cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2017)" : 14 Documents clear
Deiksis Sosial dan Deiksis Persona Slogan Persebaya di Daerah Surabaya Utara RH. Rizqi Familia P.; Insani Wahyu Mubarak
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1335

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi tentang deiksis sosial dan deiksis persona yang terdapat dalam slogan Persebaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian menggunakan slogan Persebaya yang ditulis di spanduk. Teknik pengumpulan data dengan studi observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua deiksis, yaitu deiksis sosial dan deiksis persona. Deiksis sosial yang muncul dalam slogan Persebaya seperti kata jancok, cok, bangsat, mafia, dan fuck. Kata-kata tersebut sangat populer di Surabaya, tetapi kata-kata itu tidak sopan untuk diungkapkan dan dipublikasikan karena memiliki makna yang sangat kasar. Deiksis persona yang terdapat pada slogan Persebaya adalah deiksis persona pertama, kedua, dan ketiga. Contoh deiksis tersebut adalah kata kami, kalian, kamu, ku, mereka, kau, mu. Para suporter Persebaya masih menggunakan kata-kata yang baik untuk diungkapkan dan dipublikasikan karena kata-kata tersebut masih menghormati seseorang yang dituju.
Kekerabatan Kosakata Bahasa Jawa dengan Bahasa Madura Tara Amalia Islami
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1340

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kosakata yang berkerabat dan hubungan kekerabatan BJ dan BM. Jenis penelitian ini adalah kualitatif karena data dan hasil penelitian lebih dominan berupa kata-kata. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angkat berupa pertanyaan dua ratus kosakata. Sumber data pada penelitian ini diperoleh dari responden empat kota di Jawa bagian timur dan di Madura. Teknik analisis data menggunakan leksikostatitik untuk menentukan kekerabatan dengan empat indikator yakni identik, korespondensi fonemis, kemiripan secara fonetis, dan satu fonem berbeda. Hasil penelitian ini dua ratus kosakata terdapat 15 kosakata yang kosong atau tidak memiliki padanan. Tersisa 185 kosakata, dan hanya 41 kosakata BJ dan BM yang berkerabat. Persentasenya ialah 20,50% dan berada pada tingkat serumpun.
Kreativitas Pendongeng Cilik dalam Bercerita Afy Izzati
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1336

Abstract

Penelitian Kreativitas Pendongeng Cilik dalam Bercerita merupakan salah satu penelitian sastra lisan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini mengarah kepada subjek penelitiannya langsung, yaitu pendongeng. Penelitian ini juga terlihat unik sebab pendongeng menggunakan media yang belum dilakukan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bermanfaat untuk paga guru mata pelajaran Bahasa Indonesia supaya tetap mengutamakan kemampuan membaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan subjek data dalam penelitian ini adalah pendongeng cilik yang membawakan dongeng cerita rakyat cindelaras. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi atau pengamatan, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendongeng cilik tersebut memang benar-benar memiliki kreativias yang tinggi dan mampu memerankan suara dari beberapa tokoh cindelaras dengan nada dan intonasi berbeda. Dari pertunjukan yang dibawakan pendongeng, terdapat beberapa makna yang tersirat, makna yang tidak disampaikan langsung oleh pendongeng, tetapi membutuhkan sedikit waktu untuk memahaminya, dan dari hasil wawancara, adanya respons dari penonton yang telah menyaksikan.
Multikulturalisme Gender pada Film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita Karya Robby Ertanto Muhimmatul Mufida
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1341

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi makna multikultural dan konteks sosial yang terwakilkan oleh film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita dalam ruang lingkup gender. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan objek penelitian adegan-adegan yang terdapat dalam film 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita. Teknik pengumpulan data dengan  studi dokumentasi. Teknik  analisis  data  dengan  reduksi  data,  penyajian  data,  dan penarikan simpulan. Simpulan dari hasil penelitian ini bahwa multikulturalisme terhadap gender adalah tidak menilai keterpihakkan pada satu jenis gender saja. Pada dasarnya dua gender memiliki porsi yang seimbang dan hakikatnya masing-masing tanpa harus dipersalahkan atau dibenarkan satu diantaranya.
Nilai-Nilai Religius pada Novel Ajari Aku Menuju Arsy Karya Wahyu Sujani Aisyah Anasrullah
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1337

Abstract

Salah satu karya sastra dalam bentuk novel yang sangat menggetarkan jiwa adalah novel yang berjudul Ajari Aku Menuju Arsy karya Wahyu Sujani. Novel yang menguak sebuah cerita tentang wanita penggenggam lentera langit yang sangat menggugah hati. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengkaji nilai-nilai religius dalam novel Ajari Aku Menuju Arsy kary Wahyu Sujani yang bersumber dari Alquran dan Al-hadits. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah (1) untuk memperoleh deskripsi tentang nilai-nilai religius dalam hubungan manusi dengan Allah dan (2) untuk memperoleh deskripsi tentang nilai-nilai religius dalam hubungnan manusia dengan manusia. Penelitian ini menggunakan pendektan kualitatif dengan jenis desriptif. Data dalam penelitian ini adalah nilai-nilai religius teks novel Ajari Aku Menuju Arsy. Sumber penelitian ini adalah novel yang berjudul Ajari Aku Menuju Arsy karya Wahyu Sujani yang diterbitkan pada tahun 2011 oleh DIVA Press Jogjakarta. Berdasarkan hasil penelitian yang bersifat deskriptif tersebut ditemukan bahwa nilai-nilai religius yang terdapat dalam novel bulan terbelah di langit Amerika ini meliputi “Hablum minallah dan Hablum minan-nas”. Dalam hubungan manusia dengan Allah, ditemukan lima nilai-nilai religius, yakni: (1) nilai sabar, (2) nilai keimanan, (3) nilai ikhtiar, (4) nilai tawakal, (5) nilai taubat. Dalam hubungan manusia dengan manusai, ditemukan lima nilai religius, yakni: (1) tolong menolong, (2) hasud/dengki, (3) persaudaraan, (4) zalim, (5) memaafkan.
Semiotika Film Di Balik 98 Fitri Yunia Puspita; Yarno Yarno
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1338

Abstract

Film Di Balik 98 merupakan film fiksi yang memakai latar belakang peristiwa reformasi pada tahun 1998. Film ini menceritakan di balik peristiwa 98 terdapat perjuangan sebuah keluarga dan pengorbanan cinta dalam melewati sebuah tragedi besar Mei 1998. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika milik Roland Barthes. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, teknik observasi, teknik catat, dan teknik pustaka. Subjek data dalam penelitian ini adalah film Di Balik 98. Objek penelitiannya adalah dialog dari para pemain. Hasil penelitian ini menunjukkan makna denotatif, konotatif, dan mitos pada tokoh dan amanat dalam film Di Balik 98. Makna denotatif dari tokoh Diana, dia memiliki pemahaman bahwa demo adalah tindakan yang patut diperjuangkan untuk membela suara rakyat yang tertindas. Makna konotatif dari Tokoh Diana, hanya mahasiswa yang berani melakukan suatu pergerakan untuk membawa perubahan demi membela rakyat. Mitos yang didapat dari Tokoh Diana bahwa mahasiswa identik dengan sikap kritis, peduli, dan berani. Makna denotatif yang disampaikan dari nilai gerakan mahasiswa. Mahasiswa dipaksa menuruti pemerintah untuk demo hanya di dalam kampus, mahasiswa telah mengikuti kemauan pemerintah tapi pemerintah tidak mengikuti kemauan mahasiswa.. Makna konotatif dari nilai gerakan mahasiswa, mereka tidak menuntut bayaran, mereka tidak menuntut mobil atau rumah mewah, mereka hanya menuntut untuk di dengar. Mitos dari nilai gerakan mahasiswa, mahasiswa mengkritisi seluruh kebijakan pemerintah yang terkesan seenaknya. Tak terhitung lagi entah berapa nyawa mahasiswa yang melayang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat. Suara mahasiswa adalah suara rakyat karena keaktifan mahasiswa memperjuangkan kepentingan rakyat.
Aspek Kepribadian Tokoh Utama dalam Novel Tentang Kamu Karya Tere Liye Iin Afriyani; R. Panji hermoyo
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1339

Abstract

Penelitian ini mengambil data dari novel karya Tere Liye yang berjudul Tentang Kamu. Kepribadian seseorang menjadi kajian utama dalam penelitian ini. Perjalanan kehidupan Sri menjadi alasan penulis ingin mengetahui lebih dalam kepribadian tokoh Sri. Fokus penelitian ini adalah (1) Tipe kepribadian menurut teori Gerard Heymans pada tokoh utama dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye, dan (2) Faktor-faktor yang memengaruhi kepribadian tokoh utama dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Penelitian ini dikaji melalui gambaran watak dan perilaku tokoh utama menggunakan teori kepribadian Gerard Heymans.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Penelitian ini menguraikan data-data tentang tokoh utama yang ada dalam novel Tentang Kamu. Penulis dapat menangkap dan mengetahui kepribadian tokoh utama dari watak dan perilakunya. Pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan tipe kepribadian yang ada pada tokoh utama yang mendominasi adalah tipe kepribadian Flegmiticity yaitu orang ini memiliki perilaku tenang, sabar, pekerja keras, tidak mudah putus asa, pemberani, mandiri, berprasangka baik, cerdas. Tokoh yang bertipe ini memiliki pandangan yang luas, rajin, dan cekatan serta mampu mandiri. Faktor yang memengaruhi  kepribadian tokoh utama dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye adalah faktor genetik (faktor bawaan) dan faktor keluarga. 
Deiksis Sosial dan Deiksis Persona Slogan Persebaya di Daerah Surabaya Utara Familia P., RH. Rizqi; Mubarak, Insani Wahyu
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1335

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh deskripsi tentang deiksis sosial dan deiksis persona yang terdapat dalam slogan Persebaya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian menggunakan slogan Persebaya yang ditulis di spanduk. Teknik pengumpulan data dengan studi observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua deiksis, yaitu deiksis sosial dan deiksis persona. Deiksis sosial yang muncul dalam slogan Persebaya seperti kata jancok, cok, bangsat, mafia, dan fuck. Kata-kata tersebut sangat populer di Surabaya, tetapi kata-kata itu tidak sopan untuk diungkapkan dan dipublikasikan karena memiliki makna yang sangat kasar. Deiksis persona yang terdapat pada slogan Persebaya adalah deiksis persona pertama, kedua, dan ketiga. Contoh deiksis tersebut adalah kata kami, kalian, kamu, ku, mereka, kau, mu. Para suporter Persebaya masih menggunakan kata-kata yang baik untuk diungkapkan dan dipublikasikan karena kata-kata tersebut masih menghormati seseorang yang dituju.
Kreativitas Pendongeng Cilik dalam Bercerita Izzati, Afy
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1336

Abstract

Penelitian Kreativitas Pendongeng Cilik dalam Bercerita merupakan salah satu penelitian sastra lisan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah penelitian ini mengarah kepada subjek penelitiannya langsung, yaitu pendongeng. Penelitian ini juga terlihat unik sebab pendongeng menggunakan media yang belum dilakukan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini bermanfaat untuk paga guru mata pelajaran Bahasa Indonesia supaya tetap mengutamakan kemampuan membaca. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan subjek data dalam penelitian ini adalah pendongeng cilik yang membawakan dongeng cerita rakyat cindelaras. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi atau pengamatan, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pendongeng cilik tersebut memang benar-benar memiliki kreativias yang tinggi dan mampu memerankan suara dari beberapa tokoh cindelaras dengan nada dan intonasi berbeda. Dari pertunjukan yang dibawakan pendongeng, terdapat beberapa makna yang tersirat, makna yang tidak disampaikan langsung oleh pendongeng, tetapi membutuhkan sedikit waktu untuk memahaminya, dan dari hasil wawancara, adanya respons dari penonton yang telah menyaksikan.
Nilai-Nilai Religius pada Novel Ajari Aku Menuju Arsy Karya Wahyu Sujani Anasrullah, Aisyah
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 10 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v10i1.1337

Abstract

Salah satu karya sastra dalam bentuk novel yang sangat menggetarkan jiwa adalah novel yang berjudul Ajari Aku Menuju Arsy karya Wahyu Sujani. Novel yang menguak sebuah cerita tentang wanita penggenggam lentera langit yang sangat menggugah hati. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengkaji nilai-nilai religius dalam novel Ajari Aku Menuju Arsy kary Wahyu Sujani yang bersumber dari Alquran dan Al-hadits. Sedangkan tujuan khusus dari penelitian ini adalah (1) untuk memperoleh deskripsi tentang nilai-nilai religius dalam hubungan manusi dengan Allah dan (2) untuk memperoleh deskripsi tentang nilai-nilai religius dalam hubungnan manusia dengan manusia. Penelitian ini menggunakan pendektan kualitatif dengan jenis desriptif. Data dalam penelitian ini adalah nilai-nilai religius teks novel Ajari Aku Menuju Arsy. Sumber penelitian ini adalah novel yang berjudul Ajari Aku Menuju Arsy karya Wahyu Sujani yang diterbitkan pada tahun 2011 oleh DIVA Press Jogjakarta. Berdasarkan hasil penelitian yang bersifat deskriptif tersebut ditemukan bahwa nilai-nilai religius yang terdapat dalam novel bulan terbelah di langit Amerika ini meliputi “Hablum minallah dan Hablum minan-nas”. Dalam hubungan manusia dengan Allah, ditemukan lima nilai-nilai religius, yakni: (1) nilai sabar, (2) nilai keimanan, (3) nilai ikhtiar, (4) nilai tawakal, (5) nilai taubat. Dalam hubungan manusia dengan manusai, ditemukan lima nilai religius, yakni: (1) tolong menolong, (2) hasud/dengki, (3) persaudaraan, (4) zalim, (5) memaafkan.

Page 1 of 2 | Total Record : 14