cover
Contact Name
laelatus Syifa Sari Agustina
Contact Email
laelatussyifa.sa@staff.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
wacana@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Gedung D Fakultas Kedokteran UNS Jl. Ir. Sutami no. 36A, Kota surakarta (solo), Jebres, Jawa Tengah, 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
WACANA
ISSN : 20850514     EISSN : 27161625     DOI : https://doi.org/10.13057/wacana.v12i1
Wacana adalah wadah pengembangan psikologi di indonesia khususnya dibidang indegenous yang memuat naskah-naskah ilmiah penelitian empiris. Psikologi dalam ranah indegenous mengkhususkan diri pada studi yang mengangkat seni, etnis, budaya, nilai-nilai kepercayaan, spiritualitas, agama dan kearifan lokal yang saling mempengaruhi proses sosial dan proses individual serta hubungan intra dan/atau inter kelompok dan lingkungan. Kajian dalam bidang-bidang psikologi lainnya dapat dimuat dalam Wacana sepanjang memiliki relevansi dengan psikologi khusunya bidang indegenous.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Pola Asuh Co-Parenting Dan Penyesuaian Diri Pada Remaja dengan Orangtua Bercerai (Broken Home) Adi Fahrezi; Rachmy Diana
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.467 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.146

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh co-parenting dan penyesuaian diri pada remaja dengan orang tua bercerai. Selain itu tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan efektif pola asuh co-parenting dalam membantu meningkatkan kemampuan penyesuaian diri pada remaja. Subjek penelitian ini adalah remaja yang orangtuanya bercerai  berjumlah 31 orang, alat pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah skala co-parenting dan skala penyesuaian diri, dengan koefisien alpha (reliabilitas) sebesar 0,940 dan 0,948. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah aksidental sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu product moment dari pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa, variabel co-parenting dan penyesuaian diri memiliki nilai r sebesar 0,723 dan nilai p sebesar 0,000 (P < 0,05) dan menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara pola asuh co-parenting dan penyesuaian diri. Semakin baik pola asuh co-parenting yang diterapkan maka semakin baik pula kemampuan penyesuaian diri pada remaja, sebaliknya semakin buruk pola asuh co-parenting yang diterapkan maka semakin buruk pula kemampuan penyesuaian diri pada remaja. Dengan demikian hipotesis penelitian ini dinyatakan diterima. Sumbangan efektif variabel pola asuh co-parenting terhadap penyesuaian diri sebesar 0,522 (52,2%).  Kata kunci: penyesuaian diri, pola asuh, co-parenting, broken home
PERAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEHARMONISAN PERKAWINAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN SPIRITUAL ANAK Netty Herawati; Setyaningsih .; S.Mulyanto Herlambang
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.148 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.147

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui peran dukungan keluarga dan keharmonisan perkawinan orang tua dalam pendidikan spiritual anak. Metode pendekatan kuantitatif dengan menggunakan tiga skala yaitu skala dukungan keluarga, skala keharmonisan perkawinan orang tua dan skala pendidikan spiritual anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling dengan 30 orang sampel. Teknik analisis data mengunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh dukungan keluarga dan keharmonisam perkawinan orang tua terhadap pendidikan spiritual anak, dengan F hitung sebesar 9,696 dan signifikansi 0,001 (< 0,05). Artinya semakin besar dukungan keluarga dan semakin harmonis perkawinan orang tua maka semakin baik pendidikan spiritual anak. Besarnya kontribusi atau sumbangan efektif menunjukkan nilai R square sebesar 0,418, yang artinya sumbangan efektif dukungan keluarga dan keharmonisan perkawinan orang tua terhadap pendidikan spiritual anak sebesar 41,8%. Sedangkan sisanya 58,2 % dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.  Kata kunci : pendidikan spiritual, keharmonisan perkawinan, dukungan keluarga
PERAN SPIRITUALITAS TERHADAP KEMATANGAN KARIR PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA Niken Fatimah Nurhayati
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.579 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.143

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris tentang  peran spritualitas terhadap kematangan karir pada mahasiswa UKM Olahraga UNS. Metode yang digunakan dalam pemilihan subjek  proportional cluster sampling. Didapatkan subjek sejumlah 194 mahasiswa UKM Olahraga UNS.  Pengukuran dilakukan dengan Skala Spiritual (Cronbach’s α 0,864) dan Skala Kematangan karir  (Cronbach’s α 0,833).  Hasil analisis data menggunakan regresi sederhana yang mendapatkan besaran sumbangan efektif spiritualitas terhadap kematangan karir sebesar 27,6%. Besaran nilai koefisien korelasi rxy = 0.525 dengan p < 0.05  menunjukkan adanya hubungan positif spiritual dengan kematangan karir.   Semakin tinggi spiritualitas, semakin tinggi kematangan karir mahasiswa UKM Olahraga UNS.Kata Kunci: Kematangan karir,  mahasiswa, spiritualitas,UKM Olahraga UNS
Tumbuh Bersama dalam Ketertekanan: Stress-Related Growth Keluarga yang Memiliki Anak Penyandang Autisme Maria Laksmi Anantasari
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.349 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.148

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan  untuk mendapatkan gambaran mengenai  SRG keluarga yang memiliki anak penyandang autis serta faktor yang terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Pengambilan  data dengan teknik Diskusi Kelompok Terarah dan wawancara, dilakukan terhadap tiga keluarga yang memiliki anak penyandang autisme. Partisipan ditentukan secara purposive sampling dengan melibatkan kombinasi tiga strategi yaitu homogen, snowball sampling dan kriteria.  Temuan studi menunjukkan faktor SRG keluarga adalah karakteristik keluarga,  besarnya tekanan, dampak yang terjadi, usaha mengatasi masalah,  dan  sumber dukungan sosial.  SRG keluarga terwujud dalam beberapa bentuk. Pertama, meningkatnya kualitas karakteristik keluarga, keterampilan keluarga dan terciptanya sistem keluarga dalam menghadapi masalah. Kedua, peningkatan kualitas relasi dalam keluarga dan relasi terhadap orang lain  yang diwarnai dengan  kepedulian, kepercayaan, keterbukaan, empati dan perilaku prososial. Ketiga, pertumbuhan spiritual yang  teraktualisasi dalam meningkatnya ritual keagamaan, peningkatan cara pandang spiritual,  kesadaran akan hakekat hidup, munculnya perilaku dan sikap batin positif serta kemauan memperbaiki kualitas keluargaKata kunci: Anak penyandang autisme; pertumbuhan;  Stress-Related Growth keluarga
Pengaruh Pola Asuh Authoritative dan Konformitas Teman Sebaya Terhadap Problematic Online Game Use (POGU) pada Pelajar SMP “X” Semarang Linayaningsih, Fitria; Virgonita, MulyaI.W
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.928 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.144

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh Authoritative dan konformitas Teman Sebaya dengan Problematic Online Game Use (POGU).  Definisi Problematic Online Game Use (POGU) yaitu perilaku bermain game online yang menyebabkan gangguan pada aspek psikologis, sosial, dan pekerjaan atau sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, subyek penelitian ini adalah siswa SMP “X” Semarang. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Problematic Online Game Use (POGU), Skala Pola Asuh Authoritative dan Skala Konformitas Teman Sebaya. Metode analisa data menggunakan analisis regresi dua prediktor. Analisa data menunjukkan hasil 0,207 ( p ≥ 0,05 ) = tidak signifikan, yang berarti tidak ada korelasi antara pola asuh authoritative dan konformitas teman sebaya terhadap Problematic Online Game Use. Pola asuh dan konformitas teman sebaya hanya mendorong  awal munculnya perilaku ini, tetapi muncul perilaku yang bermasalah karena individu menemukan kepuasan  dan tantangan dalam online game.Kata kunci : konformitas teman sebaya, pola asuh authoritative, Problematic Online Game Use (POGU)
Serial Kasus Gangguan Psikologis Pada Pasien Tuberkulosis Multidrug Resistant (MDR TB) Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Reviono ,; I.G.B. Indro Nugroho; Aditya Nanda Priyatama; Martha Ratnawati
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.735 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.150

Abstract

AbstrakEfek samping obat berupa gangguan psikologis sebenarnya jarang ditemukan pada tatalaksana penyakit infeksi, misalnya kasus tuberkulosis (TB). Saat ini banyak ditemukan kasus TB resisten ganda ganda (multidrug resistant tuberculosis/ MDR TB). Kasus MDR TB ini memerlukan pengobatan jangka panjang dan ternyata banyak menimbulkan efek samping psikologis mulai dari yang ringan sampai yang berat.  Pada serial kasus ini efek samping yang ditemukan berupa gangguan halusinasi, ansietas, depresi, perubahan perilaku dan ide bunuh diri.  Efek samping psikologis mempengaruhi keberhasilan pengobatan MDR TB.Tujuan penelitian ini untuk memberikan gambaran klinis gangguan psikologis yang berhubungan dengan kasus MDR TB.Pengumpulan kasus secara retrospektif pasien  pengobatan MDR TB dengan efek samping gangguan psikologis dari bulan Januari 2013 sampai Juni 2017 di RS dr. Moewardi. Data didapat dari rekam medis dan wawancara dalam bentuk kuesioner.Sembilan pasien dalam serial kasus ini terdiri dari 7 laki-laki dan 2 perempuan dengan keluhan terbanyak perubahan perilaku, bicara kacau, marah-marah, gangguan tidur. Keluhan lain depresi, ansietas, halusinasi dan keinginan bunuh diri. Efek samping gangguan psikologis timbul setelah pasien mendapatkan pengobatan sikloserin 2 minggu – 7 bulan.Sebagian besar kasus gangguan psikologis akibat efek samping pengobatan MDR TB tidak memiliki riwayat gangguan psikologis sebelumnya. Dukungan sosial sangat diperlukan dalam mengatasi masalah psikis pasien MDR TB baik dari keluarga maupun teman dekat Gangguan psikologis pada pengobatan MDR TB mungkin dapat tertangani dengan manajemen multimodalitas yang baik.Kata kunci: Pengobatan MDR TB, efek samping psikologis, sikloserin.
Interaksi Sosial Dan Kecerdasan Moral Pada Remaja Nawang Warsi Wulandari
Wacana Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.889 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v11i2.145

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya pengaruh interaksi sosial terhadap kecerdasan moral pada remaja. Subyek dalam penelitian ini adalah remaja usia SMP sebanyak 116 orang. Instrumen pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecerdasan moral dan skala interaksi sosial. Hasil uji validitas pada instrumen penelitian diperoleh data bahwa pada skala kecerdasan moral terdapat 34 aitem sahih dan pada skala interaksi sosial terdapat 28 aitem sahih. Uji reliabilitas masing-masing skala menggunakan formula Alpha Cronbach. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa skala kecerdasan moral (0,896) dan skala interaksi sosial (0,918) termasuk sangat reliabel. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teknik regresi sederhana.  Hasil analisis data diperoleh F = 141,884 dengan signifikasi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan interaksi sosial terhadap kecerdasan moral. Sumbangan efektif interaksi sosial terhadap kecerdasan moral sebesar 0,554.  Hal ini menunjukkan bahwa besar pengaruh interaksi sosial terhadap kecerdasan moral adalah sebesar 55,4% sedangkan 44,6% dipengaruhi oleh faktor lain.  Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan memilih metode dalam upaya peningkatan kecerdasan moral pada remaja.Kata kunci: interaksi sosial; kecerdasan moral; remaja

Page 1 of 1 | Total Record : 7