cover
Contact Name
Titi Susanti
Contact Email
titisusanti@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
titisusanti@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan
ISSN : 25979981     EISSN : 25980009     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
Focusing on archives management, records management, and information and documentation management as it is viewed from the Indonesian perspective, Diplomatika provides a platform for the presentation, analysis, and criticism of provocative work, publishing articles that transcend disciplines and advance the study of archival science and information science.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2019): March" : 6 Documents clear
Sistem Manajemen Arsip di MTS Aulia Cendikia Palembang Nurlia Iswandi; Nabila Ainun Nazifah; Husnul Khotimah; Melta Anggraini; JJ. Okshi
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 2, No 2 (2019): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.42038

Abstract

Arsip merupakan tanda bukti adanya kegiatan atau aktifitas di dalam suatu organisasi atau lembaga. Arsip akan selalu bertambah setiap harinya, maka dari itu harus dikelola dengan baik agar saat menemukan kembali menjadi lebih mudah. Kemudahan inilah yang mendorong terciptanya sebuah alat atau teknologi yang memudahkan seseorang dalam mengelola arsip yang jumlahnya tidak sedikit. Hal inilah yang disebut arsip elektronik. Arsip elektronik membutuhkan sebuah teknologi yang dapat menyimpan arsip, seperti komputer dan aplikasi untuk mengelolanya. Arsip elektronik muncul sebagai wujud dari perkembangan teknologi informasi dan jawaban dari pentingnya mengelola arsip dalam sebuah lembaga baik itu lembaga pemerintahan, pendidikan, perpustakaan, perusahaan, dsb. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengelolaan arsip, media penyimpanan arsip, dan cara temu kembali arsip di MTS Aulia Cendikia. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi mengamati langsung dan wawancara kepada pengelola arsip di MTS Aulia Cendikia. Hasil yang didapatkan yaitu di MTS Aulia Cendikia masih mengelola secara manual, dimana arsip tekstual yang datang dan keluar disimpan di rak khusus rak yang diberi label nama untuk mempermudah temu kembali arsip. Arsip elekrronik berupa data – data siswa, disimpan di aplikasi EMIS (Education Management Information System).
Profesi Kearsipan : Antara Pengakuan dan Integritas (Studi Kasus Pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral) Wisudowati Ayu Sugito
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 2, No 2 (2019): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.43437

Abstract

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) sebagai instansi yang bertanggung jawab terhadap keamanan pasokan energi dalam negeri, dimana dalam pelaksanaan tugas dan fungsi akan mempengaruhi ketahanan ekonomi nasional dan ketahanan energi nasional sehingga arsip yang tercipta memiliki nilai sejarah tapak tilas bangsa Indonesia dalam sektor energi dan sumber daya mineral. Sudah selayaknya arsip dimaksud dikelola oleh sumber daya manusia kearsipan profesional. Namun, meskipun kebutuhan akan jabatan fungsional arsiparis sangat besar, pandangan dan minat pemilihan karir profesi kearsipan tergolong rendah.Penelitian ini mencoba mengkaji motivasi pilihan karir profesi kearsipan lebih dipengaruhi oleh pengakuan profesi kearsipan dari pihak eksternal atau integritas kearsipan dalam diri pejabat fungsional arsiparis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian dilakukan dengan melaksanakan wawancara dengan para fungsional arsiparis dengan penyesuaian/inpassing serta pejabat struktural yang menangani ketatausahaan dan kearsipan dengan wawancara sistem terbuka, melakukan pengamatan terhadap kondisi kerja serta melakukan kajian terhadap dokumen yang relevan.Hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi aparatur negeri sipil terhadap pilihan karir sebagai fungsional arsiparis sebagian besar karena kepangkatan yang stagnan serta prosedur inpassing yang relative mudah. Integritas kearsipan sendiri menjadi sangat tidak berarti dalam pilihan karir profesi kearsipan. 
Konsep LAM Dalam Dunia Kearsipan di Indonesia Surya Agung
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 2, No 2 (2019): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.43519

Abstract

Konsep Library, Archives, Museum (LAM) sebenarnya telah berkembang sejak tahun 1990-an, di dunia. Hal ini muncul ketika lembaga-lembaga ini melihat misi mereka tumpang tindih, padahal, kegiatan mereka semua adalah sama, yaitu sebagai sumber informasi. Dalam karya tulis ini, penulis mencoba mengkaji bagaimana konsep LAM dalam dunia kearsipan di Indonesia. Dengan tujuan mengetahui sejauh mana konsep LAM telah menyentuh dunia kearsipan. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, dimana penulis melakukan observasi, wawancara hingga tinjauan pustaka. Dari hasil penelitian tersebut, dunia kearsipan di Indoensia selama ini telah berkolaborasi dengan perpsutakaan maupun museum. Hal ini dilihat dari struktur lembaga di daerah dimana adanya penggabungan antara fungsi arsip dan perpustakaan bahkan hingga permuseuman. Selain itu di bidang preservasi, selama ini arsiparis bidang preservasi sering menjadi narasumber di museum, terutama preservasi koleksi kertas. Terlebih saat ini dengan banyak bermunculannya “diorama” yang dibangun oleh lembaga kearsipan, diorama notabene adalah bagian dari museum, maka akan menjadi bagian dari asosiasi museum di daerah maupun pusat.
Perpustakaan, Lembaga Kearsipan dan Museum: Dahulu, Sekarang dan Esok Khoirul Maslahah; Nushrotul Hasanah Rahmawati
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 2, No 2 (2019): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.43520

Abstract

Perpustakaan, lembaga arsip dan museum adalah tiga tempat yang berbeda, namun sebenarnya ketiganya mempunyai fungsi sama yaitu mengelola dan menyebarkan informasi. Perbedaan utama dari ketiganya adalah media yang dikelola, di mana perpustakaan dengan media buku,  arsip dengan surat penting,  dan museum dengan benda-benda pentingnya. Sebagai pengelola dan penyebar informasi masing-masing lembaga tersebut mempunyai sejarah masa lalu,  masa kini dan masa yang akan datang.  Perpustakaan pada zaman dahulu hanya menghimpun koleksi tercetak, kini perpustakaan sudah menggoleksi bahan perpustakaan dalam berbagai media dan sudah tersambung dengan jaringan internet. Perpustakaan masa depan adalah tempat yang bisa diakses oleh pemakainya sepanjang waktu dan tempat yang menyenangkan.  Lembaga kearsipan dahulu adalah tempat menyimpan arsip dalam bentuk kertas dan akan dimusnahkan sesuai dengan jadwal retensinya. Lembaga kearsipan saat ini sudah dikelola dengan menggunakan teknologi informasi dikenal dengan arsip elektronik yang disimpan dalam pangkalan data sehingga dapat menghemat tempat. Image museum pada masyarakat pada zamand ahulu adalah tempat menyimpan artefak dan benda peninggalan zaman kuno, sehingga terkesan 5K (kaku, kusam, kotor, klenik dan kasihan).Museum saat ini sudah berbenah dengan mengimplementasikan teknologi informasi untuk menarik pengunjung. Saat ini banyak perguruan tinggi yang menggabungkan tigains lembaga ini dalam satu gedung namun untuk konsep layanannya tetap sesuai dengan kaidah masing-masing lembaga (perpustakaan, lembaga arsip dan musem).
Pengelolaan Arsip Keluarga: Antara Kebutuhan dan Kesadaran Titiek Suliyati
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 2, No 2 (2019): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.43862

Abstract

Artikel ini membahas tentang arsip keluarga yang selama ini kurang diperhatikan, baik oleh keluarga maupun publik. Arsip keluarga menjadi bukti dan penanda aktivitas yang dilakukan oleh seluruh anggota keluarga. Pada masa sekarang arsip keluarga sangat penting dalam aktivitas keseharian keluarga. Kegiatan pendidikan, bisnis, kesehatan, hukum, sosial, kemasyarakatan, kebudayaan, kesenian, olah raga dan masih banyak lainnya, memerlukan arsip keluarga. Untuk kelancaran tugas dan aktivitas keseharian keluarga, setiap keluarga diharapkan memiliki kesadaran untuk mengelola arsip keluarga dengan baik. Penyimpanan arsip keluarga secara efisien menjadi kebutuhan, karena sumber-sumber informasi yang terekam dalam arsip keluarga ketika dibutuhkan, tersedia dalam waktu yang cepat. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini dimulai dari penelusuran data melalui observasi dan wawancara pada sejumlah keluarga di lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja dan lingkungan keluarga penulis. Selain itu data dan informasi diperoleh dari  literatur-literatur, dokumen, perundang-undangan dan peraturan tentang pengelolaan arsip keluarga. Analisa yang dipakai adalah analisa diskriptif.    Permasalahan dalam artikel ini adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran pada keluarga untuk mengelola arsip keluarga secara efisien dan efektif agar mereka dapat memenuhi kebutuhan terhadap ketersediaan arsip yang tepat dan cepat. Hasil pembahasan menunjukkan, bahwa sebagian besar keluarga sudah menyimpan arip-arsip keluarga yang terkait dengan pekerjaan, pendidikan, kepemilikan, kesehatan, data diri, perbankan, walaupun belum secara sistematis. Keluarga-keluarga masih kesulitan mencari arsip ketika ada keperluan di berbagai bidang yang mensyaratkan  satu atau beberapa arsip keluarga untuk dilampirkan. 
Analisis Penyelamatan Arsip Seniman dan Kelompok Seni Melalui Akuisisi Arsip di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DIY Velin Ulvandhia; Rina Rakhmawati; Faizatush Sholihah
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 2, No 2 (2019): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/diplomatika.45900

Abstract

Arsip seniman dan kelompok seni menjadi representasi dari kegiatan berkesenian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Makalah ini menganalisis proses akuisisi arsip seniman dan kelompok seni sebagai upaya melestarikan memori berkesenian di Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Istimewa Yogyakarta melaksanakan kegiatan akuisisi arsip seniman dan kelompok seni pada tahun 2018. Data yang digunakan dalam penelitian berupa data primer (observasi partisipasi dan wawancara) dan data sekunder (kajian pustaka). Pengamatan dilaksanakan secara langsung terhadap prosedur akuisisi arsip bidang kesenian. Wawancara campuran dilaksanakan dengan mewawancarai pihak yang terkait dalam kegiatan akuisisi dengan tujuan melengkapi data-data dan mendapatkan informasi lebih lengkap dari narasumber yang ahli dalam kegiatan tersebut. Kajian pustaka yaitu menggunakan referensi meliputi buku, sumber internet, dan pedoman yang digunakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Data tersebut diolah dengan pendekatan triangulasi data. Kesimpulan dari makalah ini adalah prosedur akuisisi yang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DIY didasarkan pada Peraturan Kepala Arsip Nasional RI Nomor 31 Tahun 2011 tentang Tata Cara Akuisisi Arsip Statis. Meskipun demikian, dalam implementasinya terdapat penyesuaian. Kendala yang terjadi saat proses akuisisi, yaitu pada aspek teknis akuisisi arsip, kebijakan akuisisi arsip, sarana dan prasarana.

Page 1 of 1 | Total Record : 6