cover
Contact Name
Moh. Farhan Qudratullah
Contact Email
aching_lo@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
redaksi@jbs.or.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi
ISSN : 25489593     EISSN : 26548348     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi contains original research about the results of community service activities. The community service activities include the implementation of research results, the application of appropriate technology, the dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; in the fields of science and technology and based on Islamic values.
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2021)" : 4 Documents clear
Blongsong sebagai Solusi Berbasis Kearifan Lokal: Faktor Pembatas Hama dan Sinar Matahari terhadap Belimbing (Averrhoa carambola L.) Alfika Auliana; Mutiara Aulia An Nidhof; Hamidatul Ulaa; Achmad Ali Fikri
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah belimbing yang terserang hama dan terkena sinar matahari berlebih akan menurunkan kualitas dan keberlangsungan hidup dari belimbing (Averrhoa carambola L.), hal ini menjadi faktor pembatas bagi belimbing (Averrhoa carambola L.). Petani konvensional mempunyai solusi dengan kearifan lokal yakni menggunakan blongsong atau pembungkus buah yang ada di pohon. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk memberikan konsep dasar blongsong sebagai solusi dari faktor pembatas sehingga kualitas belimbing meningkat. Selain itu, juga bertujuan untuk memberikan pengetahuan awal bagi pembaca dan masyarakat yang tertarik membudidayakan buah belimbing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan dilengkapi dengan studi kepustakaan. Penggunaan blongsong sebagai pembungkus buah dengan menggunakan kertas semen, plastik ataupun daun jati mempunyai tujuan dan cara tertentu. Penggunaan blongsong dapat menjadi solusi bagi faktor pembatas hama yang merusak buah dan sinar matahari berlebih yang mengakibatkan sunburn. Selain itu buah yang menggunakan blongsong memiliki keunggulan diantara buah menjadi menarik, manis, sehat terbebas dari bahan kimia dan cepat masak/ matang. [Star fruit that is attacked by pests and exposed to excessive sunlight will reduce the quality and survival of star fruit (Averrhoa carambola L.), this is a limiting factor for star fruit (Averrhoa carambola L.). Conventional farmers have a solution with local wisdom, namely using blongsong or fruit wrappers on the tree. This research was conducted to provide the basic concept of blongsong as a solution to limiting factors so that the quality of star fruit increases. In addition, it also aims to provide initial knowledge for readers and people who are interested in cultivating star fruit. This research uses descriptive qualitative method with data collection through interviews, observation, documentation and is equipped with a literature study. The use of blongsong as fruit wrapping using cement paper, plastic or teak leaves has a specific purpose and method. The use of blongsong can be a solution for pest limiting factors that damage fruit and excess sunlight that causes sunburn. In addition, fruit that uses blongsong has the advantage of being attractive, sweet, healthy, free from chemicals and ripe / ripe quickly.]
Pembuatan Ecobrik Pada Bank Sampah Pematang Pudu Bersih Kecamatan Mandau Duri Kabupaten Bengkalis Prama Widayat
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mandau merupakan salah satu kecamatan yang cukup padat penduduk di Kabupaten Bengkalis, disini terdapat sebuah Bank Sampah Pematang Pudu Bersih yang berada pada kelurahan Pematang Pudu dengan jumlah penduduk 29.986 jiwa yang terdiri dari 17 RW dan 95 RT dengan luas wilayah 25 KM2. Bank sampah ini berdiri sejak 2015 yang menampung sampah non-organik seperti botol, plastik, kertas dan karton dengan beragam jenis. Tetapi untuk sampah plastik seperti kantong kresek, bungkus makanan, styrofoam, sedotan dan lainnya sejenis maka ini belum bisa dimanfaatkan, sebagian bisa dibuat menjadi tas karena bungkus plastik tersebut masih bagus tetapi bungkus plastik yang sudah kotor dan robek tidak bisa buat menjadi kerajinan tangan. Untuk itulah dibuatkan menjadi paving blok sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi lagi. [Mandau District is one of the most densely populated sub-districts in Bengkalis Regency, here there is a Pematang Pudu Bersih Waste Bank located in Pematang Pudu Village with a population of 29,986 people consisting of 17 RW and 95 RT with an area of 25 KM2. This waste bank was established in 2015 and accommodates various types of non-organic waste such as bottles, plastics, paper and cardboard. But for plastic waste such as plastic bags, food wrappers, styrofoam, straws and other similar types, this cannot be utilized, some of which can be made into bags because the plastic wrap is still good but dirty and torn plastic wrap cannot be made into handicrafts. For this reason, they are made into paving blocks so that they have a higher selling value.]
Peningkatan Kapasitas Masyarakat Terhadap Pemahaman Labeling Produk Pertanian di Bidang Ekspor Impor Genesiska Genesiska; Rezki Satris
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses labeling dalam suatu produk merupakan salah satu hal yang penting untuk diketahui oleh masyarakat terutama dalam hal labeling produk pertanian baik dalam hal ekspor maupun impor. Akan tetapi dalam hal traceability produk terkhusus di bidang pangan pengetahuan tentang labeling mulai dari proses produksi hingga distribusi dan bahkan sampai pada konsumen sering kali terabaikan. Sehingga masyarakat sebagai konsumen terkadang belum mengetahui apa saja kandungan yang ada dalam sebuah produk hingga batas konsumsi produk terutama produk-produk ekspor dan impor dalam sebuah negara. Dalam proses labeling hal yang perlu diperhatikan terkait barang-barang ekspor maupun impor diantaranya adalah informasi ukuran, berat, kualitas, kuantitas, asal produksi, perusahaan produsen, bahan-bahan yang digunakan dalam produksi, serta hak kekayaan intelektual (seperti trademark, patent, copyright). Akan tetapi, pada praktiknya terdapat beberapa penyimpangan dalam proses labeling diantaranya para pelaku usaha dalam memperdagangkan suatu produk pangan sering melakukan kecurangan agar produk pangan impor yang dijual laku dalam jumlah banyak. Salah satu perbuatan curang yang dilakukan oleh pelaku usaha adalah kecurangan dalam hal memperdagangkan produk pangan impor yang masih menggunakan bahasa asing dalam labelnya atau tidak berlabel bahasa Indonesia. Selain itu, produk pangan yang mengandung Genetically Modified Organism (GMO) yaitu organisme yang DNA-nya telah diubah atau dimodifikasi dengan cara tertentu melalui rekayasa genetika bagi kebanyakan masyarakat belum paham terhadap hal tersebut. Dalam hal produk yang mengandung GMO dipasaran cenderung lebih murah dibandingkan dengan  produk local asli. Sehingga, kecenderungan masyarakat lebih memilih produk yang mengandung GMO. [The labeling process in a product is one of the important things to be known by the public, especially in terms of labeling agricultural products both in terms of exports and imports. However, in terms of product traceability, especially in the food sector, knowledge about labeling from the production process to distribution and even to consumers is often neglected. So that people as consumers sometimes do not know what the content is in a product to the limit of product consumption, especially export and import products in a country. In the labeling process, things that need to be considered regarding export and import goods include information on size, weight, quality, quantity, origin of production, producer company, materials used in production, as well as intellectual property rights (such as trademarks, patents, copyrights). ). However, in practice there are several irregularities in the labeling process, including business actors in trading a food product often committing fraud so that imported food products sold are sold in large quantities. One of the fraudulent acts committed by business actors is fraud in terms of trading imported food products that still use foreign languages ​​on their labels or are not labeled in Indonesian. In addition, food products containing Genetically Modified Organisms (GMOs) are organisms whose DNA has been altered or modified in a certain way through genetic engineering, most people do not understand about this. In terms of products containing GMOs, the market tends to be cheaper than the original local products. Thus, people tend to prefer products that contain GMOs.]
Potensi Pemberdayaan Angkatan Muda Masjid Al-Huda Dusun Randugunting Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Sebagai Implementasi Sistem 3 R (Reduce, Reuse dan Recycle) Sulistiyawati; Win Indra Gunawan; Sutriyono
Jurnal Bakti Saintek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sains dan Teknologi Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan samaph merupakan bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sistem 3R sangat memungkinkann dilakukan oleh semua lapisan masyarakat dan sangat memberikan hasil ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan oleh kelompok ibu rumah tangga yang tergabung dalam bank sampah kartini randugunting kalasan sleman belum dapat mengoptimalkan seluruh aspek social di wilayah randugunting. Struktur social yang ada di wilayah tersebut terdiri dari ibu rumah tangga, bapak dan pemuda yang selama ini terlibar dalam social di wilayah randugunting. Pengelolaan bank sampah selama ini memanfaatkan pola pengelolaan sampah meliputi sampah-sampah rumah tangga dijadikan pupuk, bahan yang masig berharga dijadikan kerajinan dan barang yang tidak bias dikelola dijual. Angkatan Muda Masjid randugunting memilliki divisi ekonomi dalam struktur kepengurusannya. Devisi ekonomi selama ini telah melakukan kegiatan berupa bazar murah, agen beras yang cenderung tidak stabil, sehingga kalah dalam persaingan. Adanya potensi sampah yang dapat menghasilkan nilai tambah yang selama belum tersentuh oleh pemuda. Pengelolaan sampah ini tidak membutuhkan modal yang besar sehingga bias dilakukan kerjasama antara angkata muda masjid dengan bank sampah kartini randugunting.

Page 1 of 1 | Total Record : 4