cover
Contact Name
Andi Faisal Anwar
Contact Email
faisal.anwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255779975
Journal Mail Official
ecces@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Economics Department, Faculty of Economic and Islamic Business, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia. 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ecces: Economics, Social, and Development Studies
ISSN : 24076635     EISSN : 25805770     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Ecces specializes in Economics and is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to: economic development, macroeconomics, microeconomics, monetary economics, public economics, political economics, and digital economics, etc.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2019)" : 7 Documents clear
Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Aglomerasi, dan Modal Manusia Terhadap Ketimpangan Pendapatan Antar Kabupaten/Kota Di Provinsi Kalimantan Barat Hendarmin Hendarmin
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.11186

Abstract

Kondisi pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan di Provinsi Kalimantan Barat selama 10 tahun terakhir mengalami tren perkembangan yang fluktuatif. Beberapa daerah di Kabupaten/Kota memperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang meningkat diikuti dengan gini rasio yang meningkat, namun ada juga penurunan pertumbuhan ekonomi diikuti dengan penurunan ketimpangan pendapatan. Ini mengindikasikan bahwa daerah Provinsi Kalimantan Barat masih mengalami tingkat kesejahteraan yang belum merata. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi, aglomerasi, dan modal manusia terhadap ketimpangan pendapatan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Barat. Analisis data menggunakan regresi data panel selama kurun waktu 2013-2017 dan data cross section 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Hasil penelitian yang diperoleh dari regresi data panel pendekatan fixed effect ditemukan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan tidak signifikan, variabel aglomerasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan, sedangkan variabel modal manusia yang diproksi dengan IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Variabel pertumbuhan ekonomi, aglomerasi dan modal manusia secara simultan berpengaruh terhadap ketimpangan pendapatan antar Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Barat. Perlu adanya penyediaan pelayanan publik agar kesenjangan antar daerah kota dan kabupaten tidak semakin lebar. Tujuan pembangunan tidak semata berorientasi pada mengejar pertumbuhan yang tinggi tetapi juga harus mempertimbangkan pemerataan dan kesejahteraan. Kata kunci:  Ketimpangan Pendapatan, Pertumbuhan Ekonomi, Aglomerasi, dan Modal Manusia.   
Efek Belanja Modal Pemerintah Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan Wardihan Sabar
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.10920

Abstract

Capaian IPM Provinsi Sulawesi Selatan selama kurun waktu 2007-2016 terus mengalami peningkatan, namun angkanya masih lebih rendah dibandingkan angka IPM Nasional. Artikel ini mengulas pengaruh belanja belanja modal pendidikan, belanja modal kesehatan, belanja modal ekonomi terhadap indeks pembangunan manusia di Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan periode 2007-2016. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini berupa data sekunder dalam bentuk data panel (pooled data) di Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan. Variabel yang digunakan pada penelitian ini adalah belanja modal pendidikan, belanja modal kesehatan dan belanja modal ekonomi dari APBD seluruh Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan. Estimasi parameter dari variabel tersebut dengan menggunakan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belanja modal pendidikan, dan belanja modal kesehatan, dan belanja modal ekonomi berpengaruh signifikan terhadap IPM di Provinsi Sulawesi Selatan. Peningkatan alokasi belanja modal pada ketiga sektor ini memberikan dampak positif terhadap upaya meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Selatan.Kata kunci:  Indeks Pembangunan Manusia, Sulawesi Selatan,  Belanja Pemerintah.
Menelusur Struktur Pasar Pada Kontrak Informal di Sentra Industri Brem Sabrina Mufidha; Multifiah Multifiah; Dias Satria
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.11014

Abstract

Fenomena unik terkait kontrak informal yang terjadi di Sentra industri brem yaitu produsen besar yang telah menguasai pasar dapat menentukan arah pasar sesuai keinginan. Akibatnya banyak produsen kecil gulung tikar karena adanya persaingan tidak sehat dengan harga yang berlaku. Disisi lain, produsen besar dapat melebarkan sayap dengan melakukan kontrak informal bersama distributor dan agen. Dalam kontrak, distributor memiliki peran yang besar dalam memasarkan produk brem sehingga dapat menerima hasil produksi brem hingga beberapa produsen dengan harga ditetapkan. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan mengetahui proses terbentuknya struktur pasar dalam hubungan kontrak informal antar pelaku usaha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil telusur terdapat praktik oligopoli dan oligopsoni dalam proses pemasaran brem tersebut sehingga mengakibatkan inefisiensi bagi pelaku usaha yang terlibat dalam kontrak. Saran yang dapat penulis berikan untuk menciptakan kondisi pasar yang baik yaitu pemerintah perlu membentuk kartel dan istana brem di lingkungan sentra industri. Kata kunci: Kontrak Informal, Sentra Industri brem, Struktur Pasar.
Penyerapan Tenaga Kerja Industri Provinsi Jawa Timur: Apakah Upah Minimum Masih Menjadi Faktor Penentu? Atu Bagus Wiguna
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.11178

Abstract

Model standar pasar tenaga kerja kompetitif memprediksi upah minimum sebagai faktor penentu penyerapan tenaga kerja. Dengan tren peningkatan upah minimum dan kinerja industri, penyerapan tenaga kerja masih mengalami fluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fakor – faktor yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja industri di provinsi Jawa Timur, Indonesia. Menggunakan data level Kabupaten / Kota, persamaan penyerapan tenaga kerja diestimasi dengan regresi data panel. Ditemukan bahwa penyerapan tenaga kerja industri dipengaruhi oleh PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) industri; sedangkan upah minimum tidak menjadi indikator utama yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja seiring dengan implementasi kebijakan pengupahan di Indonesia yang mempertimbangkan PDB (Produk Domestik Bruto) dan inflasi. Implikasi dari temuan ini, pada wilayah dengan PDRB tinggi perlu fokus pada perbaikan kualitas tenaga kerja untuk meminimalisir shifting antara tenaga kerja dan modal; sedangkan wilayah dengan PDRB rendah perlu mempercepat pembangunan kawasan industri baru agar dapat menampung tren relokasi dan perpindahan tenaga kerja.                               Kata Kunci: Penyerapan Tenaga Kerja, Upah Minimum, PDRB Industri
Studi Ekonomi Korupsi di Beberapa Kota Indonesia Angga Erlando
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.10989

Abstract

Persoalan korupsi nampaknya ikut memicu masalah-masalah ekonomi dan sosial, menurunkan pertumbuhan ekonomi, mengurangi minat berinvestasi, menghambat distribusi pendapatan, meningkatkan kemiskinan hingga memicu terjadinya inflasi, bahkan korupsi juga diyakini menghambat perbaikan sistem politik. Hasil penelusuran terhadap studi literatur menunjukkan bahwa penelitian berkaitan dengan determinan faktor korupsi terbagi atas tiga jenis tema besar. Hal tersebut meliputi dari perspektif ekonomi, politik, serta sosial dan budaya yang berfokus pada sampel observasi lintas negara di dunia. Sementara itu, penelitian ini berfokus pada studi ekonomi korupsi dengan mempertimbangkan faktor ekonomi seperti pertumbuhan riil, IPM, belanja pemerintah, inflasi, tingkat pengangguran terbuka, dan penerimaan pajak, yang ditengarai berdampak pada tingkat korupsi di skala wilayah yang lebih kecil yaitu daerah perkotaan. Walaupun studi ini masih cukup terbatas, karena data yang tersedia di Indonesia hanya menghasilkan formasi data panel sebanyak 56 obeservasi (14 Kota di Indonesia pada tahun 2004, 2006, 2008, dan 2010). Namun, output penelitian ini memberikan hasil yang menarik. Regresi menggunakan model Tobit yang dilakukan, menunjukkan bahwa faktor ekonomi seperti pertumbuhan riil, belanja pemerintah, dan tingkat pengangguran terbuka memiliki kecenderungan dalam menaikan tingkat korupsi, yang diukur melalui Indeks Perspesi Korupsi (IPK). Sementara itu, variabel IPM berkecenderungan memberikan determinasi menurunkan tingkat korupsi, sedangkan inflasi dan penerimaan pajak daerah bukan merupakan determinan terhadap korupsi. Arah implikasi penelitian ini adalah mendukung hadirnya survei berkaitan dengan tingkat korupsi pada level daerah (kabupaten/kota) secara berkala dan konsiten, serta akselerasi lembaga pencegahan korupsi yang seharusnya ada di setiap daerah.Kata Kunci: Faktor Ekonomi, Tingkat Korupsi (IPK), Tobit, Beberapa Kota di Indonesia.
Interelasi Pengeluaran Pemerintah dan Kesempatan Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah Andi Lopa Ginting; Sondang Nauly Hasibuan
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.10957

Abstract

Permasalahan mendasar tenaga kerja Kalimantan Tengah dirumuskan sebagai penduduk usia kerja yang didominasi oleh tenaga kerja dengan kompetensi dan etos kerja rendah, produktivitas rendah sehingga menerima upah rendah, perlakuan tidak sejajar dalam hubungan industrial yang pada akhirnya menyebabkan kesejahteraan dan pekerja rendah maka dari Penelitian ini bertujuan untuk interelasi pengeluaran pemerintah dan kesempatan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah. Metode penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan data sekunder time series tahun 2010-2016. Data dianalisis menggunakan path analisis. Hasil penelitian menemukan pengeluaran pemerintah berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob ( 0,001 ). Pengeluaran pemerintah tidal berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (0,008). Kesempatan kerja berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (0,002). Kesempatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (0,004).  Pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (0,001). Pengeluaran pemerintah tidal berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (-0.724). Kesempatan kerja berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan melalui mediasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga Prob (1.198). Pemerintah diharapkan lebih banyak melakukan investasi yang memberikan manfaat pada perekonomian masyarakat secara umum seperti pembangunan infrastruktur perekonomian. Kesempatan kerja yang semakin baik berakibat pada semakin rendahnya angka kemiskinan pada masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah, sehingga perlu adanya peningkatan investasi baik dari pemerintah maupun swasta untuk membuka lapangan pekerjaan yang dapat meningkatkan penyerapan tenga kerja masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah. Kata kunci: Pengeluaran Pemerintah, Kesempatan Kerja, Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskinan.
Menyorot Relasi Luas Lahan, Harga Jual, Hasil Produksi, dan Biaya Produksi Terhadap Pendapatan Petani Padi siti aisyah; Asriani Yunus
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 6 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v6i2.10777

Abstract

Petani diperhadapkan dengan berbagai permasalahan, yang terus menggerus pendapatan mereka dari waktu ke waktu. Ketika masa panen telah tiba, hasil produksi padi tidak sesuai dengan apa yang diharapkan para petani. Semakin berkurangnya lahan pertanian yang disebabkan banyaknya alih fungsi lahan, akibat pembangunan perumahan, pendapatan yang diperoleh petani tidak menentu sedangkan pengeluaran mereka semakin meningkat dari hari ke hari. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi dan produksi padi yang dihasilkan tidak menentu, serta melaratnya petani dalam hal pembiayaan pertanian yang membuat petani terlibat hutang.  Persoalan-persoalan itu menjadi, tantangan besar bagi penghidupan petani saat ini. Tujuan          penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh luas lahan, harga jual, hasil produksi, dan biaya produksi terhadap tingkat pendapatan petani padi di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo. Jenis penelitian yaitu kuantitatif explanatory method, dengan menggunakan regresi linear berganda dengan menggunakan bantuan software SPSS 24 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel luas lahan, harga jual, hasil produksi, dan biaya produksi berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap pendapatan petani. Dan secara parsial luas lahan dan harga jual, serta hasil produksi berpengaruh signifikan dan berhubungan positif terhadap pendapatan petani. Sedangkan biaya produksi secara parsial berpengaruh positif dan berhubungan negatif terhadap pendapatan petani. Untuk meningkatkan produksi bagi petani, dari pihak pemerintah ataupun swasta harus mengarahkan petani dalam hal pemasaran hasil panen yang diperoleh serta cara penggunaan teknologi dibidang produksi, seperti penggunaan bibit unggul baik itu secara kualitas maupun kuantitas.Kata Kunci: Pendapatan, Luas Lahan, Harga, dan Produksi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7