cover
Contact Name
Ni Made Sri Muryani
Contact Email
srimuryanimade@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
srimuryanimade@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Medika Udayana
ISSN : 24609293     EISSN : 26856573     DOI : -
Core Subject : Health,
Aim of the journal evaluating and understanding the intervensions given both in fields of nursing and health using appropriate designs and methods.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 3 No 01 (2017)" : 5 Documents clear
Hubungan Obesitas Sentral Terhadap Lipid Profil Pada Peserta Medical Check Up di Niki Diagnostik Center Denpasar Daryaswanti, Putu Intan; Adiatmika, I Putu Gede; Bagiartha, I Made Oka
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.363 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Central obesity is the fat deposition in the abdominal area and can cause adverse health effect. Dyslipidemia is a condition that follows the obese, where there is a lipid metabolism disorder characterized by changes in plasma lipid fractions (hypercholesterolemia, hypertriglyceridemia, increased LDL cholesterol and decrease HDL cholesterol). The situation is a high risk factor for atherosclerosis. This study aims to determine the relationship between central obesity and lipid profiles. Methods:The study was conducted at the check-up participants who have waist circumference ≥ 80 cm for women and waist circumference ≥ 90 cm for men. The study design was analytical descriptive cross-sectional study. Results: Data of waist circumference were measured by anthropometric assessment and data of lipid profiles were measured by using a TRX 7010. The results showed that waist circumference of participants were 91-115 cm, and all participants had increased levels of lipid profile. Based on the Pearson correlation test, a score is significant correlation between central obesity on LDL (p <0.05), and there is no significant correlation among to the total cholesterol, HDL cholesterol and triglycerides (p> 0.05). Conclusions:  It was concluded there is a relationship between central obesity and LDL cholesterol and no relationship among central obesity, total cholesterol, HDL cholesterol, and triglycerides. ABSTRAK Latar belakang: Obesitas sentral merupakan timbunan lemak yang terdapat di daerah perut dan dapat menimbulkan dampak buruk pada kesehatan. Dislipidemia adalah kondisi yang mengikuti obesitas, dimana terjadi gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan perubahan fraksi lipid plasma (hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia, peningkatan kolesterol LDL dan penurunan kolesterol HDL). Keadaan tersebut merupakan faktor risiko tinggi terjadinya aterosklerosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara obesitas sentral dan lipid profil. Metode: Penelitian dilakukan pada peserta check up dengan lingkar pinggang ≥ 80 cm untuk perempuan dan lingkar pinggang ≥ 90 cm untuk laki-laki. Rancangan penelitian adalah deskriptif analitik cross-sectional study. Data lingkar pinggang diukur dengan pemeriksaan antopometri dan data lipid profil diukur dengan menggunakan alat TRX 7010. Hasil: penelitian didapatkan ukuran lingkar pinggang peserta adalah 91-115 cm dan semua peserta mengalami peningkatan kadar lipid profil. Berdasarkan uji korelasi Pearson, didapatkan nilai hubungan bermakna antara obesitas sentral terhadap LDL (p<0,05), dan tidak ada hubungan bermakna pada kolesterol total, kolesterol HDL dan trigliserida (p>0,05). Simpulan: ada hubungan antara obesitas sentral dengan kolesterol LDL dan tidak ada hubungan antara obesitas sentral, kolesterol total, kolesterol HDL, dan trigliserida.
Hubungan Tingkat Stres Dengan Insomnia Pada Lansia di Seksi Penyantunan Lanjut Usia Wana Seraya Denpasar UPT Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali Putra, I Gede Yudiana; Napitupulu, Rico Almando; Swedarma, Kadek Eka; Astutik, Windu
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.941 KB)

Abstract

ABSTRACT Backgroud: Influence the aging process cause many problems both physical, mental, and social economy. Mental disorders are common in the elderly population, insomnia, depression, stress, anxiety, dementia and delirium. This study aims to determine the stress level relationship with the level of insomnia in older adults. Methods: This study used a descriptive correlation design using cross sectional approach. Samples in this study were elderly people who live in Section of helpful aged “Wana Seraya” Denpasar UPT Social Services social service Unit of Bali Province  and research that met the inclusion criteria of 40 respondents. Results: The data obtained in the statistical analysis using Spearman Rho test. The results of this study were 16 respondents (40%) are stressed and 21 respondents (52.5%)  mild insomnia. The results of research shows there is the relationship between the level of stress with insomnia with the value of p = 0,001 ( p<0.05 ) and r = + 0,492 to the direction of a positive relationship, this means that getting high levels of stress and the more severe the level of insomnia. Conslusions: There was a correlation between stress levels and insomnia in the elderly in Section of helpful aged “Wana Seraya” Denpasar UPT Social Services social service Unit of Bali Province    ABSTRAK Latar Belakang: Pengaruh proses penuaan menimbulkan berbagai masalah baik secara fisik, mental, maupun sosial ekonomi. Gangguan mental yang sering dijumpai pada populasi lansia yaitu, insomnia, depresi, stres, anxietas, demensia dan delirium.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan tingkat insomnia pada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah lansia yang tinggal di Seksi Penyantunan Lanjut Usia “Wana Seraya” Denpasar UPT Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali dan memenuhi kriteria inklusi penelitian yaitu sebanyak 40 responden. Hasil: Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan uji statistik Spearman Rho. Hasil penelitian ini adalah 16 responden (40%) mengalami stres sedang dan 21 responden (52.5%) mengalami insomnia ringan. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara tingkat stres dengan insomnia dengan nilai p = 0,001 (p<0,05) dan r = +0,492 dengan arah hubungan positif, artinya semakin tinggi tingkat stres maka semakin berat tingkat insomnia. Simpulan: Ada hubungan yang antara tingkat stres dengan insomnia pada lansia di Seksi Penyantunan Lanjut Usia “Wana Seraya” Denpasar UPT Pelayanan Sosial Dinas Sosial Provinsi Bali.
Gambaran Harga Diri Pada Pasien Skizofrenia di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali di Bangli Tahun 2012 Masyoni, Kadek Ayu; Muryani, Ni Made Sri; Ruspawan, IDM; Suastha, I Gede Made Addy
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.377 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Self-esteem as an individual evaluation, where individual value is obtained by analyzing how well someone's performance adjusts to Ideal self. Purpose: The purpose of this study is to describe the self-esteem of schizophrenic patients at Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Methode: This research uses descriptive research method by describing one's self-esteem. This study used 30 respondents and random sampling techniques according to inclusion criteria. Result: This study obtained 53.33% of respondents had moderate self-esteem, 30% of respondents had low self-esteem and 16.67% of respondents had high self-esteem. Conclusions: The results of this study indicate that most (53.33%) have moderate self-esteem, where individuals often experience fluctuations (feelings of ups and downs) between feelings of being able or unable to themselves in facing life challenges. ABSTRAK Latar Belakang: Harga diri sebagai suatu evaluasi individu, dimana nilai perseorangan yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik kinerja seseorang yang menyesuaikan dengan Ideal diri. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan harga diri pasien skizofrenia di Poliklinik Jiwa Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggambarkan harga diri seseorang. Penelitian ini menggunakan 30 responden dan teknik pengambilan sampel secara acak sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Penelitian ini memperoleh hasil 53.33% responden memiliki harga diri sedang, 30% responden memiliki harga diri rendah dan 16.67% responden memiliki harga diri  tinggi. Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besara (53.33%) memiliki harga diri sedang, dimana  individu sering mengalami fluktuasi (naik turun) antara perasaan mampu atau tidak mampu akan dirinya dalam menghadapi tantangan hidup.
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Perubahan Hemodinamika pasien di Unit Perawatan Intensif Suryani, Kadek Dian; Widyanata, Komang Agus Jerry
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.778 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: Changes in hemodynamics that are immediately outside the normal range can cause serious problems and even death for patients in critical conditions. The principle of care for patients with critical conditions is to maintain a stable hemodynamic status. One way to make stable hemodynamic status and return to normal is by relaxation therapy. Relaxation therapy that is starting to be applied is music therapy. The purpose of this study was to determine the effect of music therapy on changes in hemodynamics. Methods: a quasi-experimental pretest-posttest study with 32 respondents given piano sound instrumental music therapy for 15 minutes. The statistical test used is the Wilcoxon Test. Results: There was a significant decrease in blood pressure before and after giving music therapy (p <0.05), the patient's pulse also decreased significant after music therapy (p <0.05), but there was no significant change in patient oxygen saturation before and after giving music therapy (p> 0.05). Conclusion: Music therapy, especially instrumental piano music can help reduce the blood pressure and pulse significantly. Music therapy can be one of the options for non-pharmacological therapy in health services in the Intensif are Unit. ABSTRAK Latar belakang: Perubahan hemodinamika yang seketika diluar batas normal dapat menimbulkan masalah serius bahkan kematian bagi pasien pada kondisi kritis. Prinsip perawatan pada pasien dengan kondisi kritis adalah dengan tetap mempertahankan status hemodinamika tetap stabil. Salah satu cara untuk membuat status hemodinamika stabil dan kembali normal adalah dengan terapi relaksasi. Terapi relaksasi yang mulai banyak di terapkan adalah terapi musik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi musik terhadap perubahan hemodinamika. Metode: penelitian quasi eksperimental pretest-posttest dengan 32 responden diberikan terapi musik instrumental suara piano selama 15 menit. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon Test. Hasil: Terjadi penurunan tekanan darah sebelum dan sesudah pemberian terapi musik secara signifikan (p<0,05), nadi pasien juga mengalami penurunan setelah temberian terapi musik cukup signifikan dengan nilai p<0,05, namun tidak terjadi perubahan yang signifikan pada saturasi oksigen pasien sebelum dan sesudah pemberian terapin musik (p>0,05). Simpulan: Terapi musik khususnya musik instrumental suara piano dapat membantu menurunkan tekanan darah dan nadi pasien secara signifikan. Terapi musik dapat dijadikan salah satu pilihan terapi nonfarmakologi dalam pelayanan kesehatan di ruang ICU.
Faktor Risiko Kanker Payudara Pada Wanita Usia ≥ 30 Tahun di RSUP.Sanglah Febianingsih, Ni Putu Eka; Widarsa, Ketut Tangking; Septarini, Ni Wayan
Jurnal Kesehatan Medika Udayana Vol 3 No 01 (2017)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.528 KB)

Abstract

ABSTRACT Background: The increase of breast cancer cases number in women in Bali is in line with the increasing mortality rate from this disease. This study aims to determine the risk factors for breast cancer in women aged ≥ 30 years in Bali in 2008. Methods: The study was a case-control study with a total of 45 cases and controls 90 aged ≥ 30 years taken by a simple random sampling. Data were analyzed by multivariate using regression logistic test. Results: Multivariate analysis showed that women who menarche at ≤ 12 years old had a risk 185 times higher than women who menarche at the age above 12 years. Women who have a history of cancer in the family have a risk of 38 times higher. Nullipara were 73 times more likely to suffer from breast cancer, and the factor of use of birth control pills ≥ 5 years increased the risk of breast cancer by 13 times. No significant association was found between the history of benign tumors in the breast, age at first pregnancy at age ≥ 35 years, not breastfeeding children, and a history of radiation in the chest area with breast cancer risk. Conclusion: Risk factors for breast cancer in women aged ≥ 30 years are menarche age ≤ 12 years, history of cancer in the family, nullipara, and use of birth control pills ≥ 5 years.    ABSTRAK Latar Belakang: Peningkatan jumlah kasus kanker payudara pada wanita di Bali seiring dengan meningkatnya angka kematian oleh penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kanker payudara pada wanita usia ≥ 30 tahun di Bali tahun 2008. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi kasus kontrol dengan jumlah kasus sebanyak 45 orang dan kontrol 90 orang  berusia ≥ 30 tahun yang diambil dengan metode simpel random sampling. Data dianalisis secara multivariat menggunakan uji logistik regresi. Hasil: Analisis multivariat menunjukkan bahwa wanita yang memperoleh menarche pada usia ≤ 12 tahun memiliki risiko 185 kali lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang memperoleh menarche pada usia diatas 12 tahun. Wanita yang memiliki riwayat kanker dalam keluarga memiliki risiko sebesar 38 kali lebih tinggi. Wanita nullipara berisiko sebesar 73 kali lebih tinggi menderita kanker payudara, dan faktor penggunaan pil KB ≥ 5 tahun meningkatkan risiko kanker payudara sebesar 13 kali. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara faktor riwayat tumor jinak pada payudara, faktor usia pertama kali hamil pada usia ≥ 35 tahun, faktor tidak menyusui anak, dan riwayat radiasi di daerah dada  dengan risiko kanker payudara. Simpulan: Faktor risiko kanker payudara pada wanita usia ≥ 30 tahun adalah usia menarche ≤ 12 tahun, riwayat kanker dalam keluarga, nullipara, dan penggunaan pil KB ≥ 5 tahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 5