cover
Contact Name
Moh Shidqon
Contact Email
ajidshidqon@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ajid.shidqon@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI
ISSN : 26858908     EISSN : 26862603     DOI : -
Core Subject : Engineering,
PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI di terbitkan oleh PERHAPI dan terbit tahunan dan mempunya ISSN 2686-2603 (Online) & ISSN 2685-8908 (Cetak).
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI" : 23 Documents clear
PEMASANGAN GRIZZLY SCREEN UNTUK MENGURANGI KONTAMINASI BATU BARA PADA OVER LAND CONVEYOR Gendhu Widyasmoro
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.255

Abstract

KPC memiliki konveyor yang terbentang sepanjang 26 km dari Melawan sampai Tanjung bara. Masalah kontaminasi sering terjadi di sepanjang perjalanan rantai distribusi batu bara. Terutama saat batubara ditumpuk di dalam stockpile untuk keperluan blending, kontaminan sering terikut dalam batubara yang akan didistribusikan. Secara umum grizzly screen dipasang pada area dumping hopper batubara sebelum batubara dimasukkan ke dalam crusher. Namun demikian, grizzly screen pada hopper dumping, umum nya hanya menangkap boulder, sedangkan kontaminan yang terikut dalam pengiriman berukuran lebih kecil yang biasa berupa concrete, pipa atau bahkan batu yang lolos dari grizzly screen hopper. Dalam praktek dilapangan, grizzly screen belum pernah dicoba untuk dipasang pada area transfer chute batu bara. Dalam makalah ini disajikan pertimbangan dan perhitungan sederhana untuk mendesain grizzly screen pada transfer chute batu bara termasuk menentukan lebar aperture dari grizzly screen. Grizzly screen dipasang pada transfer chute tail end Overland Conveyor (OLC), selain menangkap kontaminan batu yang lebih besar dari aperture, ternyata grizzly screen juga menangkap kontaminan lain yang berupa pipa atau besi batangan yang tidak tertangkap oleh magnet separator, sehingga ini bisa mencegah kerusakan belt conveyor. Pemasangan grizzly screen pada transfer chute sangat bagus diterapkan pada rantai suplai batu bara, terutama pada fix plant area.
OPTIMALISASI COAL BARGE LOADING PADA KONDISI AIR SURUT Sukardi Yusuf
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.250

Abstract

Sepanjang periode Januari sampai dengan Juli tahun 2020 faktor kandasnya tongkang karena tingginya sedimentasi di jetty dan surutnya air sungai Mahakam menyumbangkan lost time sebanyak 99.82 jam setara 117,777 ton (lost tonnage) ekuivalen dengan lost barge 15.70 tongkang dan berkontribusi sebesar 8.92% terhadap ketidaktercapaian target pengapalan batubara PT. Alamjaya Bara Pratama. Penelitian ini bertujuan untuk mensiasati agar kegiatan pemuatan batubara ke atas tongkang atau Coal Barge Loading tetap berjalan optimal dengan melakukan improvement yang bersifat administrasi dan teknis operasional pemuatan batubara. Adapun upaya yang dilakukan untuk menyiasati hambatan tersebut yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut : melakukan komparasi dan koreksi tabel pasang surut air yang digunakan untuk acuan jam dan ketinggian pasang surut air; membuat acuan kedalaman air versus status pemuatan batubara;; menggunakan formula permutasi dan kombinasi untuk mendapatkan opsi urutan pemuatan batubara; membuat Form Instruksi Kerja yang berisi urutan pemuatan dan volume pemuatan dan melakukan simulasi dan review urutan pemuatan batubara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa optimasi Coal Barge Loading pada saat air surut untuk menghindari tongkang kandas berjalan efektif, ini terlihat dari simulasi dan review dibulan Oktober 2020, yang mana dapat diminimalisasi Lost Time akibat kandas hanya 28.75 Jam berbanding 78.42 Jam di September 2020, atau bisa ditekan sampai dengan 36.66 %.
BACK ANALYSIS OF VECTOR LOSS EFFECT TO DETERMINE THRESHOLD USING SLOPE STABILITY RADAR DATA CASE STUDY OF FAILURE IN OPEN PIT COAL MINE Alden Sinai Yudono; Dwi Prio Utomo; Luckman Hakim; Ignatius Putra; Deaz Dewantara; Tri Haryanta
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2021: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36986/ptptp.v0i0.266

Abstract

Pemantauan kestabilan lereng suatu tambang terbuka adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengelola risiko dari potensi longsor. Slope Stability Radar (SSR) adalah teknologi/alat yang dapat digunakan untuk memantau kestabilan lereng dengan menyajikan data secara real time. SSR menggunakan prinsip line-of-sight dalam menghitung besaran pergerakan lereng yang dapat menghasilkan vector loss pada nilai pengukurannya. Vector loss adalah persentase besaran deformasi tereduksi akibat arah pergerakan lereng memiliki selisih sudut terhadap arah pengukuran radar. Dalam pengelolaan longsor terdapat nilai ambang batas yang diterapkan untuk mengkategorikan perilaku deformasi batuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh vector loss terhadap nilai ambang batas yang diterapkan pada tambang terbuka batubara dengan menggunakan 20 data longsor pada periode 3 April 2021 – 9 Mei 2021 yang dideteksi oleh SSR pada Pit A di area High-Wall Timur dan L Barat, serta Pit B di area High-Wall Barat.Nilai ambang batas yang diterapkan saat ini mencakup kategori “Aman” pada nilai kecepatan deformasi 0 - 50 mm/hari, “Waspada” pada nilai kecepatan deformasi 50 mm/hari – 120 mm/hari, dan “Evakuasi” pada nilai kecepatan deformasi lebih dari 120 mm/hari. Hasil perhitungan data SSR menunjukkan bahwa tingkat kecepatan deformasi saat terjadinya longsor berada pada rentang data 28.77 – 202.53 mm/hari dan tingkat kecepatan deformasi terkoreksi vector loss saat terjadinya longsor berada pada rentang data 49.43 – 367.44 mm/hari.Berdasarkan hasil perhitungan, maka nilai ambang batas pada kategori “Evakuasi” yang sebelumnya berada pada nilai deformasi lebih dari 120 mm/hari dapat dioptimalkan menjadi lebih dari 50 mm/hari untuk area High-Wall Timur dan Low-Wall Barat pada Pit A, serta area High-Wall Barat untuk Pit B. Nilai ambang batas untuk SSR dapat menggunakan nilai lebih dari 30 mm/hari untuk area High-Wall Barat pada Pit B, lebih dari 40 mm/hari untuk area Low-Wall Barat pada Pit A, dan lebih dari 50 mm/hari untuk area High-Wall Timur pada Pit A.

Page 3 of 3 | Total Record : 23