cover
Contact Name
Rachmad Mulyadi
Contact Email
-
Phone
0541-6525067
Journal Mail Official
ulin.jhuttrop@fahutan.unmul.ac.id
Editorial Address
Jl. Penajam Kampus Gunung Kelua PO. Box 1013
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
ULIN: Jurnal Hutan Tropis
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25991205     EISSN : 25991183     DOI : -
Core Subject : Social,
ULIN: Jurnal Hutan Tropis published by Forestry Faculty of Mulawarman University, which is published twice a year in March and September with p-issn 2599-1205 and e-issn 2599-1183. It contains articles of research or study of literature in the field of Forest Management, Forest Conservation, Silviculture, and Forest Product. Language used for full article in this journal is Bahasa Indonesia, abstract in English and Bahasa Indonesia.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2026)" : 12 Documents clear
Peran Keanekaragaman Jenis Pohon pada Jalur Hijau terhadap Cadangan Karbon (Studi Kasus: Jalan Jenderal Sudirman Kota Prabumulih, Sumatera Selatan) Pratiwi, Yuniar; Sugiarto, Ari; Purbasari, Yuntari
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.23414

Abstract

Ruang Terbuka Hijau (RTH) berperan penting dalam menyerap karbon dioksida (CO₂) dan menghasilkan oksigen (O₂), sehingga berkontribusi terhadap pengendalian emisi gas rumah kaca (GRK) di kawasan perkotaan. Namun, peningkatan aktivitas pembangunan di kota-kota berkembang seperti Prabumulih berpotensi menurunkan luas lahan bervegetasi yang berfungsi sebagai penyerap karbon. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis keanekaragaman jenis dan profil vegetasi, serta (2) mengestimasi cadangan karbon pada jalur hijau Jalan Jenderal Sudirman, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui pengumpulan data primer meliputi jenis dan jumlah vegetasi, diameter, serta tinggi pohon. Data dianalisis untuk menentukan struktur vegetasi dan estimasi cadangan karbon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis pohon dominan adalah Lagerstroemia speciosa (165 pohon), Polyalthia longifolia (125 pohon), dan Mimusops elengi (114 pohon). Total cadangan karbon pada jalur hijau tersebut mencapai 791,67 ton, dengan serapan tertinggi dimiliki Pterocarpus indicus (169,48 ton) dan terendah Muntingia calabura (0,007 ton). Hasil ini menegaskan bahwa keanekaragaman vegetasi berkontribusi signifikan terhadap kapasitas serapan karbon di kawasan perkotaan.
Ethnobotanical Evaluation of Medicinal Plants of High Cultural Value: A Moronene Indigenous Perspective Astawan, Ricky; Zuhud, Ervizal; Hidayat, Syamsul
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.21510

Abstract

Masyarakat adat Moronene yang tinggal di dalamnya memanfaatkan banyak tanaman untuk kesehatan dan sebagai sumber makanan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanaman yang digunakan oleh masyarakat adat Moronene. Metode yang digunakan adalah wawancara semi-terstruktur dengan informan. Informan dalam penelitian ini adalah tabib (sando), pemimpin adat, dan orang-orang di lokasi yang memanfaatkan tanaman sebagai obat. Terdapat 57 tanaman yang digunakan oleh masyarakat, 10 tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan oleh masyarakat berdasarkan hasil analisis indeks konteks, nilai guna, dan indeks signifikansi budaya. Ada 4 kelompok tanaman yang digunakan secara bersamaan. Selain obat-obatan, ada 21 tanaman yang dapat digunakan sebagai obat dan bahan makanan lokal, dan 2 jenis tanaman yang digunakan sebagai pewarna untuk minuman. Melalui penemuan ini, diharapkan dapat menemukan spesies tanaman yang tidak hanya memiliki khasiat tradisional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi jika diolah menjadi produk inovatif seperti obat herbal, teh herbal, atau obat luar. Pengembangan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga kearifan lokal dan melakukan praktik tradisional secara berkelanjutan tanpa mengabaikan nilai-nilai budaya yang menyertainya.

Page 2 of 2 | Total Record : 12