Pengarah: Jurnal Teologi Kristen
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen (PJTK) is published by Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus (Tyrannus Bible Seminary). The objective of the jurnal is to publish theological scientific writings, which are the result of qualitative and/or quantitative research. PJTK is published biannually every January and July.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2 No 2 (2020)"
:
9 Documents
clear
Survei Terhadap Penggunaan Nama Yesus dalam Teks-Teks Terkait Pengusiran Setan di Perjanjian Baru
Abel Kristofel Aruan
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.26
Artikel ini ditulis berdasarkan sebuah dugaan bahwa ada praktik-praktik pengusiran setan yang menggunakan penyebutan nama Yesus atau frasa “dalam/demi nama Yesus” dalam proses ritualnya. Survey dilakukan terhadap ayat-ayat di Perjanjian Baru yang terkait dengan preskripsi maupun kisah-kisah pengusiran setan. Melalui metode penelitian literatur (kepustakaan), artikel ini mencoba mempertanyakan apakah praktik pengusiran setan mengharuskan seseorang untuk mengucapkan nama Yesus sebagai syarat agar ritual berhasil atau tidak. Tulisan ini akan menggolongkan ayat-ayat ke dalam tiga kategori: (1) ayat-ayat terkait pengusiran setan yang tidak mengandung pengucapan nama Yesus (Mat. 8:16; 9:34; 12:24, 27-28; 17:19; Mrk. 1:34); (2) ayat-ayat narasi pengusiran setan yang memunculkan frasa “dalam/demi nama Yesus” dalam narasinya (Mat. 7:22; Mrk. 16:17; Mrk 9:38; Luk. 9:49); dan (3) ayat-ayat narasi pengusiran setan yang tokohnya mengucapkan “dalam/demi nama Yesus” secara verbal (Kis. 16:18; 19:13). Melalui penelusuran sejauh ini, artikel ini menyimpulkan bahwa teks-teks Perjanjian Baru tidak mengharuskan seseorang untuk mengucapkan nama Yesus ketika mengusir setan. Apa yang paling penting dalam proses pengusiran setan adalah relasi antara pengusir setan dengan Yesus serta keyakinan terhadap kuasa pengusiran setan yang diberikan oleh Yesus.
Mendamaikan Manusia dengan Alam
Silva S. Thesalonika Ngahu
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.28
Krisis ekologis dan bencana lingkungan hidup telah menjadi masalah global yang membutuhkan tindakan nyata demi menyelamatkan bumi. Masifnya pembangunan yang menekankan pertumbuhan ekonomi dan industri telah mengabaikan pemeliharaan lingkungan bahkan merusak ekosistem. Sumber daya alam dikeruk bahkan dieksploitasi untuk memenuhi kebutuhan manusia. Secara sepihak, manusia menganggap dirinya adalah mahkota ciptaan sebagai pemilik gambar Allah atau imago Dei. Paradigma antroposentris inilah yang menjadi titik tolak terjadinya tindakan destruktif-eksploitatif terhadap alam yang berujung pada krisis ekologis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literatur dengan pendekatan hermeneutik kritik historis dalam mengkaji teks Kejadian 1:26-28 sebagai upaya untuk mengusulkan penafsiran yang dapat meminimalisir kerusakan ekologi. Hasil dari penelitian ini akan menyimpulkan pemahaman yang lebih utuh mengenai citra Allah dalam diri manusia, yakni sebagai penjaga, dan mengusulkan adanya suatu paradigma baru yang mengedepankan keadilan ekologis.
Ketubim dan Nubuat
Kosma Manurung
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.24
Alkitab berasal dari Allah dan melibatkan tangan manusia dalam proses penulisannya. Alkitab umat Kristen sekarang ini terdiri dari dua bagian besar yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ketubim adalah bagian terakhir dari tiga bagian Alkitab Perjanjian Lama dalam kanon Ibrani. Artikel penelitian ini bermaksud memberikan penjelasan mengenai tujuan nubuat bagi umat pilihan Tuhan dalam Ketubim secara sistematik sehingga memudahkan untuk dipahami oleh para pembaca artikel ini. Metodologi yang digunakan oleh peneliti dalam artikel ini adalah metodologi kualitatif dengan pendekatan analisis teks dan kajian literatur. Artikel ini membahas secara mendalam mengenai nubuat Raja Daud tentang tuan, nubuat tujuh puluh kali tujuh masa Daniel, dan nubuat Mikha dalam peristiwa Raja Ahab memerangi Ramot-Gilead sebagai contoh-contoh nubuat dalam Ketubim disertai analisis berdasarkan bahasa asli serta didukung dengan literatur dari buku-buku dan jurnal ilmiah. Adapun berdasarkan hasil penelitian tujuan nubuat dalam Ketubim adalah memberikan pemahaman bahwa Yesus adalah Tuhan, menjadi suara kebenaran pada zamannya, menyatakan apa yang menjadi kehendak Tuhan bagi umat pilihan-Nya, dan penjelasan tentang Akhir Zaman.
Analisis Teologis Gereja yang Reformatoris serta Implikasinya bagi Kekristenan Masa Kini
Yornan Masinambow
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.25
Berdasarkan pemikiran bahwa Kekristenan sekarang ini berada di zaman yang tidak memutlakkan satu otoritas, termasuk Firman Tuhan, gereja dapat dipengaruhi oleh sekularisasi dan tidak lagi mewartakan injil Yesus Kristus yang murni. Maka artikel ini akan mendeskripsikan serta merumuskan gagasan teologis biblis tentang gereja berdasarkan pemikiran para reformator, yakni Luther, Calvin dan Zwingli. Hasil dari pendekatan literatur teologis dapat disingkapkan bahwa gereja reformatoris menaruh perhatian pada beberapa aspek penting yang membuat gereja mampu memengaruhi dunia dalam setiap aspek kehidupan, yaitu gereja yang memberitakan Injil, mengajar dan berkhotbah, mengorganisir serta memimpin, melaksanakan sakramen, dan menerapkan disiplin gereja. aspek-aspek tersebut bukanlah demi gereja itu sendiri yang di dalamnya terdapat orang-orang pilihan Allah, melainkan demi memuliakan Allah Tritunggal.
Analisis Biblika tentang "Kota-Kota Perlindungan" Berdasarkan Ulangan 19:1-13 dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini
Yosua Feliciano Camerling
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.27
Dalam tulisan ini, peneliti melakukan analisis biblika dari teks Ulangan 19:1-13. Teks ini kelihatannya tidak mudah dimaknai ke dalam situasi di zaman modern. Maka dari itu, dengan melakukan tafsiran terhadap teks tersebut, menolong pembaca untuk melihat makna teologis yang relevan atau masih bisa diterapkan ke dalam kehidupan masa kini. Teks Ulangan 19 berbicara tentang kota-kota perlindungan yang tampaknya masih ada kemiripan kasus dengan hukum pidana di Indonesia seperti contohnya tahanan kota dan rumah tahanan negara. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif analisis teks Ulangan 19:1-13. Berdasarkan hasil penelitian ini terlihat bahwa Allah adalah Allah yang Maha Berdaulat, Allah yang Maha Pemurah dan Allah yang Maha Adil. Untuk itu orang percaya dituntut untuk setia melakukan perintah Allah, percaya bahwa Yesuslah pelunas hutang darah yang sejati dan orang percaya juga perlu hidup dalam kekudusan.
Model Kepemimpinan Kristiani Berbasis Teologi Persahabatan
Alvian Apriano
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.29
Dewasa ini, diskusi tentang model kepemimpinan kristiani umumnya diidentikan dengan model kepemimpinan pelayan yang diwariskan oleh Robert Greenleaf. Model kepemimpinan ini diklaim kontekstual, karena merepresentasikan model kepemimpinan Yesus yang dilaporkan kitab-kitab Injil. Padahal, Yesus juga menampilkan sisi persahabatan dalam model kepemimpinannya. Di dalam persoalan ini, muncullah pertanyaan-pertanyaan eksistensial-teologis, “Dapatkah kekristenan merealisasikan sebuah model kepemimpinan berbasis persahabatan? Seperti apa kekuatan dan kelemahannya? Bagaimana bentuk dan penerapan modelnya?” Pemikiran Liz Charmichael dan Steve Summers dengan analisa mereka yang kualitatif-teologis terhadap teori dan praktik persahabatan akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Pemikiran keduanya akan dielaborasi sehingga menghasilkan empat karakter pemimpin yang bersahabat. Makalah ini hendak menghadirkan model kepemimpinan kristiani berbasis teologi persahabatan berdasarkan penilaian kritis atas konsep kepemimpinan-pelayan guna memperluas khazanah kepemimpinan kristiani yang relevan baik di dalam komunitas gereja dan marketplace.
Penafsiran Michelle Lee-Barnewall terhadap Kejadian 1-3 terkait Isu Kesetaraan Gender dan Implikasinya bagi Pernikahan Kristen
Margaretha Rissing;
Claudia Angelina
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.31
Bahasan mengenai kesetaraan gender ini menjadi hal yang perlu dibahas karena dalam budaya patriarki wanita diperlakukan secara berbeda, baik dalam lingkungan kerja, kepemimpinan gerejawi, maupun kehidupan sehari-hari. Ada dua kerangka perspektif yaitu perspektif kelompok komplementarian dan perspektif kelompok egaliatarian. Kelompok komplementarian berpendapat bahwa pria dan wanita berbeda secara biologis tetapi setara secara spiritual, dan Adam adalah kepala (pemimpin). Sedangkan bagi kelompok egalitarian pria tidak lebih berkuasa daripada wanita—mereka setara. Untuk memperoleh penjelasan yang lebih koheren, studi ini mempelajari perspektif Michelle Lee-Barnewall atas isu gender. Untuk mencapai tujuannya, studi ini melakukan upaya ‘menjelajahi’ dan ‘memperluas’ melampaui penekanan kepemimpinan dan kesetaraan dari kelompok komplementarian dan egalitarian. Penelitian dilakukan secara deskriptif dan evaluatif sehingga ditemukan konsep yang dapat dipahami secara utuh. Lee-Barnewall memberikan jalan keluar dari pandangan-pandangan yang saling bertentangan dan mengajak untuk memaknai relasi antar gender dalam teks Alkitab dengan lebih luas dan bertanggung jawab. Perspektif Lee-Barnewall tidak berfokus pada perbedaan antar gender, siapa yang lebih tinggi harkatnya, dan lebih berkuasa, namun lebih kepada kesatuan, kekudusan, serta ketaatan terkait relasi antar gender demi menyatakan Kerajaan Allah.
Hakikat Spiritualitas Pelayan Kristus dan Implikasinya bagi Hamba Tuhan Masa Kini
David Eko Setiawan;
Anton Ishariyono
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.37
Semakin banyaknya data tentang kemerosotan nilai, makna dan tujuan dari para pelayan Kristus telah mendorong banyak orang untuk mempertanyakan kembali tentang spiritualitas pelayan Kristus yang sesungguhnya. Spiritualitas pelayan Kristus adalah pengalaman hidup individu yang terhubung dengan Kristus yang dinyatakan melalui emosi, perilaku dan sikap hidupnya. Pengalaman hidup itu merupakan suatu penjiwaan keyakinan yang di dalamnya bukan hanya berkaitan dengan kontemplasi jiwa saja, namun bersamaan dengan praksis iman yang mewujud dalam tindakan nyata. Dalam penelitian ini digali hakikat spritualitas pelayan Kristus dan implikasinya bagi hamba Tuhan masa kini. Peneliti menggunakan studi literatur untuk menjawab problem reseach yang ada. Permasalah tersebut terkait dengan pertanyaan, bagaimanakah hakikat spiritualitas pelayan Kristus dan implikasinya bagi hamba Tuhan masa kini? Diharapkan penelitian ini dapat berdampak secara praktis bagi setiap hamba Tuhan masa kini. Kata Kunci: Spritualitas, Pelayan Kristus, Hamba Tuhan
Tinjauan Teologis tentang Pendidikan Seks dari Perspektif Pendidikan Kristiani Transformatif
Yushiko D. Monding
Pengarah: Jurnal Teologi Kristen Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Tiranus
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36270/pengarah.v2i2.39
Berdasarkan fenomena yang terjadi dalam masyarakat terkait dengan seks yang dianggap tabu dan tidak patut untuk dibicarakan, serta dampak dosa yang mengakibatkan manusia tidak melihat seks sebagai suatu karunia Allah, artikel ini hendak mendeskripsikan gagasan tinjauan teologis dalam area pendidikan kristiani secara transformatif mengenai pendidikan seks. Metode yang dipakai dalam tulisan ini adalah pendekatan kualitatif secara deskriptif dengan menggunakan studi kepustakaan. Penulis mengkaji berbagai karya literatur yang terkait pembahasan mengenai seks, kemudian merumuskan secara teologis relevansi dan sumbangsih pendidikan kristiani transformatif. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa gereja, keluarga dan sekolah harus memberikan pengajaran atau bimbingan dengan pendekatan teologis edukatif melalui pengajaran Alkitab yang bersifat dinamis.