Sirok Bastra
SIROK BASTRA is a journal which publishes language literature and language literature education research, either Indonesian, local, or foreign research. All articles in SIROK BASTRA have passed the reviewing process by peer reviewers and edited by editors. SIROK BASTRA is published by Kantor Bahasa Kepulauan Bangka Belitung twice times a year, in June and December.
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra"
:
11 Documents
clear
AN ACOUSTICAL CONTRASTIVE ANALYSIS OF SUNDANESE CENTRAL VOWELS
Yusup Irawan
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1225.719 KB)
|
DOI: 10.37671/sb.v1i2.19
The first, this research is intended to identify acoustic profiles of the two central vowels in Sundanese, viz /ə/ and /ö/. The second, this research is intended to searches the acoustic contrasts between the two vowels. Experimental method was applied in this research. The result shows that vowel /ə/ has higher first fromant (F1) than vowel /ö/ both at opened syllable and at closed syllable. However, for the other acoustic properties—the second formant (F2), fundamental frequency (Fo), duration (ms), and intensity (dB)—vowel /ö/ has higher acoustic values than vowel /ə/. In correlation with the second research objective, viz to search acoustic properties which contrast the two central vowels, it’s found that all acoustic properties (F1, F2, Fo, duration and intensity) contrast the two Sundanese central vowels. All statistical tests which were applied show the results that there are significant differences of the acoustic properties between both central vowels.
KATA SUDAH SEBAGAI PENANDA ASPEK DENGAN AWALAN TER-
Dea Letriana Cesaria
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.673 KB)
|
DOI: 10.37671/sb.v1i2.20
Kalimat tidak dapat dilepaskan dari aspek. Kemunculan penanda aspek dapat memperjelas konteks kalimat tersebut. Sistem aspek dalam bahasa Indonesia ditandai oleh partikel tertentu. Salah satu partikel penanda aspek adalah kata sudah. Kata sudah sebagai penanda aspek memiliki keterkaitan dengan salah satu makna yang terkandung pada awalan ter-, yaitu sudah di-. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode simak dengan teknik sadap. Sumber data untuk meneliti kata sudah yang diikuti dengan awalan ter- diambil dari buku Panduan Belajar Bahasa dan Sastra Indonesia. Sumber data tersebut memiliki variasi laras bahasa yang dapat menambah keragaman jenis kalimat untuk tulisan ini. Hasil penelitian yang didapat adalah penanda waktu menjadi faktor kemunculan/ketidakmunculan kata sudah dengan awalan ter- .
FENOMENA HUKUM ADAT BALI TERHADAP BAYI KEMBAR BUNCING DALAM NOVEL INCEST KARYA I WAYAN ARTIKA
Annisa Aprinandri Irwin;
Khansa Khairunnisa
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (585.057 KB)
|
DOI: 10.37671/sb.v1i2.26
Artikel ini memaparkan bentuk fenomena adat Bali tentang kembar buncing dalam novel Incest karya I Wayan Artika. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dan analisis dalam menyimpulkan data. Berdasarkan analisis, disimpulkan bahwa peristiwa inses dalam Kembar Buncing ini dilakukan masyarakat Bali tanpa mengetahui akibatnya. Semua dilakukan mengatasnamakan adat istiadat yang sudah ada sejak zaman dahulu. Dalam pandangan adat Jelungkap, sanksi untuk kembar buncing di Bali adalah suatu hal yang lumrah dan wajib dilaksanakan. Ada tiga tahapan hukuman dalam kebudayaan kembar buncing, pertama diisolasi, kedua melakukan upacara malik sumpah, dan yang terakhir adalah pemisahan bayi buncing dari pasangannya. Budaya kembar buncing ini sangat bertentangan dengan Hak Asasi Manusia karena setiap manusia berhak mendapat hak hidup yang sama.
BAHASA INDONESIA DALAM INFORMASI DAN IKLAN DI RUANG PUBLIK KOTA PANGKALPINANG
Umar Solikhan
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (404.978 KB)
|
DOI: 10.37671/sb.v1i2.15
Pemakaian bahasa Indonesia, khususnya dalam informasi dan iklan, di tempat umum di wilayah Pangkalpinang belum menggambarkan pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kesalahan pemakaian paling banyak terjadi pada bidang ejaan, disusul kesalahan-kesalahan lain seperti pada bentuk dan pilihan kata, kalimat, dan penggunaan bahasa asing dan bahasa daerah yang tidak mengikuti aturan. Penyebab kesalahan itu sendiri adalah sikap terhadap bahasa Indonesia masih belum memenuhi harapan. Padahal, sebagai bangsa yang berbudaya dan menjunjung persatuan bangsa Indonesia, sikap positif terhadap bahasa Indonesia senantiasa harus dijaga.
PERUBAHAN DAN PERGESERAN MAKNA DALAM KATA-KATA BERDERIVASI NOMINA KE VERBA YANG MENGANDUNG AFIKS ME(N)-, ME(N)-KAN, DAN ME(N)-I PADA SURAT KABAR HARIAN KOMPAS
Theodora Nirmala Fau
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (532.126 KB)
|
DOI: 10.37671/sb.v1i2.21
Topik penelitian ini adalah derivasi nomina ke verba yang ditemukan pada surat kabar harian Kompas. Derivasi yang ada dalam surat kabar harian tersebut meliputi derivasi dari segi kelas kata dan makna. Derivasi dari segi kelas dapat dilihat dari pemberian afiks pembentuk verba, sedangkan derivasi dari segi makna dapat dilihat dari perubahan dan pergeseran makna kata turunan dengan kata asalnya. Perubahan dan pergeseran tersebut dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu idiom dan metafora. Ada 20 jenis idiom dan 24 jenis metafora yang ditemukan dalam surat kabar harian tersebut. Karakteristik dari kata berderivasi nomina ke verba ini dapat dilihat dari kemampuan mereka untuk dipasifkan. Hasilnya, mereka memiliki enam karakteristik.
RELIGIOUS AND MORAL VALUES IN MADURA FOLKTALES
Imron Wakhid Harits
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (438.068 KB)
|
DOI: 10.37671/sb.v1i2.27
Madura has a lot of Folktales as the reflection of its values in its social life. As the cultural identity, most of Madura folktales are the mirror of social values and characteristics of Madura society. Thus, the Madura folktales contain the moral and religious values as the most important element for Madura society. The aim of this paper is to identify and to investigate five Madura folktales, these are: The Origin of Madura, Bangsadcara and Ragapadme, The Origin of Tajungan, Aer Mata Ebu, and Aryo Menak. These five folktales are chosen because they are the most popular Madura folktales among others. While, the aspects of moral and religious values are the most dominant elements that can be found in these five Madura folktales. Such two aspects are the local genious that can be bequeathed from one generation to the next generation. The aspect of moral will have the close relation with the appreciation and respecting to the parents and teacher on the other hand, the aspect of religious values are related with sufism and another Islamic values. Both of two aspects are used as the fundamental of social construction in Madura. Therefore the religious and moral aspects sourced in Madura Folktales must be explored to look for the identity as Madurese.
PERBEDAAN MAKNA NOMINA BERAFIKS PE-, PER-, PE--AN, DAN PER--AN DALAM NASKAH HIKAYAT BAYAN BUDIMAN, HIKAYAT MUHAMMAD HANAFIYYAH, DAN HIKAYAT RAJA PASAI
Rindias Helenamarta Fatmasari
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (713.927 KB)
|
DOI: 10.37671/sb.v1i2.16
Penelitian ini membahas nomina berafiks pe-, per-, pe--an, dan per--an dalam naskah Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Muhammad Hanafiyyah, dan Hikayat Raja Pasai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis kepustakaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa perbedaan makna afiks pe-, per-, pe--an, dan per--an pada beberapa nomina yang terdapat dalam naskah Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Muhammad Hanafiyyah, dan Hikayat Raja Pasai.
MENCIPTA-KREATIF NASKAH DRAMA DENGAN STRATEGI MENULIS TERBIMBING
Sony Sukmawan
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (572.473 KB)
|
DOI: 10.37671/sb.v1i2.23
Dalam penelitian ini, upaya peningkatan pembelajaran apresiasi sastra difokuskan pada apresiasi drama yang dikhususkan pada kegiatan menulis kreatif naskah drama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pembelajaran menulis naskah drama dengan strategi menulis terbimbing (SMT) yang efektif untuk memahamkan siswa tentang struktur naskah dan membentuk kemampuan siswa menulis naskah drama. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (action research) dengan rancangan penelitian kualitatif yang dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap (i) perencanaan pembelajaran, (ii) pelaksanaan pembelajaran, (iii) evaluasi hasil pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bimbingan dalam bentuk pemberian model naskah drama dan kartu struktur naskah yang tepat serta pemberian variasi strategi belajar dan praktik berbagi hasil, telah mampu mengarahkan siswa menulis naskah drama dengan beragam tema; dengan keringkasan, ketepatan, dan kelengkapan pemaparan perwatakan pelaku; dengan latar yang ringkas, nyata, khusus, dan lengkap; serta dengan penggarapan konflik yang hidup.
WACANA RUBRIK INTIMATE DI MAJALAH DIGITAL INTERAKTIF MALE
Prima Hariyanto
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (592.968 KB)
|
DOI: 10.37671/sb.v1i2.22
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, media massa pun berkembang dengan pesat. Kehadiran majalah digital memberi ruang kreasi baru bagi para pekerja media dan ruang informasi serta rekreasi baru bagi konsumennya. Majalah digital interaktif Male muncul sebagai majalah pria dewasa dengan ciri khas sensual. Artikel yang terdapat dalam rubrik Intimate memiliki struktur visual dan wacana yang menarik. Penelitian ini membahas struktur wacana teks rubrik Intimate di majalah digital interaktif Male. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan analisis kepustakaan. Penelitian ini membahas suprastruktur dan makrostruktur yang membangun wacana serta hubungan semantis antarunsur penyusun wacana yang menghasilkan kohesi dalam wacana tersebut.
PENGARUH KONSEP HAGABEON, HAMORAON, DAN HASANGAPON TERHADAP KETIDAKSETARAAN GENDER DALAM AMANG PARSINUAN
Fransiska Simangunsong
Sirok Bastra Vol 1, No 2 (2013): Sirok Bastra
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (686.376 KB)
|
DOI: 10.37671/sb.v1i2.24
Hagabeon, hamoraon, dan hasangapon merupakan nilai budaya Batak Toba yang menjadi prinsip hidup masyarakatnya. Kehidupan orang Batak bertumpu dan dipengaruhi ketiga nilai budaya tersebut. Penelitian ini melihat pengaruh hagabeon, hamoraon, dan hasangapon terhadap ketidaksetaraan gender yang terjadi pada perempuan Batak Toba yang tergambar dalam Amang Parsinuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik kepustakaan. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa suborninasi pada perempuan Batak menyebabkan berbagai kekerasan, psikis, ekonomi, dan fisik.