cover
Contact Name
Jurnal Jalabahasa
Contact Email
jalabahasa.bbjt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
emmamaemunah69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan
ISSN : 18584969     EISSN : 26156032     DOI : -
Core Subject : Education,
JALABAHASA adalah jurnal yang menjadi media publikasi hasil-hasil penelitian bidang bahasa, penerjemahan, dan pengajaran bahasa yang bukan penelitian tindakan kelas (non-PTK). JALABAHASA terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Mei dan November. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bebestari.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2016): JALABAHASA" : 7 Documents clear
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM JURNAL ILMIAH KESEHATAN OLAHRAGA MEDIKORA (INDONESIAN LANGUAGE USE IN THE SPORT HEALTH SCIENTIfiC JOURNAL MEDIKORA) Wasono Aji, Endro Nugroho
JALABAHASA Vol 12, No 2 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i2.251

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia dalam jurnal ilmiah seharusnya menggunakan ragam bahasa baku. Namun, faktanya dalam Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga Medikora ditemukan beberapa ketidaktepatan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Penelitian ini bersifat preskriptif, yaitu untuk menemukan kesalahan penggunaan bahasa. Kesalahan-kesalahan dalam penggunaan bahasa Indonesia dapat diidenti? kasi ke dalam antara lain, kesalahan diksi dan bentuk kata, serta kesalahan kalimat. Penggunaan bahasa dalam Jurnal Ilmiah Kesehatan Olahraga Medikora berupa ketidaktepatan dalam bentuk dan pilihan kata, serta kalimat yang tidak efektif. Ketidaktepatan dalam diksi dan bentuk kata berupa penggunaan kata yang tidak baku dan prosede morfologis yang tidak benar. Adapun ketidaktepatan dalam kalimat diakibatkan pemakaian konjungtor yang tidak benar dalam kalimat majemuk. ABSTRACT Using standard Indonesian language in the scienti? c journal is a compulsory. Yet, the researcher found the use of nonstandard Indonesian language in Scienti?c Journal of Sport Health. This research is a prescriptive research which trying to ? nd the nonstandard Indonesian language used in the journal. The ? ndings are the use of the non-standard diction and word-form and sentences. The mistakes are found in the diction and word-form as well as the ineffective sentences. The misuse of the diction and the word-form are in the use of nonstandard and incorrect morphological process words. In the sentence level, it is found the use of the incorrect conjunction words in the compound sentence.  
PERGESERAN BUDAYA DALAM MASYARAKAT (KAJIAN SOSIOLINGUISTIK TERHADAP LAGU-LAGU DANGDUT MASA KINI) (CULTURE SHIFT IN SOCIETY (SOCIOLINGUISTIC STUDY ON RECENT DANGDUT’S SONGS)) Setyaningsih, Nur Ramadhoni
JALABAHASA Vol 12, No 2 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i2.252

Abstract

Bahasa dan musik bersifat saling mengisi dalam kegiatan bermusik. Setiap ungkapan musik dilantunkan dalam bentuk bahasa yang menyentuh dan harus mampu menarik perhatian pendengarnya. Bahasa dalam musik dapat dilihat melalui tampilan teks dan lirik lagu. Liriklirik lagu dalam musik tidak hanya menjadi alat ekspresi diri dari penyanyi maupun pencipta lagu, tetapi sekaligus menjadi gambaran perilaku dan perasaan yang berkembang di masyarakat. Kajian ini berusaha mengupas tentang bahasa yang ada dalam lirik lagu serta gambaran yang ada dalam masyarakat berdasarkan lirik lagu tersebut. Kajian ini diharapkan dapat bermanfaat secara teoritis untuk ilmu sosiolinguistik terutama dalam hal variasi kebahasaan dalam lirik lagu juga tentang hakikat fungsi bahasa dalam masyarakat. Selain itu, dapat pula dimanfaatkan secara praktis dalam hubungannya dengan pengembalian etika masyarakat. Pengambilan data dilakukan dengan mengunduh dari internet serta mendengarkan radio dan kecenderungan masyarakat dalam bernyanyi. Berdasarkan kajian yang dilakukan dapat dideskripsikan bahwa keunikan bahasa dalam lirik lagu dangdut masa kini dapat dilihat dari rima dan pilihan kata. Sementara itu, kondisi masyarakat yang terpotret berdasarkan lirik lagu dangdut masa kini menunjukkan adanya perubahan pola pikir masyarakat. Hal-hal yang pada mulanya dianggap tabu menjadi hal yang lumrah untuk diungkapkan. Budaya materialisme dan konsumerisme telah masuk dalam masyarakat. ABSTRACT Language and music complete each other in the music activities. Every musical expression is played in touched language and must be able to attract the attention of the hearers. The language in music could be seen through its texts and song lyrics. The song lyrics in the music not only become mean of self expression from the singer or the song composers, but also become the re? ection of the feeling and attitude growing in society. This research studied the language in the song lyrics and the re? ection of the society based on the song lyrics. This research is aimed to be bene? cial theoretically for sociolinguistics particularly in the ? eld of language variation in the song lyrics as well as the nature of the language function in society. In practice, this research is also bene? cial in recovering the ethic in society. The data was taken by downloading from the internet and listening to radio as well as the tendency of the society in singing. Based on the research, it could be described that the language uniqueness in the recent dangdut song lyrics could be seen from the rhyme and the diction. While, the condition of the society could be captured based on the recent dangdut song lyrics showed the thought pattern of the society. There are issues which previously considered taboo to be revealed but become common. Materialism and consumerism culture have diffused in society. 
PROSES MORFOLOGIS BAHASA ALAY (MORPHOLOGICAL PROCESSES OF ALAY LANGUAGE) Khristiyanti, Dian
JALABAHASA Vol 12, No 2 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i2.248

Abstract

Bahasa merupakan alat untuk berkomunikasi yang bersifat arbitrer. Komunitas alay atau anak layangan menggunakan bahasa alay untuk berkomunikasi di kalangan mereka. Kosakata alay berasal dari bahasa Indonesia dan bahasa Inggris yang mereka modi? kasi sehingga terbentuklah kata baru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan kata bahasa alay. Berdasarkan hasil penelitian, proses morfologis pada bahasa alay adalah singkatan dan akronim, perubahan sebagian vokal dan konsonan, pembalikan susunan fonem, dan pengacuan makna.ABSTRACT Language is a tool for communicating. A language is arbitrary. Alay community using alay language to communicate among them. Alay vocabulary derived from Indonesian and English that they were modi? ed, forming new words. This research uses descriptive method and aims to determine the process of word formation Alay language. Based on the results of the study, morphological processes in language Alay are abbreviations and acronyms, changes in some vowels and consonants, the reversal of the arrangement of phonemes, and that the reference meaning.  
PENGGUNAAN AKRONIM DALAM PROGRAM KELANA KOTA RADIO RASIKA (ACRONYM USE IN KELANA KOTA RADIO RASIKA PROGRAM) Sasti, Poetri Mardiana
JALABAHASA Vol 12, No 2 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i2.253

Abstract

Bahasa Indonesia berkembang pesat di kalangan penuturnya yang sangat kreatif. Salah satu bentuk perkembangan bahasa Indonesia ditunjukkan dengan munculnya berbagai akronim baru. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemakaian dan proses pembentukan akronim yang dituturkan oleh penyiar dan pendengar radio Rasika 105.6 FM dalam program Kelana Kota. Penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan strategis, yaitu (1) pengumpulan atau penyediaan data, (2) analisis data, dan (3) penyajian hasil analisis data. Metode penyediaan data yang digunakan adalah metode simak. Pelaksanaan metode ini diikuti dengan teknik dasar berupa teknik sadap dan teknik lanjutan berupa teknik rekam dan teknik catat. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metode padan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat sebelas bentuk akronim yang digunakan dalam interaksi antara pendengar dan penyiar radio Rasika 105.6 FM Program Kelana Kota. Akronim yang digunakan, antara lain gatsu, burik, angkot, ramlan, pulkam, lalin, pulker, bangjo, asbun, disbrik, dan kaladan. Akronimakronim tersebut memiliki tujuh pola pembentukan yang berbeda-beda. Tiga di antaranya merupakan pola pembentukan akronim baru. ABSTRACT Indonesian language develops rapidly in its very creative speakers. One of the developments is showed by the appearing of the various new acronyms. This research aimed to describe the use and the process of the acronym forming uttered by the broadcaster and the hearer in the Radio Rasika 105.6 FM in Kelana Kota program. There are three strategic stages in this research, (1) collecting data, (2) analizing data, and (3) reporting the result of the data analysis. The data is taken through deep-listening method. The basic technique of this method was tapping and followed by recording and note-taking. The data analysis in this research is described by applying matching method. The results shows that there are eleven acronyms used in the interaction between the hearer and the broadcaster of Rasika 105.6 FM Radio in Kelana Kota program. Some of the acronyms applied in the interaction are gatsu, burik, angkot, ramlan, pulkam, lalin, pulker, bangjo, asbun, disbrik, and kaladan. Those acronyms formed by seven different patterns. Three of them are new patterns in forming the acronym.  
METAFORA SINESTESIA DALAM BAHASA JAWA (JAVANESE SYNESTHESIA METAPHOR) Suwatno, Edi
JALABAHASA Vol 12, No 2 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i2.249

Abstract

Metafora sinestesia adalah metafora berupa ungkapan yang bersangkutan dengan suatu indra yang dipakai sebagai objek atau konsep tertentu, yaitu pertukaran alat indra penanggap. Dapat diartikan juga bahwa metafora sinestesia adalah perubahan makna akibat perbedaan pertukaran tanggapan antara dua indra yang berlainan. Metafora sinestesia dalam bahasa Jawa, misalnya, Omongane pancen atos. ?Berbicaranya memang keras?. Dapat dibandingkan dengan Watune atos. ?Batunya keras?. Kata atos ?keras? yang harus ditanggap dengan alat indra perasa kulit, tetapi ditanggap oleh alat indra penglihatan mata Swarane sindhene cemplang ?Suara pesindennya hambar? bandingkan dengan Jangane cemplang kurang uyah ?Sayurnya hambar kurang garam?. Ngendikane alus sopan.?Berbicaranya halus dan sopan?,dapat dibandingkan dengan Kulite alus kaya sutra, ?Kulitnya halus seperti kain sutera?. Metafora sinestesia memiliki fungsi dan jenis. Metafora sinestesia berfungsi untuk penghalusan makna (eufemisme) dan fungsi pengasaran/mengasarkan makna (disfemia). Metafora sinestesia dalam bahasa Jawa memiliki beberapa jenis antara lain, (1) indra penciuman hidung, (2) indra pendengaran telinga, (3) indra penglihatan mata, (4) indra peraba kulit, dan (5) indra perasa lidah.  ABSTRAK Synesthesia metaphor is a metaphor expression form, which is concerned with a sense that is used as an object or a particular concept, namely the exchange of responder senses.The synesthesia metaphor also refers to meaning change because of response differences between two different senses. Javanese synesthesia metaphor, for example omongane pancen atos ?his speech was hard?. It can be compared to watune Atos ?the rock is hard. The atos ?hard? word should be responded with ear as listening sense, but it is responded with by the eyesight sense. Swarane sindhene cemplang ?the pesinden?s voice is bland? can be compare with jangane less cemplang kurang uyah ?The soup is bald because of less salt?. Alus Ngendikane sopan ?his speech is smooth and polite ? can be compared to Alus Kulite kaya sutra ?her skin is smooth as silk ?. Synesthesia metaphor has functions for smoothening meaning (euphemism) and coarsening meaning (disfemia). Types of Javanese synesthesia metaphor are (1) nose as smell sense, (2) ear as hearing sense, (3) eye as sight sense, (4) skin as touch sense, and (5) tongue as taste sense. 
HALAMAN DEPAN (PREFACE) BBJT, Jalabahasa
JALABAHASA Vol 12, No 2 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i2.255

Abstract

IMPLIKATUR DALAM UNGKAPAN TEGUR SAPA MASYARAKAT JAWA (THE IMPLICATURE OF JAVANESSE GREETING) Rahardian, Ema
JALABAHASA Vol 12, No 2 (2016): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v12i2.250

Abstract

Ungkapan tegur sapa menarik untuk dikaji karena mengandung gejala kebahasaan, salah satunya adalah implikatur. Untuk itu, penelitian ini hendak mengkaji gejala kebahaan tersebut. Melalui metode etnogra? , data tuturan dikumpulkan. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik heuristik. Berdasarkan hasil analisis ditemukan adanya implikatur melalui pelanggaran maksim kuantitas, kualitas, relasi, dan cara. Bentuk tindak tutur dalam implikatur itu, yaitu (1) representatif dengan subjenis (a) menolak memberikan alasan, (b) memberitahukan perasaan, (c) memberitahukan, dan (d) merahasiakan; (2) komisif dengan subjenis (a) membela diri, dan (b) menjebak; serta (3) ekspresif dengan subjenis menenangkan hati. ABSTRACT Greetings is interested to be analyzed because it has several linguistics phenomenon, such as implicature. This reseach aims to analyzed that linguistics phenomenon. It uses ethnography method to collects the data. The data is analyzed by using heuristic technique. The result shows that the implicature happens because of the illiciteness of quantity, quality, relation, and manner maxim. The implicature also has some speech act functions, such as representative, commisive, and expressive function.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7