cover
Contact Name
Selma Intan Himawan
Contact Email
selma.intan@uai.ac.id
Phone
+6285711856586
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : 20879725     EISSN : 23558059     DOI : -
Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September adalah jurna; ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitan ilmiah dan ide-ide di bidang sains dan teknologi. Jurnal ini berfokus pada bidang teknik industri, teknik elektro, teknik infromatika, biologi, gizi dan teknologi pangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2019)" : 8 Documents clear
Segmentasi Gigi pada Dental Panoramic Radiograph untuk Identifikasi Manusia Latifah Ramadhana Murilmiani Effendhi; Ade Jamal; Solechoel Arifin; Teguh Widodo
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i1.320

Abstract

Abstrak – Indonesia memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam dan kecelakaan yang mengakibatkan terjadinya korban massal. Banyak cara untuk mengidentifikasi korban, salah satunya menggunakan citra gigi. Gigi merupakan bagian dari tubuh yang lebih tahan lama karena struktur gigi yang padat dan kuat. Identifikasi menggunakan sarana gigi dapat dilakukan dengan cara membandingkan data gigi yang telah diperoleh dari pemeriksaan gigi jenazah yang tidak dikenal (data postmortem) dengan data gigi yang sebelumnya pernah dibuat (data antemortem). Terdapat beberapa tahapan dalam melakukan identifikasi korban menggunakan citra gigi. Tahapan yang dilakukan oleh peneliti adalah tahap segmentasi gigi. Pertama, citra dilakukan cropping hingga mendapatkan dimensi berukuran 1564×589 piksel serta perbaikan citra menggunakan Histogram Equalization. Selanjutnya dilakukan pemisahan citra gigi menggunakan metode Integral Projection dilengkapi penggunaan Spline Interpolation untuk menggambar garis pemisah antara rahang atas-bawah serta gigi tunggal. Tiap citra memiliki nilai n-blok kolom yang berbeda sehingga dibutuhkan parameter sebesar 3 hingga 30 n-blok kolom untuk membentuk garis pemisah rahang atas-bawah. Citra gigi berjenis Dental Panoramic Radiograph. Hasil evaluasi kesalahan terkecil saat melakukan pemisahan rahang atas-bawah menggunakan Horizontal Integral Projection sebesar 56.8% dengan nilai n-blok kolom adalah 8 dan saat segmentasi gigi pada tahap Vertical Integral Projection sebesar 38.27% dengan nilai average filter adalah 17.Abstract – Indonesia has a high level of vulnerability to natural disasters and accidents that result in mass casualties. There are many ways to identify victims, especially by using dental images. The teeth are part of the body that are more durable because of the solid and strong tooth structure. Identification using dental images can be done by comparing dental data that has been obtained from unknown victim dental examination (postmortem data) with dental data previously made (antemortem data). There are several stages in identifying victims using dental images and researcher worked on tooth segmentation stage. First, the image need to cropped up to get dimensions size of 1564×589 pixels and improved contrast using Histogram Equalization method. Then, tooth separation is performed using Integral Projection method which is equipped with the use of Spline Interpolation to draw the separator line between the upper-lower jaws and single tooth. Each image has a different n-block column value, so researcher selected range number of n-block column is between 3-30. In this reseach, dental panoramic radiographs are used. The smallest error rate in the images is found when performing an Integral Projection to separate upper and lower jaws by 56.8% with n-block column value = 8 and when separating each tooth from the image by 38.27% with average filter value = 17.Keywords – Antemortem, Postmortem, Segmentation, Histogram Equalization, Integral Projection, Spline Interpolation
Sistem Informasi Sekolah Berbasis Komputasi Awan Denny Hermawan; Rifqi Dhiyaulhaq Sami Miru; Mukhalif Mukhalif
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i1.317

Abstract

Abstrak – Saat ini lembaga pendidikan dituntut berubah dengan cepat mengikuti perkembangan era digital. Pesatnya perkembangan Internet mendorong stakeholder yang sudah terbiasa menggunakan layanan secara online, menginginkan layanan yang sama dalam mengakses informasi akademik. Hal ini disadari betul oleh para pemilik maupun pengelola lembaga pendidikan, namun penyediaan layanan sistem informasi akademik sekolah seringkali terkendala karena memerlukan investasi yang besar untuk pengembangan sistem maupun pengadaan infrastruktur data center dan perawatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem informasi akademik yang di-deploy pada komputasi awan dengan model layanan Software as a Service (SaaS). Model layanan ini memungkinkan sekolah memanfaatkan sistem tanpa harus melakukan pengembangan dan perawatan sistem serta berinvestasi data center sendiri. Sekolah cukup melakukan registrasi pada sistem dan melakukan kustomisasi peran dan hak pengguna, penyesuaian logo sekolah, tampilan header rapor, serta komponen yang ada pada mata pelajaran dari setiap sekolah sesuai dengan kebutuhan. Sistem ini dibangun menggunakan metode pengembangan perangkat lunak model waterfall yang meliputi analisa kebutuhan, perancangan, implementasi, dan pengujian. Sistem yang dirancang dapat melakukan kegiatan penilaian pada siswa menjadi lebih mudah, karena para guru dapat langsung menginput nilai serta mengatur komponen nilai yang dimiliki di tiap-tiap mata pelajaran.   Abstract – Today, educational institutions are required to change rapidly following the development of the digital era. The rapid development of the Internet encourages stakeholders who are used to using services online, wanting the same service in accessing academic information. This is well known by the owners and managers of educational institutions, but the provision of school academic information system services is often constrained because it requires a large investment in the development of systems and the procurement of data center infrastructure and maintenance. This study aims to develop academic information systems that are deployed on cloud computing with the Software as a Service (SaaS) service model. This service model allows schools to utilize the system without having to develop and maintain the system and invest in their own data center. Schools only need to register the system and customize user roles and rights, adjust school logos, display report, and components that exist on the subjects of each school as needed. This system was built using the waterfall model software development method which included needs analysis, design, implementation, and testing. The system that is designed to carry out assessment activities on students becomes easier, because the teachers can directly input the values and set the components of the values they have in each subject.Keywords – Cloud Computing, School Information System, Software as a Service.
Acacia decurrens di Sebagian Kawasan Taman Nasional Gunung Merapi Yogyakarta Sutomo Sutomo
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i1.321

Abstract

Abstrak- Acacia decurrens, adalah jenis asing yang mulai menjadi perhatian sejak dominasinya di lahan bekas erupsi Gunung Merapi tahun 2006. Tujuan dari kegiatan studi ini adalah untuk mendeskripsikan secara kuantitatif Ekologi Acacia decurrens, hubungannya dengan beberapa faktor lingkungan serta potensi keinvasifannya jika dikorelasikan dengan diversity index. Analisis vegetasi dilakukan di empat wilayah Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yaitu Kalikining, Kaliadem, Plawangan dan Pranajiwa. Ordinasi menggunakan metode Non metric multidimensional scaling (NMDS) serta Canonical Corespondence (CCA) serta korelasi bivariate Spearman dilakukan dalam analisis data. Hasil analisis NMDS (2D stress = 0,14) memperlihatkan bahwa daerah terbuka akibat erupsi di Kaliadem kini didominasi oleh jenis A. decurrens. Hasil analisis juga menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikan (Spearman’s rho = 0,6) antara kelimpahan jenis A. decurrens dengan tingkat keanekaragaman jenis di dalam lokasi sampling. Dari hasil CCA, A. decurrens, pada tahap semai, nampak hidup berdampingan dengan jenis groundcover lainnya seperti Alangium javanicum, dan Araliaceae. Namun pada fase pohonnya, jenis ini cenderung membentuk tegakan murni. Acacia decurrens tingkat pohon nampaknya lebih memilih sites dengan tingkat pH yang lebih rendah sedangkan A. decurrens tingkat semai lebih banyak ditemui pada site-site ber pH lebih tinggi. A. decurrens berpotensi menjadi gulma di TNGM.Abstract - Acacia decurrens, is an alien plant species that has begun to be a concern since its dominance in the former eruption of Mount Merapi in 2006. The purpose of this study is to describe quantitatively the Ecology of Acacia decurrens, its relation to several environmental factors and their invasive potential if correlated with diversity index. Vegetation analysis was carried out in four areas of Mount Merapi National Park, namely Kalikining, Kaliadem, Plawangan and Pranajiwa. Ordination using Non metric multidimensional scaling (NMDS) and Canonical Correspondence (CCA) methods and Spearman bivariate correlations were carried out in data analysis. NMDS analysis (2D stress = 0.14) shows that open areas due to eruptions in Kaliadem are now dominated by A. decurrens. The results of the analysis also showed a significant negative correlation (Spearman’s rho = 0.6) between the abundance of A. decurrens species and the level of species diversity in the sampling location. From the results of CCA, A. decurrens, at the seedling stage, appears to coexist with other types of ground cover such as Alangium javanicum, and Araliaceae. But in the tree phase, this type tends to form pure stands and only occasionally appear alive can it coexist with other Fabaceae species such as Albizia lopantha. Acacia decurrens tree level seems to prefer sites with lower pH levels while A. decurrens seedling levels are more common at higher pH sites. A. decurrens have the potential to become weeds in the Mount Merapi National Park.Keywords-Autekologi, Faktor Lingkungan, IAS, Risk Assesment
Perancangan Robot Pemadam Api Hexapod Robi Darwis; Indrawan Arifianto; Anwar Mujadin; Suci Rahmatia
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i1.316

Abstract

Abstrak Seiring perkembangan teknologi yang begitu pesat, robot-robot cerdas bermunculan dan diciptakan untuk memudahkan dan meringankan pekerjaan manusia. Mesin robot yang semakin pesat perkembangannya pada dasarnya membantu manusia dalam beraktifitas sehari-hari sehingga pekerjaan manusia lebih efisien. namun seiring perkembangan itu harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi tersebut tidak hanya menggunakannya. Paper ini membahas perancangan robot yang dibuat oleh Mahasiswa Universitas Al Azhar Indonesia guna meningkatkan kemampuan dan pengetahuan dalam bidang teknologi khususnya di bidang robotik. Robot yg dibuat ini berfungsi untuk memadamkan api. Robot ini merupakan jenis hexapode, yaitu robot jenis laba-laba berkaki enam yang menggunakan servo dan dijalankan menggunakan Android dan sensor. Namun fungsi pemadam api belum berjalan dengan baik karena servo motor yang digunakan terlalu besar sehingga power pada robot hanya mampu mengangkat ke-enam kaki robot selama dua detik.Abstract- Along with the rapid development of technology, intelligent robots have sprung up and created to facilitate and ease human work. Robot machines that are increasingly rapidly developing basically help humans in their daily activities so that human work is more efficient. but along with that development must be balanced with human resources who are able to master the technology not only use it. This paper discusses the design of robots made by Students of Al Azhar University in Indonesia in order to improve their abilities and knowledge in the field of technology, especially in the field of robotics. The robot that is made serves to extinguish the fire. This robot is a type of hexapode, which is a type of six-legged spider that uses servo and is run using Android and sensors. But the fire extinguisher function has not gone well because the servo motor that is used is too large so that the power on the robot is only able to lift the robot's six legs for two seconds..Keywords– Fire robot, Hexapod robot, Arduino, Servo motor
Kajian Morfologi Ikan Timpakul (Famili Gobiidae) dari Dua Tipe Ekosistem Mangrove yang Berbeda Anang Kadarsah; Krisdianto Krisdianto; Ika Oksi Susilawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i1.322

Abstract

Abstrak  - Kajian ekologi hewan eksotik seperti ikan Timpakul pada ekosistem mangrove penting digali selain memperkaya pengetahuan juga menjadi landasan pengelolaan biodiversitas secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini membandingkan kelimpahan dan morfologi ikan Timpakul (Famili: Gobiidae) pada dua tipe ekosistem mangrove di Muara Kuala Tambangan dan Pantai Pagatan Besar, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan. Survei data dan penangkapan ikan menggunakan jaring 1 meter x 10 meter dengan 10 kali ulangan. Hasil penelitian ditemukan tiga jenis ikan Timpakul yakni: Boleophthalmus pectinirostris, Periophthalmodon schlosseri, dan Boleophthalmus boddarti. Vegetasi Rhizophora sp.  dan Bruguierasp. dominan pada Muara Kuala Tambangan (65,8% dan 34,2%), sedangkan di Pantai Pagatan Besar didominasi Bruguiera Sp. (50,8%)dan Avicennia sp. (49,2%). Persentase kehadiran Boleopthalmus pectinirostris tertinggi di Pantai Pagatan Besar (64%), sedangkan di Muara Kuala Tambangan lebih dominan Boleophthalmus boddarti (71,11%). Berdasarkan lima karakter utama morfologi terpilih (SL=panjang standar, HL=panjang kepala, FDFB=Panjang dasar sirip dorsal pertama, SDFB=Panjang dasar sirip dorsal kedua, dan VFL=Panjang Sirip Ventral : satuan mm), rerata tertinggi dijumpai pada Periophthalmodon schlosseri (SL=167,50:HL=46,67:FDFB=22,17: SDFB=35,33 dan VFL=24,17), disusul Boleophthalmus pectinirostris (SL=131,89:HL=31,22: FDFB=21,67:SDFB=49,67 dan VFL=17,11) kemudian yang terakhir Boleophthalmus boddarti (SL=130,55:HL=30,64:FDFB=18,27:SDFB=52,73 dan VFL=16,73). Persentase rerata kandungan substrat (pasir:debu:liat) di Muara Kuala Tambangan 17,26%:77,52%:5,21% sedangkan di Pantai Pagatan Besar perbandingannya adalah 3,52%: 85,46%:11,03%.Abstract - Ecological studies of exotic animals such as Timpakul fish (Family of Gobiidae) in mangrove ecosystems is important to enriching the knowledge and for the overall of biodiversity management. The purpose of this study was to compare the abundance and morphology of Timpakul fish in two types of mangrove ecosystems. especially in the Village of Kuala Tambangan and Pagatan Besar, Tanah Laut Regency, South Kalimantan. Survey data and fishing was used by 1 meter x 10 meters of nets with 10 replications. Its found about three types of Timpakul fish, ie: Boleophthalmus pectinirostris, Periophthalmodon schlosseri, and Boleophthalmus boddarti. Rhizophora sp. and Bruguiera Sp. types vegetation were dominantly in Kuala Tambangan estuary (65.8% and 34.2%), while in Pagatan Besar beach it is dominated by Bruguiera Sp. (50.8%) and Avicennia sp. (49.2%). The highest percentage attendance in Pagatan Besar Beach is found for Boleopthalmus pectinirostris (64%), while in Kuala Tambangan Estuary was dominantly by Boleophthalmus boddarti (71.11%). Based on the five main morphological characters (SL=standard length, HL=head length, FDFB=first dorsal fin base, SDFB=second dorsal fin base length, and VFL=Ventral fin length: in mm of unit), so the highest average was found in Periophthalmodon schlosseri (SL=167.50:HL=46.67:FDFB=22.17:SDFB=35.33 and VFL = 24.17). It is followed by Boleophthalmus pectinirostris (SL = 131.89: HL = 31.22: FDFB = 21.67: SDFB = 49.67 and VFL = 17.11). Then the lowest is Boleophthalmus boddarti (SL = 130.55: HL = 30.64: FDFB = 18.27: SDFB = 52.73 and VFL = 16, 73). Substrate content (sand: dust: clay) percentage average in Kuala Tambangan estuary is 17.26%:77.52%:5.21% while in Pagatan Beach the ratio is 3.52%: 85.46%: 11.03%.Keywords - Abundance, Mangrove, Morphology, Mudskipper 
Penggunaan Metode Simulated Annealing untuk Optimasi Penempatan Posisi Access Point pada Jaringan WI-FI Ganang Eko Noviardianto; Muhammad Novel; Mercurius Broto Legowo
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i1.318

Abstract

Abstrak – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menempatkan titik akses pada jaringan Wi-Fi. Dengan demikian, kekuatan sinyal yang diterima dari pemancar ke penerima adalah optimal. Masalah muncul ketika menempatkan titik akses untuk mempengaruhi nilai kekuatan sinyal. Selanjutnya, nilai ini akan digunakan untuk menentukan area jangkauan (jangkauan sinyal) dari pemancar (access point). Penelitian ini adalah studi kasus di Kampus Institut Perbanas di mana pengukuran kekuatan sinyal dari titik akses terhadap penerima di unit 2 dan unit 6 dari Perbanas Institute diukur menggunakan aplikasi inSSIDer. Studi kasus ini menghasilkan nilai Indikasi Kekuatan Sinyal yang Diterima (RSSI) dari pemancar ke penerima. Metode Simulated Annealing diterapkan dalam penelitian ini, dengan alasan untuk optimasi generik. Berdasarkan probabilitas dan mekanika statistik, algoritma ini dapat digunakan untuk menemukan pendekatan pada solusi optimal untuk suatu masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan optimisasi menggunakan metode Simulated Annealing prosentase koverage area sebesar 98.66 % dan, diperoleh kenaikan persentase koverage area sebesar 87.15%. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan kontribusi untuk memodelkan penempatan posis titik akses dan kekuatan sinyal pada jaringan Wi-Fi yang diperoleh di Unit 2 dan Unit 6 Kampus Institut PerbanasAbstract – The purpose of this study is to place access points on Wi-Fi networks. Thus, the signal strength received from the transmitter to the receiver is optimal. Problems arise when placing access points to influence the signal strength value. Furthermore, this value will be used to determine the koverage area (signal koverage) of a transmitter (access point). This research is a case study at the Perbanas Institute Campus where measurements of the signal strength of the access point towards recipients in unit 2 and unit 6 of Perbanas Institute were measured using the inSSIDer application. This case study produced a Received Signal Strength Indication (RSSI) value from a transmitter to the receiver. The Simulated Annealing method applied in this study, with reasons for generic optimization. Based on probability and statistical mechanics, this algorithm can be used to find an approach to the optimum solution to a problem. The results showed that after optimization using the Simulated Annealing method the percentage of koverage area was 98.66%. And, the percentage of the koverage area was increased by 87.15%. Thus, this study will contribute to modeling the placement of access points and signal strength in Wi-Fi networks obtained in Units 2 and 6 of the Perbanas Institute Campus.Keywords -  Koverage Area, RSSI, Simulated Annealing, Propagation, Wi-Fi
Physico-Chemical Analysis of Protein Fortified Papaya Jam Dimas Bayu Pinandoyo; Saleem Siddiqui; M.K. Garg
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i1.323

Abstract

Abstract - Vegetarian food products content less protein source compare to non-vegetarian. Protein fortification is one of the option can be chosen to fulfil protein needs of the vegetarian consumer. Papaya Jam was fortified with protein isolate from soy bean with amount of 5%. The analysis of physico-chemical analysis was done using Association of Official Agricultural Chemist (AOAC) official methods of analysis. The physico-chemical analysis of protein fortified papaya jam showed that the product had 31.07± 0.20 % moisture contents, 68.00 ± 0.54 % Total Soluble Solid, 0.49 ± 0.02 % of acidity, 3.27± 0.52 in pH, 31.30± 0.10 mg/100g ascorbic acid content, 53.60 ± 0.18 % total sugar amount, 33.60± 0.78 % reducing sugar, 2.81± 0.08 mg/100 total carotenoid, 0.540.54 ± 0.02 mg/100g total phenol, and 5.43 ± 0.06 % dwb of crude protein content. The physico-chemical of protein fortified papaya jam found still in the range of jam standard standardized by FAO and previous research results for physico-chemical analysis of jam.ntuk naskah berbahasa Indonesia, abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.Keywords - Physico-chemical, protein, fortification, papaya, jam
Speech Recognition dengan Hidden Markov Model untuk Pengenalan dan Pelafalan Huruf Hijaiyah Qothrun Nada; Cahya Ridhuandi; Puji Santoso; Dwi Apriyanto
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v5i1.319

Abstract

Abstrak - Pelajaran utama dalam membaca Al Qur'an adalah mengenali dan melafalkan huruf-huruf Hijaiyah. Beberapa fakta menunjukkan bahwa pengucapan yang salah dapat memengaruhi makna secara harafiah. Speech Recognition, sebagai teknologi saat ini, dapat digunakan untuk memeriksa kesalahan dalam melafalkan surat Hijaiyah melalui pengenalan suara atau ucapan. Itu dapat dikonversi menjadi data yang dapat dipahami oleh sistem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan Speech Recognition dengan Hidden Markov Model untuk pelafalan huruf Hijaiyah ketika belajar membaca Alquran. Pengenalan ucapan dan Model Hidden Markov dilakukan untuk mengembangkan sistem antar muka mesin berbasis suara. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) untuk mengekstraksi sifat. Hidden Markov Model (HMM) yang digunakan dalam proses pelatihan. Juga, menghasilkan karakteristik khusus untuk setiap huruf Hijaiyah. Dan kemudian, Euclidean Distance (ED) untuk klasifikasi akhir dalam mendeteksi pelafalan huruf Hijaiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tes huruf Hijaiyah pada tingkat akurasi yang sama adalah 100%, sedangkan pengujian huruf yang berbeda adalah 54,6%. Dengan demikian, penelitian ini akan memberikan kontribusi kepada siswa yang sedang belajar membaca Al-Qur'an untuk dapat mengenali dan melafalkan huruf-huruf Hijaiyah.Abstract – The main lesson in reading the Al Qur'an is recognizing and reciting the letters Hijaiyah. Some facts show that incorrect pronunciation can affect meaning literally. Speech Recognition, as the current technology, can be used to check the mistakes in pronouncing the Hijaiyah's letter through recognizing the voice or speech. It can convert into data that can be understood by the system. The purpose of this study is to implement Speech Recognition with Hidden Markov Model for Hijaiyah letter pronunciation when learning to read the Qur'an. Speech recognition and Hidden Markov Models were carried out to develop a sound-based machine interface system. In this study also used the Fast Fourier Transform (FFT) method to extract traits. Hidden Markov Model (HMM) used in the training process. Also, produced the especially characteristics for each letter of Hijaiyah. And then, Euclidean Distance (ED) for the final classification in detecting Hijaiyah letter pronunciation. The results of the study show that the results of the Hijaiyah letter test on the same level of accuracy are 100%, while the testing of different letters is 54.6%. Thus, this study will contribute to students who are learning to read Al-Qur'an to be able to recognize and recite the Hijaiyah letters.Keywords -  Speech Recognition, Hidden Markov Model, Recognizing, Reciting, Letter Hijaiyah

Page 1 of 1 | Total Record : 8