cover
Contact Name
Irfan Arifin
Contact Email
pakarena@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pakarena@unm.ac.id
Editorial Address
Lantai 1 Gedung Program Studi Fakultas Seni dan Desain Kampus UNM Parangtambung, Jalan Daeng Tata Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pakarena
ISSN : 25286994     EISSN : 27146081     DOI : 10.26858
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pakarena merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain dengan proses peer review. Menerbitkan Artikel hasil dan pengkajian seni, dengan ruang lingkup: seni rupa, drama, tari, dan musik.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2016): Agustus" : 5 Documents clear
Keramik “Pursuit Of Dream” Karya Aries BM (Kajian Semiotika Piercean) Damar Tri Afrianto
JURNAL PAKARENA Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.214 KB) | DOI: 10.26858/p.v1i1.8968

Abstract

Pursuit Of Dream adalah karya keramik yang mempunyai tipikal lain dari karya keramik sebelumnya. Aries BM menciptakan karya keramik ini dengan ukuran yang tinggi dan bisa dikatakan karya dengan ukuran gigantik. Karya eskperimental ini selain memiliki keunikan pada segi ukuran, tema tentang karya ini juga mempunyai hubungan dengan problematika manusia dengan menggunakan metafora alam. Analisis pemaknaan menggunakan pendekatan semiotika piercean tentang trikotomi tanda yaitu: ikon, indeks, dan Simbol. Pendekatan semiotika telah mampu menguraikan karya keramik “Pursuit Of Dream” karya Aries Bm.
SIMBOL DAN MAKNA TATA RIAS PENGANTIN BUGIS MAKASSAR Sumiani Sumiani
JURNAL PAKARENA Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.651 KB) | DOI: 10.26858/p.v1i1.8079

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencari jawaban tentang : 1)   Kriteria cantik dan indah bagi orang Bugis, 2) Klafikasi rias dan busana orang Bugis, 3)  Bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan orang Bugis, 4) Ritual atau perlakuan khusus yang dilakukan orang Bugis untuk mempercantik, 5) Perubahan yang telah terjadi pada tatarias orang Bugis masa kini, dan 6) Kendala yang dihadapi untuk pengembangan tatarias dan busana Bugis tradisional.Hasil penelitian dapat diringkas sebagai berikut: 1) Budaya Bugis memandang kecantikan sebagai suatu hal yang sangat membanggakan, terutama bagi kaum wanita. Secara fisik kecantikan dalam kriteria orang Bugis adalah kulit yang cerah bersih dan sorot mata. Kecantikan Bugis juga dipancarkan oleh inner beauty yang bersumber dari hati dan sifat kaum wanita. 2) Klasifikasi rias dan busana orang Bugis secara garis besar dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu rias sehari-hari dan rias khusus. 3) Bahan dan alat kosmetika tradisional yang dahulu dipergunakan, dewasa ini sudah tidak lagi dipergunakan dan telah diganti dengan kosmetika modern, disebabkan kosmetika modern praktis penggunaannya dan hasil lebih baik dibanding kosmetika tradisional. 4) Ritual atau perlakuan khusus yang dilakukan orang Bugis untuk mempercantik atau merawat diri, lazimnya dilakukan pada konteks perkawinan. 5) Secara bentuk dan desain tatarias Bugis tidak berubah secara total, perubahannya terletak pada pengabaian makna-makna simbolis yang terdapat dalam tatarias tersebut. 6)  Semaraknya kesenian popular dan modern sangat   memberi andil pada terbentuknya selera masyarakat terhadap tata-rias tradisi, yang akhirnya menjadi kendala dalam pengembangannya.
PENGEMBANGAN TARI SALONRENG DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT GOWA Joharlinda Joharlinda
JURNAL PAKARENA Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.406 KB) | DOI: 10.26858/p.v1i1.8080

Abstract

Penelitian yang berjudul Pengembangan Tari Salonreng dalam Kehidupan Masyarakat Gowa merupakan usaha untuk menyusuri keberadaan tari Salonreng baik sebagai tari ritual, maupun sebagai tari tontonan. Tari Salonreng sebagai tari ritual, mengandung nilai-nilai estetika, dan nilai-nilai filosofi, yang dapat dijadikan sebagai dasar pijakan dalam kehidupan bermasyarakat. Sementara itu, tari Salonreng sebagai tontonan prosesnya dapat menunjukkan sebuah gejala pengembangan yang bersifat ganda, yaitu; evolutif dan revolutif.Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yang berpayung pada etnokoreologi. Pendekatan dengan menggunakan multidisiplin, diharapkan dapat mengungkap lebih dalam tentang pengembangan tari Salonreng dalam kehidupan masyarakat Gowa. Pengembangan gerak tari Salonreng, dari ritual menjadi tontonan disebabkan karena adanya pemanfaatan aset oleh pihak pariwisata. Tari Salonreng dalam ritual, sekarang ini ditarikan oleh seorang perempuan dewasa, gerak, musik iringan, menggunakan selendang panjang, kostum yang sederhana, dan pola lantai melingkar. Pertunjukan tari Salonreng sebagai tontonan, ditarikan oleh empat orang atau lebih (kelompok) gadis remaja. Penari kadang-kadang memakai selendang, kadang-kadang tidak menggunakan selendang, gerak dan musik iringan yang lebih variatif, kostum yang dikenakan lebih lengkap dengan aksesoris, dan pola lantai yang lebih beragam.
PENDIDIKAN SENI TEATER; SEKOLAH, TEATER DAN PENDIDIKNYA Prusdianto, Prusdianto
JURNAL PAKARENA Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.495 KB) | DOI: 10.26858/p.v1i1.8083

Abstract

Sekolah yang menawarkan mata pelajaran seni teater untuk dijadikan mata pelajaran kesenian, akan memberikan kesempatan bagi para siswa untuk bisa berhubungan dengan masyarakat. Siswa tidak saja merasa memiliki kaitan dengan sekolah, masyarakat dan bangsa, akan tetapi ikut merasakan diri sebagai bagian dari peradaban. Perkembangan siswa berada dalam sebuah keterlibatan sosial (rasa kebersamaan, rasa keikutsertaan, rasa ikut memiliki, rasa kemanusiaan). Sekolah sebagai sebuah sistem adalah mencakup beberapa komponen, dimana masing-masing komponen terdiri atas beberapa faktor. Antara satu dengan lainnya saling terkait sehingga membentuk sebuah sistem. Komponen – komponen dari sistem sekolah terdiri dari masukan (input), proses (process), keluaran langsung (output) dan keluaran tidak langsung (outcome). Seni teater dalam pelajaran seni budaya merupakan suatu bentuk apresiasi terhadap penyajian pertunjukan dan alat pendidikan. Selain itu teater juga merupakan sarana untuk membentuk; (a) pengertian siswa terhadap diri sendiri maupun orang lain, (b) kekuatan penafsiran diri, (c) kepercayaan terhadap dirinya sendiri, dan (d) kesadaran bekerja sama dengan kelompok besar yang terdiri dari pribadi-pribadi dalam melaksanakan produksi sebuah pertunjukan. Seorang pendidik yang telah memahami maksud dan tujuan pengajaran, diharapkan dapat melaksanakannya dengan mudah. Menjadi sebuah tantangan, bahwa di sini juga dituntut kraetifitas guru untuk membuat umpan-umpan baru, segar, dan tidak membosankan bagi anak, sehingga dengan demikian, akan diperoleh umpan balik yang segar dan orisional pula.
PENGARUH MANGARA JAZZ PROJECT DALAM PERKEMBANGAN MUSIK JAZZ DI KOTA MAKASSAR Faisal Faisal
JURNAL PAKARENA Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.767 KB) | DOI: 10.26858/p.v1i1.8084

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk memperoleh data yang akurat mengenai: 1) Bagaimana latar belakang terbentuknya group band Mangara Jazz Project di kota Makassar, 2) Bagaimana pengaruh group band Mangara Jazz Project dalam perkembangan musik jazz di kota Makassar, 3) Bagaimana bentuk penyajian jazz group band Mangara Jazz Project di kota Makassar.  Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1) Wawancara, 2) Observasi, 3) Kajian Dokumentasi. Hasil penelitian ini bersifat analisis kualitatif dengan narasumber: ketua komunitas “Makassar Jazz Society” yang sekaligus ketua “Mangara Jazz Project”, para personil Mangara Jazz Project, dan beberapa penggemar dekat dari Mangara Jazz Project. Berikut hasil penelitian yang diperoleh: Latar belakang terbentuknya Mangara Jazz Project berawal ide Andi Mangara sebagai ketua komunitas Makassar Jazz Society yang melihat ketidakseimbangan antara penikmat dan penyaji musik jazz di kota makassar sehingga terjadi kepicangan dalam perkembangan jazz di kota angin mamairi ini. Adapun bentuk penyajian tersebut berupa karya-karya aransemen musik dan lagu-lagu tradisi yang dikemas dalam bentuk rekaman sehingga para pecinta musik yang tidak sempat mengikuti dan menikmati pertunjukan-pertunjukan jazz yang ada, dapat menikmatinya lewat audio rekaman yang akan disebarkan ke radio-radio, stasiun pertelevisian dan hotel-hotel yang biasa memainkan musik jazz. 3)          Pengaruh group band Mangara Jazz Project dalam perkembangan musik jazz di kota Makassar antara lain: a) Dilihat dari segi penikmat jazz, sejak terbentuknya band Mangara Jazz Project, perkembangan musik jazz di Makassar mengalami peningkatan yang  pesat. b) Dilihat dari segi pelaku jazz, sejak Mangara Jazz Project eksis di kota Makassar, banyak grup band jazz yang kemudian terbentuk bahkan beberapa grup band yang sebelumnya bermain musik dengan genre lain, berpindah ke genre jazz. c) Dilihat dari segi permintaan, sejak Mangara Jazz Project memperkenalkan musik jazz secara lebih luas di Makassar, permintaan pertunjukan jazz semakin banyak bahkan beberapa even organizer yang sebelumnya kurang berminat menangani acara-acara jazz, kini mulai berani untuk menanganinya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5