cover
Contact Name
Nur Aini Retno Hastuti, SST., M.Keb
Contact Email
nurainiretno@ub.ac.id
Phone
+6285642140459
Journal Mail Official
joim@ub.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Issues in Midwifery
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : 25496581     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Journal of Issues in Midwifery (JOIM) adalah jurnal online dalam bidang kebidanan yang dikelola oleh Jurusan kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang Indonesia. JOIM terbit tiga kali dalam setahun pada periode bulan April - Juli , Agustus - November , dan Desember - Maret dan memuat berbagai artikel sebagai hasil penelitian utuh, tinjauan pustaka, laporan kasus dan komunikasi singkat dalam bidang kebidanan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
Perbedaan Perkembangan Bahasa dan Kognitif Anak Usia Prasekolah Antara Yang Mengikuti dengan Yang Tidak Mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini di TK-IT Insan Permata Malang Khoiriah, Aida Novyanti; Fatmawati, Fatmawati; Gumanti, Kentri Anggarina
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.365 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.02.4

Abstract

Anak prasekolah yaitu usia 4-6 tahun sedang dalam periode the golden age yaitu anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Perkembangan yang dialami antara lain perkembangan bahasa dan kognitif. Perkembangan bahasa pada tiap individu anak bergantung pada kemampuan neurologik, anak yang memiliki perkembangan kognitif baik berpeluang besar dapat berbicara dan berbahasa dengan baik. PAUD menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal, karena lingkungan PAUD kaya akan stimulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perkembangan bahasa dan kognitif anak usia prasekolah antara yang mengikuti dengan yang tidak mengikuti PAUD di TK-IT Insan Permata Malang. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih menggunakan teknik total sampling. Jumlah responden 47 anak terdiri dari 23 anak yang mengikuti PAUD dan 24 anak yang tidak mengikuti PAUD yang  diteliti pada bulan November 2018. Instrumen penelitian yaitu Denver Development Screening Test II untuk mengukur perkembangan bahasa dan lembar kuesioner perkembangan kognitif untuk mengukur perkembangan kognitif. Penelitian ini menggunakan uji statistik non parametric yaitu Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan bahasa kategori normal pada anak yang mengikuti PAUD (95,7%) lebih tinggi dibanding anak yang tidak mengikuti PAUD (41,7%) dengan hasil signifikasi P value = 0,000. Perkembangan kognitif baik pada anak yang mengikuti PAUD (95,7%) lebih tinggi dibanding anak yang tidak mengikuti PAUD (37,5%) dengan hasil signifikasi P value = 0,000. 
Perbandingan Rumus Johnson-Toshack Dan Rumus Risanto Dalam Menentukan Taksiran Berat Janin (TBJ) di Praktek Bidan Delima Yeni Malang Wardani, Diadjeng Setya; Puspita, Alfi Laili; Arifiandi, Maya Devi
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.422 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.02.5

Abstract

Mengetahui taksiran berat janin (TBJ) pada asuhan kehamilan merupakan salah satu hal penting yang dapat dilakukan untuk menentukan asuhan kehamilan hingga persalinan ibu. Di tempat pelayanan kesehatan primer yang tidak memiliki alat ultrasonografi, penggunaaan ukuran tinggi fundus uteri (TFU) sebagai cara menghitung TBJ dinilai lebih praktis dan mudah dilakukan oleh tenaga kesehatan. Rumus Johnson-Toshack merupakan formula TBJ yang umum digunakan di Indonesia sedangkan Rumus Risanto adalah rumus TBJ buatan peneliti Indonesia yang diklaim lebih sesuai untuk populasi ibu di Indonesia namun belum banyak digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rumus TBJ manakah yang memberikan hasil lebih mendekati berat badan lahir bayi. Data diambil di tempat praktek bidan Yeni kota Malang sejak Februari-April 2019. Seluruh ibu bersalin yang memenuhi kriteria kelayakan diambil sebagai subyek penelitian. Tinggi fundus uteri diukur menggunakan pita centimeter dan data berat badan bayi diambil menggunakan timbangan bayi. Data dibandingkan untuk mengetahui rumus TBJ manakah yang memberikan hasil lebih mendekati berat lahir bayi. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa rumus Johnson-Toshack dan Risanto memiliki kesesuaian dalam memprediksi berat lahir bayi (p value 0,093 dan 0,105). Selisih rata-rata TBJ rumus Risanto terhadap berat lahir bayi lebih kecil daripada TBJ Johnson-Toshack (∆TBJ Risanto = 103 gram; ∆TBJ Johnson-Toshack = 121 gram). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa rumus Risanto memberikan taksiran lebih mendekati berat lahir bayi daripada rumus Johnson-Toshack.
Perbedaan Antara Asupan Vitamin B1, B6 dan B12 Dengan Kejadian Dysmenorrhea pada Remaja Putri di SMAN 8 Kota Malang dan MA Nurul Ulum Munjungan Kabupaten Trenggalek Pratiwi, Tiara Dewi; Putri, Rismaina; Wilujeng, Catur Saptaning
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.505 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.02.1

Abstract

Dysmenorrhea merupakan salah satu masalah menstruasi yang paling sering dialami oleh remaja putri. Dysmenorrhea dibagi menjadi dysmenorrhe primer dan sekunder. Dysmenorrhea terjadi tanpa disertai patologi organ pelvik. Kekurangan mikronutrien yakni vitamin B1, B6 dan B12 merupakan salah satu faktor penyebab dari dysmenorrhe primer. Konsumsi seimbang dari ketiga vitamin pada menu harian dapat mencegah terjadinya dysmenorrhe primer  karena ketiga vitamin ini mampu menghambat sintesa prostaglandin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara asupan vitamin B1, B6 dan B12 dengan kejadian dysmenorrhea pada remaja di SMAN 8 Kota Malang dan MA Nurul Ulum Munjungan, Trenggalek. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik menggunakan metode cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 84 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Uji analisis hubungan asupan Vitamin B1, B6 dan B12 dengan kejadian dysmenorrhea menggunakan uji Spearman Rank dan Regresi Linier. Hasil uji Spearman diperoleh nilai p<0,05 untuk hubungan asupan Vitamin B1, B6 dan B12 dengan kejadian dysmenorrhea. Hasil analisis Regresi Linier diperoleh p<0,05. Uji beda dilakukan untuk melihat adanya perbedaan antara asupan vitamin B1, B6 dan B12 dari kedua sekolah dilakukan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil uji menunjukkan p>0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan asupan vitamin B1, B6 dan B12 dari SMAN 8 Kota Malang dan MA Nurul Ulum Munjungan, akan tetapi zat mikronutrien yang paling berpengaruh dari kedua sekolah berbeda. Vitamin B12 merupakan vitamin yang paling berpengaruh di SMAN 8 Kota Malang, sedangkan di MA Nurul Ulum Munjungan Vitamin B1 yang paling berpengaruh.
Pengaruh Pemberian Infusa Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Terhadap Berat Uterus Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Postpartum Dzakiyah, Nuha Uliya; Kalsum, Umi; Indahwati, Lilik
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.206 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.02.2

Abstract

Puerperal period is the period after childbirth until the organs recover as before preganancy, where one of the important sequences during the puerperium period is uterine involution. Involution of the uterus reflects changes in the shape and position of the uterus that affect the decrease in uterus size. Temulawak is one of native plants in Indonesia and widely used as a traditional medicine. This plant is also believed to improve postpartum health and suspected to have synergistic effect with the involution of the uterus.The purpose of this research is to know the influence of giving infusa temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) to the uterine weight in rats (Rattus norvegicus) that had been given birth.  Experimental study using Post Test Only Control Group Design with female rats who have given birth and are breastfeeding. The sample is divided into four groups, that is one the control group and three for treatment groups given infusa temulawak with dosage concentrations of 10%, 20%, and 40%. The results was tested by One-way ANOVA and showed there was no significantly difference in uterine weight (p=0,139). The conclusions of this study is that giving the infusa temulawak quantitavely can lose weight of uterus rats at concentrations 10%, but there is not a statistically meaningful difference between groups.
Pengaruh Konsumsi Kacang Mente (Anacardium occidentale) Sangrai Pada Penurunan Skala Nyeri Dismenore Primer Siswi SMA Negeri 1 Lawang Periode November-Desember 2017 Lestari, Intan Indah; Ariani, Dewi; Kusumastuty, Inggita
Journal of Issues in Midwifery Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Journal of Issues in Midwifery

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.047 KB) | DOI: 10.21776/ub.JOIM.2019.003.02.3

Abstract

ABSTRACTPrimary dysmenorrhea is painful menstrual cramps without any evident pelvic pathology and it happened more than 50% of menstrual period females and causes significant disruption in quality of life. Pain in primary dismenorrhea and other systemic symptoms caused by high levels of prostaglandins. Primary dismenorrhea can be treated by pharmacological and nonpharmacological therapy. Cashew nut consumption  is one of the nonpharmacological therapy that can reduce the pain intensity of primary dismenorrhea because it contains high magnesium. This study aim to determine the effect of cashew nut consumption (Anacardium occidetale) to reduce the pain intensity of primary dismenorrhea in students of SMAN 1 Lawang. The design of this research used was true experiment with pre test and post test with control group design. The samples were used in this study are 21 people divided into three groups. This study was conducted during one menstrual cycle. The results showed that there was a difference of decrease pain intensity between three group using One way ANOVA test with significance number of 0.000 (p<0.05). From this research result the best dose to reduce pain intensity of primary dismenorrhea is 68 gr cashew nut that contain 300 mg of magnesium.Therefore this study suggest that teenagers can use cashew nut consumption as a choice to reduce pain in primary dismenorrhea.Keywords: Primary Dysmenorrhea, Cashew nut, Magnesium  ABSTRAKDismenore primer merupakan nyeri kram menstruasi tanpa adanya kelainan pada panggul dan terjadi lebih dari 50% pada wanita yang mengalami mentruasi dan mengganggu kualitas hidup seseorang. Nyeri pada dismenore primer dan gejala sistemik lain yang muncul disebabkan pleh tingginya kadar prostaglandin. Dismenore primer dapat diobati dengan terapi secara farmakologis dan nonfarmakologis. Konsumsi kacang mente adalah salah satu  terapi nonfarmakologis yang dapat menurunkan intensitas nyeri dismenore primer karena mengandung magnesium yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh konsumsi kacang mente terhadap penurunan skala nyeri dismenore primer pada siswi SMAN 1 Lawang. Desain penelitian menggunakan desain eksperimental murni dengan pre test-post test with control group. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 21 orang yang dibagi menjadi tiga kelompok. penelitian ini dilakukan selama satu siklus menstruasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan penurunan intensitas nyeri dismenore primer pada ketiga kelompok menggunakan uji One way ANOVA dengan angka signifikansi 0.000 (p<0.05). Dari hasil penelitian ini didapatkan dosis terbaik untuk menurunkan nyeri dismenore primeradalah 68 gram kacang mente yang mengandung 300 mg magnesium. Maka dari itu disarankan kepada remaja putri untuk dapat menjadikan konsumsi kacang mente sebagai pilihan untuk menurunkan nyeri dismenore primer.Kata kunci: Dismenore Primer, Kacang Mente, Magnesium

Page 1 of 1 | Total Record : 5