cover
Contact Name
Jurnal Kebudayaan
Contact Email
jurnal.budaya@kemdikbud.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
imeldawijaya2@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Kebudayaan
ISSN : 19075561     EISSN : 26858088     DOI : -
Jurnal Kebudayaan was first published by the Center for Cultural Research and Development, Research and Development Agency, Ministry of Culture and Tourism in Juni 2006. In 2016, the Center for Cultural Research and Development was merged with the Center for Policy Research in the Ministry of Education and Culture to become the Center for Education and Culture Policy Research. However, the journal publication continues without any changes in name. Our journal is published three times a year in April, August, and December, and consists of articles of researches and studies regarding policy and challenges in culture, covering topics ranging from: art, tradition, religions and beliefs, cultural objects, museums, history, cultural heritage, language, and other aspects of culture.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 2 (2019)" : 7 Documents clear
IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR KOMUNITAS ADAT TERPENCIL DI KABUPATEN SAROLANGUN, PROVINSI JAMBI: SEBUAH CATATAN KRITIS Pratiwi, Indah
Kebudayaan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v14i2.236

Abstract

Sejak 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaaraan dan Kesetaraan menyelenggarakan Program bertajuk Program Pendidikan Keaksaraan Dasar Komunitas Adat Terpencil. Tujuan program ini adalah menjadikan warga komunitas adat di wilayah terpencil berusia 15-59 tahun melek aksara sehingga bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Tulisan ini berupaya untuk melihat implementasi program tersebut khususnya pada masyarakat Suku Anak Dalam di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Data dalam tulisan ini bersumber dari penelusuran pustaka, observasi, serta wawancara baik dengan pengelola program di tingkat pusat (Kemendikbud) maupun pelaksana di tingkat daerah (Dinas Pendidikan dan PKBM). Dengan menganalisis data yang tersedia tampak bahwa meskipun target program untuk menjadikan 80% warga belajar melek aksara telah terpenuhi namun terdapat beberapa permasalahan dalam implementasi program yang perlu diperhatikan untuk meningkatkan capaian program. Beberapa permasalahan tersebut antara lain terkait dengan keterbatasan daya jangkau program, relatif lemahnya kapasitas SDM pelaksana program, dan rendahnya peluang keberlanjutan program.
BUDAYA BARTER DALAM PUSARAN GLOBALISASI PASAR DI SELATAN PULAU LEMBATA NUSA TENGGARA TIMUR Salmiyati, Mrs; Rahman, Abdul; Rifal, Mr; Ahmadin, Mr
Kebudayaan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v14i2.267

Abstract

Artikel ini membahas tentang budaya barter dalam pusaran globalisasi pasar di Labala wilayah selatan pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur. Di era zaman yang semakin maju dengan perputaran uang yang semakin luas dengan berdirinya Bank Pemerintah dan Swasta, bahkan pasar sudah dapat dinikmati secara online dengan berdirinya online shop. Namun masyarakat di Desa Labala masih menggunakan sistem barter, dengan masih mempertahkan warisan budaya. Yang menarik dari pasar barter ini adalah terjadinya interaksi sosial antara orang pesisir dengan orang pegunungan, desa pesisir lebih banyak datang dari daerah Wulanduro, aLeworaja, Atekere, Pantai Baru, Kehi dan Lamalera sedangkan daerah perbukitan dari daerah Puor, Uruor, Lewuka, Boto, Labala, Udak, dan Pusi Watu. Interaksi pasar yang terjadi dapat mempererat tali silaturahmi sosial, budaya, bahkan agama. Adapun tujuan penelitian ini antara lain (1) Proses transaksi barter atau tukar menukar barang produk pesisir dengan pegunungan. (2) Adapun letak perbandingan antara pasar barter dan non barter di Desa Labala yaitu pada saat proses sebelum dimulainya aktivitas jual beli dan tukar menukar barang, pada pasar barter ada petugas khusus atau mandor pasar yang ditugaskan untuk meniup peluit terlebih dahulu sebelum terjadinya proses tukar menukar barang. (3) Masyarakat Labala masih mempertahankan pasar barter sebab masyarakat Labala menganggap bahwa pasar barter merupakan warisan dari nenek moyang atau leluhur dan memiliki makna atau cerita tersendiri, disamping itu juga pasar barter di Desa Labala merupakan alat untuk mempererat tali persaudaraan antar umat beragama. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan penelitian lapangan yang mencakup observasi, dokumentasi dan wawancara. Adapun teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan
MAKNA KERIS BAGI WARGA SAMIN DI KUDUS Rosyid, Moh
Kebudayaan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v14i2.275

Abstract

Tujuan ditulisnya naskah ini untuk mengulas kepemilikan dan keberadaan keris bagi warga Samin, yakni komunitas yang mewarisi ajaran Ki Samin Surosentiko sejak era kolonial Belanda hingga kini di Kudus Jateng. Data diperoleh dengan wawancara dan observasi dengan analisis deskriptif kualitatif. Keris diperankan sebagai mitra hidup batin dan pengendali sikap sombong sehingga kepemilikannya dirahasiakan. Pewarisan keris berdasarkan persetujuan keris dengan cara â??dialogâ?? magis antara si pemegang keris dengan keris, ada kalanya persetujuan keris dengan lambang dalam mimpi pewaris. Pewaris keris hanya lelaki dan tokoh (botoh) Samin.
PENDIDIKAN SIKAP KEBANGSAAN: BENTUK ADAPTASI SOSIAL BERDAMPAK PADA LINGKUNGAN FISIK MASYARAKAT WAWONII DI BEKAS KESULTANAN BUTON Sifatu, Wa Ode
Kebudayaan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v14i2.276

Abstract

Tujuan artikel ini adalah memberitahu pembaca mengenai cara masyarakat Wawonii  berinteraksi sosial yang  berdampak pada lingkungan sosial dan fisik   menjadi  pelajaran  terhadap sikap kebangsaan. Teori untuk membaca data adalah pemikiran Bourdieu tentang â??form of capitalâ?  dengan metode etnografi. Hasil, penggunaan modal sosial, modal simbolik, modal budaya orang Wawonii dalam berinteraksi dengan  suku bangsa lain dari bekas Kesultanan Buton, berlaku seperti bunglon yaitu  menginternalisasinya dan mengekternalisasi sebagai bagian suku bangsa lawan interaksinya. Tujuannya adalah menghilangkan image tentang orang Wawonii memiliki kekuatan magis. Saat berinteraksi dengan pengusaha tambang yang akan masuk ke wilayahnya, mereka berlaku sopan dan baik. Namun, setelah merasakan dampak negatif dari tambang, mereka bukan menginternalisasinya melainkan mengeksternalisasinya dengan  berlaku frontal. Kesimpulan, artikel ini memperkaya pemikiran Bourdieu  tentang  interaksi sosial,  selain mengiternalisasi juga mengeksternalisasi dan berlaku frontal kepada  pemerintah yang merugikan. Rekomendasi, sebaiknya pemerintah harus bersikap netral dalam menghadapi rakyat dan pengusaha agar orang Wawonii dalam berinteraksi   berlaku baik kepada  semua pihak.
REVITALISASI MUSEUM TERHADAP PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN MUSEUM Lestari, M.Hum, Irna
Kebudayaan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v14i2.291

Abstract

Revitalisasi museum adalah upaya meningkatkan kualitas museum dalam melayani masyarakat yang sesuai dengan fungsinya sehingga museum dapat menjadi tujuan yang dirasakan sebagai kebutuhan untuk dikunjungi. Permasalahan dalam kajian ini adalah bagaimana implementasi program revitalisasi museum, pengelolaan dan penyelenggaraan museum dalam upaya mewujudkan fungsi museum sebagai lembaga yang melindungi, memanfaatkan koleksi, dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif deskriptif terhadap implementasi revitalisasi  museum, pengelolaan dan penyelenggaraan museum setelah di revitalisasi. Kondisi museum setelah di revitalisasi penyajian tata pameran museum, storage, dan informasi koleksi museum setelah dilakukan revitalisasi dapat dikatakan hampir sempurna dan mendapatkan apresisi yang baik oleh masyarakat dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke museum. Namun dalam perawatan dan pemeliharaan setelah itu tidak menjadi perhatian utama, sehingga menurunnya kualitas museum ketika dilakukan kajian.
AGAMA LOKAL DI KAWASAN PERBATASAN: KEPERCAYAAN MASADE’ DI KEPULAUAN SANGIHE Azis, Muhammad Nur Ichsan
Kebudayaan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v14i2.298

Abstract

Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh kepercayaan dan kebudayaan di Nusantara yang memunculkan kepercayaan lokal di kawasan tertentu. Proses panjang dari hubungan tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran para pendatang dan penduduk pribumi. Di Kepulauan Sangihe, pengaruh ini masih terasa sampai sekarang ini. Bahkan dikatakan bahwa pengaruh tersebut bersamaan dengan adanya proses Islamisasi yang dibawa melalui jalur niaga dan politik. Kuatnya pengaruh animisme dan dinamisme berdampak pada penerimaan terhadap ajaran baru, sehingga dilakukan penyesuaian inilah memunculkan aliran kepercayaan lokal, tidak terkecuali di Kepulauan Sangihe, yang dikenal dengan ajaran Masadeâ??. Tulisan ini merupakan tulisan sejarah yang menggunakan metode sejarah dengan pendekatan kebudayaan. Asimilasi dan akulturasi kebudayaan berdampak langsung pada pembentukan pola pikir, praktek, hingga kepercayaan khususnya di masyarakat Kepulauan Sangihe. Tulisan ini menemukan bahwa pengaruh animis dan dinamis di Nusantara berlangsung cukup lama, sehingga agama-agama â??samawiâ? belum dapat diterima â??menyeluruhâ? oleh penduduk setempat, sehingga memunculkan kepercayaan lokal yang terpengaruh dengan ajaran Islam.
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 14, NO. 2 TAHUN 2019 Budaya, Jurnal
Kebudayaan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : Puslitjakdikbud Balitbang Kemdikbud

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jk.v14i2.333

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 14, NO. 2 TAHUN 2019

Page 1 of 1 | Total Record : 7