cover
Contact Name
Andi Faisal Anwar
Contact Email
faisal.anwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285255779975
Journal Mail Official
ecces@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Economics Department, Faculty of Economic and Islamic Business, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Jl. H.M. Yasin Limpo No. 36 Samata, Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia. 92113
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Ecces: Economics, Social, and Development Studies
ISSN : 24076635     EISSN : 25805770     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
Ecces specializes in Economics and is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to: economic development, macroeconomics, microeconomics, monetary economics, public economics, political economics, and digital economics, etc.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2020)" : 7 Documents clear
Analisis Transisi Penyerapan Tenaga Kerja Sektoral di Indonesia Intan Lestari
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.13491

Abstract

Penelitian ini menjelaskan adanya kondisi Indonesia yang mengalami transisi penyerapan tenaga kerja menuju industrialisasi secara sektoral. Dengan menggunakan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), penelitian ini melihat keadaan sebelumnya dari pekerja yang dipekerjakan untuk mengetahui transisi pekerjaan sektoral. Dengan model multinomial logit, penelitian ini menggunakan variabel transisi dilengkapi dengan karakteristik lain yang mempengaruhi penyerapan tenaga kerja sektoral. Hasil temuan ini menjelaskan bahwa transisi sektoral yang memiliki peluang besar mengarah pada sektor industri dan jasa yang menjelaskan peran disrupsi ekonomi yang besar terhadap perubahan. Tidak hanya transisi di sektor lain, studi ini juga menunjukkan bahwa besarnya kemungkinan pekerja memilih untuk tetap berada di sektor yang sama sesuai dengan perspektif mereka sendiri. Dari keseluruhan transisi antar sektor, sektor pertanian memiliki nilai penyerapan tenaga kerja terkecil dibandingkan sektor lainnya dan sektor industri merupakan sektor yang paling diminati dibandingkan dengan sektor jasa. Dengan hasil temuan ini, pemerintah sebaiknya mendorong peningkatan dalam sektor pertanian melalui kemajuan pada sektor non pertanian dengan tujuan meningkatkan nilai tambah bagi sektor pertanian.Kata kunci: Disrupsi Ekonomi, Industri, Jasa, Pertanian, Transisi Sektoral.
Menyoal Capaian Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri Edwin Setya Parahita; Junaedi Junaedi
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.11087

Abstract

Capaian realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Kabupaten Jombang beberapa tahun terakhir tercatat cukup tinggi. Namun diduga bahwa validitas capaian yang tinggi tersebut masih banyak dipertanyakan karena adanya permasalahan penyusunan dan pelaporan data investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis data capaian realisasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) di Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari hasil penelusuran langsung, wawancara, dan laporan realisasi PMDN periode 2010-2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyusunan data capaian realisasi PMDN di Kabupaten Jombang diindikasikan terjadi kesalahan prosedur. Pertama, data yang digunakan dalam penyusunan tidak bersumber dari Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Kedua, penggunaan data perizinan berusaha dalam penyusunan data capaian realisasi PMDN tanpa verifikasi dan validasi ke lapangan. Ketiga, ketidaktelitian dalam mengolah data sehingga terjadi duplikasi dan data tidak valid. Implikasi dari penlitian ini adalah penyusunan data target dan realisasi nilai investasi oleh pemerintah, untuk perencanaan pembangunan agar lebih logis dan berhati-hati dalam proses penyusunannya. Lebih dari itu, penting untuk memperhatikan data investasi yang tampak sangat tinggi, agar lebih presisi dalam menentukan angka nilai riil investasi, dan tidak terjebak dalam angka-angka proyeksi investasi semata. Kata Kunci: LKPM, Perizinan Berusaha, PMDN, Realisasi 
Dampak Angka Harapan Hidup dan Kesempatan Kerja Terhadap Kemiskinan Andi Lopa Ginting
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.13197

Abstract

Keberhasilan dari program pembangunan sosial ekonomi menjadi indikator indeks pembangunan manusia (IPM). Angka harapan hidup erat kaitannya dengan angka kematian bayi, Kesempatan Kerja, kemiskinan dan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor  Pengaruh Angka Harapan Hidup dan Kesempatan Kerja terhadap Kemiskinan Provinsi Kalimantan Tengah. Subjek penelitian ini adalah 14 Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Tengah, dengan tahun pengamatan 2011-2018. Data dalam penelitian ini adalah Angka Harapan Hidup, Kesempatan kerja, Kemiskinan, dan Kesempatan Kerja di Provinsi Kalimantan Tengah. Dengan menggunakan alat analisis Path Analysis (Analisis Jalur). Angka harapan hidup pada dasarnya merupakan gambaran kondisi suatu wilayah secara garis besar. Semakin tingginya angka harapan hidup di Provinsi Kalimantan Tengah menandakan adanya perbaikan status kesehatan masyarakat, termasuk peningkatan akses,  kualitas pelayanan kesehatan yang mengurangi taraf kemiskinan karena meningkatnya peluang angkatan kerja di Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil penelitian ini juga menunjukkan angkatan kerja dan pertumbuhan ekonomi harus memiliki strategi yang tepat untuk mensejahterakan masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah karena tidak terdampak positif dengan Program strategis yang selama ini berjalan dalam mengurangi kesenjangan pembangunan sosial masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah.Kata kunci : Angka Harapan Hidup; Kesempatan Kerja; Kemiskinan; Pertumbuhan Ekonomi.
Menggagas Pembangunan Blue Economy Terumbu Karang; Sebuah Pendekatan Sosial Ekonomi Lisa Nursita
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.13730

Abstract

Terumbu karang di Pulau Karampuang merupakan aset yang berperan dalam menopang ekonomi masyarakat sekitar. Pengalaman masyarakat setempat mengenai pemanfaatan ekosistem terumbu karang, baik secara sosial maupun ekonomi tidak hanya dapat dinilai secara moneter, tetapi juga dapat dinilai lebih dalam secara kualitatif. Pengkajian dari sisi kualitatif ini, dapat melengkapi penilaian peran penting terumbu karang bagi kehidupan masyarakat sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dari ekosistem terumbu karang bagi masyarakat Desa Karampuang Mamuju, baik dari segi sosial maupun dari segi ekonomi. Dari sini kemudian akan diketahui bagaimana sikap masyarakat dalam penggunaan ekosistem ini dan dampak kerusakan ekosistem ini bagi masyarakat, lebih jauh penelitian ini akan bermuara pada simpulan saran kebijakan pengelolaan ekosistem terumbu karang. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Karampuang, Kabupaten Mamuju. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian ini dikumpulkan melalui survei dan wawancara pada stakeholder yang memiliki hubungan timbal balik dengan terumbu karang di perairan Pulau Karampuang, dengan jumlah informan yaitu sebanyak empat partisipan masing-masing merupakan informan kunci dengan berbagai profesi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan terumbu karang oleh masyarakat setempat bergantung pada terumbu karang tempat mencari nafkah, aset wisata, penjaga pulau dari terjangan gelombang, bahkan bahan bangunan. Melalui penelitian ini dapat dirumuskan beberapa saran alternatif yang efektif mengatasi permasalahan tentang terumbu karang yang ada di Pulau Karampuang, diantaranya penerapan payung hukum yang jelas, perencanaan pengelolaan sumber daya terumbu karang yang berkelanjutan berpola blue economy, dan diversifikasi pekerjaan pada masyarakat Pulau Karampuang demi meminimalisir jumlah tekanan pada terumbu karang.  Kata kunci : Sosial-ekonomi; Ekonomi Biru; Terumbu Karang
Perencanaan Pembangunan Inklusif Melalui Peran Partisipatif Pemerintah Daerah Sugianto Sugianto; Yul Tito Permadhy
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.13565

Abstract

Pembangunan desa memegang peranan penting dan tidak terpisahkan dengan pembangunan nasional, terbukti adanya beberapa program pembangunan yang dirancang oleh pemerintah. Kabupaten Lebak terdiri atas 28 Kecamatan, meliputi 5 Kelurahan dan 340 Desa, diantaranya terdapat Desa Bojongcae dan Desa Cibadak. Kedua desa ini memiliki jumlah penduduk 3.499 jiwa dan 4.905 jiwa yang umumnya bekerja sebagai petani dan buruh tani, jika dilihat dari topografi kedua desa ini masih dikelilingi ladang dan sawah. Berdasarkan observasi, terlihat bahwa kedua Desa tersebut memiliki potensi untuk dijadikan desa wisata yang meliputi wisata kesenian, edukasi pertanian, perkebunan dan peternakan. Kedua desa ini berpotensi menyukseskan pembangunan daerah, kerena didukung adanya warga yang memiliki semangat perubahan. Penelitian menggunakan metode pendekatan rasionalistik, menjelaskan secara umum khusus dan semua ilmu pada metode berasal dari pemakaian intelektual yang dibangun di atas kemampuan argumentasi secara logik. Populasi penelitian adalah para kepala keluarga, tokoh masyarakat, dengan menggunakan sampel penelitian untuk satu Rukun Tetangga (RT) pada setiap desa akan diambil 5 responden. Untuk jumlah RT pada 2  desa sebanyak 31 RT, meliputi Desa Cibadak sebanyak 18 RT dan Desa Bojongcae sebanyak 13 RT, sehingga jumlah keseluruhan sampel responden 155 orang, pengumpulan data digunakan teknik mix method kuantitatif dan kualitatif, teknik analisis digunakan Analisis Statistik Inferensial, SWOT dan LQ. Hasil penelitian menunjukkan nilai prob>chi2 terdistribusi normal, sesuai dan terbukti valid, serta nilai LQ tertiggi 4,72 menunjukkan hasil sektor pertanian berpotensi, diharapkan pemerintahan desa dapat mengelola hasil pertanian dengan pemenuhan subsidi pupuk dari pemerintah pusat dapat mendukung hasil pertanian lebih maksimal.  Kata Kunci : Pembangunan Inklusif; Potensi Desa; Partisipasif; Pemerintah Daerah 
Dampak Faktor Eksternal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Rossanto Dwi Handoyo; Angga Erlando; Ilham Septiyanto
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.13382

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang menggunakan pertumbuhan ekonomi sebagai indikator kinerja ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan sangat diharapkan oleh pemerintah Indonesia, sebagai salah satu upaya untuk mencapai kemakmuran bagi masyarakat Indonesia. Studi ini mencoba melihat pengaruh impor, pengiriman uang (remiten), foreign direct investment (FDI), dan harga minyak dunia terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Estimasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL) analysis method, dan digunakan untuk melihat efek jangka panjang dan jangka pendek. Hasil estimasi menunjukkan bahwa variabel impor secara signifikan memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sementara itu, variabel FDI memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Variabel remitansi memiliki hubungan negatif, tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam jangka pendek, selain itu remitansi juga memiliki pengaruh positif, tetapi tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dalam jangka panjang. Sedangkan dalam jangka pendek variabel harga minyak dunia (world oil price) berpengaruh secara signifikan negatif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Rekomendasi yang diberikan, diantaranya perlunya perbaikan dan pengembangan tata kelola pada sektor migas untuk mengurangi ketergantungan impor migas, mendorong model proyek yang dapat mendorong timbulnya kegiatan ekonomi baru, memuculkan kepastian hukum yang jelas dan terpercaya kepada investor khusunya dari asing, dan perlunya pengelolaan remiten yang berorientasi pada pemunculan usaha produktif dengan potofolio manjemen keuangan rumah tangga untuk masa depan. Kata Kunci:  Foreign Direct Investment; Impor; Pertumbuhan Ekonomi; Remitansi; World Oil Price
Menelusur Relasi Indeks Pembangunan Gender Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Farida Rahmawati; Zulfa Miftha’ul Hidayah
EcceS (Economics, Social, and Development Studies) Vol 7 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ecc.v7i1.13919

Abstract

Kesetaraan gender memiliki relevansi terhadap perekonomian suatu negara. Dengan tercapainya  keseteraan gender, semua warga negara memiliki akses yang sama untuk meningkatkan produktivitas dalam kegiatan perekonomian, baik produksi maupun konsumsi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi apakah indikator Indeks Pembangunan Gender (IPG) mempengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah. Indikator IPG dalam penelitian ini adalah Angka Harapan Hidup, Rata-rata Lama Sekolah dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja. Sedangkan pertumbuhan ekonomi daerah tercermin pada nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dipilihnya Provinsi Jawa Timur sebagai unit analisis dikarenakan kinerja provinsi tersebut menunjukkan angka IPG yang masih berfluktuatif seiring tingkat pertumbuhan ekonomi yang cenderung mengalami peningkatan. Metode analisis menggunakan kuantitatif deskriptif dengan analisis regresi linier berganda model Ordinary Least Square (OLS). Hasil temuan menunjukan bahwa penurunan ketimpangan gender dalam aspek kesehatan dan pendidikan memiliki pengaruh positif terhadap meningkatnya pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Timur. Kesetaraan gender dalam hal peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan akan memacu tingginya produktivitas tenaga kerja sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pada variabel TPAK, ditemukan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa kesetaraan gender pada aspek ketenagakerjaan tidak cukup mendorong pertumbuhan ekonomi provinsi Jawa Timur. Hal ini disebabkan oleh faktor internal kualitas tenaga kerja serta faktor eksternal dukungan kebijakan pemerintah dalam hal meningkatkan ketersediaan lapangan pekerjaan. Keterbatasan lapangan pekerjaan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Provinsi Jawa Timur. Implikasi dari penelitian ini, diperlukan perluasan lapangan kerja melalui pelatihan menjadi wirausaha sesuai dengan ciri khas daerah masing-masing sehingga nantinya akan mampu membuka lapangan pekerjaan secara mandiri dan mendorong peningkatan UMKM dan ekonomi lokal. Tindakan pemerintah dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan melalui program pengembangan pesantren berbasis kewirausahaan juga SMA dan MA double track serta pendampingan terhadap wirausahawan muda.Kata Kunci: Angka Harapan Hidup; Kesetaraan Gender; Rata-rata Lama Sekolah; Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja

Page 1 of 1 | Total Record : 7