cover
Contact Name
Irfan Arifin
Contact Email
pakarena@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pakarena@unm.ac.id
Editorial Address
Lantai 1 Gedung Program Studi Fakultas Seni dan Desain Kampus UNM Parangtambung, Jalan Daeng Tata Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Pakarena
ISSN : 25286994     EISSN : 27146081     DOI : 10.26858
Core Subject : Education, Art,
Jurnal Pakarena merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh Prodi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain dengan proses peer review. Menerbitkan Artikel hasil dan pengkajian seni, dengan ruang lingkup: seni rupa, drama, tari, dan musik.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020): Desember" : 5 Documents clear
PERGESERAN FUNGSI KESENIAN SENJANG PADA MASYARAKAT MUSI BANYUASIN SUMATERA SELATAN “ANTARA TRADISI DAN MODERNISASI DALAM ARUS GLOBALISASI” Irawan Sukma
JURNAL PAKARENA Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v5i2.15561

Abstract

AbstrakArtikel ini berkeinginan untuk memahami aspek-aspek yang melatar belakangi bagaimana suatu kesenian tradisi yaitu Kesenian Senjang yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan dikadikan sebagai sarana Propaganda sehingga mengalami pergeseran fungsi. Oleh karena itu artikel ini berusaha menjelaskan pergeseran fungsi yang dimaksud yang awalnya Kesenian Senjang digunakan sebagai sarana hiburan menjadi sarana propaganda untuk menyampaikan misi tertentu dari pengguna jasa Kesenian Senjang. Selain itu menjelaskan Kesenian Senjang dalam konteks sosial-budaya masyarakat Musi Banyuasin, mendeskripsikan bentuk Kesenian Senjang, pemaknaannya sampai pada fungsinya.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tekhnik analisis interpretasi dan pendekatan kebudayaan, dan oleh karena itu menggunakan data kualitatif di mana peneliti sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data. Sumber data yang menjadi sasaran penelitian adalah visual penyajian Senjang dan rekaman audio visual Senjang di Sekayu ibukota kabupaten Muba. Selain itu metode etnografi juga digunakan dengan pendekatan emik dan etik guna menemukan permasalahan yang sebenarnya terjadi.Senjang Musi Banyuasin adalah subjek utama dari penelitian ini, dengan menggunakan metode kualitatif interpretatif dalam pengolahan data, menganalisis keberlangsungan Senjang dari masa ke masa yang mengalami perubahan baik bentuk maupun fungsinya. Senjang yang pada awal keberadaannya memiliki bentuk yang sederhana tanpa instrumen musik, terus bergerak dan berkembang mengikuti arus zaman sampai pada era saat ini. Tampilan Senjang sudah lebih pada komersial tergantung keinginan pengguna jasa. Fungsi Senjang dimanfaatkan sebagai media propaganda bagi penguasa. Senjang masih eksis dan memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat kabupaten Musi Banyuasin.
PEMBELAJARAN SENI KRIYA DARI BAHAN STIK ES KRIM BAGI PESERTA DIDIK KELAS XI SMA NEGERI 2 SINJAI Ari wibowo
JURNAL PAKARENA Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v5i2.13101

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei, survei dilakukan di SMA Negeri 2 Sinjai, Permasalahan dalam penelitian ini adalah (1) Perencanaan pembelajaran seni kriya dari bahan stik es krim bagi peserta didik kelas XI, (2) Pelaksanaan pembelajaran seni kriya dari bahan stik es krim untuk peserta didik kelas XI, dan (3)Evaluasi pembelajaran seni kriya dari bahan stik es krim bagi peserta didik kelas XI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan data tentang (1) Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disusun oleh guru bidang studi, (2) Langkah-langkah pembelajarn yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup, (3) Evaluasi pembelajaran yang meliputi penialaian sikap dan keterampilan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) perencanaan pembelajaran seni kriya dari bahan stik es krim mengacu pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) telah disusun dengan baik, (2) Pelaksanaan Pembelajaran seni kriya dari bahan stik es krim bagi peserta didik kelas XI IIS III telah dilaksanakan sesuia dengan RPP yang telah disusun, baik pada kegiatan pendahuluan, inti, maupun penutup, dan (3) Evaluasi pembelajaran seni kriya dari bahan stik es krim bagi peserta didik kelas XI IIS III telah dilaksanakan sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah disusun, baik pada penilaian sikap maupun keterampilan.
MAPPERE' Sartika Sartika
JURNAL PAKARENA Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v5i2.12509

Abstract

Naskah Tari ini merupakan uraian tentang karya tari dengan judul MAPPERE’. Yang di dalamnya menguraikan beberapa permasalahan, yakni 1) Bagaimana proses eksplorasi gerak pada penggarapan karya tari Mappere di Kab. Bone. 2) Bagaimana komposisi tari dalam karya tari Mappere’ di Kab. Bone. Metode yang digunakan dalam garapan karya tari ini yaitu, tahap eksplorasi dan komposisi tari dimana suatu proses penjajagan terhadap konsep yakni munculnya suatu ide-ide gerak yang muncul dari tahap penjajagan konsep (eksplorasi), serta komposisi tari di mana tahap ini dijadikan sebagai struktur atau alur menjadi suatu pola gerakan, sehingga muncul gerak secara spontanitas yang kemudian membuat gerak-gerak dalam karya Mappere’. Hasil karya ini yaitu 1) Proses eksplorasi yang dilakukan pada penggarapan karya tari “Mappere”yang bersumber dari pesta rakyat masyarakat Bugis Bone tepatnya Desa Mattoanging yaitu Mappere’ yang merupakan salah satu pesta rakyat sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas keberhasilan panen yang mereka proses sehingga melakukan tradisi Mappere’ maka dari itu dalam karya ini yang disampaikan penata yakni pentingnya melestarikan dan menjaga budaya, sehingga terciptalah karya tari Mappere’. 2) Komposisi tari dalam karya tari Mappere’ yaitu. a) Gerak tari dalam karya ini yaitu gerak tradisi Bugis yang dikembangkan dalam gerak kreasi. b) Penari dalam karya ini jumlah penari yang digunakan yaitu 8, 3 penari laki-laki dan 5 penari perempuan. c) Musik dalam karya ini menggunakan musik langsung atau live. d) Tata rias yang digunakan pada penari perempuan yaitu rias cantik, sedangka penari laki-laki menggunakan tata rias yang lebih mempertajam dibawah mata. e) Tata busana dalam karya ini penari perempuan memakai kostum yang menyerupai baju bodo mempunyai dalaman warna kuning,luaran warna kuning,ikat pinggang dan memakai celana aladin, sedangkan penari laki-laki memakai kostum baju lengan pendek,ikat pinggang dan celana aladin setengah lutu. f) Properti pada karya ini menggunakan properti lilin, dupa, penapis (pattapi) dan ayunan. g) Tata cahaya pada karya ini menggunakan beberapa pencahayaan, seperti merah, hijau, putih dan kuning.
TARI KALEGOA PADA SANGGAR KERATON LA ODE UMURI BOLU KOTA BAU-BAU KABUPATEN BUTON suhartini supriadi
JURNAL PAKARENA Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v5i2.12590

Abstract

Penelitian ini menjawab rumusan masalah yang tercantum dalam Tari Kalegoa pada Sanggar  Keraton  Laode  Umuri Bolu kota  Bau-Bau  Kabupaten  Buton yaitu: 1). Bagaimana Bentuk Gerak Tari Kalegoa pada Sanggar Keraton Laode Umuri Bolu. 2). Bagaimana Makna Gerak yang terkandung dalam setiap ragam Tari Kalegoa pada Sanggar Keraton Laode Umuri Bolu. Penelitian ini merupakan  penelitian  deskriptif  kualitatif.  Penelitian  ini  dilaksanakan  di Sanggar Keraton Laode Umuri Bolu jalan Muh. Husni Thamrin kelurahan Tomba Kecamatan Wolio pada Bulan Juli sampai Oktober 2019. Tari ini diciptakan pada tahun 1987 oleh seorang budayawan  yang bernama  Laode Umuri Bolu.  Data yang diperoleh dengan melakukan teknik pengumpulan data (observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi). Hasil penelitin ini menunjukan  bahwa: 1).  bentuk  gerak  Tari  Kalegoa  pada  Sanggar  Keraton Laode Umuri Bolu adalah tari tradisional yang menggambarkan suka duka gadis-gadis Buton sewaktu berada di dalam pingitan dengan bentuk berupa gerakan memakai sapu tangan. Jumlah penari yang menarikan tarian ini berjumlah genap antara 2,4,6,8, dan seterusnya. Sudah menjadi suatu tradisi sejak zaman lampau seorang gadis yang menjelang dewasa haruslah menjalani masa pingitan (posuo) selama delapan hari delapan malam. 2). makna ragam gerak Tari Kalegoa pada Sanggar Keraton Laode Umuri Bolu terbagi menjadi tiga yaitu:a. gerak lego/lengan bergoyang yang dimaknai bahwa perempuan dipersiapkan untuk bisa mengerjakan segala sesuatunya sendiri, karena seorang wanita dipersiapkan untuk menjadi seorang ibu dan menjadi istri. Wanita juga dipersiapkan untuk bisa mengurus dirinya sendiri dan keluarga.b. gerak pobura/memakai bedak yang dimaknai bahwa meraka yang sudah dewasa sudah bisa merias diri, menjaga diri, dan mempercantik diri. Memakai bedak tidak hanya dimaknai untuk mempercantik wajah tetapi makna sesunggunya adalah mempercantik hati dan perilaku wanita tersebut, agar meraka lebih mengerti maksud dari upacara yang mereka lakukan.c. gerak Karia/pesta yang dimaknai sebagai gambaran suka cita kegembiraan semua gadis-gadis yang sudah berhasil melewati prosesi upacara  Posuo. Wanita yang sudah dewasa sudah diberikan tanggung jawab. Keberadaanya sudah bisa diperhitungkan di dalam lingkungan keluarga dan masyarakat 
ANALISIS KARAKTER PANGERAN BADAR DALAM PERTUNJUKAN TEATER BANGSAWAN PALEMBANG (Naskah Dua Korban Di Gunung Meru) Zul id`han
JURNAL PAKARENA Vol 5, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/p.v5i2.15650

Abstract

Penelitian berjudul “ Analisis karakter Pangeran Badar dalam pertunjukan Teater Bangsawan Palembang” ini berusaha untuk menterjemahkan Karakter tokoh pada lakon teater Bangsawan dengan pendekatan teori psikologi dan teori penokohan. Untuk menjawab permasalahan tersebut maka peneliti membuat beberapa pertanyaan dalam rumusan masalah yang berkaitan dengan: 1. Bagaimana sikap, perilaku, dan nada bicara Pangeran Badar kepada tokoh yang lain, 2.Seperti apakah pola pikir Pangeran Badar terhadap tokoh yang lain. dan 3.Seperti apakah peran Pangeran badar pada sudut pandang Penokohan. Adapun metode yang di gunakan dalam pengumpulan data adalah diskriftif analisis. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, studi pustaka, wawancara, dan dokumentasi. Lakon Dua Korban di Gunung Meru merupakan karya Johar Saad, dan karakter tokoh dari Pangeran Badar menjadi sosok terpenting dalam lakon tersebut, karena pada sebuah penampilan teater akan muncul sebuah konflik yang di bangun oleh tokoh-tokoh. Hasil penelitian ini memberikan sebuah analisis pengambaran kehidupan cerita yang dibangun pada konsep teater bangsawan yang dapat dipetik pembelajaran di dalamnya, Bagian terpenting adalah mengacu terhadap tokoh yang menjadi sasaran jalan cerita, tabiat atau karakter yang muncul dari Pangeran Badar merupakan cerminan karakter antagonis seorang penguasa yang arogan hingga akhir hayatnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5