cover
Contact Name
Miftahul Mitoharoh
Contact Email
miftakhulmuthoharoh@gmail.com
Phone
+6285733591295
Journal Mail Official
redaksitabyin@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Dukun No 21 A Dukun Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tabyin; Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 26860465     DOI : -
TABYIN: Jurnal Pendidikan Islam diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Agama Islam Ihyaul Ulum Gresik Indonesia. Terbit setiap Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi dalam jurnal ini. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1,5 cm pada kertas ukuran A4 dengan panjang tulisan antara 20-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi dan mitra bestari. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya. Bahasa yang digunakan dalam bentuk bahasa Indonesia, Inggris, dan Arab. Jurnal ini bisa diakses secara terbuka yang berarti bahwa semua konten yang tersedia bebas diakses tanpa biaya, baik kepada pengguna atau pada lembaganya. Pengguna yang diizinkan untuk membaca, mendownload, menyalin, mendistribusikan, mencetak, mencari, atau mensitasi ke teks lengkap dari artikel tidak harus meminta izin terlebih dahulu dari penerbit atau penulis.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2020): Desember" : 7 Documents clear
Lembaga Pendidikan Islam di Era Awal Khoirun Niswatin; Dani Cahyani Rahayu
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v2i2.86

Abstract

Dalam awal sejarah perkembangan Islam, pendidikan Islam yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah SAW merupakan sebuah upaya pembebasan manusia dari kejahiliyahan kaum Arab sesat yang dianut oleh kelompok Quraisy. Selain itu juga merupakan salah satu upaya untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penindasan suatu kelompok terhadap kelompok lain yang dipandang rendah status sosialnya. Seiring perkembangan pendidikan Islam banyak berdiri lembaga pendidikan sebagai wadah untuk pengembangan pendidikan Islam, diantara lembaga yang berkembang sebagai tempat pendidikan adalah rumah, Kuttab, Masjid dan Madrasah.
Rasulullah dan Peradaban Islam Madinah Lukitarina
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v2i2.88

Abstract

Among one of the negatives characteristic of the Arabs before the arrival of Islam were the exaggerated taasub of tribes and their descendants. The nature of taasub found in the principle of those who hold firm tribalism as well as tribal primordial. An attitude that assumes that their tribe or tribe is the most superior, noble than the other tribes. This condition becomes a challenge for the Prophet Muhammad to convey his treatise and unite the Arabs. Because uniting them under one banner of leadership is not easy. It could be seen in the period of Mecca, where during the 13 years of the Prophet preached, has not given any significant results, let alone form a civilized state order. Meanwhile, in Medina, the Aus and Khazraj tribes as the two leading tribes are also hostile to each other. This was seen before the Prophet’s Hijrah. But the condition changed after the Prophet emigrated. Where he as a messenger of God’s vision and mission, able to set a strategy in eliminating the concept of tribal primordial among them. So he could make them become brothers of faith and belief. In fact, he was able to form the Islamic State of Madinah in the middle of the tribal primordial and unite them in one command even though the people are coming from the different race, ethnicity and religion. In the end, there creates a sense of mutual help and tolerance that is so high among them and actualized a country full of peace and civilization.
Hubungan antara Filsafat dengan Pendidikan Mar’atus Sholikhah
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v2i2.89

Abstract

Filsafat merupakan salah satu ilmu dari berbagai ilmu agama Islam. Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Ada beberapa cabang dalam filsafat, salah satunya adalah filsafat pendidikan, hubungan antara keduanya tidak bisa dipisahkan. Filsafat pendidikan merupakan ilmu filsafat yang mempelajari hakikat pelaksanaan dan pendidikan. Bahan yang dipelajari meliputi tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat pendidikan. Metode yang dilakukan adalah dengan menganalisis secara kritis struktur dan manfaat pendidikan. Salah satu yang dikritisi secara konkret adalah relasi antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran. Filsafat pendidikan memandang kegiatan pendidikan sebagai objek yang dikaji, baik secara Ontologis, Epistemologis, maupun Aksiologis.
Pemikiran Pendidikan Islam Perspektif KH. Hasyim Asy’ari Miftakhul Muthoharoh
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v2i2.91

Abstract

Pendidikan adalah suatu kebutuhan yang diperlukan dalam kehidupan masyarakat. Pendidikan juga berupaya mengembangkan da melestarikan nilai-nilai kebajikan dan norma-norma kepada generasi, penerus umat, agama dan bangsa. Dalam dunia pendidikan terdapat banyak persamaan dan perbedaan dalam konsep pendidikan, oleh karena itu, kita harus melihat visi misi suatu lembaga pendidikan. Menurut KH. Hasyim Asy’ari menuntut ilmu adalah suatu ibadah untuk mencari ridhlo Allah SWT. Oleh karena itu, menuntut ilmu diniatkan untuk menyebarluaskan nilai-nilai islam bukan hanya menghilangkan kebodohan. Karena hal itu dapat mengantarkan manusia dalam kehidupan didunia dan akhirat.
Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Melalui Profesionalisme Guru Madrasah Rumina
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v2i2.92

Abstract

Teachers are the spearhead of children's morality. Besides, he provides examples of moral behavior as well as formulates basic moral values ​​for students, and that part of the result is that teachers unconsciously educate them morally and in the end it will lead to the birth of quality human development based on good morals, for that teachers are required to be professional teachers in carrying out their professional authority, so that in the end it will improve the quality of education. Research procedures: in this study using qualitative methods, where these methods have natural characteristics, namely the natural setting. The main sources of research data are all MA Bahrul Ulum Nganjuk teachers and the sources of oral data were obtained through interviews. While the data collection techniques in this study were to use observation, documentation and interview techniques. When all the data has been collected, the data is clarified and analyzed using descriptive analytic techniques. And the validity of the data can be done by checking the data by means of in-depth observation and triangulation so that it can produce valid data. The results of the study (from filling out questionnaires and interviews) briefly show that the teachers at MA Bahrul Ulum Nganjuk have fulfilled the aspects of being a professional teacher, which is seen from the level of education so that they have the authority to carry out the teaching and learning process. The professional qualifications of MA Bahrul Ulum Nganjuk's teachers are quite good in terms of the diplomas they have, the experience and activity of the teachers are very good, and are supported by teachers who are 85% already certified. And the teacher's effort to improve the quality of education is through the experience of working groups of teachers, the availability of adequate facilities and infrastructure, following upgrading / MGMP with various teachers from dinganjuk existing schools.
Media Buku Sophia (Buku Bijaksana) dalam Pembelajaran Fiqih Materi Rukun Islam untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Kelas I MIN 2 Magetan Berbasis Literasi Shofia Fajrin Hardiyanti
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v2i2.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Buku Sophia materi Rukun Islam peserta didik kelas 1 MIN 2 Magetan dengan desain pembelajaran yang berbasis literasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (research and development) yang terdiri dari 9 langkah-langkah, yaitu: (1). Melakukan studi pendahuluan, (2). Perencanaan pembuatan produk, (3). Pengembangan Draf Produk, (4). Uji coba perorangan, (5) Revisi hasil uji perorangan, (6). Uji coba terbatas, (7). Penyempurnaan produk hasil uji terbatas, (8). Uji pelaksanaan secara luas, (9). Penyempurnaan produk akhir Pengembangan. Hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa media Buku Sophia materi Rukun Islam yang telah dikembangkan layak diuji cobakan lebih lanjut untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 1 MI dalam pembelajaran Fiqih dengan materi Rukun Islam.
Sistem Pendidikan Islam Pada Masa Kejayaan Achmad Lazim
TABYIN: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 2 No 2 (2020): Desember
Publisher : STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tabyin.v2i2.130

Abstract

Pendiri kerajaan utsmani adalah bangsa turki dan kabilah oghuz yang mendiami daerah mongol dan daerah utara negeri cina. Dalam jangka waktu sekitar tiga abad mereka pindah ke turki stand kemudian Persia dan irak. Kondisi pendidikan pada masa turki utsmani setelah mesir jatuh dibawah kekuasaan utsmaniah turki, sultan salim memerintahkan supaya kitab –kitab di perpustakaan dan barang – barang berharga dimesir dipindahkan ke Istanbul, anak- anak sultan mamluk, ulama- ulama, pembesar – pembesar yang berpengaruh di mesir semuanya di buang ke Istanbul.meninjau perkembangan pendidikan islam utsmani zaman pertengahan tidak lepas dari setting budaya dan kondisi sosial politiknya. Kebudayaan turki merupakan perbaduan antara kebudayaan Persia, byzantine dan arab. Pada zaman modern secara praktis di ottoman terjadi stagnasi bidang ilmu dan teknologi. Kemajuan mileter dan utsmani tidak diimbangi dengan sains. Ketika pihak eropa berhasil mengembangkan teknologi persenjataan, pihak utsmani menderita kekalahan ketika terjadi kontak senjata dengan mereka.kemudian pendidikan islam pada masa daulah abbasiah merupakan masa kejayaan islam dalam berbagai bidang, khusunya bidang pengetahuan dan teknologi. Ada beberapa hal atau komponen pendidikan yang mendukung kemajuan dan kejayaan daulah abbasiyah yaitu; kurikulum, metode pengajaran dan murid.

Page 1 of 1 | Total Record : 7