cover
Contact Name
Moh Cholisatur Rizaq
Contact Email
deskovi@umaha.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
deskovi@umaha.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
DESKOVI : Art and Design Journal
ISSN : 26545381     EISSN : 2655464X     DOI : -
Core Subject : Art,
DESKOVI : Art and Design Journal is a journal published officially by Universitas Maarif Hasyim Latif. The topics in DESKOVI cover the results of study and creation that can broaden knowledge in the field of art and design in general with a focus on the topic of design processes, design methodology, design development, design history, design discourse, art criticism, art anthropology, art sociology, creative industry and conceptual culture, education and research in the fields of art, performance, product design, interior design and visual communication design.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020" : 11 Documents clear
Front Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3 No 1 Juni 2020) Editor Deskovi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MISKOMUNIKASI VISUAL DALAM POSTER INSTASTORY INSTAGRAM ACARA GELAR CIPTA TATA RIAS 2019: INDONESIAN FOLKLORE Damara Alif Pradipta
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.695

Abstract

Desain Komunikasi Visual merupakan bidang ilmu yang menggunakan pengelolaan elemen-elemen visual dalam proses perancangannya. Tidak jarang terdapat permasalahan-permasalaham dalam merancang sebuah karya DKV.  Salah satu permasalahan tersebut adalah adanya miskomunikasi visual yang memiliki arti adanya ketidak sinkron-an antara pesan dan elemen visual yang ada. Dalam tulisan ini dibahas mengenai miskomunikasi visual yang terdapat dalam Poster Instastory Instagram dari acara Gelar Cipta Tata Rias 2019: Indonesian Folklore yang diselenggarakan oleh jurusan Tata Rias angkatan 2015 Universitas Negeri Surabaya. Dalam membahas poster ini, penulis menggunakan metode kritik seni dan mendapat hasil bahwa  adanya ketidak sinkron-an antara elemen visual dari poster dengan tema acara yang notabene bertemakan cerita rakyat Indonesia. Visual Communication Design is a science that uses the management of visual elements in the design process. Sometimes there are problems in designing a DKV work. One of these problems is the presence of visual miscommunication which means there is a lack synchronization between the message and the visual elements that exist. In this paper, we discuss the visual miscommunication contained in the Poster story Instagram from the event  named “Gelar Cipta Tata Rias 2019: Indonesian Folklore” which held by the 2015 class of Cosmetology Department, Surabaya State University. In discussing this poster, the author used the art critique method and got the result that there was a lack of synchronization between the visual elements of the poster and themed “Indonesian Folklore”.
NILAI SOSIAL PENDAKIAN GUNUNG SEBAGAI SUMBER IDE PENCIPTAAN SENI LUKIS Arif Satriyo Pambudi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.726

Abstract

Tujuan penciptaan yaitu untuk memvisualisasikan nilai sosial pendakian gunung sebagai sumber ide penciptaan seni lukis. Proses penciptaan berpedoman kepada metode penciptaan seni berbasis praktik (Practice Based Research). Lukisan ini disajikan melalui gaya surealis. Lukisan yang dihasilkan berjumlah 6 buah dengan berbagai ukuran yaitu kebersamaan dengan ukuran (100 x 120 cm), dan karya selanjutnya adalah terbongkar dengan ukuran (80 x 100 cm), sumber kehidupan dengan ukuran (80 x 100 cm ),siang malam dengan ukuran (80 x 100 cm) kesetaraan dengan ukuran (80 x 100 cm), semut kecil dengan ukuran (80 x 110 cm ). The purposes of creation is visualized the social value of mountain climbing as a source of painting creation ideas. The purposes of creation is guided by methods of practice-based research. This painting is presented in a surreal style. The paintings produced amounted to six pieces of various sizes, namely togetherness with sizes (100 x 120 cm), and the next work is uncovered with size (80 x 100 cm), source of life with size (80 x 100 cm), day and night with sizes ( 80 x 100 cm) equality in sizes (80 x 100 cm), small ants in sizes (80 x 110 cm).
Back Matter (DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3 No 1 Juni 2020) Editor Deskovi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI KOMPARASI INFOGRAFIS PENCEGAHAN VIRUS CORONA Wisnu Wijaya
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.693

Abstract

Infografis digunakan oleh media massa untuk menyampaikan informasi dan kontrol sosial terkait fenomena yang sedang terjadi termasuk persebaran virus Corona yang semakin meluas ke Indonesia sejak Maret 2020. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penerapan prinsip desain analitik dalam infografis pencegahan virus Corona, serta untuk mengetahui makna dari tanda-tanda di dalamnya. Sampel infografis dikumpulkan dari lima media berita online di Indonesia yang dipublikasikan dari bulan Januari hingga April 2020 dalam batasan konteks pencegahan virus Corona. Prosedur penelitian dibagi menjadi dua kelompok. Pertama, metode komparatif kuantitatif melalui penyebaran angket dengan modifikasi System Usability Scale (SUS) untuk mengetahui efektivitas penerapan prinsip-prinsip desain analitik dari Edward Tufte. Kedua, metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan semiotika dari Peirce untuk mengungkap makna tanda visual dan verbal. Hasil penilitian menyatakan bahwa kelima infografis tersebut sudah memperhatikan prinsip desain analitik seperti hubungan sebab-akibat, persuasi, keterbacaan, dan komprehensif, serta sebagian besar menggunakan pendekatan naratif eksploratif sebagai struktur penyampaian informasi. Infographics is used by the mass media to convey information and social control related to the phenomenon that is happening, including Corona virus which has increasingly spread to Indonesia since March 2020. The purpose of this study was to determine the level of application of infographic analytic design principles related to Corona virus prevention, as well as to find out the meaning of the signs inside. The infographic sample was collected from five online news media in Indonesia, which were published from January to April 2020 within the context of the Corona virus prevention context. The research procedure was divided into two groups. First, quantitative comparative methods through questionnaires using the modification of System Usability Scale (SUS) analysis to determine the effectiveness of applying analytic design principles of Edward Tufte. Second, the descriptive qualitative method through Peirce's semiotics approach to reveal the meaning of visual and verbal signs. The research stated that the seven infographics had paid attention to analytic design principles such as causability, persuasion, legibility, and comprehensive, also used explorative narrative approaches as a structure for information delivery.
PELATIHAN KESENIAN REBANA GRUP AL-MAGHFIROH DI CIKAMBUY DESA SANGKANHURIP KECAMATAN KATAPANG KABUPATEN BANDUNG Mochammad Septa Satria Saputra
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.727

Abstract

Penelitian ini berjudul “pelatihan kesenian rebana grup Al-Maghfiroh di Cikambuy Desa Sangkanhurip Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung”. Penelitian ini didasari oleh alasan dari grup kesenian rebana yang aktif di Cikambuy Kabupaten Bandung. Grup Al-Maghfiroh berbeda dengan grup kesenian rebana lainnya, grup ini digerakan oleh Pak Toni dan oleh murid-muridnya dan sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang bernuansa Islami khususnya didaerah Cikambuy dan sekitarnya. Dengan bimbingan pelatih, murid mampu memainkan alat musik kesenian rebana secara bersama-sama, bergembira, serta mempunyai daya tarik tersendiri. Pada kegiatan latihan kesenian rebana, murid mendapat motivasi dari pelatih dan mendapat dukungan dari orang tua murid. Berdasarkan observasi kebeberapa tempat didaerah Cikambuy, Grup Al-Maghfiroh ini lebih cenderung menarik sehingga proses latihannya dilakukan dengan jadwal yang telah ditentukan tiap minggunya. Ini yang menjadi kajian penelitian saya, melihat dan mengamati proses pelatihan untuk diteliti dikediaman Pak Toni. Pelatihan kesenian rebana grup Al-Maghfiroh Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung, dengan tujuan untuk memberikan gambaran tentang proses pelatihan kesenian rebana yang dilakukan di Cikambuy Kabupaten Bandung secara sistematis, faktual, serta aktual mengenai objek yang akan dikaji. Sedangkan teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi literarul. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa murid dapat lebih terampil dalam memainkan alat musik kesenian rabana, cara pelatihan yang dipakai oleh Pak Toni yaitu dengan cara di beo sangat membantu dalam hal menyampaikan materi kepada murid, dan adanya ketergantungan yang timbul dari murid dalam proses pelatihan sehingga terjadinya ketidak seriusan dalam pelatihan kesenian rebana. This research entitled “training of art of tambourine group Al-Maghfiroh in Cikambuy Village Sangkanhurip District Katapang District Bandung”. This research is based on the reason of grup of tambourine art that active in Cikambuy Regency Bandung. Group Al-Maghfiroh is different from other groups of tambourine art, this groups is driven by Mr.Toni and by his students and often follow the activities of Islamic nuance especially in Cikambuy and surrounding areas. With the coach’s guidance, students are able to play the tambourine art instrumen together, have fun, and have their own charms. In the rehearsal art training activities, students get motivation from the trainer and get support from the parents of the students. Based on observations to some places in Cikambuy area, this Al-Maghfiroh Group is more likely to attract so that the training process is done with the coach and his peers. This is the study of my research, looking at and observing the training process to be studied in Mr. Toni’s residence. Training of tambourine art group Al-Maghfiroh District Katapang Bandung Regency, with the aim to provide an overview of the art training process conducted Cikambuy Bandung regency as well as about the object to be studied. While the technique of data collection is through observation, interview, documentation, and literatur study. Based on the result of research shows that students can be more skilled in playing musical instruments rebana, the way of training used by Mr. Toni is by way of parrots very helpful in terms of delivering material to students, and the dependence arising from students in the training process so that the occurrence art training.
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR KRIYA KERAMIK DI SMK NEGERI 8 PADANG Bella Eka Pratiwi
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media audio visual terhadap hasil belajar kriya keramik di SMK Negeri 8 Padang. Hipotesis yang diuji dalam penelitaian ini adalah hasil belajar kriya keramik yang diajar dengan menggunakan media audio visual berbeda secara signifikan dengan hasil belajar kriya keramik yang diajar dengan menggunakan media konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kriya keramik. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas XI kriya keramik. Teknik pengambilan sampelnya adalah purposive sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi-experimen) dengan rancangan penelitian Pretest-Posttest Control Group Design. Data penelitian dikumpulkan dengan tes hasil belajar. Data kemudian dianalisis dengan Uji-t. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: hasil belajar kriya keramik yang diajarkan dengan menggunakan media audio visual berbeda dengan hasil belajar kriya keramik yang diajar dengan menggunakan media konvensional. Berdasarkan temuan penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa media audio visual berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran kriya keramik. Oleh karena itu media audio visual sangat baik untuk digunakan secara terus menerus oleh guru dalam proses pembelajaran guna untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran kriya keramik di SMK Negeri 8 Padang. This research aims to understand the influence of audio visual media to the result of learning pottery crafting in SMK Negeri 8 Padang. This research tested the hypothesis to know is there a significant difference in the result of learning pottery crafting taught by using audio visual media and conventional media. The population is all of the pottery crafting students. The sample is the students of class XI pottery crafting. The technique of sampling is purposive sampling. The type of research is quasi experiment with research plan is Pretest-Posttest Control Group Design. The data is collected by testing the learning result. Then, data will be analyzed by using Uji-t. The result shows : the learning result of pottery crafting that has been taught using audio visual media is difference with the result of learning by using conventional media. Based on the result of the research, we can conclude that audio visual media has positive influence towards students’s learning result in pottery crafting subject. Therefore, the audio visual media is really good to use continuosly by the teacher in the learning process in order to improve the students’s learning result specifically in pottery crafting subject in SMK Negeri 8 padang.
PENDALAMAN KARAKTER SISWA-SISWI DALAM EKSTRAKURIKULER TEATER DISMA NEGERI 1 ALALAK MENGGUNAKAN OLAH SUKMA Rofi Shafwan
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.728

Abstract

Masalah yang ditemukan dalam Ekstrakuikuler Teater di SMA Negeri 1 Alalak adalah siswa kesulitan dalam mempelajari dan memainkan karakter yang mereka perankan. Ibu Ani Nilawardani, M.Pd selaku penanggung jawab Ekstrakurikuler Teater di SMA Negeri 1 Alalak tidak pernah memberikan arahan untuk pendalaman karakter dalam berteater, beliau pernah tepikir untuk mengajak siswa/siswi ekstrakurikuler Teater olah sukma namun ibu Ani tidak jadi melakukannya karena beliau dan pihak sekolah masih ragu-ragu untuk melakukan olah sukma dengan pemahaman bahwa olah sukma bisa membuat siswa/siswi Ekstrakurikuler Tetaer kesurupan. Penelitian ini bertujuan untuk 1.) Mengetahui proses pelaksanaan pendalaman karakter siswa / siswi ekstrakurikuler Teater di SMA NEGERI 1 Alalak melalui olah sukma, menggunakan metode pendekatan kualitatif. Penelitian ini memberikan pengalaman baru terhadap siswa/siswi untuk bisa belajar bersama dan merasakan bagaimana caranya memainkan karakter, karena karakter sangat penting bagi seorang aktor dalam ber teater untuk menciptakan suasana agar para aktor bisa membawakan perannya senyaman dan bisa sebagus mungkin. Sampel penelitian ini adalah Siswa/siswi yang mengikuti ektrakurikuler teater di SMA Negeri 1 Alalak. The problem found in Theater Extracurricular at Alalak 1 Senior High School is that students have difficulty in learning and playing the characters they play. Mrs. Ani Nilawardani, M.Pd as the person responsible for Theater Extracurricular activities at Alalak 1 Senior High School has never given any direction for character deepening in theater, she had thought to invite extracurricular Theater students, though Ibu Ani did not do it because she and the school still hesitant to do sukma with the understanding that if sukma can make students Extracurricular Theater possessed. This study aims to Determine the process of implementing the deepening of the character of students of extracurricular Theater at Alalak 1 Senior High School through processing the sukma, using a qualitative approach method. This research provides new experiences for students to be able to learn together and feel how to play the character. because the character is very important for an actor in performing theater to create an atmosphere so that the acto performs the role as comfortable and can be as good as possible.
WUJUD KASIH SAYANG IBU DALAM SENI PATUNG ABSTRAK Aulia Darma
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.724

Abstract

Tujuan pembuatan karya akhir ini adalah memvisualisasikan tentang ungkapan kasih sayang seorang ibu dalam wujud karya patung abstrak figuratif dengan teknik cetak (cashting) dengan menggunakan lima tahapan yaitu persiapan, elaborasi, sintesis, realisasi konsep, dan penyelesaian. Setelah melakukan serangkaian proses penciptaan yang panjang maka terciptalah 7 buah patung, diantaranya: ‘’Permulaan’’, ‘’Penantian Yang Panjang’’, ‘’Pengorbanan Ibu’’, ‘’Kasih Sayang’’, ‘’Ungkapan Cinta Ibu’’, ‘’Mendidik’’, dan ‘’Ketulusan’’. Diharapkan karya akhir bermanfaat bagi mahasiswa jurusan seni rupa, sebagai bahan apresiasi dan karya pembanding untuk menciptakan karya patung yang lebih baik di masa yang akan datang. The purpose of this final paper is to visualize the expression of mother's affection in the form of abstract figurative sculpture by printing technique (cashting) by using five stages: preparation, elaboration, synthesis, concept realization, and completion. After performing a series of long creation process then created 7 pieces of sculpture, including: '' Beginnings '', '' Long Waiting '', '' Sacrifice Mother '','' Love '','' Mother Love Expression '' , '' Educating '', and '' Sincerity ''. It is hoped that the final work will be useful for art students, as an appreciation and comparative work to create better sculpture in the future.
BENTUK DAN PERAN MUSIK RANDAI PAREWA LIMO SUKU DALAM ACARA BARALEK DI KECAMATAN KURANJI KOTA PADANG, SUMATERA BARAT Rahmat Kurniawan
DESKOVI : Art and Design Journal Vol 3, No 1 (2020): JUNI 2020
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/deskovi.v3i1.721

Abstract

Suku Minangkabau memiliki berbagai kesenian, di antaranya adalah Randai. Randai hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat, dan hampir di setiap daerah di Minangkabau mempunyai Randai. Salah satu grup yang mengembangkan Randai yaitu Grup Parewa Limo Suku yang berada di Kuranji Kota Padang Sumatera Barat. Randai ini dilaksanakan dengan berbagai unsur seni yaitu Silek, Tari, Musik dan Teater. Randai termasuk kedalam Drama Musikal  kedaerahan dengan memliki unsur seni yang kompleks. penyajian Randai diawali oleh permainan musik untuk menarik perhatian masyarakat. Berikutnya pidato dari Tukang Gore yang kemudian masuk ke dalam Legaran dengan diiringi musik untuk memberikan kesempatan kepada pelaku cerita memasuki lingkaran. Naskah cerita yang digunakan berjudul Untuang Sudah yang memiliiki permasalahan dan perselisihan dengan  Rajo Angek Garang. Cerita ini dilaksanakan dalam lima legaran, cerita  dalam Randai pada umumnya merupakan perumpamaan  dalam  masyarakat yang didalamnya mengandung nasehat-nasehat yang berisikan pesan moral. Cerita Untuang Sudah dalam Randai sering dibawakan dalam acara hiburan Baralek  oleh Parewa Limo Suku. Musik iringan dalam Randai berperan sangat penting dimana musik  membuat karakter suasana yang berbeda-beda yakni sebagai ilustrasi cerita dan sebagai penguat suasana dalam penyampaian pesan di setiap adegan Randai. Tujuan Grup Parewa Limo Suku, yaitu untuk melestarikan kebudayaan Minangkabau, serta turut aktif membantu pemerintah dalam membina dan mengembangkan seni budaya khususnya seni budaya Minangkabau. Randai saat ini masih digunakan dalam pertunjukan rakyat Minangkabau dan bentuk penyajiannya disesuaikan dengan drama musikal yang menggunakan berbagai unsur-unsur kesenian yang ada dalam masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan pendekatan Etnomusikologi. Minangkabau tribe has a variety of arts, including Randai. Randai lives and develops in community life, and almost every area in Minangkabau has Randai. One of the groups that developed Randai is the Parewa Limo Tribe Group located in Kuranji, Padang, West Sumatra. This randai is carried out with various elements of art namely Silek, Dance, Music and Theater. Randai included in the Regional Musical Drama with a complex element of art. Randai's presentation was preceded by a musical game to attract the attention of the public. Next was the speech from Tukang Gore which then entered Legaran accompanied by music to give the story actors a chance to enter the circle. The text of the story used is titled Untuang Sudah which has problems and disputes with Rajo Angek Garang. This story is carried out in five stories, the story in Randai is generally a parable in a society which contains advice which contains a moral message. Untuang Stories Already in Randai is often sung in Baralek entertainment programs by the Parewa Limo Tribe. Accompanied music in Randai plays a very important role where the music makes the character of a different atmosphere that is as an illustration of the story and as a reinforcement of the atmosphere in delivering messages in each Randai scene. The aim of the Parewa Limo Suku Group is to preserve the Minangkabau culture, and to actively assist the government in fostering and developing cultural arts, especially Minangkabau cultural arts. Randai is currently still used in Minangkabau folk performances and the form of presentation is adapted to musical dramas that use various artistic elements in the Minangkabau community. This research uses descriptive analysis method and ethnomusicology approach 

Page 1 of 2 | Total Record : 11