cover
Contact Name
Widia Ardias
Contact Email
wee2d.ardias@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltajdid@uinib.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid
ISSN : 14102617     EISSN : 2685466X     DOI : -
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid diterbitkan oleh Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang, sebagai media informasi dan forum pembahasan kajian tentang ilmu ushuluddin yang terkait dalam empat aspek bidang keilmuan yakni, Aqidah dan Filsafat Islam, Studi Agama-Agama, Ilmu Al-quran dan Tafsir (Tafsir Hadis), Psikologi Islam. Majalah ini berisi kumpulan tulisan ringkas hasil penelitian, hipotesa, survey dan karya akademik lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 19, No 1 (2016)" : 7 Documents clear
HIDAYAH AL-QURAN TENTANG AL-AN’AM Abdur rauf
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.156

Abstract

Allah SWT sangat bijaksana untuk membuktikan kemahakuasaan-Nya, keindahanciptaan-Nya, keluasan karunia dan rahmat-Nya untuk para hamba-Nya. Di antara bukti-buktitersebut, seperti yang dijelaskan dalam ayat 5-7 dan 66 pada surat al-Nahl adalah tentangpenciptaan al-An’am (unta, sapi dan kambing), manfaat bulu, daging dan tenaganya serta susuyang dihasilkannya. Begitu juga proses penciptaannya yang sangat unik.
POLITISASI SEJARAH DAN SEJARAH POLITIK Pahlawan dan Ideologi “Merah” dalam Historiografi Orde Baru dan Pasca Orde Baru Muhammad ilham
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.151

Abstract

Ciri dari historiografi nasional yang dibentuk selama masa Orde Baru Suharto adalahsentralitas negara yang diejawantahkan oleh militer. Sejarah nasional disamakan dengan sejarahmiliter dan produksi sejarah dikendalikan oleh negara dan militer. Pada akhirnya versi militertentang kejadian di tahun 1965 mendominasi historiografi periode tersebut dan melegitimasinaiknya rezim Orde Baru. Jika rezim sebelumnya membangun sejarah Indonesia sebagai hasil dariperbenturan antara kolonialisme dan imperialisme melawan nasionalisme Indonesia denganSoekarno sebagai pusat, maka Orde Baru melihat sejarah Indonesia sebagai hasil dari perjuanganantara pendukung dan penentang Pancasila dengan menempatkan militer sebagai faktor penentu.Orde Baru hanya menggantikan Soekarno dengan militer, sementara itu para penentang Pancasilakhususnya komunisme dan Islam ekstrimis telah menggantikan posisi kolonialisme danimperialisme sebagai kambing hitam. Setidaknya ada beberapa pertanyaan yang selama inisebenarnya kita telah memiliki "jawaban" nya sendiri, khususnya yang berkaitan dengan dominasimiliter (baca : ABRI) pada masa Orde Baru, diantaranya : ABRI merupakan institusi yang sangatsistematis, loyalis dan cerdas (bahkan hal ini juga "diamini" hingga sekarang oleh publik).Kemudian, ketika kita membaca buku Ketika Sejarah Berseragam tersebut, kita juga akan tahubahwa sejarah akan berbahaya bila berada "ditangan" militer (walaupun di tangan "politisi" jugademikian). Selanjutnya, sejarah berbasiskan senjata, amat sangat ampuh untuk memupuknasionalisme. Namun terlepas dari semua itu, sejarah haruslah dipaparkan apa adanya. Dalambahasa Edmund Husserl, "harus dikembalikan kepada posisi awal perustiwa itu terjadi". Makadari sana akan kita ketahui, apa sebenarnya motif yang melatarbelakanginya. Sejarah harus"ditelanjangi", dan Katherine nampaknya menelanjangi sejarah militer Indonesia masa Orde Baru.Ini bermanfaat bagi perjalanan bangsa ke depan.
شبهة الإسراء والمعراج في القرآن والحديث ماريسون ماريسون
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.152

Abstract

إف العلماء عندما رأوا الاختلافات الشديدة بتُ الروايات بعأ كثتَ منهم إلى بضلها على التعدد ىرباً من التوفيقلصعوبتو ، خاصة مع عد الاقتصار على الروايات الصحيحة والنظر في ضبط الرواة ؛ فمن أىل العلم من قاؿ بتكررالإسراء وتكرر ابؼعراج عدة مرات ، ومنهم من قاؿ بحدوثهما مناماً ثم حدوثهما يقظة ، وغتَ ذلك . وبحمد الله تعالى بعددراستي للروايات دراسة ممحصة متعمقة : من جهة الأسانيد أولا ثم من جهة ابؼتوف ثانيا ثم من جهة موافقة العقل للنقلثالثا تبتُ لي ما جعل الروايات كلها تلتئم : )) وىو القوؿ بكوف ابؼعراج الذي حدث في ليلة الإسراء كاف بالروح فقط أثناءالنو توطئة وبسهيداً لرحلة الإسراء بابعسد والروح معاً ، وأف ابؼعراج بالروح مناماً تكرر ولا مانع من ذلك ، وقد يكوف مرةوقد يكوف عدة مرات حيث إنو لا يعدو أف يكوف انطلاقة للروح ، وىو أمر غتَ مستبعد تكرره لغتَ الأنبياء فكيفبالأنبياء ؟.(( فمثلاً حديث بظرة في ابؼعراج مناماً وحديث أبي أمامة وحديث أبي موسى الأشعري كلها تدؿ على تكررابؼعراج ، وكما أنها كانت بالاتفاؽ مناماً فشبيهها يكوف مثلها مناما عند النظر , وقد فرؽ ابن القيم وابن كثتَ وغتَنذا بتُالعروج بالروح وبتُ ابؼنا المحض
KONSEP MANUSIA DAN MANUSIA BERAGAMA DALAM PANDANGAN PSIKOLOGI AGAMA Hasneli hasneli
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.153

Abstract

Manusia merupakan makhluk yang sempurna karena memiliki keterpaduan antara aspekjasmani dan aspek rohani yang dilengkapi dengan agama, akal, akhlak, sosial dan seni.Kesempurnaan dan kemuliaan yang dijanjikan Allah kepada manusia itu ditunjang olehpembawaan yang dikaruniakan-Nya kepada manusia sebagai bekal dalam mengemban tugas danfungsinya di muka bumi. Manusia mempunyai kecenderungan dekat dengan Tuhan, dengan katalain manusia sadar akan kehadiran Tuhan dalam dirinya. Oleh sebab itu segala keraguan dankeingkaran kepada Tuhan timbul ketika manusia itu menyimpang dari fitrah mereka sendiri.Tulisan ini berupaya mengungkap masalah diseputar konsep manusia dalam pandangan psikologidan psikologi agama serta konsep manusia beragama dalam pandangan psikologi agama yangdidahului dengan pembahasan tentang proses penciptaan manusia.
PENDIDIKAN KECERDASAN INTELEKTUAL DALAM HADIS Faisal faisal
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.154

Abstract

Sebagai aspek penting dalam diri manusia, kecerdasan intelektual mendapat perhatianbesar dalam ajaran Islam. Melalui penelusuran hadis, kajian ini memperlihatkan bahwa RasulullahSAW sudah memberikan prinsip-prinsip pokok tentang pendidikan atau pembentukan kecerdasanintelektual. Paling tidak prinsip itu terkait dengan konsep mencari jodoh, memelihara kehamilandan menyusui bayi dengan sempurna, menyayangi anak-anak dan memperhatikan tumbuhkembangnya, serta melarang hal-hal yang bisa melemahkan inteligensi (onani, pornografi, zina,minuman keras dan segala yang memabukkan). Dari penelusuran ini dikatahui bahwa konseppendidikan intelektual dalam Islam adalah integral, holistik, dan komprehensif antara optimalisasipembentukan, pertumbuhan dan pengembangan aspek bawaan (hereditas) dan lingkungan(environment).Sebagai aspek penting dalam diri manusia, kecerdasan intelektual mendapat perhatianbesar dalam ajaran Islam. Melalui penelusuran hadis, kajian ini memperlihatkan bahwa RasulullahSAW sudah memberikan prinsip-prinsip pokok tentang pendidikan atau pembentukan kecerdasanintelektual. Paling tidak prinsip itu terkait dengan konsep mencari jodoh, memelihara kehamilandan menyusui bayi dengan sempurna, menyayangi anak-anak dan memperhatikan tumbuhkembangnya, serta melarang hal-hal yang bisa melemahkan inteligensi (onani, pornografi, zina,minuman keras dan segala yang memabukkan). Dari penelusuran ini dikatahui bahwa konseppendidikan intelektual dalam Islam adalah integral, holistik, dan komprehensif antara optimalisasipembentukan, pertumbuhan dan pengembangan aspek bawaan (hereditas) dan lingkungan(environment).
FILSAFAT IBNU BAJJAH amril amril
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.155

Abstract

Ibnu Bajjah merupakan salah seorang filosof Islam yang hidup di dunia Islam bagianBarat. Transformasi filsafat Islam ke dunia Islam bagian Barat terjadi pasca al-Ghazali dan seiringdengan penyebaran agama Islam ke Barat, Andalusia, Spanyol. Hal ini sebagai bukti bahwafilsafat Islam tetap eksis pasca kritikan al-Ghazali terhadap para filosof Islam. Corak filsafat yangdikembangkan oleh Ibnu Bajjah, baik secara materia maupun forma adalah bercorak rasional(peripatetik, masyâ’iyah) yang lebih banyak dipengaruhi oleh filosof Yunani, Plato danAristoteles. Sungguhpun demikian, bukan berarti Ibnu Bajjah hanya sebatas mentransformasikanfilsafat Yunani ke Barat Islam, akan tetapi ia tetap mendasari filsafatnya berlandaskan pada ajaranpokok dalam Islam yaitu al-Qur‟an dan hadis. Di antara tema pokok filsafat Ibnu Bajjah adalahmengenai filsafat metafisika, filsafat jiwa, filsafat materi dan bentuk, perbuatan manusia danfilsafat manusia penyendiri, yang merupakan maqnum-opus filsafatnya. Pemikiran filsafat IbnuBajjah ini bisa dikatakan sebagai pembuka jalan dan mempermudah pengembangan filsafat Islambagi generasi penerusnya, terutama Ibnu Rusyd.
POSITIONING FILSAFAT PERENNIAL HUSTON SMITH (Kajian Pengembangan Mata Kuliah Filsafat Agama) riki saputra
Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid Vol 19, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/tajdid.v19i1.150

Abstract

Wacana perennialisme muncul dalam kajian filsafat agama. Filsafat agama memilikijenis pendekatan filsafat analitik agama, filsafat konstruksi agama, dan filsafat religius.Perennialisme Huston Smith dengan pendekatan filsafat analitik agama, tidak terjebakmenjelaskan agama secara historis dengan mempertanyakan apakah agama itu benar atau salahdan kapan munculnya agama-agama yang dianut manusia. Perennialisme Huston Smith denganpendekatan filsafat konstruksi agama dalam menganalisis makna ajaran agama secara mendalamdengan mempertanyakan apakah agama itu–di samping bersifat Ilahiyah–bermanfaat bagi manusiadalam kehidupannya, dan bagaimana membumikan pemahaman manusia terhadap Tuhan kepadakehidupan sosialnya. Perennialisme Huston Smith dengan pendekatan filsafat religius, manusiaakan sampai pada tahap tingkat tertinggi dalam beragama yakni, pemahaman agama yang semakindalam dengan menjadi sosok yang taat dan konsisten dalam beragama. Filsafat Perennial HustonSmith terbentuk seperti sebuah hirarki, mulai dari menganalisis ajaran agama-agama, k

Page 1 of 1 | Total Record : 7