cover
Contact Name
Ahmad Madkur
Contact Email
ahmadmadkur@metrouniv.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ath.tharijurnal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi
ISSN : 25801651     EISSN : 26148439     DOI : -
Ath-Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi adalah jurnal penelitian yang khusus mempublikasikan naskah hasil penelitian tentang dakwah dan komunikasi yang belum dipublikasikan. Diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro. Terbit dua kali setahun pada bulan Mei dan November. Ath-Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi merupakan terbitan berkala yang memuat artikel-artikel tentang penelitian ilmiah dengan berbagai pendekatan yang diterbitkan dalam bentuk cetak dan online.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019): Ath-Thariq" : 8 Documents clear
DAKWAH KULTURAL: RELASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL eka octalia
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 3 No 2 (2019): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath_thariq.v3i2.1548

Abstract

The da'wah propagation of Islam in the archipelago has shown such strong accommodation to the local traditions of the local community. This shows that the character of Indonesian Islam is able to dialogue with tradition and culture. This paper tries to examine the concept of cultural da'wah and the relationship between Islam and local culture. Cultural Da'wah is a da'wah that considers all forms of culture that are developing in society. Cultural propaganda is one of the da'wah approaches in dealing with heterogeneous societies of culture. Islam has an important role in facing cultural transformation. The process of Islamic dialogue with community traditions can be realized with cultural systems and mechanisms in dealing with local negotiations. From the display illustrates that in reality, Islam is in contact with local teachings (traditions) so as to form a new formulation of Islam and Islamic local culture.
PROFESINALISME MUBALIGH BAGI PERKEMBANGAN DAKWAH Mutiara cendekia sandyakala
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 3 No 2 (2019): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath_thariq.v3i2.1889

Abstract

Professional muballigh observes the new things in order to follow the flow of globalization, and also can follow the increasing competition due to the progress of science and the development of more advanced age and competitive. Professional appearance constantly changing from year to year with the criteria of performance in accordance with the attitude, personality, and appearance is strongly influenced by the place and the environment where the person carrying out the profession. Da'wa should be able to sharpen the intellect object message. With today's challenges steps to be taken in a preacher or propaganda agencies in order to preach effectively. A professional who is successful in achieving his goal he must prioritize the responsibility to complete the task complete, and create schedules and working to meet the schedule to manage time. Professionals muballigh is an attitude that really shows the master, earnestly and serious profession, perform analysis, understand the work and also the confidence and skills in relating to others and to always perform continuous self-development so as not to abandoned or left behind. A person who has a professional attitude, only those who really have the courage and faith, and God only step that they lean. In addition they are earnest, not easily discouraged, also seriously pursue live, dare mengahapi challenges of the times, practice what is taught by Allah in the Qur'an and as-Sunnah always followed.
FENOMENA HIJRAH DI ERA MILENIAL DALAM MEDIA SOSIAL Mike Meiranti
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 3 No 2 (2019): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath_thariq.v3i2.1350

Abstract

Hijrah is a positive action to change a person's bad behavior to be better, or in Islamic religion means returning to fitraAllah SWTSWT, the current state of the millennial tends to be based on following trends so that the migration is limited to physical packaging or method dress is not essentially practiced properly, this happens because of the social media support factor that forces millennials to follow the trend directed by social media, considering that social media has become a life for millennials, if it does not follow trends on social media then his existence will not occur.
PERAN ESTETIKA DALAM DAKWAH BAGI GENERASI MILENIAL Ika Selviana
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 3 No 2 (2019): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath_thariq.v3i2.1724

Abstract

Da'wah is basically an invitation in accordance with the origin of the Arabic word. Every invitation addressed to the da'wah target of religious knowledge has its own challenges and obstacles for a preacher. therefore it is necessary to have a touch of aesthetics in propaganda aimed at millennial generation through social media because they are more busy with cyberspace such as YouTube or Facebook. The aesthetic form of da'wah is the taste of a mad'u in enjoying da'wah from a preacher. A preacher must pay attention to maaddah (material), thoriqoh (method), and wasilah (media) in delivering his da'wah to mad'u. The method of preaching with the beauty of intonation of sounds, music, interludes of songs or blessings, as well as simple drawings is very popular with the millennial generation because it is more interesting and easy to understand, even the millennial generation likes young, outgoing, and pleasing to the eye lecturers.
MANAGEMENT MATERI DAKWAH DALAM PERKEMBANGAN MEDIA SOSIAL ajeng wahyuni
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 3 No 2 (2019): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath_thariq.v3i2.1890

Abstract

Indonesian society is currently experiencing changes in the context of the missionary movement. A da’i celebrity in her missionary activities has not been oriented towards the resulting impact. Research on organizing da’i's da'wah message has the purpose of knowing the organization of messages in preaching. Based on the theme raised in this study formulate a problem about how to construct da'wah messages, how to form Al Habsyi's da'wah messages. Relevant to the objectives, this study uses qualitative methods with a case study approach. Da'wah messages conveyed by cleric Al Habsyi namely mubasyaroh. Organizing messages by increasing the attention of mad’u, through nasyid, the needs of mad’u, fulfillment of the material of mad’u preaching on religious messages, describes the contents of the message of da'wah, through stories. Utilizing stories and taking actions with persuasive communication, namely by carrying out the Sunnah.
SINERGITAS FILSAFAT DAN AGAMA BAGI MASYARAKAT DI ERA KONTEMPORER Mat Jalil
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 3 No 2 (2019): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath_thariq.v3i2.1903

Abstract

Sinergitas filsafat dan agama dua hal prinsip hidup setiap orang untuk bersungguh sunguh Berfilsafat bukanlah merupakan pekerjaan yang setiap saat dapat saja dimulai dan yang semauanya dapat dihentikan,berfilsafat lebih merupakan suatu mentalitas berpikir suatu sikap dan penyesuaian pribadi yang dibiasakan secara perlahan-lahan dan dengan susah payah sehingga oleh karena itu menjadi milik kita secara tetap,belajar berfilsafat belajar membuka diri dan bersedia untuk itu (membuka diri), sedamgkanberagama atau berkeyakinan adalah suatu fitrah bagi manusia. Hal ini bertolak dari kesadaran manusia akan ketidak-berdayaan dirinya dan adanya sesuatu yang transenden yang patut diunggulkan. Agama, sebagai pegangan hidup manusia, tentu tidak hanya berhenti sebagai pemikiran ideal belaka, melainkan, seiring perjalanan waktu, harus diterjemahkan dalam bingkai realitas kehidupan manusia. Agama kemudian mencari posisinya yang apresiatif terhadap realitas, namun tanpa mereduksi prinsip-prinsipnya
ISLAMISASI DALAM ILMU KOMUNIKASI Inarotul Ummah 13; Anton Widodo
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 3 No 2 (2019): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath_thariq.v3i2.1744

Abstract

Artikel ini menjelaskan bagaimana Ilmu komunikasi pertama kali berkembang dari dunia barat yakni eropa dan Amerika dan mencoba di islamisasikan sesuai dengan kaidah islam. Para pemikir barat mencetuskan banyak pemikiran tentang apa itu ilmu dan komunikasi. Dalam kajian filsafat, komunikasipun masuk dalam ranah pemikiran para filsuf filsafat. Dimana dalam kajian kefilsafatan terdapat 3 pilar filsafat yakni : Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi. Ketiganya sebenarnya memiliki keterkaitan kuat dalam mengkaji ilmu. Dalam perkembangan ilmu komunikasi langkah awal munculnya para pemikir islam mencetuskan bagiamana komunikasi dan islam slaing disinkronkan. Islam berusaha menjadikan ilmu komunikasi khususnya, proses komunikasi dalam kajian dakwah islam yang sesuai dengan ajaran ajaran syariat islam.
Rekontekstualisasi Dakwah Dalam Merawat Nasionalisme Agam Anantama
Ath Thariq Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 3 No 2 (2019): Ath-Thariq
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Metro-Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ath_thariq.v3i2.1845

Abstract

Kehidupan berbangsa dan bernegara beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan yang sangat serius, keragaman yang seharusnya menjadi modal sosial untuk memperkuat persatuan justru menjadi ruang perpecahan dengan sentimen-sentimen suku, ras, agama dan budaya. Hal ini tentunya akan menjadi ancaman jika tidak dicarikan jalan keluar yang solutif. Masyarakat Indonesia yang sebagian besar merupakan pemeluk Agama Islam tentu memiliki peran besar dalam menyiarkan nilai ajaran Islam yang cinta damai, mengajarkan kebaikan dan toleransi yang tinggi. Namun fenomena yang terjadi justru banyak terjadi ujaran kebencian dan perpecahan seringkali digaungkan dalam ruang-ruang peribadatan yang mengatasnamakan Agama. Dakwah yang seharusnya menjadi saranan untuk menyebarluaskan cinta tanah air dan hidup berdampingan dipandang perlu untuk kembali merefleksikan perkembangan situasi yang terjadi hari ini agar dapat menggunakan pendekatan yang faktual dan komprehensif. Dalam melakukan dakwah, hal yang paling utama menentukan keberhasilan dakwah adalah pesan yang disampaikan tidak hanya dapat dipahami namun juga di praktikan dalam kehidupan masyarakat. Semakin pesan itu mampu menyentuh akar persoalan bangsa maka akan semakin mampu menyentuh rasa nasionalisme dalam kalangan umat beragama dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8