cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Psibernetika
ISSN : 19793707     EISSN : 25810871     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Psibernetika (P-ISSN 1979-3707, E- ISSN 2581-0871) adalah jurnal psikologi yang berfokus pada hasil-hasil penelitian ilmiah psikologi yang mencakup Psikologi Industri dan Organisasi, Psikologi Sosial, Psikologi Klinis, Psikologi Perkembangan, dan Psikologi Positif. Jurnal Psibernetika diterbitkan oleh Program Studi Psikologi Universitas Bunda Mulia, Jakarta. Jurnal Psibernetika terbit dua kali dalam setahun di bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2019): Psibernetika" : 6 Documents clear
PERAN ON THE JOB TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN DI PT. XYZ Arbania Fitriani
Psibernetika Vol 12, No 2 (2019): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v12i2.1752

Abstract

Saat ini, training menjadi faktor yang sangat penting bagi organisasi karena akan meningkatkan efektivitas dan efesiensi bukan hanya bagi individu tapi bagi organisasi. Banyak hal yang mempengaruhi kinerja, namun faktor yang paling penting dalam meningkatkan kinerja adalah training. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi terhadap desain On The Job Training pada PT YXZ dan melihat bagaimana variabel dalam desain OJT tersebut memberikan kontribusinya dalam peningkatan kinerja karyawan. Teknik sampling yang digunakan adalah probability random sampling dengan jumlah sampel sesuai dengan rumus Slovin menurut jumlah karyawan dari tiap unit. Populasi dalam penelitian ini adalah segenap karyawan permanen dengan jumlah 1.665. Sampel diambil dari berbagai jabatan dan masa kerja. Jumlah sampel yang didapat sebanyak 323 kayawan. Hasil uji validitas dan reliabilitas diketahui bahwa Nilai Cronbach’s Alpha tiap indikator diatas nilai 0,9 sehingga dapat dikatakan semua indikator memiliki tingkat reliabilitas yang sangat baik. Adapun nilai korelasi Pearson Product Moment di atas 0.8 sehingga alat ukur dianggap valid. Berdasarkan hasil distribusi frekuensi, didapatkan bahwa menurut para responden OJT telah 70,51% terimplementasi dengan cukup baik. Hasil uji regresi serentak menghasilkan Pvalue = 0.000 (P<0.05) yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Nilai berapa besar pengaruh keseluruhan indikator terhadap efektivitas OJT ditampilkan dalam model regresi sebagai berikut. Nilai Faktor OJT = 2.422 + 0.015(total nilai item Implementasi OJT). Hasil penelitian ini membuktikan bahwa desain variabel dalam OJT memberikan pengaruh terhadap kinerja.
BODY DISSATISFACTION DAN PERILAKU DIET PADA REMAJA PEREMPUAN Anisah Olfi Safitri; Riangga Novrianto; Anggia Kargenti Evanurul Marettih
Psibernetika Vol 12, No 2 (2019): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v12i2.1673

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara body dissatisfaction dengan perilaku diet pada remaja perempuan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 204 orang remaja perempuan yang berusia 15-19 tahun yang ditentukan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ) dari Van Strien et al., (1986) dan  skala Body Shape Questionnaire (BSQ-34) dari Cooper, Taylor, Cooper dan Fairbum (1987) yang diadaptasi sesuai dengan kebutuhan penelitian. Berdasarkan analisis korelasi Pearson Product Moment, hipotesis dalam penelitian ini ditolak karena ditemukan adanya hubungan negatif antara body dissatisfaction dengan perilaku diet pada remaja perempuan dengan nilai r = -0.229 (p<0.01). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya body dissatisfaction pada remaja perempuan tidak selalu diiringi dengan tingginya perilaku diet. Temuan lainnya dari penelitian ini juga menunjukkan aspek perubahan yang drastis terhadap persepsi mengenai tubuh merupakan aspek yang memiliki nilai korelasi tertinggi terhadap perilaku diet r = -0.224 (p<0.01). Sehingga, remaja perempuan diharapkan memiliki pengetahuan tentang gambaran tubuh ideal dan sehat serta memiliki orientasi yang lebih positif terhadap tubuh yang dimiliki.
SAYA SUDAH MENDAPAT PELAJARAN DAN SAYA INGIN BEBAS NARKOBA: OPTIMISME DAN DUKUNGAN SOSIAL PADA PENGGUNA NARKOBA Vella Fitrisia Agustina
Psibernetika Vol 12, No 2 (2019): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v12i2.1749

Abstract

Masalah penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang terjadi hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia, dengan status Indonesia darurat narkoba mengindikasikan bahwa peredaran dan penggunaan narkoba merupakan masalalah yang nyata dan butuh perhatian. Permasalahan penggunaan atau kecanduan narkoba ini jika tidak di selesaikan dengan baik maka kualitas hidup individu akan rendah dan tidak mampu berfungsi secara optimal baik secara fisik maupun psikologis. Motivasi sembuh pada pengguna narkoba ditentukan oleh faktor internal dan eksternal, optimisme sebagai proses intrapersonal dan dukungan sosial suatu bentuk dukungan oleh orang lain di sekitar individu diharapkan mampu mendorong pemulihan pada pengguna narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris apakah optimisme dan dukungan sosial berpengaruh terhadap motivasi untuk sembuh pengguna narkoba. Subjek penelitian ini sebanyak 112 pengguna narkoba yang menjalani rehabilitasi baik rawat jalan maupun rawat inap. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode pengumpulan data menggunakan tiga skala, skala LOT-R digunakan untuk mengukur optimisme, skala MSPSS digunakan untuk mengukur dukungan sosial, dan skala TCU Treatment Motivation Scale untuk mengukur motivasi untuk sembuh. Analisis data menggunakan regresi berganda dengan hasil penelitian Fregresi 15, 574 dan p<0,05 hal ini  menunjukan bahwa optimisme dan dukungan sosial secara bersama-sama mampu memprediksi motivasi untuk sembuh pengguna narkoba dengan sumbangan efektif sebesar 22,5%.
PERSEPSI TERHADAP KETERLIBATAN AYAH DALAM PENGASUHAN DAN KONSEP DIRI DENGAN KEMATANGAN EMOSI SISWI DI SMAN X TANGERANG Arisia Tirta; Selviana Selviana
Psibernetika Vol 12, No 2 (2019): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v12i2.1671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi terhadap keterlibatan Ayah dalam pengasuhan dan konsep diri dengan kematangan emosi siswi SMAN X Tangerang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif berjenis korelasi ganda. Responden penelitian berjumlah 103 orang, diperoleh dengan cluster sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan skala kematangan emosi, skala persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan skala konsep diri yang dikembangkan oleh peneliti. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat hubungan persepsi terhadap keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan konsep diri dengan kematangan emosi siswi baik secara parsial maupun simultan. Hal ini menunjukan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan konsep diri yang positif untuk membentuk kematangan emosi yang baik pada siswi.
FAKTOR-FAKTOR ANTESEDEN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PARA GURU DI SEKOLAH “X” Laura Francisca Sudarnoto
Psibernetika Vol 12, No 2 (2019): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v12i2.1858

Abstract

Guru merupakan figur teladan yang utama dalam proses pembelajaran di sekolah. Guru yang memiliki kesehatan atau kesejahtearaan psikologis akan menjadi model yang benar bagi kesehatan mental para anak didik mereka. Kesejahteraan psikologis merupakan kondisi individu yang sehat, bahagia, dan puas pada kualitas kehidupannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor anteseden yang mendukung kesejahteraan psikologis para guru. Metode penelitian ini adalah penelitian korelasional. Teknik pengumpulan data berupa instrumen skala penilaian. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel kesejahteraan psikologis, kepercayaan diri, dan kecerdasan emosional. Teknik analisis data adalah analisis regresi ganda. Subjek penelitian sebanyak 95 guru jenjang TK, SD, SMP, dan SMA sekolah “X” yang berlokasi di Jakarta Pusat. Hasil analisis deskrptif menunjukkan bahwa hampir seluruh guru (>90%) memiliki kesejahteraan psikologis, kepercayaan diri, dan kecerdasan emosional berada pada kategori yang tinggi dan sangat tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kepercayaan diri merupakan faktor anteseden yang mendukung kesejahteraan psikologis para guru. Kecerdasan emosional memberikan nilai sumbangan yang lebih besar terhadap kesejahteraan psikologis daripada faktor kepercayaan diri. Pimpinan sekolah perlu memberikan pembinaan dan pelatihan kepada para guru secara terprogram dan berkelanjutan, khususnya dalam mengelola kematangan dalam kemampuan emosional.
FAKTOR-FAKTOR PERILAKU PERUNDUNGAN PADA PELAJAR USIA REMAJA DI JAKARTA Wenny Theodore; Shanty Sudarji
Psibernetika Vol 12, No 2 (2019): Psibernetika
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/psibernetika.v12i2.1745

Abstract

Perundungan pada pelajar merupakan masalah yang marak terjadi di Jakarta. Perundungan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti pola asuh, sekolah, harga diri dan norma kelompok. Untuk mencegah perilaku perundungan yang terjadi, pelajar perlu diberikan interevensi dari berbagai pihak berdasarkan pada faktor yang mempengaruhi perilaku perundungan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berperan mempengaruhi pelajar usia remaja dalam melakukan perilaku perundungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah wawancara dan observasi. Teknik analisa data yang digunakan meliputi koding, organisasi data, analisis tematik, tahapan interpretasi dan mengetahui keabsahan data dengan menggunakan teknik triangulasi sumber untuk pengujian terhadap dugaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya faktor pola asuh, sekolah, harga diri dan norma kelompok pada WA, J dan NC. Perilaku perundungan yang dilakukan AE disebabkan oleh faktor pola asuh, sekolah dan norma kelompok. Sedangkan perilaku perundungan yang dilakukan AJ disebabkan oleh faktor pola asuh dan norma kelompok. Berdasarkan hasil tersebut, diketahui bahwa faktor pola asuh, sekolah, harga diri dan norma kelompok dapat menyebabkan pelajar melakukan perilaku perundungan. Kemudian, terdapat kaitan antara faktor pola asuh, sekolah dan norma kelompok.

Page 1 of 1 | Total Record : 6