Articles
Alih Kode dan Campur Kode dalam Kegiatan Pembelajaran di SMP Perbatasan Cirebon-Kuningan (The Switched Code and Mixed Code in the Learning Activities of High School in the Border of Cirebon-Kuningan)
Nurpadillah, Veni
JALABAHASA Vol 14, No 1 (2018): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36567/jalabahasa.v14i1.161
Alih kode dan campur kode juga dibutuhkan guru dan siswa dalam interaksi kegiatan pembelajaran. Tanpa alih kode dan campur kode yang baik, pembelajaran tidak akan berlangsung dengan efektif. Alih kode dan campur kode sering dilakukan oleh dwibahasawan dan multibahasawan. Salah satu daerah yang memiliki dwibahasawan dan multibahasa adalah daerah perbatasan Cirebon Kuningan. Masyarakat di Kota Cirebon menggunakan dua bahasa, salah satunya menggunakan bahasa Jawa Cirebon karena berbatasan dengan Jawa Tengah, ada juga masyarakat Cirebon yang menggunakan bahasa Sunda khususnya pada masyarakat yang tinggal diperbatasan Cirebon Kuningan. Peneliti tertarik meneliti alih kode dan campur kode guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran di SMP perbatasan Cirebon Kuningan dengan mengambil data di kelas VII SMP dan MTS dalam kegiatan pembelajaran. Peneliti mengambil data pada kelas VII karena siswa pada masa ini sedang mengalami masa transisi (peralihan) dengan mengambil data di tiga sekolah yang berada tepat di daerah perbatasan Cirebon Kuningan. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Wujud pilihan kode dianalisis menggunakan teknik baca markah dan teknik ganti. Berdasarkan hasil analisis data, wujud pemilihan kode dalam dalam kegiatan pembelajaran di SMP perbatasan Cirebon Kuningan berupa alih kode dan campur kode.Kata Kunci : Sosiolinguistik, wujud pemilihan kode tutur, alih kode, dan campur kode.
WACANA KEPEMIMPINAN: ANALISIS MAKNA KONOTASI DALAM TEKS PIDATO PERDANA PRESIDEN JOKOWI (LEADERSHIP WORK: CONSUMER MEANING ANALYSIS IN PRIMARY PROPERTY TEXT PRINCIPLE JOKOWI)
Nurpadillah, Veni
JALABAHASA Vol 13, No 1 (2017): JALABAHASA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36567/jalabahasa.v13i1.43
Kalimat yang mengandung makna konotasi pastinya sering kita dengar di tengah-tengah kita. Dan hal itu membuat suatu percakapan menjadi menarik. Bukan hanya didalam percakapan yang dilakukan oleh seseorang individu terhadap individu lain yang mengandung makna konotasi, tetapi didalam karya tulis seperti pidato dan teks-teks lainnya juga mengandung makna konotasi tersebut. yang sangat menarik perhatian. Salah satu Pidato pemimpin yang mempunyai keuinikan gaya bahasa adalah Jokowi. Atas dasar keunikan gaya pidato Jokowi disertai komunikasi langsung dengan rakyat (blusukan) merupakan keunggulan yang dimiliki oleh Jokowi dibanding presiden Indonesia sebelumnya. Oleh karena itu, maka peneliti tertarik untuk meneliti pidato perdana ketika Jokowi sudah resmi menjadi presiden dalam Pemilihan Umum Presiden 2014 di Indonesia tahun 2014. Penelitian in Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah teks pidato perdana Presiden Joko Widodo. Penggalan kalimat dalam teks pidato perdana Presiden Joko Widodo merupakan salah satu data utama dalam penelitian ini. Teknik mengumpulkan data dilakukan dengan cara baca markah dan teknik tulis.i merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini yakni terdapat makna konotatif di dalam teks pidato perdana presiden Jokowi, terdapat dua jenis makna konotatif yakni konotasi positif dan konotasi negatif, dan terdapat 7 kata dan frasa yang bermakna konotatif di dalam teks pidato presiden Joko Widodo.ABSTRACTSentences that contain the exact connotation meaning we often hear in our midst. And it makes a conversation becomes interesting. Not just in a conversation conducted by an individual against another individual that contain connotations, but in papers such as speeches and other texts also contain such connotations. very interesting. One of the leaders who have keuinikan speech language style is Jokowi. On the basis of the uniqueness of the style of speech Jokowi accompanied by direct communication with the people (blusukan) the advantages possessed by the Indonesian president Jokowi than before. Therefore, the researchers are interested in examining the inaugural speech when Jokowi has officially become president in the 2014 Presidential Election in Indonesia in 2014. The study in The source of the data in this study is the text of the inaugural speech of President Joko Widodo. A fragment of a sentence in the text of the inaugural speech of President Joko Widodo is one of the main data in this study. Mechanical collecting data is done by reading many techniques tulis.i is a qualitative study that uses qualitative descriptive methodology. The results of this study that there is a connotative meanings in the text of the presidential inaugural speech Jokowi, there are two kinds of the connotative meanings of positive and negative connotation connotation, and there are seven words and phrases connotative meaning in the text of a speech the president Joko Widodo.
TINDAK TUTUR DIREKTIF MAHASISWA MILENIAL DAN DOSEN DALAM GRUP WHATSAPP
Veni Nurpadillah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 1, No 2 (2019): JULI
Publisher : IAIN Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.537 KB)
|
DOI: 10.29300/disastra.v1i2.1899
Tindak tutur merupakan dasar bagi analisis topik-topik pragmatik lain, tindak tutur direktif merupakan tindak tutur yang berpotensi mengancam citra diri pelaku tutur. Keterancaman ini dapat tertuju, baik kepada penutur maupun mitra tutur. Citra diri penutur dapat jatuh jika perintahnya tidak diperhatikan oleh mitra tutur, tuturan tidak hanya didengar secara verbal, tuturan direktif juga dapat terlihat melalui percakapan melalui whatsapp. Percakapan mahasiswa generasi milenial terhadap dosen dapat diketahui dalam grup whatsapp yang didalamnya beranggotakan mahasiswa milenial dan dosen. Mahasiswa milenial merasa lebih nyaman jika bertukar informasi di grup whatsapp karena lebih cepat. Dosen juga merasa lebih efektif membagikan informasi, memberi tugas karena akan terbaca oleh semua mahasiwa. Sehingga dari grup whatsapp tersebut dapat terlihat tindak tutur direktif dari dosen maupun mahasiswa.
ASPEK SEMANTIK PADA GRAFITI BAK TRUK DI REST AREA PENGGUNG KOTA CIREBON SERTA IMPLIKASINYA BAGI PERKULIAHAN
Veni Nurpadillah;
Heru Susanto;
Dian Aristia
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Number 1 July 2021
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/cling.v4i1.2289
This study examines the semantic meaning of truck bed graffiti on. This research uses descriptive qualitative analysis method. Based on the type of semantic meaning, the graffiti on the back of the truck is dominated by lexical meanings. Based on the presence or absence of referentials, the graffiti on the back of the truck is dominated by referential meanings. Based on the absence of taste values, the graffiti on the back of the truck is dominated by the type of denotative meaning. Based on the determination of the meaning, the graffiti on the back of the truck in the Penggung Rest Area in Cirebon City is dominated by the type of meaning of the word. Based on the relationship between the meaning of one word and another, the graffiti on the back of the truck is dominated by the type of conceptual meaning.
ANALISIS KEMAMPUAN BERBICARA MAHASISWA MELALUI MEDIA YOUTUBE
Tati Sri Uswati;
Rahayu Pristiwati;
Veni Nurpadillah
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Number 1 July 2022
Publisher : STKIP Singkawang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26737/cling.v5i1.2843
This research, entitled Analysis of Students' Speaking Ability through Youtube Media, aims to see students' speaking skills by utilizing social media, especially YouTube in the lecture process. Lecturers initiate to use youtube media, this aims to create an atmosphere that allows students to practice directly using spoken language, as well as a form of motivation so that students can improve their speaking skills. This research is qualitative research. The source of the data in this study is a video uploaded via YouTube as a result of the civil service course assignment. The results of this study The use of YouTube media in lecture activities, especially in civility courses, can motivate students to improve speaking skills. Currently, the influence of mass media, especially YouTube, on students is quite large. This can be seen from several student recognitions, namely they become more enthusiastic and creative in doing assignments.
Validity, reliability, and item characteristics of cell material science literacy assessment instruments
Wilsa, Asrizal Wahdan;
Rusilowati, Ani;
Susilaningsih, Endang;
Jaja, Jaja;
Nurpadillah, Veni
Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 27 No. 2 (2023)
Publisher : Graduate School, Universitas Negeri Yogyakarta in cooperation with Himpunan Evaluasi Pendidikan Indonesia (HEPI) Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21831/pep.v27i2.61577
This study aims to examine the validity, reliability, and item characteristics of scientific literacy assessment instruments on cell material. The scientific literacy ability category includes identifying valid scientific arguments, evaluating the validity of a source, evaluating the use and misuse of scientific information, understanding research design elements and how they impact scientific findings, and reading and interpreting graphical representations of data. The research subjects were students of the 5th semester elementary school teacher education study program. The validity test included content validity using Aiken V validity index and construct validity using Exploratory Factor Analysis (EFA). Reliability test is carried out by looking for the price of the reliability coefficient r with correlation product moment test. The characteristic test is carried out by determining the level of difficulty and discriminating power. The results show that the scientific literacy assessment instrument on cell material is a valid instrument based on the analysis of content validity, construct validity, and item characteristics. Thus, the assessment instrument is suitable for use as an assessment instrument in research to measure students' scientific literacy in cell material.
Kajian Semiotik pada Poster Politik Calon Presiden dan Wakil Presiden 2024 di Ciayumajakuning
Mujtaba, Sultan Tirta;
Itaristanti, Itaristanti;
Nurpadillah, Veni;
Sueb, Sueb
Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 6, No 2 (2024): Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : ppjbsip
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26499/bahasa.v6i2.1086
The aim of this research is to describe the meaning of signifiers and signifieds on political posters for the 2024 presidential and vice presidential candidates in Ciayumajakuning. This type of research is qualitative. The data source for this research is 38 posters of 2024 presidential and vice presidential candidates spread across Ciayumajakuning. Data collection was carried out using documentation techniques, followed by listening and note-taking techniques. The advanced technique used is the skillful free-involved listening technique. Meanwhile, the instrument used in this research uses data cards. Meanwhile, the data analysis technique in this research uses translational equivalent and referential equivalent techniques. The results of this research obtained ten meanings. These meanings are: 1) prohibition on daydreaming and immediately taking real action; 2) program for the welfare of the Indonesian people, 3) invitation to vote; 4) hope to obtain sustenance more easily; 5) principles of state building; 6) support for candidate pairs; 7) ideas for advancing Indonesia; 8) readiness of potential leaders; 9) characteristics of potential leaders; and 10) advanced Indonesian leaders. With this research, it is hoped that the public can understand the meaning related to political posters for presidential and vice presidential candidates. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan makna penanda dan petanda pada poster politik calon presiden dan wakil presiden 2024 di Ciayumajakuning. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah 38 poster calon presiden dan wakil presiden 2024 yang tersebar di Ciayumajakuning. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, dilanjutkan dengan teknik simak dan catat. Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap. Sementara itu, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik padan translasional dan padan referensial. Hasil penelitian ini diperoleh sepuluh makna. Adapun makna-makna tersebut yaitu 1) larangan berangan-angan segera lakukan tindakan yang nyata; 2) program mensejahterakan rakyat Indonesia, 3) ajakan memilih; 4) harapan untuk mendapatkan rezeki dengan lebih mudah; 5) prinsip membangun negara; 6) dukungan kepada paslon; 7) gagasan memajukan Indonesia; 8) kesiapan calon pemimpin; 9) sifat calon pemimpin; dan 10) pemimpin Indonesia maju. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan masyarakat dapat memahami makna terkait poster politik calon Presiden dan Wakil Presiden.
Wujud Pemilihan Kode Tutur Guru dan Siswa di SMP Perbatasan Cirebon Kuningan
Veni Nurpadillah;
Fathur Rokhman;
B. Wahyudi Joko Santoso
Deiksis : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 2 (2017): Deiksis: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33603/deiksis.v4i2.500
Pemilihan kode tutur dibutuhkan guru dan siswa dalam interaksi kegiatan pembelajaran, tanpa pemilihan kode tutur yang baik, pembelajaran tidak akan berlangsung dengan efektif. Tujuan penelitian ini adalah mendeksripsikan dan menganalisis wujud pilihan kode tutur dalam kegiatan pembelajaran di SMP perbatasan Cirebon Kuningan. Peneliti tertarik meneliti pemilihan kode tutur guru dan siswa di SMP perbatasan Cirebon Kuningan dengan mengambil data di kelas VII SMP dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, peneliti mengambil data pada kelas VII karena siswa pada masa ini sedang mengalami masa transisi (peralihan) dengan mengambil data di tiga sekolah yang berada tepat di daerah perbatasan Cirebon Kuningan. Data dikumpulkan dengan metode simak dengan teknik simak bebas libat cakap. Wujud pilihan kode dianalisis menggunakan teknik baca markah dan teknik ganti. Berdasarkan hasil analisis data, wujud pemilihan kode tutur dalam ranah formal di perbatasan Cirebon Kuningan berupa alih kode, campur kode, dan variasi bahasa.
Citra Guru dalam Simbol Linguistik Budaya Populer Lintas Negara: Kajian Intertekstual
Arief Darmawan;
Veni Nurpadillah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol 15 No 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3172
Simbolisasi guru dalam teks budaya populer mencerminkan bagaimana masyarakat memaknai peran guru secara sosial dan ideologis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra guru dalam simbol linguistik pada berbagai teks budaya populer lintas negara, yaitu Indonesia, Jepang, India, Amerika Serikat, dan Prancis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan intertekstual. Data berupa film, lagu, dan puisi dipilih berdasarkan keberadaan representasi eksplisit dan implisit tentang sosok guru. Analisis dilakukan dengan pendekatan semiotik dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori utama representasi, yaitu: (1) guru sebagai figur penginspirasi moral dan sosial, (2) guru sebagai tokoh pemberontak terhadap sistem pendidikan, dan (3) guru sebagai simbol nilai budaya dan nasional. Representasi tersebut menunjukkan adanya konstruksi kolektif mengenai guru sebagai agen perubahan sosial yang bermuatan simbolis dan emosional. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan intertekstual lintas negara dan lintas media (film, lagu, puisi) dalam menganalisis simbolisasi guru sebagai entitas budaya. Temuan ini menambah khazanah keilmuan dalam bidang pendidikan terutama apresiasi terhadap peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Citra Guru dalam Simbol Linguistik Budaya Populer Lintas Negara: Kajian Intertekstual
Arief Darmawan;
Veni Nurpadillah
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3172
Simbolisasi guru dalam teks budaya populer mencerminkan bagaimana masyarakat memaknai peran guru secara sosial dan ideologis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan citra guru dalam simbol linguistik pada berbagai teks budaya populer lintas negara, yaitu Indonesia, Jepang, India, Amerika Serikat, dan Prancis. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan intertekstual. Data berupa film, lagu, dan puisi dipilih berdasarkan keberadaan representasi eksplisit dan implisit tentang sosok guru. Analisis dilakukan dengan pendekatan semiotik dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan tiga kategori utama representasi, yaitu: (1) guru sebagai figur penginspirasi moral dan sosial, (2) guru sebagai tokoh pemberontak terhadap sistem pendidikan, dan (3) guru sebagai simbol nilai budaya dan nasional. Representasi tersebut menunjukkan adanya konstruksi kolektif mengenai guru sebagai agen perubahan sosial yang bermuatan simbolis dan emosional. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi pendekatan intertekstual lintas negara dan lintas media (film, lagu, puisi) dalam menganalisis simbolisasi guru sebagai entitas budaya. Temuan ini menambah khazanah keilmuan dalam bidang pendidikan terutama apresiasi terhadap peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan.