cover
Contact Name
Ahmad Abas Musofa
Contact Email
abas@iainbengkulu.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tsaqofah@iainbengkulu.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam
ISSN : 2528732X     EISSN : 26846926     DOI : -
Jurnal kajian kebudayaan Islam yang mencakup tiga wujud yaitu ide, sistem sosial & benda. Sedangkan model kajian sejarah Islam Indonesia dan dunia ialah original history dan reflective history.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER" : 8 Documents clear
Konsep Ajaran Sunan Kalijaga (Raden Syahid) Walisanga dalam Menyebarkan Agama Islam Melalui Kesenian Teguh Fajar Budiman
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3699

Abstract

Sunan Kalijaga (Raden Syahid) seorang seniman atau budayawan sekaligus Waliyullah yang mampu menyeret masyarat kedalam ajaran Agama Islam tanpa ada kekerasn dan paksaan, melalui kultularisasi kearifan lokal setempat. Dan mampu menciptakan karya-karya seni yang lahir dari tangan seorang Sunan Kalijaga (Raden Syahid). Ada beberapa konsep yang dibuat oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan Agama Islam di Indonesia Khusunya di tanah Jawa, diantaranya, yaitu: wayang kulit, tembang-tembang, gamelan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan meneliti lebih dalam dan luas tentang 1) Konsep ajaran Agama Islam Walisanga 2) Mengetahui ajaran Agama Islam Sunan Kalijaga (Raden Syahid) melalui kesenian (Studi literatur buku atlas Walisongo karangan Agus Sunyoto). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode kualitatif ditunjukan untuk mencari makna, pemahaman, pengertian, versheten tentang suatu fenomena, kejadian, maupun kehidupan manusia dengan terlibat langsung dan atau tidak langsung dalam setting yang di teliti, kontekstual, dan menyeluruh. Ternyata, para wali memiliki metode yang sangat bijak. Mereka memperkenalkan Islam tidak serta merta, tidak ada cara instan karena itu mereka memutuskan strategi jangka panjang. Dalam strategi dakwah yang digunakan para wali dan kemudian diterapkan di dunia pesantren, para kyai, ajengan, atau tuan guru mengajarkan agama dalam berbagai bentuk. Seperti wali-wali lain, dalam berdakwah, Sunan Kalijaga sering mengenalkan Islam kepada penduduk lewat pertunjukan wayang yang sangat digemari oleh masyrakat yang masih menganut kepercayaan Agama lama. Dengan kemampuannya yang menakjuban sebagai dalang yang ahli memainkan wayang, Sunan Kalijaga selama berdakwah di Jawa bagian barat dikenal penduduk sebagai dalang yang menggunakan berbagai nama samaran. Peranan besar Wali Songo terutama Sunan Kalijaga dalam memformasi wayang dari bentuk sederhana berupa gambar-gambar mirip manusia di atas kertas, perangkat gamelan pengiringnya, tembang-tembang dan suluknya sampai menjadi seperti bentuknya sekarang yang begitu canggih adalah sumbangan besar dalam proses pengembangan kesenian dan kebudayaan Nusantara.
“Masjid Kapal” Tourism Destination as Estetic Expression Media of Semarang City Society Firdaus Perdana; Hendri Hermawan Adinugraha; Mila Sartika
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3801

Abstract

The purpose of this study is to describe the tourist destination “Masjid Kapal” as a medium for aesthetic expression of the people of Semarang City. This study used a qualitative method with an interactive model consisting of three activities, namely data reduction, data presentation and verification. The results of the study concluded that the establishment of the “Masjid Kapal” in Podorejo village has a large enough potential as a religious tourism destination in the city of Semarang. “Masjid Kapal” is also an alternative choice of religious tourism in the city of Semarang. The architectural art of “Masjid Kapal” as an aesthetic expression of the people of Semarang City can be found through the uniqueness of mosque architecture and the beauty of its ornaments. The symbolic aesthetic shows that mosque managers and visitors view the “Masjid Kapal” as a place of worship as well as a tourist destination in the city of Semarang.
Perekonomian Kerajaan Aceh Darussalam Era Sultan Iskandar Muda Zumrotul Muhzinat
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3719

Abstract

Aceh merupakan pintu penyebaran agama Islam pertama kali di Nusantara. Hal ini tandai dengan berdirinya kerajaan Islam pertama seperti Kerajaan Perlak, Samudra Pasai, dan Aceh Darussalam. Selain itu juga ada beberapa tokoh ilmuan sebagai tanda majunya ilmu pengetahuan tentang Islam di Asia Tenggara. Tujuan dari tulisan ini untuk mengetahui bagaimana perekonomian kerajaan Aceh Darussalam era Sultan Iskandar Muda. Tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis. Sumber data diperoleh dari studi kepustakaan yang relevan. Hasil dari tulisan ini yaitu kebijakan yang dilakukan Sultan Iskandar pada masa kepemimpinannya berhasil membentuk angkatan bersenjata dengan tujuan untuk melancarkan visi dan misi kerajaan Aceh yakni membebaskan dan melindungi Aceh dari serangan penjajah yang berusaha untuk merebut kekuasaan Aceh. Sultan Iskandar Muda juga menerapkan kebijakan yang cukup ketat terhadap perekonomian dengan cara menaikan harga pasar serta membangun bandar di Aceh dengan memperketat pengawasannya terhadap orang asing. Dari adanya kebijakan tersebut membuat bangsa-bangsa asing berpikir dua kali untuk menyerang kerajaan Aceh. Pada saat puncak kejayaan Aceh dalam masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda kebijakan politik dan ekonominya sudah meluas hingga Semenanjung Malaka. Aceh juga termasuk kerajaan yang memiliki basis suplus komoditi perdagangan dari daerah pedesaannya, disamping memiliki sumber pendapatan lain dari kegiatan perdagangan di kota Bandar.
Deiksis Pronomina Persona pada Konteks Kekerabatan dalam Bahasa Melayu Jambi di Desa Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi Julisah Izar; Muhammad Iqbal Fahlefi
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3210

Abstract

Deiksis Pronomina Persona Pada Konteks Kekerabatan Dalam Bahasa Melayu Jambi Di Desa Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk deiksis pronomina persona pada konteks kekerabatan dalam Bahasa Melayu Jambi di Desa Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi. Penelitian ini juga merupakan sebagai upaya untuk mendokumentasikan bahasa daerah di masa kini untuk tidak terjadinya pergeseran bahasa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif-kualitatif dengan teknik simak-cakap, lalu dilakukan triangulasi data untuk menguji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deiksis pronomina persona pada konteks kekerabatan dalam Bahasa Melayu Jambi di Desa Kota Karang Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi Provinsi Jambi berupa kata-kata singkatan seperti Pak Cik yang berarti Paman Kecik Bik Nga bibik tengah dan Bik Do Bibik Mudo selain itu masyarakat di Desa Kota Karang juga meenggunkan julukan sebagai kata sapaan dalam deiksis pronomina persona pada konteks kekerabatan.
The Islamization of The Malay Worldview A Study of Malay Historical Literature Taj al-Salatin Nabila Yasmin
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3659

Abstract

The Islamization of the Malay Worldview: A Study of Malay Historical Literature Taj al-Salatin This paper attempts to examine Taj al-Salatin as one of proofs of the islamization of Malay worldview in classical literature. The method used in this article is historical method and content analysis. The study shows that Islam has major influence upon the Malay worldview even it appears in a work on genre of Mirror for Princess like Taj al-Salatin. Taj al-Salatin is a work written by Bukhārī al-Jawhārī and designed with the aim of advising future kings and their executive officers (e.g., viziers, judges) on statecraft, how to rule best their subjects and to lead a decent life in accordance with the stipulations of Islamic ethics (akhlāq). The book is arranged in twenty-four chapters, dealing with the role of viziers, royal justice, and the sacred authority of kings. The first four chapters is discussed the key elements in Islam; the nature of man, the nature of God, the nature of the world and the nature of afterlife. In conclusion, notwithstanding that the book on genre of Mirror for Princess, Taj al-Salatin elaborated the discussion of knowing God, the nature of man and the nature hereafter in first four chapters. Such elaboration proved that Islamization of worldview did take place and it also appeared in many other writings of the scholars in this part of archipelago.
Peristiwa-peristiwa Penting dalam Pemerintahan Dinasti Qajar di Bawah Muhammad Shah (1834-1848 M) Arafah Pramasto
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3195

Abstract

Qajar adalah sebuah kekuatan politik Persia (sekarang Iran) yang berkuasa dalam rentang waktu cukup lama sejak 1796 hingga 1925. Tulisan ini berusaha untuk mengungkap peristiwa-peristiwa penting dalam pemerintahan pengusa Qajar ketiga yakni di bawah Muhammad Shah dengan rentang waktu kekuasaannya sejak 1834 hingga wafatnya pada 1848. Metodologi penelitian yang dipakai adalah metode historis dengan langkah-langkahnya yakni pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi secara internal untuk menilai validitas kesaksian dalam sumber, melakukan penafsiran / interpretasi dan melakukan penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa penting di masa kekuasaan Muhammad Shah ialah diawali usaha invasi atas Afghanistan yang gagal pada 1838. Muhammad Shah melancarkan kampanye militer lain melawan Agha Khan I pemimpin sekte Ismailiyah untuk mengganti posisinya sebagai penguasa Kerman. Agha Khan yang kalah kemudian mengungsi dan membangun basis sektenya di India. Peristiwa sangat penting berikutnya adalah kelahiran agama Babiyah di bawah Sayyid Ali yang berhasil mengguncang stabilitas politik dan sosial Persia antara tahun 1844 hingga kematian Muhammad Shah pada 1848 M
Kebijakan Politik Keagamaan Sultan Akbar Agung dan Abul Muzaffar Muhiuddin Aurangzeb Syarifah Isnaini
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3424

Abstract

Sejarah imperium erat kaitannya dengan pengambilan kebijakan tertentu oleh masingmasing penguasa. Kebijakan dalam beragam bidang seperti halnya politik keagamaan banyak dilakukan oleh sultan atau raja sebagaimana yang terjadi pada Imperium Mughal di India. Adalah Sultan Akbar Agung dan Abul Muzaffar Muhiuddin Aurangzeb, dua pemimpin Imperium Mughal yang cukup disorot oleh sejarawan sehubungan dengan pengambilan kebijakan politik keagamaan mereka. Atensi ilmiah terhadap Sultan Akbar Agung dan Muhiuddin Aurangzeb bertumpu pada pengambilan kebijakan yang dinilai sangat bertolak belakang terutama kaitannya dengan pluralisme keberagamaan masyarakat India. Sultan Akbar Agung populer dengan beberapa kebijakan seperti pemberlakuan doktrin Din-e-Ilahi sehingga sering dicitrakan menjunjug tinggi toleransi beragama warga India. Sebaliknya, Aurangzeb direpresentasikan sebagai pemimpin dengan kebijakan yang cenderung merugikan pihak non-Muslim. Berkaitan dengan stigma tersebut, tulisan ini bertujuan mengungkap dan menganalisis kebijakan beserta latar belakang politik keagamaan Sultan Akbar Agung dan Aurangzeb. Tujuan ini lahir dari keyakinan bahwa setiap perilaku individu didasarkan pada motivasi tertentu sebagaimana diungkap oleh Icek Ajzen dengan the theory of planned behaviornya. Peneliti menggunakan metode studi kepustakaan di mana hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan politik keagamaan Sultan Akbar Agung dan Muhiuddin Aurangzeb membawa Imperium Mughal pada pemerintahan dengan pengaruh dan corak tersendiri. Selanjutnya tiap tiap kebijakan tidak dapat dinilai sebagai hal yang berdiri tunggal akan tetapi dilatarbelakangi kepentingan tertentu terutama dalam aspek politik. Selain itu, permasalahan justifikasi kekuasaan Sultan Akbar Agung dan Aurangzeb turut berperan dalam pengambilan kebijakan politik keagamaan di lingkungan internal maupun eksternal Kerajaan Mughal.
Keunikan Tiga Benteng Kalamata, Benteng Rotterdam dan Benteng Malborough (Tinjauan berdasarkan sejarah pembuatannya) Arum Puspitasari; Maryam Maryam
Tsaqofah dan Tarikh: Jurnal Kebudayaan dan Sejarah Islam Vol 5, No 2 (2020): DESEMBER
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/ttjksi.v5i2.3667

Abstract

Di Indonesia terdapat tiga benteng yang mempunyai bentuk hampir serupa, ketiga benteng tersebut adalah Benteng Kalamata yang terletak di Ternate, Benteng Rotterdam yang terletak di Makassar dan Benteng Malborough yang terletak di Bengkulu. Ketiga benteng tersebut mempunyai bentuk seperti kura-kura atau penyu di tepi pantai. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik, data sejarah ketiga benteng tersebut dibandingkan untuk mengetahui latar belakang sejarah pembuatannya. Dari hasil analisis ketiga benteng tersebut digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya keterkaitan antara ketiganya. Keterkaitan proses perancangan atau yang lainnya. Meskipun memiliki bentuk yang sama, namun ketiga benteng tersebut dibuat oleh pemerintahan dan dalam kurun waktu yang berbeda.

Page 1 of 1 | Total Record : 8