cover
Contact Name
irland fardani
Contact Email
irland.fardani@unisba.ac.id
Phone
+628562257785
Journal Mail Official
planologi@unisba.ac.id
Editorial Address
Jl. Tamansari no 1 Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota
ISSN : 14120690     EISSN : 28088123     DOI : https://doi.org/10.29313
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota adalah sebuah jurnal yang dikembangkan oleh Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota - Fakultas Teknik - Universitas Islam Bandung. Dalam Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota berisikan beberapa topik dituliskan, yaitu : 1. Perencanaan Desa / Perdesaan 2. Perencanaan Kota / Perkotaan 3. Perencanaan Transportasi 4. Perencanaan Parwisata 5. Perencanaan Lingkungan 6. Kebencanaan 7. Sistem Informasi Geografi (SIG)
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2013)" : 10 Documents clear
PENATAAN ZONA TAMAN HUTAN RAYA GUNUNG KUNCI DI KAWASAN PERKOTAAN SUMEDANG PARAMASTUTI, DINI; CHOFYAN, IVAN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.064 KB)

Abstract

Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 297/Menhut-II Tahun 2004 direncanakan sebagai tempat edukasi publik dan kawasan peresapan air. Kawasan Tahura yang semakin mengecil karena difungsikan sebagai lokasi pembuangan sampah dan berkembangnya permukiman penduduk. Analisis dilakukan dengan teknik komparasi antara Kebijakan RDTR Perkotaan Sumedang tahun 2005 dan Masterplan Tahura Tahun 2011 dan analisis Kesesusaian Lahan . Dari hasil analisis ini akan dilakukan penataan zona-zona untuk kawasan Gunung Kunci
PENERAPAN PROGRAM LINIER UNTUK PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN PESISIR KOTA CIREBON IKEU, NENG; Asyiawati, YULIA
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.612 KB)

Abstract

Pesisir Kota Cirebon secara fisik memiliki sumberdaya yang potensial untuk dikembangkan kedepannya. Permasalahan yang terjadi saat ini, bahwa dari pemanfaatan lahan yang ada di kawasan pesisir tersebut belum dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Hal tersebut tercermin dari jumlah keluarga miskin mencapai 41%, pendapatan yang diperoleh masyarakat masih dalam kategori rendah, 47% masyarakat bekerja sebagai buruh, indeks daya beli didua kecamatan pada kawasan studi juga paling rendah diantara kecamatan lainnya di Kota Cirebon dan masih banyaknya jumlah pencari kerja. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data kualitatif dan metode analisis data kuantitatif dengan menggunakan alat analisa Linear Programming. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka rekomendasi yang dapat diberikan adalah memaksimalkan pemanfaatan lahan pelabuhan dan perdagangan jasa sebagai alternatif kombinasi pemanfaatan lahan yang mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian dikawasan pesisir Kota Cirebon.
PENENTUAN LOKASI DAN JUMLAH LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KAWASAN DAS CIKAPUNDUNG BAGIAN TENGAH SANITYA, RIA SARAH; BURHANUDIN, HANI
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.828 KB)

Abstract

Semakin banyaknya lahan terbangun dan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) maka akan mengakibatkan berkurangnya kawasan resapan air bagi masyarakat Bandung. untuk peresapan air ke dalam tanah diperlukan pemanfaatan lubang resapan biopori (LRB) sebagai media konservasi air tanah juga sebagai suatu upaya pelestarian air tanah dan penanganan genangan air di kawasan perkotaan. Metode pendekatan yang digunakan yaitu metode dengan teknik analisis kualitatif untuk mengidentifikasi Lubang Resapan Biopori (LRB) eksisting, serta analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan Lubang Resapan Biopori yang ideal dan untuk penentuan lokasi Lubang Resapan Biopori (LRB) yang tepat.
GERAK RUANG KAWASAN KERATON KASEPUHAN Agustina, Ina Helena; DJUNAEDI, ACHMAD; SUDARYONO; SURYO, DJOKO
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.129 KB)

Abstract

Teori lokal mulai dikembangkan setelah adanya kegagalan teori-teori yang didasarkan oleh filsafat rasionalisme. Paradigma Postmodernisme semakin memberi peluang pengembangan teori yang berbasis lokalitas dan komunitas. Kawasan Keraton Kasepuhan yang berdiri sejak abad ke 14 kaya akan nilai-nilai lokal. Didasarkan oleh pendekatan fenomenologi menangkap suatu fenomena yang menunjukkan nilai lokalitas berupa gerak ruang. Gerak adalah keluarnya sesuatu dari titik kemungkinan menuju titik yang dimungkinkan ( Ammar, 1993). Gerak ruang yang terjadi di kawasan ini berupa gerak ruang substansi dan gerak ruang aksiden. Gerak ruang substansi yang ditunjukkan dalam fenomena gerak tradisi ke politik memiliki nilai lokal kesadaran integral dinamika spirit yang ditunjukkan oleh: 1) keyakinan terhadap tanggung jawab sebagai pemegang amanah; 2) keyakinan terhadap persatuan umat (keluarga); 3) keyakinan untuk membuka diri pada yang lain. Sedangkan gerak ruang aksiden yang ditunjukkan oleh kegiatan revitalisasi keraton memiliki nilai lokal “ kebersamaan “.
PENILAIAN KUALITAS LINGKUNGAN DAN FASILITAS EKOWISATA DARAJAT PASS KABUPATEN GARUT FAHRU FAU, M AZIS; AKLIYAH, LELY
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.763 KB)

Abstract

Darajat Pass merupakan salah satu kawasan ekowisata yang terdapat di Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut dengan adanya sebuah sumber panas bumi yang potensial dan dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat. Kawasan ekowisata tersebut merupakan salah satu tempat wisata yang dijadikan alternatif oleh pengunjung yang melakukan kegiatan wisata di Kabupaten Garut pada umumnya dengan semakin bertambahnya jumlah pengunjung pada saat yang akan datang serta kawasan yang memanfaatkan alam sebagai objek wisatanya. Dengan semakin bertambahnya jumlah pengunjung ke kawasan tersebut, maka kualitas lingkungan di kawasan tersebut tentunya akan berubah. Dengan demikian, diperlukan kajian penilaian kualitas lingkungan dan fasilitas ekowisata Darajat Pass menurut pengunjung.
PENATAAN ZONA TAMAN HUTAN RAYA GUNUNG KUNCI DI KAWASAN PERKOTAAN SUMEDANG DINI PARAMASTUTI; IVAN CHOFYAN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.258

Abstract

Surat Keputusan (SK) Menteri Kehutanan Nomor 297/Menhut-II Tahun 2004 direncanakan sebagai tempat edukasi publik dan kawasan peresapan air. Kawasan Tahura yang semakin mengecil karena difungsikan sebagai lokasi pembuangan sampah dan berkembangnya permukiman penduduk. Analisis dilakukan dengan teknik komparasi antara Kebijakan RDTR Perkotaan Sumedang tahun 2005 dan Masterplan Tahura Tahun 2011 dan analisis Kesesusaian Lahan . Dari hasil analisis ini akan dilakukan penataan zona-zona untuk kawasan Gunung Kunci
PENERAPAN PROGRAM LINIER UNTUK PEMANFAATAN LAHAN DI KAWASAN PESISIR KOTA CIREBON NENG IKEU; YULIA Asyiawati
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.259

Abstract

Pesisir Kota Cirebon secara fisik memiliki sumberdaya yang potensial untuk dikembangkan kedepannya. Permasalahan yang terjadi saat ini, bahwa dari pemanfaatan lahan yang ada di kawasan pesisir tersebut belum dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir. Hal tersebut tercermin dari jumlah keluarga miskin mencapai 41%, pendapatan yang diperoleh masyarakat masih dalam kategori rendah, 47% masyarakat bekerja sebagai buruh, indeks daya beli didua kecamatan pada kawasan studi juga paling rendah diantara kecamatan lainnya di Kota Cirebon dan masih banyaknya jumlah pencari kerja. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis data kualitatif dan metode analisis data kuantitatif dengan menggunakan alat analisa Linear Programming. Dari hasil analisis yang telah dilakukan maka rekomendasi yang dapat diberikan adalah memaksimalkan pemanfaatan lahan pelabuhan dan perdagangan jasa sebagai alternatif kombinasi pemanfaatan lahan yang mampu meningkatkan pertumbuhan perekonomian dikawasan pesisir Kota Cirebon.
PENENTUAN LOKASI DAN JUMLAH LUBANG RESAPAN BIOPORI DI KAWASAN DAS CIKAPUNDUNG BAGIAN TENGAH RIA SARAH SANITYA; HANI BURHANUDIN
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.260

Abstract

Semakin banyaknya lahan terbangun dan kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) maka akan mengakibatkan berkurangnya kawasan resapan air bagi masyarakat Bandung. untuk peresapan air ke dalam tanah diperlukan pemanfaatan lubang resapan biopori (LRB) sebagai media konservasi air tanah juga sebagai suatu upaya pelestarian air tanah dan penanganan genangan air di kawasan perkotaan. Metode pendekatan yang digunakan yaitu metode dengan teknik analisis kualitatif untuk mengidentifikasi Lubang Resapan Biopori (LRB) eksisting, serta analisis kuantitatif untuk mengidentifikasi kebutuhan Lubang Resapan Biopori yang ideal dan untuk penentuan lokasi Lubang Resapan Biopori (LRB) yang tepat.
GERAK RUANG KAWASAN KERATON KASEPUHAN Ina Helena Agustina; ACHMAD DJUNAEDI; SUDARYONO; DJOKO SURYO
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.262

Abstract

Teori lokal mulai dikembangkan setelah adanya kegagalan teori-teori yang didasarkan oleh filsafat rasionalisme. Paradigma Postmodernisme semakin memberi peluang pengembangan teori yang berbasis lokalitas dan komunitas. Kawasan Keraton Kasepuhan yang berdiri sejak abad ke 14 kaya akan nilai-nilai lokal. Didasarkan oleh pendekatan fenomenologi menangkap suatu fenomena yang menunjukkan nilai lokalitas berupa gerak ruang. Gerak adalah keluarnya sesuatu dari titik kemungkinan menuju titik yang dimungkinkan ( Ammar, 1993). Gerak ruang yang terjadi di kawasan ini berupa gerak ruang substansi dan gerak ruang aksiden. Gerak ruang substansi yang ditunjukkan dalam fenomena gerak tradisi ke politik memiliki nilai lokal kesadaran integral dinamika spirit yang ditunjukkan oleh: 1) keyakinan terhadap tanggung jawab sebagai pemegang amanah; 2) keyakinan terhadap persatuan umat (keluarga); 3) keyakinan untuk membuka diri pada yang lain. Sedangkan gerak ruang aksiden yang ditunjukkan oleh kegiatan revitalisasi keraton memiliki nilai lokal “ kebersamaan “.
PENILAIAN KUALITAS LINGKUNGAN DAN FASILITAS EKOWISATA DARAJAT PASS KABUPATEN GARUT M AZIS FAHRU FAU; LELY AKLIYAH
Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol. 13 No. 1 (2013)
Publisher : Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, UPT Publikasi Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jpwk.v13i1.263

Abstract

Darajat Pass merupakan salah satu kawasan ekowisata yang terdapat di Kecamatan Pasirwangi Kabupaten Garut dengan adanya sebuah sumber panas bumi yang potensial dan dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat. Kawasan ekowisata tersebut merupakan salah satu tempat wisata yang dijadikan alternatif oleh pengunjung yang melakukan kegiatan wisata di Kabupaten Garut pada umumnya dengan semakin bertambahnya jumlah pengunjung pada saat yang akan datang serta kawasan yang memanfaatkan alam sebagai objek wisatanya. Dengan semakin bertambahnya jumlah pengunjung ke kawasan tersebut, maka kualitas lingkungan di kawasan tersebut tentunya akan berubah. Dengan demikian, diperlukan kajian penilaian kualitas lingkungan dan fasilitas ekowisata Darajat Pass menurut pengunjung.

Page 1 of 1 | Total Record : 10