cover
Contact Name
Widia Ardias
Contact Email
wee2d.ardias@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltajdid@uinib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
ISSN : 14102617     EISSN : 2685466X     DOI : -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 18, No 2 (2015)" : 7 Documents clear
PERANAN ASBAB AL-NUZUL DALAM PENEMUAN HUKUM bakhtiar, Bakhtiar
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.215

Abstract

Ketentuan-ketentuan hukum yang terdapat pada Alquran cara pengungkapannya muncul dengan bervariasi. Untuk menemukan hukum yang dalam keadaan demikian selain memerlukan pendekatan kaidah-kaidah kebahasaan juga diperlukan pendekatan asbab al-nuzul. Pendekatan ini sangat penting karena turunnya Alquran tidak dalam satu waktu, tidak satu tempat dan tidak satu keadaan tertentu melainkan berlangsung dalam rentang waktu yang lama, turun di beberapa tempat dan keadaan yang berbeda-beda. Asbab al-nuzul sebagai bagian terpenting dalam menemukan hukum merupakan peristiwa, pertanyaan dan komentar atau petunjuk yang menyebabkan turunnya satu atau beberapa ayat sebagai penjelasan terhadap peristiwa, pertanyaan dan komentar atau petunjuk tersebut tentang hukumnya. Asbab al-nuzul sangat diperlukan dalam penemuan hukum agar sejalan dengan tujuan syarak, yaitu memelihara kebutuhan dasar manusia yang meliputi agama (hifz al-din), jaminan hidup (hifz al-nafs), kebebasan berfikir (hifz al-‘aql), kepemilikan harta (hifz al-mal) dan berketurunan atau keluarga (hifz al-nasb). Peranan asbab al-nuzul dalam penemuan hukum adalah alat untuk mengetahui dialektika antara nash dan seting sosial, mengetahui rahasia ditetapkannya suatu hukum, menghindari kesalahpahaman dalam memahami maksud nash, menghindari pembatasan hukum, mengetahui takhsis hukum, menyingkap makna hukum dari suatu lafaz dan mengetahui identitas orang yang menyebabkan diturunkannya suatu ayat.
MIGRATION POVERTY AND SLAVERY OF HUMAN BEING (STUDY IN PSYCHOLOGY PERSPECTIVE) Fahmi, Reza
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.216

Abstract

The research aims: (1) Describing a migration of poverty from Indonesian people. (2) Describing a slave of human being. (3) The correlation between migrations of poverty and slavery of human being. The research used mixing methods as an approach. The population of the study was about 128 people. But only 97 people involved in this research. The simple random sampling was using as a technique of sampling. The data collected with psychological scale, data documentation, depth interview and Focus Group Discussion). The research found that: firstly, the average of the mean and percentage of migration poverty were categories high. It means that most of Indonesian people who migrate as a worker are coming from lower class society. Secondly, the average mean and percentage of slavery of human being high. It means that most of Indonesia people could not have bargaining power for doing their job. Then, there are correlation between migrant poverty and slavery of human being involved Indonesian worker.
ILMU ALLAH BERBANDING ILMU MANUSIA (Studi Deskriptif Ayat-ayat Alquran) Rezi, Muhammad
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.212

Abstract

The growth of sciences responses the growth of human brain. As mankind, human being gifted by God many bounties and special features more than other His creatures. This growth make many changes and appearances in many aspects such social, culture, and faith. Human always take many efforts to be better than the other of their species. Observations, writing, and practicing are the sign that human tend to be move the brain. But the most important think should be hold is these all of this world is just the great creatures by someone called Allah who has unlimited access to all of His properties. But the creatures limited verily.
KRITIK HADIS DALAM PENDEKATAN FILOSOFIS Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.217

Abstract

The research or criticism of hadith is always directed at the criticism of sanad (external criticism; naqd al-khariji) and matan criticism (internal criticism; naqd al-dakhili). In the criticism of sanad (naqd al-khariji) the focus of the study is always directed at the quality of the narrators and the method of transmission used; whether the credibility of the narrators and the hadith is acknowledged and whether the traditions of tahammul and there 'indicate that he is a hadith of the Prophet. Whereas in the criticism of matan (naqd al-dakhili) it is more directed at the provisions that matan hadith must not conflict with the Koran; Mutawatir traditions or those of higher quality; historical facts; common sense; the five senses; and avoid syadz and ‘illah.Departing from the focus of the study of criticism of Sanad on the assessment of the quality of the narrators, the existence of the Science of Jarh wa Ta'dil is absolutely necessary. It is through this knowledge that the judgment of the critical scholars against the narrators is revealed by jarh or ta'dil or from the point of view of whether or not their transmission is accepted.
METODE PEMAHAMAN HADIS MUHAMMAD AL-GHAZALIY DAN YUSUF AL-QARADHAWIY Markos, Toni
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.218

Abstract

تحاول هذه الورقة أن تصف كيف كانت طريقة فهم الحديث من شخصين بارزين وصديقينللحديث ، وهما محمد الغزالي ويوسف القرضاوي. في عص رهما أعطى هذان الشخصان دورا كبيراومختلف الأعمال العلمية التي كانت مفيدة جدا للجيل القادم .والفكرة الرئيسية وراء كتابة هذا المقال هي كتاب فهم الحديث الذي كتبه محمد الغزاليويوسف القرضاوي على التوالي. الكتاب الذي كتبه محمد الغزالي بعنوان السنة النبوية بين أهل الفقهوأهل الحديث. والثاني هو الكتاب الذي كتبه يوسف القرضاوي تحت عنوان "كيفا نتعامل ما السنةالنبوية ". في الواقع بين الغزالي والقرضاوي لا يوجد فرق كبير بينهما. انها مجرد أن لديهم خصائص وامتيازاتخاصة بهم. ومن حيث إن يوجد لدى محمد الغزالي أسلوب لغوي صارم وأحيانا مراقبون للصحيفةأو أشخاص يدرسون الحديث. في بعض الأحيان كان النبذ الذي انتقده محمد الغزالي فهما مشهورابين العوام، لكنهم صُدموا عندما انتقد الغزالي الجودة أو الفهم المرتبط بالحديث . قضية أخرى مع يوسف القرضاوي ، حيثما تفضل بلغة لينة ولا تحاصر الناس الذين يختلفون معه.ومن الأمثلة على ذلك رأي القرضاوي المتعلق بالحديثين الشريفين متسا ويان فى القوة أو على حدسواء. إذا لم يكن هناك أي طريقة أخرى يمكن الجمع أو الترجيح ، عنده يجب أن يكون الطريق هوالتوقف. لكن الغزالي في هذه الحالة ذكر على الفور من هذين الحديثين كانا متخلفين ، لأنه لم يكنهناك أي طريقة أخرى للجمع أو التعليق بينهما. حتى أن رأي الغزالي جعل بعض الدوائر تشعر
KEKERASAN ATAS NAMA AGAMA DALAM GERAKAN POLITIK FORMALISASI ISLAM DI INDONESIA Rahman, Abd
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.213

Abstract

Persoalan ideologi merupakan faktor yang penting memunculkan ekspresi politik berbentuk kekerasan dan teror. Apabila seseorang telah cukup kuat pemahaman yang merasuki pemikiran dan jiwanya, maka akan sulit untuk dilakukan perbaikan pola pikir. Apalagi bila pemahaman agamanya cukup sempit, yakni melihat agama hanya secara tekstual, maka hal ini berpotensi menjadi fanatisme agama yang nantinya bisa mengarah pada tuntutan formalisasi agama dan bentuk ekspresi politiknya berupa kekerasan dan teror. Kenyatan demikian ini tentu sangat merugikan bagi kehidupan rakyat karena hanya akan menimbulkan gejolak yang tiada berakhir. Dakwah-dakwah yang lebih menekankan tentang ‘Islam versi Arab’ harus segera direduksi agar tidak menjadi pemicu timbulnya fundamentalisme dan radikalisme.
KAJIAN AL-QUR’AN DI INDONESIA (DARI STUDI TEKS KE LIVING QUR’AN) Putra, Afriadi
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v18i2.214

Abstract

Tulisan ini membahas tentang dinamika kajian al-Qur’an di Indonesia; dari studi teks ke living qur’an. Kajian ini sangat penting untuk melacak perkembangan kajian al-Qur’an di Indonesia yang selama ini hanya berorientasi di wilayah teks. Maka tidak salah ada yang menyebut bahwa peradaban Islam identik dengan hadharah nashsh.Namun saat ini, kajian al-Qur’an mengalami pergeseran dari teks ke konteks yang dinamakan living qur’an dengan perspektif penelitian sosial. Penelitian semacam ini masih jarang dilakukan, padahal kedua hal ini harus seimbang sehingga perkembangan ilmu dalam bidang kajian al-Qur’an tidak statis tapi terus berjalan dan dinamis. Penelitian living qur’an memfokuskan kajian pada respons seseorang atau komunitas tertentu terhadap teks al-Qur’an dan hasil penafsiran seseorang. Termasuk dalam pengertian respons masyarakat adalah resepsi mereka terhadap teks tertentu dan hasil penafsiran tertentu. Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian living qur’an adalah pendekatan fenomenologi agama. Pendekatan ini dianggap relevan dalam kajian living qur’an, sebab objek kajiannya berkaitan erat dengan realitas sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 7