Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan
Focusing on archives management, records management, and information and documentation management as it is viewed from the Indonesian perspective, Diplomatika provides a platform for the presentation, analysis, and criticism of provocative work, publishing articles that transcend disciplines and advance the study of archival science and information science.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 5, No 2 (2022): March"
:
11 Documents
clear
Tantangan Sistem Keamanan Rekod Elektronik di Era Disrupsi Digital
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/diplomatika.76948
Perkembangan teknologi dan informasi di era disrupsi digital berimbas pada meningkatnya kebutuhan manusia akan informasi. Sebagai konsekuensi dari ledakan informasi, banyak bisnis yang berinvestasi pada teknologi untuk mengelola peningkatan jumlah dokumen atau rekod di organisasinya. Namun kemudahan mengakses rekod elektronik dan fleksibilitas dalam pengubahan, pendistribusian, hingga penggandaan dokumen, memiliki tantangan terutama pada sistem keamanan rekod yang dapat disebabkan oleh kesalahan internal maupun eksternal. Sehingga perlu untuk mengetahui apa saja tantangan terkait sistem keamanan rekod elektronik yang dihadapi oleh pengelola rekod maupun arsiparis di era disrupsi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Ditemukan bahwa tantangan sistem keamanan rekod elektronik di era disrupsi digital diantaranya adalah menjaga aksesibilitas rekod, keamanan terkait transfer data atau distribusi rekod, menjaga keaslian atau otentisitas rekod, keamanan terkait preservasi rekod, keamanan lokasi penyimpanan, dan keamanan terkait pencegahan terhadap fraud atau pencurian. Dengan mengetahui tantangan yang ada diharapkan pengelola rekod dapat menangkap peluang yang ada untuk mengatur strategi dalam menjaga keamanan, memberikan pengawasan dan meminimalisir risiko yang dapat terjadi.
Arsip adalah Tempat: Definisi, Paradigma, dan Kepemilikan
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/diplomatika.78407
Tulisan ini merupakan hasil riset mengenai salah satu, dari 13 makna menurut Richard Pearce-Moses (2005), keluasan makna lema “arsip”. Riset ini bermetodekan kajian pustaka terhadap thesaurus, glosarium, dan standar deskripsi. Riset berhasil menguraikan keragaman peralihan paradigma tempat simpan arsip dan keragaman pendekatan kepemilikan. Paragdima tempat simpan arsip mengalami tiga ragam peralihan karena ia tidak lagi pasif menyimpan saja namun juga aktif memastikan ketergunaan arsip selama mungkin. Pertama, dari wadah simpan ke cara simpan. Kedua, dari tempat ke fungsi. Ketiga, dari bangunan ke kegiatan. Selama repositori, depot, dan peladen hanya berupa wadah, tempat, dan bangunan; maka temu kembali, konversi dan migrasi, serta akses berkelanjutan pun sulit terjadi. Maka dari itu ketersediaan akses berkelanjutan sebagai hasil dari kerja dwitunggal pengolahan untuk menyusun sarana bantu kembali merupakan kerja menyeluruh dari pelbagai bentuk tempat penyimpanan arsip. Pada akhirnya setiap kerja pengolahan merupakan upaya menyediakan akses secepat dan semudah mungkin baik bagi para penelusur maupun bagi masyarakat luas. Demikian pula, empat pendekatan kepemilikan sejatinya merupakan kepemilikan akses bersama atau kepemilikan terhadap informasinya; bukan hanya kepemilikan mediumnya dan kelengkapannya. Apakah arsip diserahkan kepada lembaga kearsipan, tetap berada di penciptanya, dikelola pihak ketiga, atau dimiliki bersama; kepemilikan sejati adalah kepemilikan lanjutan terhadap akses.
Digitisasi Sebagai Upaya Preservasi Arsip Musik Klasik Populer di Yayasan Irama Nusantara
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/diplomatika.79014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak preservasi yang dilakukan Yayasan Irama Nusantara dalam melestarikan arsip musik klasik populer Indonesia. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan studi kasus sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Robert K. Yin. Hasil dari penelitian ini mencakup tahapan dari aktivitas digitisasi arsip musik di Yayasan Irama Nusantara yang dimulai dari tahapan pra-digitisasi (sebelum aktivitas digitisasi dilakukan), tahapan digitisasi (saat aktivitas digitisasi tersebut dilakukan) hingga tahapan pasca-digitisasi (setelah aktivitas digitisasi tersebut dilakukan). Tahapan upaya preservasi tersebut dimulai dari tahap pencarian bahan digitisasi hingga tahap mengunggah hasil digitisasi tersebut ke database Yayasan Irama Nusantara. Hasil penelitian tersebut kemudian diolah menggunakan activity theory sebagaimana yang telah dipaparkan Erjö Engeström. Kesimpulan dari penelitian ini, Yayasan Irama Nusantara merupakan satu-satunya yayasan non-profit yang menyediakan layanan streaming gratis terhadap koleksi digitisasi yang mereka miliki, layanan streaming tersebut dapat diakses langsung di situs terkait, yakni iramanusantara.org. Lebih lanjut, sudah sepatutnya para stakeholder bertugas untuk mendukung penuh upaya preservasi yang dilakukan oleh Yayasan Irama Nusantara tersebut, baik itu berupa dukungan secara materiil dan imateriil.
Dari Administrasi Perkantoran ke Recordkeeping Informatics: Sebuah Proposal Untuk Transformasi Digital Organisasi Pengelola Arsip
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/diplomatika.79333
Pemerintah Indonesia meluncurkan peraturan presiden tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik pada tahun 2018. Peraturan ini menjadikan pengelolaan arsip digital sebagai salah satu domain yang disoroti. Situasi ini semakin mendesak sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk ibu kota baru di Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur. Ibu kota baru akan menerapkan konsep kota pintar terintegrasi. Karenanya organisasi pengelola arsip perlu bertransformasi untuk segera menangani arsip digital yang dihasilkan di ibu kota baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep transformasi digital organisasi pengelola arsip yang kontekstual dengan Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan focus group discussion (FGD). Dengan menggunakan kerangka sibernetika parsons ditemukan bahwa transformasi organisasi pengelola arsip perlu dilakukan dengan mengubah perspektif pemerintah dalam melihat arsip, fungsi organisasi kearsipan dan praktek pengelolaan arsip.
Toponimi Gedung Pantjadharma Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada
Supriadianto Supriadianto
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/diplomatika.80804
Toponimi merupakan studi tentang nama-nama tempat yang diberikan pada kenampakan-kenampakan fisik (gedung) dan kultural. Toponimi juga merupakan bagian dari ranah studi linguistik yang mengkaji tentang asal usul sejarah dan budaya pembentuk dari sebuah penamaan suatu tempat atau wilayah. Sistem penamaan tidak terlepas dari peran bahasa sebagai pelambangan pada setiap objek yang digunakan pengungkap konsep sejarah dan budaya yang berhubungan dengan nalar dan rasa, sehingga gedung yang ada di Sekolah Vokasi UGM (SV UGM) yang merupakan Gedung Cagar Budaya merepresentasikan nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Proses penelitian ini menggunakan bersifat deskriptif kualitatif. Data diambil melalui studi pustaka, observasi, dan juga melalui wawancara (rekam dan catat) yang kemudian analisis data melalui pendekatan induktif dengan cara kategorisasi toponimi nama gedung melalui sejarah wilayah gedung, asal usul, dan makna dari sistem penamaan gedung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi semantik (bentuk makna) dan sistem penamaan gedung yang berada di area SV UGM terutama Gedung Pantjadharma melalui kajian toponimi, sehingga pelestarian dari penamaan Gedung Pantjadharma yang ada di Sekolah Vokasi UGM dapat terus dipahami nilai sejarahnya dan dilestarikan secara berkelanjutan. Hasil temuan dari penelitian ini adalah sejarah wilayah gedung merupakan bekas dari bandara pertama di Yogyakarta. Asal usul Gedung SV UGM mengalami berbagai macam fungsi dan penggunaan gedung yang dimulai dari tahun 1952 sampai saat ini, dan makna semantik serta sistem penamaan gedung berasal dari Bahasa Sansekerta dan Jawa Kuno yang terbentuk berdasarkan proses pendirian gedung dan proses harapan dan doa.
Penerapan Peraturan Gubernur DIY Nomor 43 Tahun 2021 Sebagai Dasar Hukum Pengelolaan Arsip Keputusan Sekretaris DPRD DIY
Fitri Susiani
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Kearsipan, DBSMB SV UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/diplomatika.80953
Arsip Keputusan Sekretaris DPRD DIY yang berada di bagian Pembentukan Produk Hukum dan Pengkajian Sekretariat DPRD DIY merupakan arsip dinamis aktif yang memiliki unsur penting dalam penentuan status hukum suatu masalah di internal Sekretariat DPRD DIY. Penelitian ini memiliki intensi untuk mengetahui, mengkaji, dan menganalisis pengelolaan arsip Keputusan Sekretaris DPRD DIY yang ditinjau dari Peraturan Gubernur DIY Nomor 43 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Arsip Dinamis. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi, wawancara secara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dalam pengelolaan arsip Keputusan Sekretaris DPRD DIY terdapat prosedur pengelolaan yang belum diterapkan sesuai dengan Peraturan Gubernur DIY Nomor 43 Tahun 2021. Pertama, pengelolaan arsip belum menerapkan alih media arsip dalam rangka pemeliharaan arsip. Kedua, pengelolaan arsip belum menerapkan pemusnahan dan penyerahan dalam rangka penyusutan arsip. Hal ini disebabkan karena belum adanya kebijakan alih media arsip, belum adanya jadwal retensi arsip sebagai pedoman penyusutan arsip, dan kurangnya sumber daya manusia pengelola arsip.
Tantangan Sistem Keamanan Rekod Elektronik di Era Disrupsi Digital
Azmir, Aviazka Firdhaussi;
Mayesti, Nina
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/diplomatika.76948
Perkembangan teknologi dan informasi di era disrupsi digital berimbas pada meningkatnya kebutuhan manusia akan informasi. Sebagai konsekuensi dari ledakan informasi, banyak bisnis yang berinvestasi pada teknologi untuk mengelola peningkatan jumlah dokumen atau rekod di organisasinya. Namun kemudahan mengakses rekod elektronik dan fleksibilitas dalam pengubahan, pendistribusian, hingga penggandaan dokumen, memiliki tantangan terutama pada sistem keamanan rekod yang dapat disebabkan oleh kesalahan internal maupun eksternal. Sehingga perlu untuk mengetahui apa saja tantangan terkait sistem keamanan rekod elektronik yang dihadapi oleh pengelola rekod maupun arsiparis di era disrupsi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Ditemukan bahwa tantangan sistem keamanan rekod elektronik di era disrupsi digital diantaranya adalah menjaga aksesibilitas rekod, keamanan terkait transfer data atau distribusi rekod, menjaga keaslian atau otentisitas rekod, keamanan terkait preservasi rekod, keamanan lokasi penyimpanan, dan keamanan terkait pencegahan terhadap fraud atau pencurian. Dengan mengetahui tantangan yang ada diharapkan pengelola rekod dapat menangkap peluang yang ada untuk mengatur strategi dalam menjaga keamanan, memberikan pengawasan dan meminimalisir risiko yang dapat terjadi.
Arsip adalah Tempat: Definisi, Paradigma, dan Kepemilikan
Pratama, Raistiwar
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/diplomatika.78407
Tulisan ini merupakan hasil riset mengenai salah satu, dari 13 makna menurut Richard Pearce-Moses (2005), keluasan makna lema “arsip”. Riset ini bermetodekan kajian pustaka terhadap thesaurus, glosarium, dan standar deskripsi. Riset berhasil menguraikan keragaman peralihan paradigma tempat simpan arsip dan keragaman pendekatan kepemilikan. Paragdima tempat simpan arsip mengalami tiga ragam peralihan karena ia tidak lagi pasif menyimpan saja namun juga aktif memastikan ketergunaan arsip selama mungkin. Pertama, dari wadah simpan ke cara simpan. Kedua, dari tempat ke fungsi. Ketiga, dari bangunan ke kegiatan. Selama repositori, depot, dan peladen hanya berupa wadah, tempat, dan bangunan; maka temu kembali, konversi dan migrasi, serta akses berkelanjutan pun sulit terjadi. Maka dari itu ketersediaan akses berkelanjutan sebagai hasil dari kerja dwitunggal pengolahan untuk menyusun sarana bantu kembali merupakan kerja menyeluruh dari pelbagai bentuk tempat penyimpanan arsip. Pada akhirnya setiap kerja pengolahan merupakan upaya menyediakan akses secepat dan semudah mungkin baik bagi para penelusur maupun bagi masyarakat luas. Demikian pula, empat pendekatan kepemilikan sejatinya merupakan kepemilikan akses bersama atau kepemilikan terhadap informasinya; bukan hanya kepemilikan mediumnya dan kelengkapannya. Apakah arsip diserahkan kepada lembaga kearsipan, tetap berada di penciptanya, dikelola pihak ketiga, atau dimiliki bersama; kepemilikan sejati adalah kepemilikan lanjutan terhadap akses.
Digitisasi Sebagai Upaya Preservasi Arsip Musik Klasik Populer di Yayasan Irama Nusantara
Mediteranio, Bimosakti Sabili;
Damayani, Ninis Agustini;
Kusnandar, Kusnandar
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/diplomatika.79014
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak preservasi yang dilakukan Yayasan Irama Nusantara dalam melestarikan arsip musik klasik populer Indonesia. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode pendekatan studi kasus sebagaimana yang telah dipaparkan oleh Robert K. Yin. Hasil dari penelitian ini mencakup tahapan dari aktivitas digitisasi arsip musik di Yayasan Irama Nusantara yang dimulai dari tahapan pra-digitisasi (sebelum aktivitas digitisasi dilakukan), tahapan digitisasi (saat aktivitas digitisasi tersebut dilakukan) hingga tahapan pasca-digitisasi (setelah aktivitas digitisasi tersebut dilakukan). Tahapan upaya preservasi tersebut dimulai dari tahap pencarian bahan digitisasi hingga tahap mengunggah hasil digitisasi tersebut ke database Yayasan Irama Nusantara. Hasil penelitian tersebut kemudian diolah menggunakan activity theory sebagaimana yang telah dipaparkan Erjö Engeström. Kesimpulan dari penelitian ini, Yayasan Irama Nusantara merupakan satu-satunya yayasan non-profit yang menyediakan layanan streaming gratis terhadap koleksi digitisasi yang mereka miliki, layanan streaming tersebut dapat diakses langsung di situs terkait, yakni iramanusantara.org. Lebih lanjut, sudah sepatutnya para stakeholder bertugas untuk mendukung penuh upaya preservasi yang dilakukan oleh Yayasan Irama Nusantara tersebut, baik itu berupa dukungan secara materiil dan imateriil.
Dari Administrasi Perkantoran ke Recordkeeping Informatics: Sebuah Proposal Untuk Transformasi Digital Organisasi Pengelola Arsip
Bawono, Harry
Diplomatika: Jurnal Kearsipan Terapan Vol 5, No 2 (2022): March
Publisher : Program Studi Pengelolaan Arsip dan Rekaman Informasi, DBSMB SV UGM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22146/diplomatika.79333
Pemerintah Indonesia meluncurkan peraturan presiden tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik pada tahun 2018. Peraturan ini menjadikan pengelolaan arsip digital sebagai salah satu domain yang disoroti. Situasi ini semakin mendesak sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk ibu kota baru di Penajam Passer Utara, Kalimantan Timur. Ibu kota baru akan menerapkan konsep kota pintar terintegrasi. Karenanya organisasi pengelola arsip perlu bertransformasi untuk segera menangani arsip digital yang dihasilkan di ibu kota baru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep transformasi digital organisasi pengelola arsip yang kontekstual dengan Indonesia. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Desember 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi pustaka dan focus group discussion (FGD). Dengan menggunakan kerangka sibernetika parsons ditemukan bahwa transformasi organisasi pengelola arsip perlu dilakukan dengan mengubah perspektif pemerintah dalam melihat arsip, fungsi organisasi kearsipan dan praktek pengelolaan arsip.