cover
Contact Name
Idhoofiyatul Fatin
Contact Email
idhofatin.pbsi@fkip.um-surabaya.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
stilistika@um-surabaya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 19788800     EISSN : 26141327     DOI : -
Core Subject : Education,
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Surabaya. Jurnal ini menfokuskan pada publikasi hasil penelitian berupa artikel ilmiah tentang bahasa, sastra dan pengajaran Bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit setiap Januari dan Juli dengan nomor P-ISSN 1978-8800 dan E-ISSN 2614-3127.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2020)" : 12 Documents clear
Implikatur Konvensional Bermodus Imperatif pada Tuturan Motivasi Merry Riana dan Relevansinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Rahmawati, Defi Putri; Fatin, Idhoofiyatul; Ridlwan, M.
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.5357

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implikatur konvensional bermodus imperatif pada tuturan motivasi Merry Riana pada acara Metro Tv I’m Impossible pada bulan Februari dan Maret tahun 2019 yang diunggah di youtube. Selain itu juga mendeskripsikan relevansinya terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan mengunakan langkah-langkah menganalis data yang meliputi reduksi, penyajian data, penarikan hasil kesimpulan. Berdasarkan hasil pembahasan, diketahui bahwa terdapat tiga jenis implikatur konvensional bermodus imperatif pada tuturan motivasi Merry Riana, yaitu perintah, ajakan, dan permintaan. Di antara ketiganya, yang paling dominan adalah perintah. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, implikatur konvensional bermodus imperatif pada tuturan motivasi Merry Riana ini relevan dengan salah satu pokok bahasan untuk mendukung tercapainya KD 3.3., 4.3., 3.4. dan 4.4 yang berkaitan dengan pidato persuasif di kelas IX SMP.Kata kunci: Implikatur,konvensional, imperatif, motivasi  ABSTRACTThis study aims to describe the conventional implications of the imperative mode on Merry Riana's motivational utterances on the Metro TV I'm Impossible program in February and March 2019 which were uploaded on YouTube. It also describes their relevance to learning Indonesian. This study uses descriptive qualitative research methods and uses several steps to analyze data which includes reduction, data presentation, drawing conclusions. Based on the results of the discussion, it was stated that there were three types of conventional implications with imperative modes in Merry Riana's motivational utterances, namely commands, invitations, and requests. Among the three categories, the most dominant is the command. In learning Indonesian, the conventional implication of the imperative mode in Merry Riana's motivational speech is relevant to one of the subjects to support the achievement of KD 3.3, 4.3, 3.4. and 4.4 which related to persuasive speeches.Keyword: conventional implications, imperative, motivation 
Tantangan dan Solusi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Covid-19 Sujinah, Sujinah
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 13 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v13i2.5444

Abstract

Mata pelajaran  bahasa Indonesia termasuk salah satu mata pelajaran yang diujiannasionalkan, namun nasibnya tidak seperti mata pelajaran yang diujiannasionalkan yang lain, apalagi di sekolah kejuruan. Mata pelajaran ini terkesan tidak penting karena bahasa Indonesia adalah bahasa peserta didik sendiri  dan manfaatnya dipertanyakan. Sementara di beberapa Negara seperti  Kanada, Jepang, Vietnam, Australia, Ukraina, Korea Selatan, Kepulauan Hawaii Amerika, Suriname Amerika Selatan, Thailand, Tiongkok, Maroko bahasa Indonesia dipelajari sebagai bahasa kedua sejajar dengan bahasa Inggris. Asumsi ini dibuktikan di beberapa sekolah kejuruan di Indonesia. Pembelajaran Bahasa Indonesia terkesan tidak menarik, membosankan, tidak ada untungnya, ironisnya siswa merasa kesulitan dalam proses pembelajarannya. Ada apa dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah kejuruan? Pembelajaran Bahasa Indonesia membuat gurunya bersedih karena saat proses pembelajaran merupakan  kesempatan bagi peserta didik untuk istirahat atau tidur. Mengapa hal ini terjadi? Artikel ini bertujuan mendeskripsikan ada apa dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah kejuruan/vokasi, yang dirinci ke pertanyaan-pertanyaan (1) mengapa mata pelajaran Bahasa Indonesia tidak diminati; (2) bagaimana solusi untuk mengatasi agar minat peserta didik terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia muncul?  Jenis penelitian ini kualitatif dengan teknik pengumpulan data  wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi disimpulkan bahwa (1) tidak semua pendidik mata pelajaran bahasa Indonesia di sekolah  vokasi berlatar belakang keilmuan bahasa Indonesia (2) kreativitas  tenaga pendidik  dalam memecahkan persoalan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kurang (pendidik terpaku dengan kurikulum yang ada); (3) rendahnya persepsi peserta didik terhadap pembelajaran bahasa Indonesia.(4) solusi yang ditawarkan antara lain berupa pembelajaran dengan menggunakan teknologi gawai dan internat: membuat video rekaman misalnya rekaman membaca puisi, menulis karikatur untuk materi teks anekdot, dan membuat main mapping untuk materi teks eksposisi. Saran dari hasil penelitian ini diperlukan penataan kembali guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan perlu peninjauan kurikulum Bahasa Indonesia untuk sekolah vokasi dan pembekalan mendesain media pembelajan yang inovatif bagi guru perlu ditingkatkan.

Page 2 of 2 | Total Record : 12