cover
Contact Name
Jurnal Jalabahasa
Contact Email
jalabahasa.bbjt@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
emmamaemunah69@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jalabahasa: Jurnal Ilmiah Kebahasaan
ISSN : 18584969     EISSN : 26156032     DOI : -
Core Subject : Education,
JALABAHASA adalah jurnal yang menjadi media publikasi hasil-hasil penelitian bidang bahasa, penerjemahan, dan pengajaran bahasa yang bukan penelitian tindakan kelas (non-PTK). JALABAHASA terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Mei dan November. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bebestari.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA" : 8 Documents clear
Tindak Tutur Ilokusi Representatif dalam Komik Sepatu Dahlan Karya Tita Larasati (Adaptasi dari Novel Sepatu Dahlan Karya Khrisna Pabichara) (The Speech Act of Representative Illocutionary in the Comic Dahlan’s Shoes by Tita Larasati) Hestiyana, Hestiyana
JALABAHASA Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i1.135

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan tindak tutur ilokusi representatif dalam komik Sepatu Dahlan karya Tita Larasati (adaptasi dari novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara). Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode simak dan catat. Dalam menganalisis data digunakan metode padan dengan teknik pragmatis. Keabsahan data diperoleh dengan menggunakan teknik trianggulasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tujuh penggunaan tindak tutur ilokusi representatif dalam komik Sepatu Dahlan karya Tita Larasati (adaptasi dari novel Sepatu Dahlan karya Khrisna Pabichara), yaitu: (1) tindak tutur ilokusi representatif menyatakan 2 data, (2) tindak tutur ilokusi representatif menuntut 2 data, (3) tindak tutur ilokusi representatif mengakui 2 data, (4) tindak tutur ilokusi representatif melaporkan 3 data,  (5) tindak tutur ilokusi representatif menunjukkan 1 data, (6) tindak tutur representatif menyebutkan 3 data, dan (7) tindak tutur ilokusi representatif memberi kesaksian 1 data. Penggunaan tindak tutur ilokusi representatif yang paling banyak adalah tindak tutur ilokusi representatif melaporkan dan menyebutkan, yakni masing-masing 3 data. Kemudian diikuti dengan tindak tutur ilokusi representatif menyatakan, menuntut, dan mengakui masing-masing 2 data. Selanjutnya, tindak tutur ilokusi representatif yang penggunaannya paling sedikit adalah tindak tutur ilokusi representatif menunjukkan dan memberi kesaksian, yakni masing-masing 1 data. Kata kunci: pragmatik, tindak tutur ilokusi representatif, komik
Analisis Kesalahan Berbahasa pada Bidang Morfologi Terhadap Jual Beli Online di Instagram (The Analysis of Language Error in the Field of Morphology of Online Buying and Selling in Instagram) Oktavia, Wahyu
JALABAHASA Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i1.136

Abstract

Instagram is an online based communication that frees users to comment with each other. In the analysis of morphological error in the field of morphology of online buying and selling in instagram this. The problem in this reseach are (1) how the form of error in online trading in the field of morphology, (2) what factor become the influence of  language error on the sale and purchase in instagram. The purpose of this reseach is (1) to know what form of mistake of language to online sale and selling in morphology field, (2) to know what factors influencing error of language. This research uses qualitative descriptive technique and using observation and documentation method. The result of the analysis of language error on the sale and purchase in the field of morphology that includes errors in the formation of word, errors in spelling and error in capital letter writing. The influencing factors include user language factor, lack of understanding of  indonesian language rules, psychological factors, environmental factors, language factors, regional language influence and foreign language influence.Keywords: Language error, Morphology, Online, Instagram
Efek Estetis dalam Cerpen Bunga Mawar dan Burung Bul-Bul Karya Oscar Wilde (Kajian Stilistika) (Aesthetic Effect in the Rose and the Nightingale by Oscar Wilde (Stylistic Study) ) Tjakrawiriadi, Muchammad Faisal
JALABAHASA Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i1.114

Abstract

ABSTRAKMakna sebuah karya sastra bergantung pada penggunaan gaya bahasa. Penggunaan gaya bahasa dimaksudkan oleh pengarang untuk menimbulkan efek tertentu bagi pembaca terutama efek estetik. Cerita pendek ?Bunga Mawar dan Burung Bul-Bul? karya Oscar Wilde yang sudah diterjemahkan oleh Amrisa Nur merupakan cerpen yang menarik untuk dikaji dalam penelitian sastra dengan menggunakan pendekatan stilistika. Tujuan penelitian stilistika adalah untuk menguraikan dan mengungkap gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk menemukan makna dan fungsi stilistika itu dalam karya sastra yang diteliti. Ada beberapa unsur yang akan difokuskan oleh peneliti yaitu: unsur leksikal, unsur sintaksis (kalimat), dan unsur retorika yang terdapat dalam cerpen Bunga Mawar dan Burung Bul-Bul.ABSTRACT The meaning of a literary work depends on the use of the language style. The use of language styles is intended by the author to have a certain effect on the readers,especially the aesthetic effects. The short story of The Rose and The Nightingale by Oscar Wilde translated by Amrisa Nur is an interesting short story for literature research using a stylistic approach. The purpose of stylistic research is to interpret and reveal the style of language used by the author. This study uses qualitative method. This study also aimed to find the meaning and function of the stylistic in this literary work. There are several elements that will be focused by the researcher, there are: lexical elements, syntax elements (sentences), and elements of rhetoric that contained in the short story The Rose and The Nightingale.
Alih Kode dan Campur Kode dalam Kegiatan Pembelajaran di SMP Perbatasan Cirebon-Kuningan (The Switched Code and Mixed Code in the Learning Activities of High School in the Border of Cirebon-Kuningan) Nurpadillah, Veni
JALABAHASA Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i1.161

Abstract

Alih kode dan campur kode juga dibutuhkan guru dan siswa dalam interaksi kegiatan pembelajaran. Tanpa alih kode dan campur kode yang baik, pembelajaran tidak akan berlangsung dengan efektif. Alih kode dan campur kode sering dilakukan oleh dwibahasawan dan multibahasawan. Salah satu daerah yang memiliki dwibahasawan dan multibahasa adalah daerah perbatasan Cirebon Kuningan. Masyarakat di Kota Cirebon menggunakan dua bahasa, salah satunya menggunakan bahasa Jawa Cirebon karena berbatasan dengan Jawa Tengah, ada juga masyarakat Cirebon yang menggunakan bahasa Sunda khususnya pada masyarakat yang tinggal diperbatasan Cirebon Kuningan. Peneliti tertarik meneliti alih kode dan campur kode guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran di SMP perbatasan Cirebon Kuningan dengan mengambil data di kelas VII SMP dan MTS dalam kegiatan pembelajaran. Peneliti mengambil data pada kelas VII karena siswa pada masa ini sedang mengalami masa transisi (peralihan) dengan mengambil data di tiga sekolah yang berada tepat di daerah perbatasan Cirebon Kuningan. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Wujud pilihan kode dianalisis menggunakan teknik baca markah dan teknik ganti. Berdasarkan hasil analisis data, wujud pemilihan kode dalam dalam kegiatan pembelajaran di SMP perbatasan Cirebon Kuningan berupa alih kode dan campur kode.Kata Kunci    :  Sosiolinguistik, wujud pemilihan kode tutur, alih kode, dan campur kode.
Analisis Sens Polisemis The Merriam Webster Online Dictionary dan Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam Jaringan: Studi Metaleksikografi (The Analysis of Sense Polysemic of The Merriam Webster Online Dictionary and Online Kamus Besar Bahasa Indonesia: the Study of Metalexsicograhpy ) Prihantono, Kahar
JALABAHASA Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i1.164

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berusaha membandingkan organisasi sens polisemis the Merriam Webster Online Dictionary (MWOD) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) versi daring (dalam jaringan). Penulis mencermati penyusunan sens pada kedua kamus dan membandingkan keduanya untuk mengungkap peluang revitalisasi sens dalam KBBI. Sampel penelitian yang diambil secara acak, yakni 24 kata kepala yang memiliki sens polisemis. Sens kata kepala dicermati dengan menerapkan teori radial set model Brugman-Lakoff dan kemudian dibandingkan dengan memanfaatkan korpus data. Dari hasil pembahasan, penulis menarik beberapa simpulan sebagai berikut. Pertama, sens kedua kamus (MWOD dan KBBI) tersusun dalam susunan yang hampir sama, kedua kamus tidak menyertakan indikator sens dan menampilkan sens secara berurutan dengan penanda angka arab (1, 2, 3, dan seterusnya). Kedua, kelengkapan anggota sens kedua kamus berbeda, MWOD menampilkan lebih banyak sens dalam organisasi entrinya. Ketiga, MWOD menampilkan definisi pendek (mini definition) sebagai indikator sens yang terbatas. sementara KBBI tidak menampilkan, baik definisi pendek maupun indikator sens. Keempat, MWOD membuka peluang munculnya subsens,sementara KBBI tidak memiliki peluang serupa. Kelima, susunan sens MWOD diatur dengan mempertimbangkan hirarki sens Evan (2005) dan KBBI mementingkan frekuensi penggunaan (dalam realita, sens baru akan tampil setelah sens lama). Pembandingan sens kedua kamus membuka peluang bagi KBBI untuk (1) merevitalisasi sens sehingga sens-sens baru dapat dimunculkan, (2) merevisi sens dengan menyusun pembeda sens (sense differal) implisit, (3)memanfaatkan teori radial set model Brugman-Lakoff untuk membantu pengorganisasian sens baru, (4) sens-sens baru dari kata-kata kepala tersebut telah lama digunakan dalam konteks bahasa Indonesia, tetapi belum dimasukkan ke dalam organisasi entri KBBI daring oleh tim penyusun.ABSTRACTThe study attempted to compare polysemous sense organisation of The Merriam Webster Online Dictionary (MWOD) and Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). The writer examined the sense compilation of both dictionaries? and compared each other to reveal the potential sense revitalization in KBBI. Samples of the research were taken randomly,covering 24 headwords with polysemous senses. The senses of the headwords were examined by establishing the radial set model theory of Brugman-Lakoff?s. Next, they were compared each other by taking the advantage of the data corpus. The result of the analysis led to some conclusions as follows. First, the sense of both dictionaries (MWOD and KBBI) were presented in quite the same ordering, both dictionaries did not present sense indicators and arrange the senses in Arabic numeric markers sequence (1, 2, 3, and so on). Second, the completeness of both dictionaries? sense members was different, MWOD displayed more senses in its entry organisation. Third, MWOD displayed mini definitions as inadequate sense indicator whether KBBI did not display both mini definitions and sense indicators. Fourth, MWOD had opportunities for the emergence of new subsenses whether KBBI did not. Fifth, the sense organisation of MWOD was arranged according to sense hierarchy of Evan's (2005) whether KBBI emphasized the frequency of usage (in reality the new senses would be presented ). The comparison of the senses organisation led an opportunity for KBBI to (1) revitalize its senses so that new senses could be generated, (2) revise senses by establishing implicit sense differentiators, (3) take the advantage of the radial set theory of Brugman-Lakoff in organising its new senses, and (4) new senses of those headwords had been used in Indonesia context for years and they had not been involved in the Online KBBI entries by its compilers.
Makna dan Keterkaitan Antarmantra dalam Upacara Siraman Air Sedudo Mayarakat Nganjuk (The meaning and Interrelationship Mantra Siraman Air Sedudo in the Society of Nganjuk) Kusuma, Seplian Nungki; Susilowati, Ucik; Widodo, Hendri Wahyu
JALABAHASA Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i1.172

Abstract

Abstract:This study aims to discuss the meaning and interrelationship Mantra Siraman Air Sedudo. The meaning and interrelationship between spells to know the meaning contained in the mantra for the life of Nganjuk people. This research uses qualitative method, to know the meaning and relevance of water sprinkle Sedudo mantra. Data collection techniques used in knowing the Mantras Air Sedudo text is by observing or visiting direct informants who know about the spell text. The results of this study show that 1) The meaning of the Siraman Air Sedudo has a deep and strong meaning. 2) The interrelationship between the spells of one another are interconnected and inseparable. 3) Mantra Siraman Air Sedudo continues to grow and be maintained until today, although the development of the times continues. Mantra Siraman Air Sedudo has three mantras such as: 1) Pangkur Singgah-Singgah, 2) Dandang Rahayu Sugar, and 3) Wirangrong. The three mantras used are related to one another. The above three spells concerning human relationships with the Creator and the life, death, sustenance, and luck of society. Air Sedudo spell is used to keep the citizens of Nganjuk from bad things and get good things.Keywords: Mean, Mantra Siraman Air Sedudo, Mantra  interconnection   Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk membahas makna dan keterkaitan antar mantra Siraman Air Sedudo. Makna dan keterkaitan antar mantra untuk mengetahui makna yang terkandung dalam mantra tersebut bagi kehidupan masyarakat Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, untuk mengetahui makna dan relevansi dari mantra Siraman Air Sedudo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam mengetahui teks mantra Siraman Air Sedudo adalah dengan observasi atau mengunjungi langsung narasumber yang mengetahui mengenai teks mantra siraman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) Makna mantra Siraman Air Sedudo memiliki arti dalam dan kuat. 2) Keterkaitan antar mantra satu dan lainya saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. 3) Mantra Siraman Air Sedudo tetap berkembang dan dijaga hingga saat ini, meskipun perkembangan zaman terus berlangsung. Mantra Siraman Air Sedudo memiliki tiga mantra seperti : 1)Pangkur Singgah-Singgah, 2)Dandang Gula Rahayu, dan 3) Wirangrong. Ketiga mantra yang digunakan memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lain. Ketiga mantra di atas mengenai hubungan manusia dengan Sang Pencipta serta hidup, mati, rezeki, dan kemujuran masyarakat. Mantra siraman Air Sedudo digunakan untuk menjaga keselamatan warga Nganjuk dari hal yang buruk dan mendapatkan hal-hal yang baik.Kata-kata kunci: Makna, Mantra Siraman Air Sedudo, Keterkaitan mantra  
Fungsi Pilihan Kode Tutur dalam Wacana Keagamaan: Studi Kasus pada Ceramah K.H. Anwar Zahid, Ustaz Abdul Somad, dan Ki Joko Goro-Goro (The Function of Speech Code Choice in Religious Discussion: A Case Study on the Speeches of K.H. Anwar Zahid, Ustaz Abdul Somad, and Ki Joko Goro-Goro) Eliya, Ixsir
JALABAHASA Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i1.145

Abstract

ABSTRAKFungsi pilihan kode tutur dapat diartikan sebagai penggunaan pilihan kode dalam suatu tuturan. Adapun, tujuan penelitian ini ialah menganalisis fungsi pilihan kode tutur dalam ceramah K.H. Anwar Zahid, Ustaz Abdul Somad, dan Ki Joko Goro-Goro. Data dikumpulkan dengan metode simak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode padan, metode kontekstual, serta dilakukan dengan teknik baca markah. Berdasarkan hasil analisis data, kode yang ditemukan dalam ceramah K.H. Anwar Zahid, Ustaz Abdul Somad, dan Ki Joko Goro-Goro adalah kode yang berasal dari kode Jawa, Indonesia, Sunda, Inggris, Arab, dan Melayu. Pilihan kode tutur yang ditemukan dalam ceramah berbentuk alih kode, campur kode, dan tunggal kode. Fungsi pilihan kode tutur yang dominan muncul adalah representasi nilai pendidikan, ajang eksistensi dan sarana komunikasi, serta sarana kontrol terhadap masyarakat.ABSTRACTThe speech code choice function can be interpreted as the use of choice of code in a speech. Meanwhile, the objective of this study is to analyze the speech code choice function in the speeches of K.H. Anwar Zahid, Ustaz Abdul Somad, and Ki Joko Goro-Goro. The data were collected by simak method. The data analysis was conducted by using matched method, contextual method, and also by mark reading technique. Based on the results of data analysis, the code found in the K.H. Anwar Zahid, Ustaz Abdul Somad,and Ki Joko Goro-Goro speeches are codes derived from Java, Indonesian, Sundanese, English, Arabic and Malay codes. The speech code choice found in the speech is the form of code switching, code mixing, and single code. The dominant of speech code choice function is the representation of educational values, the arena of existence and means of communication, and the means of control over society.
Medan Makna Denotatif Kata Mencuci dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa (The Denotative Meaning of the Word ‘Washing’ in Bahasa Indonesia and Javanese) Sutarsih, Sutarsih,
JALABAHASA Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i1.184

Abstract

Kata mencuci merupakan salah satu kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki makna ?membersihkan dengan memakai air atau barang cair, biasanya dengan sabun?. Dengan demikian, kata mencuci berkaitan dengan kegiatan membersihkan. Namun, kata mencuci tersebut memiliki medan makna yang berkaitan dengan objek yang dibersihkan. Demikian pula halnya dengan kata mencuci dalam bahasa Jawa. Medan makna kata mencuci dalam bahasa Jawa juga berkaitan dengan objek yang dibersihkan. Latar belakang penelitian ini adalah kata mencuci dalam bahasa Indonesia memiliki medan makna berupa kata tertentu. Jadi, ada beberapa kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki hubungan makna. Kata mencuci dalam bahasa Indonesia memiliki padanan dengan kata ngumbahi dalam bahasa Jawa. Hal itu berarti bahwa dalam bahasa Jawa dimungkinkan juga ditemukan medan makna kata mencuci. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. 1) Meliputi kata apa saja medan makna denotatif kata mencuci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. 2) Apa perbedaan medan makna denotatif kata mencuci dalam bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menemukan hal berikut. 1) Kata yang merupakan medan makna denotatif kata mencuci dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. 2) Perbedaan medan makna denotatif kata mencuci dalam bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif bersifat deskriptif. Data berupa kata-kata bermakna ?mencuci? dalam bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Data bahasa Indonesia dicari padanannya dalam bahasa Jawa. Data tersebut dianalis kontrastif berdasarkan medan makna. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa medan makna denotatif kata mencuci dalam bahasa Jawa lebih banyak dibandingkan dengan medan makna dalam bahasa Indonesia. Medan makna tersebut memunculkan variasi bentuk kata. Variasi tersebut bergantung pada media, objek, alat, letak, dan cara dalam melakukan kegiatan mencuci.

Page 1 of 1 | Total Record : 8