cover
Contact Name
Isnanita Noviya Andriyani
Contact Email
isnanita.87@gmail.com
Phone
+628562906161
Journal Mail Official
almanar@journal.staimsyk.ac.id
Editorial Address
Jl. Pringgokusuman No.12 Gedongtengen
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Al-Manar : Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam
ISSN : 22527265     EISSN : 26158779     DOI : -
Jurnal AL Manar: Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam ini harus meliput tentang pendidikan Islam baik sebagai bentuk dakwah dengan integritas pendidikan sebagai realitas sosial yang dinamis dan terus berubah. Jurnal ini juga bertujuan menjembatani kesenjangan antara pendidikan Islam dan dakwah baik secara tekstual maupun kontekstual untuk Studi Islam; dan menyelesaikan dikotomi dalam pendidikan dan dakwah Islam. Maka, jurnal ini mengundang titik temu beberapa disiplin ilmu dan cendekiawan. Dengan kata lain, kontributornya meminjam dari berbagai disiplin ilmu, termasuk humaniora dan ilmu sosial yang memuat kajian studi ilmiah tentang hasil-hasil penelitian, pengembangan dan kajian ke-Islaman dalam bentuk hasil penelitian, gagasan konseptual, tinjauan literatur, dan pengalaman praktis.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018): Desember" : 7 Documents clear
KRITIK KHALED ABOU EL-FADL ATAS EPISTEMOLOGI HADITS SUJUD PADA SUAMI M Rifian Panigoro
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.18 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.90

Abstract

Khaled M. Abou El Fadl seorang intelektual muslim yangdikenal luas sebagai penulis prolific. Ia mengkritik studi hadiskaum puritan yaitu studi hadist yang dilakukan oleh ulamatradisional yang berkisar pada kritik sanad dan kritik matan,salah satunya adalah hadist mengenai istri yang sujud kepadasuami. Menurut Khaled hadist ini seringkali dijadikan acuanoleh beberapa orang untuk melegitimasi hubungan suami istri,disini ia mengutarakan kritik sanad dan matannya. Ia akanmembuka pandangan baru kita untuk tidak menggunakanhadîts-hadîts tentang bersujud dan taat kepada suami sebagaisandaran dalam persoalan hukum atau teologi. dengan caramengevaluasi secara menyeluruh semua hal yang bisaditemukan dari hadîts-hadîts tersebut. Menurutnya hadîtstersebut sangat bertentangan dengan pemahaman dalam teksAlQuran. Dampak nyata dari hadîts tersebut adalah seorangistri mempunyai kewajiban yang sangat besar terhadap lakilakiyang menjadi suaminya, semata karena posisi laki-lakitersebut sebagai suaminya. Seorang suami berhak mendapatpenghormatan dan pelayanan dari istrinya. Hadîts ini akanterkesan merendahkan perempuan apabila dipahami secaraliteral. Sehingga Hadîts ini membutuhkan riwayat-riwayat lainuntuk menjelaskan makna yang terkandung di dalamnya.
PENGARUH KARAKTERISTIK INDIVIDU, INTELEGENSI DAN KOMPETENSI SOSIAL TERHADAP KINERJA DAN PENGEMBANGAN KARIR DOSEN (Studi Kasus Pada Universitas Islam Madura Tahun 2017) Qaiyim Asy'ari
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.424 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.91

Abstract

Menurut Gibson, dkk (1997), terdapat 3 (tiga) kelompokvariabel yang mempengaruhi kinerja dan perilaku seseorang,yaitu variabel individu, variabel organisasi, dan variabelpsikologis. Kinerja dosen tidak hanya dilihat dari kemampuankerja yang sempurna, tetapi juga kemampuan menguasai danmengelola diri sendiri serta kemampuan dalam membinahubungan dengan orang lain (Martin, 2000). Kemampuantersebut oleh Daniel Goleman disebut dengan EmotionalIntelligence atau kecerdasan emosi. Salah satu bentukkecerdasan lain yang saat ini tengah popular adalahkecerdasan sipiritual. kecerdasan spiritual mampumengintegrasikan dua kemampuan lain yang sebelumnya telahdisebutkan yaitu IQ dan EQ. Selain faktor Intelgency dankarakteristik individu yaitu faktor kempetensi sosial. Yaitusuatu kemampuan individu dalam berinteraksi secara efektifdengan lingkungan. Metode penelitian yang digunakan yaitupenelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisisregresi linear berganda, Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh dosen di Universitas Islam Madura. Adapun hasil daripenelitian ini yaitu; 1) Variabel karakteristik individu, Variabelkecerdasan, Variabel kompetensi sosial berpengaruh secaraparsial dan signifikan terhadap kinerja dosen danpengembangan karir dosen. 2) Variabel karakteristik individu,kecerdasan, kompetensi sosial sama sama berpengaruh secarasimultan terhadap kinerja dosen dan pengembangan karirdosen.
KONSEP SYUKUR (GRATEFULNES) (Kajian Empiris Makna Syukur bagi Guru Pon-Pes Daarunnahdhah Thawalib Bangkinang Seberang, Kampar, Riau) Akmal Masyhuri
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.561 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.86

Abstract

Kebersyukuran (gratitude) adalah respons positif yangditunjukkan dalam menerima sesuatu dari orang lain ataupengalaman yang terjadi. Penelitian tentang kebersyukuran inibertujuan untuk mengetahui bagaimana makna dan sumbersumberkebersyukuran bagi guru Pondok Pesantren DaarunNahdhah Thawalib Bangkinang. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode grounded theory. Subjekdalam penelitian ini adalah Guru Pon-Pes DaarunnahdhahThawalib Bangkinang yang berjumlah 40 orang. Prosespengambilan data dilakukan dengan memberikan angketkepada partisipan dalam bentuk pertanyaan terbuka. Hasilpenelitian menunjukkkan bahwa makna bersyukur bagi guruPon-Pes Daarunnahdhah Thawalib Bangkinang adalahmenerima segala pemberian nikmat dari Allah SWT denganperasaan bahagia dan apa adanya dan dikuti dengan rasaterima kasih atas pemberian tersebut dengan mengucapkanalhamdulillah serta menjalankan segala perintahnya dansaling berbagi atas nikmat yang telah diberikan”. Sumberkebersyukuran bagi guru Pon-Pes Daarunnahdhah ThawalibBangkinang adalah Keluarga, harta, prestasi akademik,kesehatan, pengalaman hidup, umur, kemudahan dalamhidup dan ilmu pengetahuan. Adapun cara bersyukur bagiguru Guru Pon-Pes Daarunnahdhah Thawalib Bangkinangadalah dengan cara memuji Allah dengan mengucapkanAlhamdulillah, beribadah mendekatkan diri kepada Allah,bersedekah, berinfaq, sujud syukur dan menjaga Kepemilikanyang telah diberikan Allah.
PENDIDIKAN ANTI KEKERASAN DALAM AL-QUR’AN Rubini Rubini
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.167 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.92

Abstract

Pendidikan anti kekerasan adalah suatu usaha sadar untukmewujudkan suatu suasana belajar tanpa harus menimbulkankesengsaraan/ kerusakan baik secara fisik, psikologis,seksual, finansial maupun spiritual. Selain itu, pendidikananti kekerasan adalah upaya yang secara sadar dan sistematisyang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai anti kekerasankepada peserta didik agar peserta didik dapat menjadikanprinsip menolak segala bentuk tindak kekerasan sabagaipandangan hidup, sikap hidup, dan ketrampilan hidup dalamsetiap hal. Islam sebagai agama yang rahmatan lil’alamin,mengajarkan kepada umatnya untuk selalu menciptakanperdamaian dalam segala aspek kehidupan. Berdasarkansumber-sumber yang telah penulis kumpulkan dan analisistentang konsep pendidikan anti kekerasan terdapat dalam alQur’an antara lain: Q.S. Ali ‘Imran ayat 159, QS. Al Ma’idahayat 32, dan QS. Al Anbiya’ ayat 107.
ARISTOCRACY PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA ERA UMAYYAH Aris Nurlailiyah
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.053 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.87

Abstract

Islam dimasa bani Umayyah adalah Islam dalam balutanpendidikan non Formal. Dimasa inilah awal dari konseppendidikan Kuttab dan sistem Qushur --pendidikan rendahIstana-- menjadi pusat pemahaman konsep pendidikan yangada kala itu. Konsep pendidikan kuttab adalah pendidikanyang dianut oleh masyarakat pada umumnya untuk belajarmateri membaca dan menulis al-Qur’an yang disesuaikan olehmuallim (guru). Pendidikan sistem Qushur adalah pendidikanyang diperuntukkan oleh anak-anak raja dan bangsawan.Sistem Qushur ini disiapkan untuk anak didik agar mampumelaksanakan tugas-tugasnya kelak setelah ia dewasa untukmenjadi birokrasi. Konsep pendidikan yang kedua inilah yangdisebut dengan konsep pendidikan aristokrasi dalampendidikan muslim saat itu. Pendidikan non formal tersebutyang akan menjadi bahan utama pembahasan sehingga tulisanini akan menerangkan konsep aristokrasi yang muncul dimasa kejayaan islam zaman Umayyah.
PERBANDINGAN KECERDASAN MAJEMUK (Perspektif Al-Qurân dan Barat) Azis Abdullah
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.257 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang posisimanusia cerdas dan perbandingan bentuk kecerdasanmajemuk dalam perspektif Al-Qurân dan barat. Hasilpenelitian menunjukkan posisi manusia cerdas terungkapdalam konsep manusia pilihan dalam kata mukhlason(bersih/pilihan), al-Mushthofaina (orang-orang pilihan), dan al-Khiyarah (pilihan). Posisi manusia terbaik dalam kata al-husnâ(terbaik) dan husnu (yang terbaik). Manusia cerdas dalamposisi manusia utama, tertuang dalam kata yatafadldlola(lebih utama/tinggi), fadlun fadlun/tafdilan(keutamaan/kelebihan), khair (lebih baik utama), aulâ atau faaulâ (lebih utama) dan al-mutslâ (utama/baik). Hasil yangkedua perbandingan kecerdasan majemuk yang ditemukandalam konsep Al-Qurân dan Gardner, yaitu: kecerdasanbahasa dimaknai dengan kecerdasan linguistic, kecerdasanberpikir dimaknai sama dengan kecerdasan logic-mathematic.Kecerdasan hati disamakan dengan kecerdasan intrapersonal.Kecerdasan hidup disamakan dengan kecerdasaneksistensional. Kecerdasan sosial disamakan dengankecerdasan interpersonal. Kecerdasan tubuh disamakandengan kecerdasan kinestetik. Kemudian kecerdasan melukisdisamakan dengan kecerdasan visual-spasial. Kecerdasan senidisamakan dengan kecerdasan irama-musik dan kecerdasaneksplorasi alam disamakan dengan kecerdasan naturalis.Kemudian temuan penelitian lain bahwa kecerdasanberwiraswasta, kecerdasan spiritual, kecerdasankepemimpinan, kecerdasan akhlak dan kecerdasan kinerjatidak ditemukan dalam konsep Gardner.
KONSEP SPIRITUAL LEADERSHIP DALAM PENDIDIKAN ISLAM Isnanita Noviya Andriyani
Jurnal Al-Manar Vol 7, No 2 (2018): Desember
Publisher : STAI Masjid Syuhada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.228 KB) | DOI: 10.36668/jal.v7i2.89

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi konsep dan tujuan kepemimpinanspiritual dalam pendidikan Islam, menunjukkan beberapa gayadan dimensi kepemimpinan spiritual yang dapat dikaitkandengan teori berbasis nilai kepemimpinan, serta membahasbeberapa manfaat memahami kepemimpinan spiritual dalampendidikan Islam. Artikel ini diakhiri dengan argumen untukmendapatkan wawasan lebih mendalam mengenai dasar teorikepemimpinan spiritual dalam kaitannya dengan teori-teorikepemimpinan yang lain karena sangat diperlukan untukmenjadikan konsep paradigma yang berharga bagi pendidikanIslam.

Page 1 of 1 | Total Record : 7