cover
Contact Name
Mislinawati
Contact Email
pesonadasar@fkip.unsyiah.ac.id
Phone
+6281319086578
Journal Mail Official
pesonadasar@fkip.unsyiah.ac.id
Editorial Address
Kampus PGSD Unsyiah JL. Sukarno Hatta, Lampeunurut Aceh Besar http://www.jurnal.unsyiah.ac.id/PEAR/about/contact
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Pesona Dasar : Jurnal Pendidikan Dasar dan Humaniora
ISSN : 23379227     EISSN : 27156664     DOI : https://doi.org/10.24815/pear.v7i2.14753
Core Subject : Education,
Jurnal Pesona Dasar focuses on educational research, especially research on primary education. It invites educational researchers from all regions of Indonesia to share their knowledge on the development of primary educational research. This journal is published twice a year in April and October.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 4 (2016): April 2016" : 8 Documents clear
PENGARUH PEMBERIAN PENGUATAN (REINFORCEMENT) OLEH GURU BERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI KELAS IV SD NUNGGUL LAMPEUNEURUT ACEH BESAR Sulaiman ,
Jurnal Pesona Dasar Vol 2, No 4 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pemberian Penguatan (reinforcement) oleh Guru terhadap Motivasi Belajar Siswa di Kelas IV SDN Unggul Lampeuneurut  Aceh Besar ”.Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui ada atau tidaknya  pengaruh  yang signifikan  antara  pemberian penguatan (reinforcement) oleh guru terhadap motivasi belajar siswa. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa di kelas IV SD Nunggul Lampeuneurut sebanyak 84 siswa dengan sampel sebanyak 28 siswa dipilih secara random.Variabel dalam penelitian ini adalah variable penguatan dan motivasi belajar siswa. Pengumpulandata menggunakan angket. Uji validitas menggunakan rumus Pearson Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha. Uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dengan uji One Sample Kolmogorov-Smirnov Test dan uji linieritas menggunakan SPSS 17,0. Pengujian hipotesis menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pemberian penguatan (reinforcement) oleh guru  terhadap motivasi belajar  siswa di kelas IV SDN Unggul Lampenerut Aceh Besar. Terbukti hasil uji regresi sederhanan diperoleh 41,223+0,628X  dengan uji  kevalidan  persamaan  regresi  menggunakan  uji-t perbandingan 11,489.
KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI GURU DALAM MEMANFAATKAN MEDIA BERBASIS KOMPUTER DI SD NEGERI 10 BANDA ACEH Soewarno ,; Hasmiana ,; Faiza ,
Jurnal Pesona Dasar Vol 2, No 4 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komputer dan laptop merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi dunia pendidikan, seluruh guru diwajibkan untuk bisa menguasai komputer dan laptop yang berguna untuk penyelesaian perangkat pembelajaran,administrasi guru, media. Adapun tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kendala-kendala yang dialami guru dalam memanfaatkan media berbasis komputer di SD Negeri 10 Banda Aceh.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitiannya yaitu deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah seluruh guru SD Negeri10 Banda Aceh berjumlah 15 orang.Data diperoleh dari hasil pemberian angket dan wawancara. Data yang diperoleh melalui pemberian angket diolah dengan menggunakan rumus persentase untuk melihat persentase jawaban responden. Selanjutnya seluruh data diolah dengan tahapan analisis data kualitatif yaitu reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasilnya menunjukkan bahwa kendala yang dialami guru dalam memanfaatkan media berbasis Komputer di SD Negeri 10 Banda Aceh adalah usia yang lanjut,  biayamedia  yang  mahal  yaitu  komputer  dan  infokus,  keterbatasan  fasilitas  yang  dimiliki sekolah, jumlah siswa yang terlalu besar pada kelas, tidak pernah diberikan pelatihan penggunaan  komputer  disekolah,    tidak  mampu  dalam  penggunaan  komputer,  tidak seluruh   guru  memiliki   latar   belakang  mampu   dalam  penggunaan   komputer  dan disarankan kepada pihak sekolah untuk menyediakan komputer atau laptop dan infokus serta  memberikan  pelatihan  penggunaan  komputer  disekolah  sehingga  seluruh  guru mampu menggunakan dan menerapkan pada penggunaan media berbasis Komputer.
IDENTIFIKASI KESULITAN GURU DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM 2013 DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK DI KELAS TINGGI GUGUS MANGGA KECAMATAN JAYA BARU BANDA ACEH Said Darnius
Jurnal Pesona Dasar Vol 2, No 4 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan  kurikulum 2013 bertujuan untuk memperbaharui kurikulum menjadi lebih baik dari sebelumnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apa sajakah kesulitan guru dalammengimplementasikan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik di kelas tinggi Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kesulitan guru dalammengimplementasikan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik di kelas tinggi Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh.    Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data ini bersumber pada guru-guru yang mengajar dengan menggunakan Pendekatan Saintifik. Subjek penelitian ini adalah seluruh guru kelas tinggi yang ada di Gugus Mangga Kecamatan Jaya Baru Banda Aceh berjumlah 15 orang guru. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket, observasi dan wawancara. Data ini diproleh melalui angket, observasi dan wawancara.Data diolah dengan rumus statistik sederhana yaitu deskriptif persentase.Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan bahwa 13,4% menyatakan tidak pernah kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik, 36% menyatakan jarang kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik, 29,4% menyatakan sering kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik, dan 21,2% menyatakan 21,2 menyatakan selalu kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik. Simpulan penelitian ini adalah guru masih kesulitan dalam menerapakan pendekatan saintifik. Sehingga proses pembelajaran tidak sesuai dengan yang diharapkan.
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR ACEH BESAR Yoserizal Bermawi; Tati Fauziah
Jurnal Pesona Dasar Vol 2, No 4 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Penerapan Pendekatan Saintifik Pada Tema Hidup Rukun Subtema Hidup Rukun di Sekolah Dasar Kelas II SD Negeri 1 Jeumpet Aceh Besar”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat hasil belajar melalui penerapan pendekatan saintifik pada tema hidup rukun di sekolah kelas II SD Aceh Besar?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil belajar melalui pendekatan saintifik pada sub tema hidup rukun di sekolah kelas II SD Aceh Besar. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas II SD Aceh Besar sebanyak 50 siswa, yang terdiri dari 2 kelas dengan rincian kelas IIA sebanyak 26 siswa, kelas IIB sebanyak 24 siswa, jumlah siswa perempuan sebanyak 13 orang dan siswa laki-laki sebanyak 11 orang. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 0rang yaitu kelas IIB.. metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Tes berupa essai. Perangkat penelitian yang digunakan yaituRencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP). Pengolahan data menggunakan teknik analisis kuantitatif dalam bentuk penghitungan nilai rata-rata(mean). Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai rata-rata Matematika yaitu 65 berada pada kategori cukup. Nilai rata-rata SBdP yaitu 73 berada dari kategori lebih dari cukup. Nilai rata-rata PJOKyaitu 73 berada pada kategori lebih dari cukup. Dengan demikian dapat disimpulkan tingkat hasil belajar yang baik diperoleh melalui penerapan pendekatan saintifik pada sub tema hidup rukun di sekolah kelas II SD Aceh Besar.
EFEKTIFITAS MEDIA ANIMASI DALAM PENCAPAIAN NILAI KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL Alfiati Syafrina; Ahmad Farhan; Ropisa ,
Jurnal Pesona Dasar Vol 2, No 4 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A proportion of science subjects matter in elementary school are abstract concept; object of discussion away from the student environment, they can not be touched and felt, or even seen directly by eye. Instructional media  is needed for learning the materials; one of media is animation which is designed specifically for learning in elementary level. This paper focuses on to  discuss the use of animation media whether effective in achieving the KKM fourth grade students of Sekolah Dasar Negeri 2 Lambhe. Quasi-experimental design and Pre-Experimental of one-shot case study used in this research. The number of subjects for this studi was 31 students. The result based on formative test:  80.65% of students had score ≥ KKM. Based on pre-defined criteria, it can be conclude that the use of animation media effectively reach KKM  students of Sekolah Dasar Negeri 2 Lambhe, for the material of Appearance of the Earth and Sky Objects.
PENGUASAAN KONSEP HAKIKAT SAINS DALAM PELAKSANAAN PERCOBAAN PADA PEMBELAJARAN IPA DI SDN KOTA BANDA ACEH Tursinawati ,
Jurnal Pesona Dasar Vol 2, No 4 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hakikat sains adalah landasan untuk berpijak dalam mempelajari IPA. Aspek hakikat sains mengandung tiga aspek yaitu sains sebagai produk, sains sebagai proses, dan sains sebagai sikap ilmiah. Kurangnya penanaman nilai sikap ilmiah dalam proses kegiatan ilmiah berakibat pada peroleh hakikat sains yang tidak utuh dan kurangnya terbentuk sikap ilmiah siswa dalam melaksanakan kegiatan ilmiah. Dengan demikian perlu adanya analisis penguasaan konsep hakikat sains dalam pelaksanaan percobaan pada pembelajaran IPA di SDN Kota Banda Aceh. Yang menjadi rumusan masalah pada penelitian ini  adalah: Bagaimanakah penguasaan konsep hakikat sains siswa pada pembelajaran IPA di SDN Kota Banda Aceh?. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang bertujuan untuk melihat penguasan konsep hakikat sains dalam melaksanakan percobaan pada pembelajaran IPA SDN Kota Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi deskriptif. Penelitian ini akan dilaksanakan pada Sekolah Dasar Negeri di Kota Banda Aceh. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas V SDN di Kota Banda Aceh dengan jumlah 71 SDN. Sampel ditetapkan pada 10 SDN. Instrumen yang digunakan dala penelitian ini adalah tes. Teknik analisis Data menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa kemampuan dasar siswa dalam penguasaan konsep hakikat sains diperoleh  secara total rata-rata 40% pada kategori tidak baik. Kemunculan sikap ilmiah siswa  pada sepuluh SD Negeri diperoleh bahwa 60% pada kategori cukup.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU TERHADAP PELAKSANAAN TUGAS DALAM MEWUJUDKAN TENAGA GURU YANG PROFESIONAL Nurhaidah ,; M. Insya Musa
Jurnal Pesona Dasar Vol 2, No 4 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran atau proses belajar mengajar  merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi antara guru dengan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar. rumusan masalah dalam makalah ini adalah “ Bagaimanakah cara mengembangkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas agar menjadi  guru yang profesional?”. Tujuannya adalah untuk mengetahui cara mengembangkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas agar menjadi  guru yang profesional.           Tugas guru sebagai profesi meliputi mengajar, mendidik, dan melatih. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendidik adalah meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup. Sedangkan melatih berarti mengembangkan ketrampilan-ketrampilan pada siswa. Tugas guru dalam bidang kemanusiaan meliputi bahwa guru harus dapat menjadikan dirinya sebagai orang tua kedua Sertifikat pendidik diberikan kepada  guru yang telah dinyatakan lulus dalam ujian sertifikasi pendidik, baik melalui penilaian forto folio mapun dalam latihan mengembangkan kemampuan profesional, serta diyakini mampu melaksanakan tugas memdidik, membelajarkan, melatih, membimbing, dan menilai hasil belajar peserta didik..
KENDALA GURU DALAM MERUMUSKAN INSTRUMEN PENILAIAN PADA PEMBELAJARAN IPS SESUAI DENGAN RANAH AFEKTIF DI GUGUS I SD NEGERI UTEUN PULO SEUNAGAN TIMUR NAGAN RAYA Nurmasyitah ,; Hudiyatman ,
Jurnal Pesona Dasar Vol 2, No 4 (2016): April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks ini, Kendala Guru Dalam Merumuskan Instrumen Penilaian Pada Pembelajaran IPS Sesuai Dengan Ranah Afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala guru dalam merumuskan instrumen penilaian pembelajaran IPS sesuai dengan ranah afektif di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang mengajar pembelajaran IPS di Gugus I SD Negeri Uteun Pulo Seunagan Timur Nagan Raya yang berjumlah 18 guru. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, dan wawancara. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif non statistik, dimana komponen reduksi data, dan sajian data dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data setelah data terkumpul maka tiga komponen analisis (reduksi data, sajian data, penarikan kesimpulan) berinteraksi. Hasil penelitian yang didapat pada penelitian ini adalah kendala-kendala yang dialami oleh guru dalam merumuskan penilaian afektif menentukan spesifikasi penilaian, menulis penilaian ranah afektif, menentukan skala penilaian ranah afektif,  menentukan sistem penskoran, mentelaah  penilaian ranah afektif.

Page 1 of 1 | Total Record : 8