Claim Missing Document
Check
Articles

THE INFLUENCE OF SELF-EFFICACY, OPTIMISM, HOPE, AND RESILIENCE ON WORK ENGAGEMENT WITH MEDIATOR VARIABLE OF PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT ON LECTURERS OF PUBLIC HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS IN SURAKARTA priyatama, aditya nanda; Zainudin, Muhamad; Handoyo, Seger
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 7 No 1 April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.823 KB) | DOI: 10.12928/jehcp.v7i2.8540

Abstract

One of human resources exerting an influence on the process of quality development in higher education institutions is lecturer. Lecturers play a role in realizing the purpose of national education (enhancing intellectual capacity of the life of nation, and developing quality of good and civilized Indonesian people). They can give contribution to higher education institutions if they make effective efforts and act in an appropriate manner (not only in terms of the quantity of efforts, but also the direction of the efforts), maintain good attitudes, attempt or intend to work, are supported by the institution for the sake of their success of performance. For that reason, it is important for lecturers to recognize their responsibility and performance, as well as to measure their efforts according to indicator of success. One way to improve organizational performance is by identifying the extent of lecturers’ work engagement. Several studies have examined such components of work engagement as self-efficacy, optimism, hope, and resilience. The present research is intended to consider several psychological constructs related to self-efficacy, optimism, hope, and resilience which influence work engagement by using mediator variable of perceived organizational support on lecturers of public higher education institutions in Surakarta. Samples include 393 lecturers of Universitas Sebelas Maret Surakarta. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the application of Lisrel 8.70 program. The analysis results indicate that 1) the model is considered fit,2)   there is a significant influence of self-efficacy, optimism, hope, and resilience on lecturers’ work engagement, and 3) perceived organization support presents as good mediator to connect the aforementioned variables.
BURNOUT DITINJAU DARI HARDINES DAN MOTIVASI BERPRESTASI (Studi Pada Atlet Pelajar di Semarang) Akhyar, Abdan Ghifari; Priyatama, Aditya Nanda; Setyowati, Rini
INSIGHT: JURNAL PEMIKIRAN DAN PENELITIAN PSIKOLOGI Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.054 KB) | DOI: 10.32528/ins.v13i2.814

Abstract

Partisipasi pelajar dalam bidang olahraga sebagai seorang atlet profesional menimbulkan tantangan dan tuntutan tinggi yang harus dipenuhi, sehingga menyebabkan atlet mengalami burnout. Salah satu tantangan yang menyebabkan burnout adalah menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik dan partisipasi di bidang olahraga. Burnout adalah suatu kondisi kelelahan fisik atau emosi, depersonalisasi, dan menurunnya prestasi pribadi dikarenakan adanya tuntutan pekerjaan atau latihan secara terus menerus. Burnout dapat diatasi dengan hardiness dan motivasi berprestasi individu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dan motivasi berprestasi dengan burnout, hubungan hardiness dengan burnout, dan hubungan motivasi berprestasi dengan burnout pada atlet pelajar di Kota Semarang. Sampel pada penelitian ini adalah 91 atlet pelajar di Semarang. Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala burnout, skala hardiness, dan skala motivasi berprestasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara hardiness dan motivasi berprestasi dengan burnout (Fhitung=17,930 > Ftabel=3,10, p=0,000<0,05;r=0,538). Nilai reliabilitas pada penelitian ini adalah 0,861 (skala burnout), 0,823 (skala hardiness), dan 0,894 (skala motivasi berprestasi). Uji parsial pada penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan negatif antara hardiness dengan burnout (r= 0,285 ;p=0,007 < 0,05). Terdapat hubungan signifikan negatif antara motivasi berprestasi dengan burnout (r= 0,248; p=0,018 < 0,05). Nilai koefisien determinasi R2= 0,290 artinya hardiness dan motivasi berprestasi secara bersama-sama memberi sumbangan 29% terhadap burnout dengan sumbangan 15,78% dari hardiness dan 13,22% dari motivasi berprestasi.Kata Kunci: burnout, hardiness, motivasi berprestasi
KECENDERUNGAN CINDERELLA COMPLEX ANTARA WANITA BEKERJA DAN WANITA TIDAK BEKERJA DITINJAU DARI HARGA DIRI Hapsari, Atyantari Esti; Priyatama, Aditya Nanda; Kusumawati, Rafika Nur
Indigenous Vol. 4 No. 2, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/indigenous.v4i2.6960

Abstract

Setiap wanita baik yang bekerja maupun yang tidak bekerja dapat memiliki kecenderungan untuk bergantung pada orang lain terutama laki-laki. Hal tersebut ditandai dengan tingginya kebutuhan untuk diberi perlindungan dan pertolongan oleh orang lain. Kecenderungan tersebut dinamakan cinderella complex. Pengambilan keputusan secara mandiri dan tidak menggantungkan kehidupan memerlukan tingkat harga diri yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecenderungan cinderella complex antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja ditinjau dari harga diri di Kelurahan Manding, Temanggung. Data penelitian dikumpulkan melalui skala cinderella complex dan harga diri dengan sampel 118 orang dengan teknik purpossive cluster quota random sampling. Uji hipotesis menggunakan uji parametrik yaitu anova dua arah dan independent sample t test. Hasil uji hipotesis anova dua arah menunjukkan p sebesar 0,006 (p< 0,05), maka terdapat perbedaan kecenderungan cinderella complex antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja ditinjau dari harga diri di Kelurahan Manding, Temanggung. Uji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan independent sample t test memperoleh p sebesar 0,000 (p< 0,05) maka ada perbedaan kecenderungan cinderella complex antara wanita bekerja dan wanita tidak bekerja di Kelurahan Manding, Temanggung. Terdapat perbedaan harga diri antara wanita bekerja dan tidak bekerja di Kelurahan Manding, Temanggung didasarkan nilai p sebesar 0,000 (p< 0,05).
LOYALITAS PELANGGAN MASKAPAI PENERBANGAN DITINJAU DARI KUALITAS LAYANAN DAN EMOTIONAL BRANDING Sari, Novia; Priyatama, Aditya Nanda; Satwika, Pratista Arya
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol 11, No 2 (2019): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (903.561 KB) | DOI: 10.31289/analitika.v11i2.2817

Abstract

Adanya peningkatan jumlah penumpang pesawat memicu persaingan antar maskapai penerbangan dalam menciptakan dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah kualitas layanan dan emotional branding. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk: (1) mengetahui adanya hubungan antara kualitas layanan dan emotional branding dengan loyalitas pelanggan; (2) mengetahui adanya hubungan antara kualitas layanan dengan loyalitas pelanggan; dan (3) mengetahui adanya hubungan antara emotional branding dengan loyalitas pelanggan maskapai penerbangan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 69 orang yang dipilih berdasarkan simple random sampling. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah skala loyalitas pelanggan, skala kualitas layanan, dan skala emotional branding. Berdasarkan hasil analisis regresi yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas layanan dan emotional branding dengan loyalitas pelanggan maskapai penerbangan (p=0,000; p<0,05). Tingkat hubungan antara ketiga variabel tersebut tergolong sedang (r=0,537) dengan sumbangan efektif sebesar 28,8%. Selain itu, penelitian ini membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan secara parsial antara kualitas layanan dengan loyalitas pelanggan maskapai penerbangan (p=0,111; p>0,05) dan emotional branding dengan loyalitas pelanggan maskapai penerbangan (p=0,172; p>0,05). Dengan demikian, perusahaan perlu menyediakan layanan yang berkualitas dan emotional branding secara bersama-sama agar penumpang mendapatkan kepuasan secara fisik dan psikis.
Quality of work-life in employees experiencing a job-skill mismatch Arjuni, Rifka Fadhiilah; Priyatama, Aditya Nanda; Satwika, Pratista Arya
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.314 KB) | DOI: 10.21580/pjpp.v4i2.2734

Abstract

Abstract: Quality of Work-life (QWL) in an employee is an important aspect to which a company needs to pay much attention, moreover if the employee experiences a job-skill mismatch. This study aimed to test the effect of job involvement and perceived happiness simultaneously and partially on the quality of work-life in an employee who experiences a job-skill mismatch. The instruments used for collecting data were the QWL scale, job involvement scale, and perceived happiness scale. The subjects of this study were 64 employees. The method of data analysis was the multiple regression analysis. The result of this study showed that job involvement and perceived happiness simultaneously affected QWL (r=0,763; p=0,000). Partially job involvement also had an effect on QWL (r=0.64; p=0,000) and perceived happiness on QWL (r=0,261; p=0,039). Simultaneously, the contribution of job involvement and perceived happiness to the QWL of the employees with a job-skill mismatch was 56.9%. It means that the higher the rate of job involvement and perceived happiness, the higher the quality of work-life an employee with a job-skill mismatch has, and vice versa.
Loyalitas Pelanggan Maskapai Penerbangan Ditinjau dari Kualitas Layanan dan Emotional Branding Novia Sari; Aditya Nanda Priyatama; Pratista Arya Satwika
Analitika: Jurnal Magister Psikologi UMA Vol 11, No 2 (2019): ANALITIKA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/analitika.v11i2.2817

Abstract

Adanya peningkatan jumlah penumpang pesawat memicu persaingan antar maskapai penerbangan dalam menciptakan dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, diantaranya adalah kualitas layanan dan emotional branding. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk: (1) mengetahui adanya hubungan antara kualitas layanan dan emotional branding dengan loyalitas pelanggan; (2) mengetahui adanya hubungan antara kualitas layanan dengan loyalitas pelanggan; dan (3) mengetahui adanya hubungan antara emotional branding dengan loyalitas pelanggan maskapai penerbangan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini berjumlah 69 orang yang dipilih berdasarkan simple random sampling. Adapun instrumen penelitian yang digunakan adalah skala loyalitas pelanggan, skala kualitas layanan, dan skala emotional branding. Berdasarkan hasil analisis regresi yang dilakukan, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas layanan dan emotional branding dengan loyalitas pelanggan maskapai penerbangan (p=0,000; p<0,05). Tingkat hubungan antara ketiga variabel tersebut tergolong sedang (r=0,537) dengan sumbangan efektif sebesar 28,8%. Selain itu, penelitian ini membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan secara parsial antara kualitas layanan dengan loyalitas pelanggan maskapai penerbangan (p=0,111; p>0,05) dan emotional branding dengan loyalitas pelanggan maskapai penerbangan (p=0,172; p>0,05). Dengan demikian, perusahaan perlu menyediakan layanan yang berkualitas dan emotional branding secara bersama-sama agar penumpang mendapatkan kepuasan secara fisik dan psikis.
Hubungan Culture Intelligence dengan Organizational Citizenship Behavior melalui Kepemimpinan Transformasional Angela Irena Sindoro Dahzuki; Aditya Nanda Priyatama; Rafika Nur Kusumawati
Jurnal Online Psikogenesis Vol 6, No 2 (2018): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.884 KB) | DOI: 10.24854/jps.v6i2.697

Abstract

Perilaku yang tidak terdapat pada deksripsi pekerjaan secara formal dalam sebuah pekerjaan tetapi jika dilakukan akan dihargai atau dapat disebut sebagai Organizational Citizenship Behavior. Perilaku ini muncul karena terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi, salah satunya kepemimpinan transformasional. Selain karakteristik seorang pemimpin, organisasi perlu menyadari bahwa setiap karyawan mempunyai latar belakang budaya atau kultur yang berbeda. Culture Intelligence hadir untuk memahami keberagaman dari berbagai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan culture intelligence dan organizational citizenship behavior dengan kepemimpinan transformasional sebagai variabel mediator, (2) mengetahui hubungan culture intelligence dan organizational citizenship behavior (3) mengetahui hubungan culture intelligence dengan kepemimpinan transformasional, (4) mengetahui hubungan kepemimpinan transformasional dan organizational citizenship behavior. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan sampel sebanyak 73 karyawan yang terdiri dari 44 karyawan laki-laki dan 29 karyawan perempuan . Hasil uji hipotesis menunjukkan  persamaan langsung antara culture intelligence dan organizational citizenship behavior sebesar 0,203, sementara persamaan tidak langsung antara culture intelligence dan organizational citizenship behavior yang dimediatori oleh kepemimpinan transformasional adalah sebesar 0,378. Penelitian ini bersifat mediasi sempurna dikarenakan hubungan culture intelligence dan organizational citizenship behavior bernilai tidak signifikan positif, sedangkan untuk hubungan culture intelligence dan kepemimpinan transformasional serta hubungan kepemimpinan transformasional dan organizational citizenship behavior bernilai positif dan signifikan. Berdasarkan hasil tersebut, culture intelligence dan organizational citizenship behavior yang dimediatori oleh kepemimpinan transformasional terdapat hubungan yang signifikan dan positif.
IMPULSIVE BUYING PADA FANS K-POP DI TWITTER Asra Faiza Khairunnisa; Aditya Nanda Priyatama; Selly Astriana
Jurnal Psikohumanika Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Psikohumanika
Publisher : Program Studi S1 Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31001/j.psi.v13i2.1332

Abstract

One of the phenomena that has arisen due to the impact of globalization is the emergence of the Korean Wave which has been familiarly felt since the early 2000s in Indonesia, until now creating a new culture in which a lot of merchandise is traded as a form of identity for K-Pop group. In this study, we explore the relationship between celebrity worship, self-regulation and impulsive buying on merchandise purchases by K-Pop fans which has become a culture for fans community for the past decade. Sample of this research is K-Pop band ‘Day6’ fansclub community from Solo, MyDaySolo with total of 67 respondents. The sampling method used is purposive sampling with a few criterias needed. This research is conducted with quantitative approach using multiple regression analysis. The results indicate that there is a relationship between celebrity worship, self-regulation, and impulsive buying shown by the result of multiple regression analysis which is F = 60,982 (p<0,05). Keywords: Impulsive buying, celebrity worship, self-regulation, K-Pop fans
THE INFLUENCE OF SELF-EFFICACY, OPTIMISM, HOPE, AND RESILIENCE ON WORK ENGAGEMENT WITH MEDIATOR VARIABLE OF PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT ON LECTURERS OF PUBLIC HIGHER EDUCATION INSTITUTIONS IN SURAKARTA aditya nanda priyatama; Muhamad Zainudin; Seger Handoyo
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 7 No 1 April 2018
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.823 KB) | DOI: 10.12928/jehcp.v7i2.8540

Abstract

One of human resources exerting an influence on the process of quality development in higher education institutions is lecturer. Lecturers play a role in realizing the purpose of national education (enhancing intellectual capacity of the life of nation, and developing quality of good and civilized Indonesian people). They can give contribution to higher education institutions if they make effective efforts and act in an appropriate manner (not only in terms of the quantity of efforts, but also the direction of the efforts), maintain good attitudes, attempt or intend to work, are supported by the institution for the sake of their success of performance. For that reason, it is important for lecturers to recognize their responsibility and performance, as well as to measure their efforts according to indicator of success. One way to improve organizational performance is by identifying the extent of lecturers’ work engagement. Several studies have examined such components of work engagement as self-efficacy, optimism, hope, and resilience. The present research is intended to consider several psychological constructs related to self-efficacy, optimism, hope, and resilience which influence work engagement by using mediator variable of perceived organizational support on lecturers of public higher education institutions in Surakarta. Samples include 393 lecturers of Universitas Sebelas Maret Surakarta. Data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) with the application of Lisrel 8.70 program. The analysis results indicate that 1) the model is considered fit,2)   there is a significant influence of self-efficacy, optimism, hope, and resilience on lecturers’ work engagement, and 3) perceived organization support presents as good mediator to connect the aforementioned variables.
Pengaruh Permainan Konstruktif Tangram terhadap Berfikir Kreatif pada Siswa Sekolah Dasar Jenny Nugraheni Irawan; Aditya Nanda Priyatama; Afia Fitriani
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 12 No. 1 (2020): Jurnal Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol12.iss1.art4

Abstract

Tangram constructive game is one of the games that can be used to train creative thinking. The purpose of this study was to know the effect of tangram constructive game on creative thinking in elementary school student. The hypithesis of this study is that there is a significant effect of tangram constructive game on creative thinking before and after intervention. This research is an experimental study with nonequivalent crontrol group design. Data collection uses figural creativity test. Data analysis used the Mann-Withney technique with the SPSS statistical program. The result of the study show that the value of Z count = -2,363 with p = 0,18 (p<0,05). So, if can be concluded that there is a significant effect on creative thinking after intervention.
Co-Authors . Hardjono Aan Nurfitrianan Abdan Ghifari Akhyar Abdul Hakim, Moh Adhisty June Ertyastuti Afia Fitriani Afia Fitriani, Afia Akhyar, Abdan Ghifari Amalia, Zuliana Amanda Ayu L Angela Irena Sindoro Dahzuki Anik Lestari Anjini Sutampi Annisa Nursanti Ardhina Aprilia, Nugraini Arif Tri Setyanto Arista Adi Nugroho Arjuni, Rifka Fadhiilah Asra Faiza Khairunnisa Ayu Setyowati Aziza Rahma Bagus Wicaksono BAGUS WICAKSONO BAGUS WIJANARKO Cahyani, Fitria Fahma Nur Dany Permana Dany Permana Deabeata Gena Emily Dian Kumalasari Kumalasari Dona Alloydya Shafira Dwi Puspa, Mita Dyah Pratitha, Aurelia Dyandra Firdha Sari Ekshalanty Permata Ema Rafika Rahmi Eti Poncorini Pamungkasari Fadhilah Khairunnisa Fadjri Kirana Anggarani Finna Okta Maulina Fithatue Amalia Fatla Aini Fithatue Amalian FA Fitriana, Afia Gannis Eka Pramita Sari Habibah Nugraheni L Hapsari, Atyantari Esti Hardjono . Hentyn Drajad Rudyarwaty Hilda Rosa Ainiyah Hutami, Nindita Devirahma I Kadek Edwin Trisnapati I.G.B. Indro Nugroho Ichsan Nur Hidayat Ika Puspitasari Indra Setiawan, Antonius Istar Yuliadi Istar Yuliadi Izzati, Shofia Nur Jenny Nugraheni Irawan Kadek Widya Gunawan Khabibah Solikhah Solikhah Krisna Susilowati Kusumawati, Rafika Nur Kuzana Alpra Lina Putri Rachmawati Lina Putri Rachmawati, Lina Machmuroch . Mahrorani, Siti Rizkina Martha Ratnawati Mohammad Khasan Mufna Rahmaini Millatina Muhamad Zainudin Mulia, Florine Munawir Yusuf Ni’matussholihah, Nadyah Noor Fitriana Annisa P Novia Asmaradita Novia Sari Novia Sari Nugraha Arif Karyanta Nugraha Arif Karyanta Nugroho Pamungkas Nur Hafidha Hikmayani Nurasih Widyo Retno Nurfitriana, Aan Pasaribu, Aisyah Pertiwi Paulina Wijayanti Setiawan Piti Pitayani Piti Pitayani, Piti Pratista Arya Satwika Pratiwi Putri, Vicka Purwi Sundari Purwoko, Agus Putri, Azzahra Nadya Putri, Nawangsari Indah Kusuma Rafika Nur Kusumawati Rafika Nur Kusumawati Rafika Nur Kusumawati Ramadhanti, Hanin Dhiya Redydian Adhitya Nugraha Resta Maharani Adila Putri Retno Dewi Utami Reviono , Revka Novia Intan Putri Rini Setyowati Rini Setyowati, Rini Risa Suryanti Safira Nur A’yuni Damayanti Safira, Flaviana Ursula Nadia Gusti Yunan Salmah Lilik Sapja Anantanyu Sapja Anantanyu, Sapja Sebayang, Jessica Segendig Kurniawan Seger Handoyo Sekar Ayu Jenar Mahesa Sekar Mayasakti Selly Astriana Selly Astriana Selly Astriana Septi Kusumadewi Setyanto, Arif Tri Setyawan, Endika Rachel Setyowati, Rini Shafira, Dona Alloydya Shofia Nur Izzati Shofwan Muis, Ahmad Stya Wati Ningrum Suci Murti Karini Suci Murti Karini Sukamto, Ika Sumiyarsi Suni, Syahrizal Rahman Tamaulina Br Sembiring Theda Renanita Tri Rejeki Andayani Tri Rejeki Andayani Tuti Hardjajani Tuti Hardjajani Widhi Nugrahaningtyas Widiantama, Luhuring Budi Wiwaha, Garneta Prameswari Yoshinta Enggar Sutra Yosy Wijaya Yulia Lanti Retno Dewi Yuliana, Nada Citra Zahrina Mardhiyah