmas Bumiayu melaporkan 53 kasus. Tujuan : Mengetahui bagaimana Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. I Dengan Riwayat SC, Kekurangan Energi Kronik (KEK), Anemia Ringan, Letak Sungsang Dan Preeklamsia Di BPM Ny. R Wilayah Kerja Puskesmas Bumiayu Tahun 2024. Metode penelitian : Menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus komprehensif. Hasil : Persalinan dengan riwayat SC dapat mempengaruhi persalinan berikutnya, terutama dengan janin sungsang, dan Kekurangan Energi Kronik (KEK) dari kekurangan energi jangka panjang. Ini dapat mengganggu kesehatan ibu dan pertumbuhan janin. Anemia yang tidak terdeteksi dapat menyebabkan pendarahan saat persalinan, dan ibu hamil dengan KEK dan anemia lebih rentan terhadap preeklamsia karena pengaruhnya pada fungsi organ dan sirkulasi darah. Kesimpulan: Asuhan kebidanan pada Ny. I dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kehamilan hingga kontrasepsi, dan Ny. I menunjukkan kerjasama yang baik. Namun, terdapat perbedaan antara teori dan praktik dalam asuhan kebidanan yang diberikan kepada Ny. I yang berusia 30 tahun.
Hubungan Umur Dan Pendidikan Dengan Kejadian Puting Susu Lecet Pada Ibu Nifas Di PMB Arni Yunita Kota Batam Kota Batam Tahun 2024 Desi Ernita Amru; Dianti Arini; Dedy Siska
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i1.93

Abstract

Kegagalan dalam proses menyusui sering menimbulkan masalah, masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui merupakan kurang pengetahuan tentang pendidikan dan umur sehingga mengakibatkan lecet pada puting susu, dimana bayi tidak mengisap puting sampai ke areola payudara. Kejadian puting lecet berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2022 sebanyak 79,3 orang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan umur dan pendidikan dengan kejadian puting susu lecet pada ibu nifas di PMB Arni Yunita Kota Batam Tahun 2024. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan rancanangan penelitian cross sectional. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 46 ibu nifas yang diambil dengan teknik Accidental sampling. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square diperoleh nilai p-value (0,000) tidak lebih dari α (0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa ada hubungan umur dan pendidikan dengan kejadian puting susu lecet di PMB Arni Yunita Kota Batam Tahun 2024. Diharapkan bagi masyarakat mampu meningkatkan penegetahuannya serta wawasan masyarakat termasuk pada ibu nifas terakait Hubungan Umur Dan Pendidikan Dengan Kejadian Puting Susu Lecet Pada Ibu Nifas.

Page 1 of 1 | Total Record : 7