cover
Contact Name
Jurnal Kebudayaan
Contact Email
jurnal.budaya@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
imeldawijaya2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kebudayaan
ISSN : 19075561     EISSN : 26858088     DOI : -
Jurnal Kebudayaan was first published by the Center for Cultural Research and Development, Research and Development Agency, Ministry of Culture and Tourism in Juni 2006. In 2016, the Center for Cultural Research and Development was merged with the Center for Policy Research in the Ministry of Education and Culture to become the Center for Education and Culture Policy Research. However, the journal publication continues without any changes in name. Our journal is published three times a year in April, August, and December, and consists of articles of researches and studies regarding policy and challenges in culture, covering topics ranging from: art, tradition, religions and beliefs, cultural objects, museums, history, cultural heritage, language, and other aspects of culture.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2016)" : 7 Documents clear
MENAKAR KEARIFAN AGAMA DENGAN BUDAYA MEASURING RELIGION WISDOM BY CULTURE Sudrajat, Unggul
Kebudayaan Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v11i2.23

Abstract

AbstractThe object of the research is in Rembang, Central Java. It is related to the conflictof Sapta Darma faith. beliefs is the mistical human admission . Meanings of religionshould be understood as part of the knowledge. This research is motivated by researcherâ??sdesire to reveal the roots of the problem which lead to the conflict between religions orbeliefs that often occurs in the community. The main issue of this study is focused onhow the actions of the government and religious leaders that have authorities to solve theproblems. The purpose of this study is to find the problem roots that lead to the actualissues of belief in society. This study is included into the field research with the object ofconflict is Sapta Darma belief in Rembang by using descriptive-analytic point of view.the Sources of the data used in the study are interview, documents, and field observations.This research uses an anthropological approach. Based on the research results, the caseof incendiarism in Blando Hamlet, Plawangan Village, Kragan District in Rembang hassocial conflicts that is caused by reliance. the conflict does not necessarily have to endwith the burning, but there are many other solutions that can be used as a unifying one ofthem is by a dialogue. By using a dialogue the conflict can be minimized. AbstrakObjek penelitian ini di Rembang, Jawa Tengah terkait dengan konflik kepercayaanSapta Darma. Kepercayaan merupakan pengakuan manusia terhadap sesuatu yang gaib.Pemaknaan terhadap agama harus dipahami sebagai bagian dari pengetahuan bahwa agamasebagai ilmu. Penelitian ini dilatarbelakangi keinginan peneliti untuk mengungkapkanakar permasalahan yang mengakibatkan adanya konflik antar agama atau kepercayaanyang kerap terjadi di masyarakat. Pokok pembahasan dalam penelitian ini terfokus padabagaimana tindakan pemerintah dan tokoh agama yang berwenang menyikapi persoalanpersoalankepercayaan. Tujuan dari penelitian ini menemukan akar permasalahan yangmengakibatkan adanya isu-isu aktual kepercayaan yang terjadi di masyarakat. Penelitianini termasuk penelitian lapangan dengan objek konflik kepercayaan Sapta Darma diRembang dengan sudut pandang deskriptif-analisis. Sumber data yang digunakan dalampenelitian wawancara, dokumen-dokumen, dan observasi dilapangan. Penelitian inimenggunakan pendekatan antropologis. Berdasarkan hasil penelitian, kasus pembakaranrumah ibadah di Dukuh Blando, Desa Plawangan, Kecamatan Kragan di Rembangtelah terjadi konflik sosial yang diakibatkan aliran kepercayaan. Konflik ini tidak sertamertaharus berakhir dengan pembakaran, akan tetapi masih banyak solusi lain yang bisadijadikan pemersatu salah satunya adalah dialog, sebab dengan berdialog konflik pun bisadiminimalisir.
BATAVIAASCHE PLANTEN EN DIERENTUIN: KEMUNCULAN GAGASAN KONSERVASI SATWA MELALUI KEBUN BINATANG OLEH ELITE BATAVIA 1864 -1942 Irmalasari, Fitri R.
Kebudayaan Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v11i2.24

Abstract

AbstractThis article talks about the emergence of Bataviaasche Planten en Dierentuin (BatavianBotanical and Zoological Garden) in 1864 as the first zoological park in Batavia aswell as in East Dutch Indies. It becomes the first Dutch East Indies ex-situ conservation(conservation of plants and/ or animals which was done outside their natural habitat),that was spearheaded by a handful of elite Batavia. The science development in the 19thcentury and political ideology of the Dutch Colonial were the backgrounds of the changingperspective of Batavian well-educated elites towards nature environment and its sourcesincluding animals. Data sources which are the annual reports of the zoo organisation,photographs, travel notes, will disclose the motive and aim as well to necessarily attestthe power of social construction, namely race and social class, as the main driver of theemerging conservation notions and the importance of knowledge on animals for Bataviancitizens from the 19th to early 20th century. The presence of an artificial habitat of plantsand animals in the capital of colonial land, after all, was a microcosm that representedthe change of peopleâ??s attitude, which is from traditional to modern, as comprehended byBatavian elites in managing animals. AbstrakArtikel ini membahas kemunculan Bataviaasche Planten en Dierentuin (Kebun Botanidan Binatang Batavia) pada 1864 sebagai kebun binatang pertama di Batavia maupundi Hindia Belanda. Kebun binatang tersebut menjadi konservasi ex-situ (konservasitumbuhan dan/ atau satwa yang dilakukan di luar habitat alaminya) pertama di HindiaBelanda dan dipelopori oleh segelintir elite Batavia. Perkembangan ilmu pengetahuanpada abad ke-19 serta ideologi politik pemerintah kolonial melatarbelakangi perubahancara pandang elite terpelajar Batavia terhadap lingkungan alam beserta isinya, termasuksatwa. Sumber data artikel ini berupa laporan-laporan tahunan pengelola kebun binatang,foto-foto, catatan-catatan perjalanan, yang akan memperlihatkan motivasi dan tujuan parapenggagasnya serta dengan sendirinya menunjukkan kekuatan konstruksi sosial beruparas dan kelas sosial sebagai penggerak utama atas lahirnya gagasan-gagasan mengenaikonservasi dan pentingnya pengetahuan mengenai satwa bagi masyarakat Batavia sejakabad ke-19 hingga awal abad ke-20. Kehadiran sebuah habitat buatan bagi tumbuhandan satwa bernama kebun binatang di ibu kota koloni, bagaimanapun merupakan sebuahmikrokosmos yang merepresentasikan perubahan sikap, yang oleh elite Batavia dipahamisebagai transisi dari sikap masyarakat tradisional ke masyarakat modern dalam mengatursatwa.
RITUAL UJIAN NASIONAL: TRANSFORMASI PENGHORMATAN LELUHUR PADA KOMUNITAS KROWE DI KABUPATEN SIKKA Utama, Bakti
Kebudayaan Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v11i2.25

Abstract

AbstractNational Examination in Indonesia is considered as a determinant for studentsâ??graduation. In recent years, several high schools in Sikka district held a ritual everytime before national exam. This paper discusses the ritual practices of the NationalExamination, especially at a high school in the mountains of Central Sikka. The purposeof this article is to answer whether national ritual practice exam is a new phenomena orrooted in the traditions of ancestors worshiping at Adat Community of Krowe in Sikka.For this purpose data have been collected through literature study, observation, andinterviews on Krowe people. Based on the collected data, the main argument of this paperis that the National Examination ritual practice is a form of transformation in ancestorworshipping ritual rooted in the Krowenese tradition. In this discussion, transformationrefers to the change in surface level but on a deeper level unchanged. Thus, although thenational exam ritual is an new expression of Krowenese belief, but at a deeper level is amanifestation of their tradition of ancestors worshiping. AbstrakUjian Nasional di Indonesia dianggap sebagai penentu kelulusan siswa, sehinggadilakukan berbagai usaha untuk menjamin kelulusan mereka. Pada beberapa tahunterakhir, beberapa sekolah menengah di Kabupaten Sikka mengadakan ritual setiapkali akan menghadapi ujian nasional. Tulisan ini membincangkan praktik ritual UjianNasional (UN), khususnya di sebuah sekolah menengah atas di pegunungan SikkaTengah. Tujuan tulisan ini adalah menjawab apakah praktik ritual ujian nasional tersebutmerupakan fenomena baru atau berakar pada tradisi penghormatan kepada leluhur padaKomunitas Krowe di Sikka. Untuk tujuan tersebut, data telah dikumpulkan baik melaluistudi literatur, observasi, maupun wawancara dengan Orang-orang Krowe. Berdasarkandata yang terkumpul tersebut, argumentasi utama tulisan ini adalah bahwa praktik ujiannasional merupakan bentuk transformasi ritual penghormatan leluhur yang telah berakarpada tradisi Komunitas Krowe. Dalam diskusi ini, transformasi merujuk pada terjadinyaperubahan pada tataran permukaan tetapi pada tataran yang lebih dalam tidak mengalamiperubahan. Dengan demikian, walaupun ritual ujian nasional merupakan ekspresi barukepercayaan orang Krowe, namun pada tataran yang lebih dalam merupakan wujud daritradisi mereka atas penghormatan kepada leluhur.
PERKEBUNAN TEMBAKAU DAN KAPITALISASI EKONOMI SUMATERA TIMUR Akbar, Allan
Kebudayaan Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v11i2.26

Abstract

AbstractEast Sumatra area was formerly a wilderness, in a short time, has become the mostprofitable plantation area in Sumatra. This development took place due to the success oftobacco cultivation in East Sumatra. The big profit of this tobacco plantation has attractedthe interest of foreign investors to invest in East Sumatra. Besides generated great wealth,tobacco plantation has also brought some impacts on the development of East Sumatra.This study will highlight how the development of tobacco plantations brought wealthto East Sumatra as well as the impacts that occured from the widespread of the newplantings. Using the historical methods, this research aims to explain the economicchanges that occurred in East Sumatra, especially since the rise of the opening of thetobacco plantations by foreign investors. From this study, it appears that the openingof the tobacco plantations has affected to four important changes, which are changes inlifestyle of the traditional elite, the forming of social gap, changes in the demographiccomposition, and the emergence of new towns. AbstrakDaerah Sumatera Timur yang sebelumnya merupakan hutan belantara, dalam waktusingkat telah menjadi wilayah perkebunan paling menguntungkan di Pulau Sumatera.Perkembangan ini terjadi berkat keberhasilan budidaya tembakau di Sumatera Timur.Keuntungan yang besar dari perkebunan tembakau menarik minat para investor asinguntuk menanamkan modalnya di Sumatera Timur. Selain mendatangkan kekayaan yangbesar, perkebunan tembakau telah membawa beberapa dampak bagi perkembanganSumatera Timur. Penelitian ini akan menyoroti bagaimana perkembangan perkebunantembakau hingga mendatangkan kekayaan bagi Sumatera Timur serta dampak apa sajayang ditimbulkan akibat dari maraknya pembukaan perkebunan tersebut. Menggunakanmetode sejarah, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perubahan ekonomi yangterjadi di Sumatera Timur terutama sejak maraknya pembukaan perkebunan-perkebunantembakau oleh para investor asing. Dari penelitian ini terlihat bahwa pembukaanperkebunan tembakau berdampak pada empat perubahan penting, seperti perubahan gayahidup kalangan elite tradisional, terjadinya jurang sosial, perubahan komposisi demografi,dan munculnya kota-kota baru.
DIASPORA ORANG BALI: DINAMIKA SOSIAL-BUDAYA UMAT HINDU-BALI DI DESA KERTA BUANA Siburian, Robert
Kebudayaan Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v11i2.27

Abstract

AbstractBalinese people have been living in Kerta Buana village since 1980, when they joinedtransmigration program. In fact, when they migrated to Kalimantan island, it was notsolely a physical, but also a cultural migration. Thus, they still perform their religiousrituals and customs like they used to in Bali so that the people surrounding Kerta Buanavillage do not need to go to Bali to learn and understand Balinese culture and religiousrituals of Hindu-Bali people. The settlement of Hindu-Bali people in a village will be asocial capital to actualize their culture. Related to the settlement of Hindu-Bali peoplein Kerta Buana village, the problems in this article, i.e.: (1) How social dynamics ofHindu-Bali people does in Kerta Buana village? (2) How kind of relationship have thatis built between Kerta Buana village and Bali island? The results of this research showsthat Hindu-Bali community in Kerta Buana village live in a community. So, it is easy tomanage it. The other thing is Hindu-Bali community in Kerta Buana village still carry outreligious rites and customs even though they live far from the area of origin. In fact, theyfabricated the culture in Bali in accordance with the conditions that exist in Kerta Buanavillage. The other thing, Hindu-Bali community still carry out rites and traditions, eventhough far distance from Bali island. In fact, they created Balinese culture for adaptedwith conditions in Kerta Buana village. AbstrakKeberadaan orang Bali di Desa Kerta Buana sudah sejak 1980, yaitu ketika merekamengikuti program transmigrasi. Pada saat mereka bertransmigrasi ke Pulau Kalimantan,ternyata yang bermigrasi tidak hanya fisik tetapi juga kebudayaan mereka. Dengankebudayaan yang ikut serta dengan mereka, ritual agama dan adat istiadat tetap merekalakukan seperti berada di Bali, sehingga masyarakat di sekitar Desa Kerta Buana tidakharus ke Bali untuk memahami kebudayaan dan ritual-ritual kegamaan orang HinduBali. Bermukimnya orang Hindu-Bali di suatu desa menjadi modal sosial untukmengaktualisasikan kebudayaannya itu. Terkait dengan keberadaan orang Hindu-Bali diDesa Kerta Buana, permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini meliputi: (1) Bagaimanadinamika sosial orang Hindu-Bali di Desa Kerta Buana? (2) Bagaimana hubungan yangmereka bangun dengan daerah asal di Pulau Bali? Hasil penelitian menunjukkan bahwamasyarakat Hindu-Bali di Desa Kerta Buana hidup dalam satu komunitas sehingga mudahuntuk menggerakkannya ataupun mengelolanya. Hal lain adalah masyarakat Bali di DesaKerta Buana masih tetap melaksanakan ritual keagamaan dan adat istiadat kendati merekabermukim jauh dari daerah asal. Bahkan mereka merekayasa kebudayaan yang ada diBali sesuai dengan kondisi yang ada di Desa Kerta Buana.
DAMPAK POLITIK ETIS TERHADAP PERGERAKAN KEBANGSAAN DI KALIMANTAN SELATAN Wajidi, Wajidi
Kebudayaan Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v11i2.28

Abstract

AbstractThe national movements in South Kalimantan is the impact of Europeâ??s political andcultural penetration of the East Indies Government. The powerful impact of penetrationwas education that bring in the modern educated elite. Therefore, the issues that is raisedin this paper, i.e.: (1) How Ethical policy of East Indies government?; (2) How aregovernment policies for education and the emersion of modern elite?; (3) How is the roleof modern elite to emergence of the nationalist movement in South Kalimantan, Indonesia?This study uses historical (Historical Research) by using heuristic step, criticism,interpretation and historiography. The method of this article is historical research thatuses heuristic, critic, interpretation, and historiography. The results show that the ethicalpolitics was motivated by the criticism that the Netherland-Indies government woulddo â??returning the favorâ? towards the Indonesian people with the slogan, â??Irrigation,Education and Emigrationâ?. Through a policy in education, schools was built to createlow-level workers with western paradigm. Those who attended these school were theones, upon their returning home, became the pioneers and driving the movements orspreading the seeds of nationality in South Kalimantan. AbstractTumbuhnya pergerakan kebangsaan di Kalimantan Selatan merupakan dampakdari penetrasi politik dan kebudayaan Eropa pada masa Pemerintahan Hindia Belanda.Penetrasi yang sangat kuat pengaruhnya adalah bidang pendidikan yang melahirkanelit modern yang terpelajar. Oleh karena itu permasalahan yang diangkat dalam tulisanini adalah: (1) Bagaimana kebijakan Politik Etis di Hindia Belanda?; (2) Bagaimanakebijakan Pemerintah Hindia Belanda di bidang pendidikan dan munculnya elite modern?;(3) Bagaimana peranan elite modern terhadap munculnya pergerakan kebangsaanIndonesia di Kalimantan Selatan? Penelitian ini menggunakan metode sejarah (HistoricalResearch) dengan menggunakan langkah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik etis didorong oleh kiritik bahwa pemerintahHindia Belanda harus melakukan â??balas budiâ? pada rakyat Indonesia dengan sloganâ??Irigasi, Edukasi dan Emigrasiâ?. Melalui kebijakan di bidang pendidikan, sekolahdimaksudkan untuk mencetak pegawai rendahan dengan pendidikan Barat. Merekayang telah mengenyam pendidikan adalah kalangan terpelajar atau kaum cendekiawanyang kembali ke kampung halaman dan turut menjadi pelopor atau penggerak organisasipergerakan kebangsaan dan menanamkan benih kebangsaan di Kalimantan Selatan. 
DAFTAR ISI, EDITORIAL, DAN LEMBAR ABSTRAK VOL.11, NO.2 TAHUN 2016 Budaya, Jurnal
Kebudayaan Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v11i2.30

Abstract

Daftar isi, Editorial, dan Lembar Abstrak Vol.11, No.2 Tahun 2016

Page 1 of 1 | Total Record : 7