cover
Contact Name
Kani Mahardika
Contact Email
kani.mahardika@email.unikom.ac.id
Phone
+6281221746321
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wilayah dan Kota
ISSN : 23557281     EISSN : 26859378     DOI : https://doi.org/10.34010/jwk
JWK: Jurnal Wilayah dan Kota is an academic journal published two times annually (April-November) by Program of Regional and City Planning (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer) Universitas Komputer Indonesia. This journal publishes original researches in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies on regional and city planning.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 01 (2018): April 2018" : 5 Documents clear
PROBABILITAS PERALIHAN MODA PENGGUNA KENDARAAN PRIBADI (MOBIL) KE MONOREL BANDUNG RAYA Saputra, Isro; Mulyanisa, Z. M.
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 01 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v5i01.2137

Abstract

ABSTRAK Jumlah kendaraan bermotor di Kota Bandung pada tahun 2017 semakin meningkat dengan pertumbuhan kendaraan yang mencapai 11% untuk kendaraan roda empat dan sekitar 70% untuk kendaraan roda dua, sedangkan pertumbuhan infrastruktur baik panjang maupun dimensi volume lebarnya sekitar 1,29%. Hal tersebut berdampak pada permasalahan kemacetan, salah satunya karena ketidakseimbangan pertumbuhan pengendara kendaraan bermotor dengan perkembangan infrastruktur yang ada. Kapasitas jaringan jalan di Metropolitan Bandung Raya saat ini sudah hampir mencapai titik jenuh, ditandai dengan nilai perbandingan volume dan kapasitas yang hampir mendekati 1. Hal inilah yang mengakibatkan kemacetan di beberapa ruas jalan pada waktu puncak. Jika hal ini dibiarkan, maka sistem transportasi di Metropolitan Bandung Raya akan lumpuh. Untuk merespon permasalahan yang ada Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana membangun transportasi publik berbasis rel yaitu Monorel Bandung Raya yang memungkinkan menjadi solusi bagi kemacetan di Kawasan Metropolitan Bandung Raya. Berdasarkan rencana pembangunan monorel tersebut, perlunya melihat bagaimana kemungkinan peralihan moda pengguna mobil ke monorel. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifkasi probabilitas peralihan pengguna moda mobil ke monorel Bandung Raya yang dilihat berdasarkan atribut pelayanan transportasi. Metode yang digunakan untuk melihat probabilitas peralihan pengguna moda dengan metode logit binomial. Sebagian besar pengguna mobil di Metropolitan Bandung Raya ingin beralih ke monorel dan sebagian kecilnya tidak ingin beralih. Faktor ketepatan waktu perjalanan dan kepuasan terhadap biaya yang dikeluarkan sangat penting bagi pengguna mobil untuk beralih moda ke monorel, sedangkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan, dan kemudahan menjangkau moda cukup penting bagi pengguna monorel. Kata Kunci: Monorel, Probabilitas, peralihan.
IDENTIFIKASI DESA PUSAT PERTUMBUHAN DALAM KERANGKA PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN (STUDI KASUS: KECAMATAN SADANG, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH) Nursito, Trio; Suheri, Tatang
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 01 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v5i01.2138

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Sadang merupakan wilayah kecamatan yang masuk dalam administrasi Kabupaten Kebumen. Wilayah ini memiliki potensi pertanian yang dapat mendorong Kecamatan Sadang menjadi kawasan potensial pengembangan pertanian dan kawasan agropolitan. Selain potensi Kecamatan Sadang juga memiliki kendala karena Kecamatan Sadang merupakan kecamatan yang berada di bagian paling utara Kabupaten Kebumen, dengan kondisi geografis berupa pegunungan dengan medan berat. Penerapan konsep agropolitan menjadi alternatif pengembangan guna meminimalisasi kesenjangan pembangunan perekonomian antara perkotaan dengan perdesaan. Penelitian ini bertujuan untuk ; (1) Mengidentifikasi potensi desa di Kecamatan Sadang, (2) Mengidentifikasi ketersediaan kriteria Desa Pusat Pertumbuhan di Kecamatan Sadang, (3) Menganalisis penentuan Desa Pusat Pertumbuhan di Kecamatan Sadang berdasarkan kriteria Desa Pusat Pertumbuhan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sadang Kabupaten Kebumen Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Pengambilan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, telaah pustaka, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan analisis pembobotan berdasarkan standar kriteria Desa Pusat Pertumbuhan (DPP). Kata kunci : potensi pertanian, kesenjangan ekonomi, desa pusat pertumbuhan, kawasan agropolitan
ARAHAN PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA BANJARMASIN Islami, M. Yuda
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 01 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v5i01.2139

Abstract

ABSTRAK Pemerintah Kota Banjarmasin berupaya memperluas areal RTH untuk mencapai standar ideal RTH yang tercantum dalam UU No.26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Peraturan daerah (Perda) tentang RTRW Kota. Dalam peraturan ini ditetapkan bahwa idealnya persentase luas RTH suatu Kota minimal 30% dari total luas wilayah dengan proporsi 20% merupakan RTH publik dan 10% RTH privat. Kota Banjarmasin yang padat akan fungsinya sebagai pusat perdagangan, pendidikan, jasa dan permukiman menyebabkan perkembangan Kota Banjarmasin terdesak oleh arus pembangunan kota. Salah satunya dikarenakan oleh jumlah penduduk Kota Banjarmasin yang meningkat setiap tahunnya. Pembangunan yang dilakukan membawa dampak terhadap penurunan kualitas lingkungan dam kondisi penanganan pengembangan RTH pada saat ini belum dilaksanakan secara maksimal dan efektif.Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan arahan pengembangan RTH di Kota Banjarmasin. Penelitian dilakukan dengan metoda dekskriftif kualitatif untuk menggambarkan secara keseluruhan pengembangan RTH di Kota Banjarmasin dan menghasilkan potensi dan permasalahan RTH yang dihadapi pada saat ini. Perumusan arahan pengembangan dilakukan dengan mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eskternal (peluang dan ancaman) dalam pengembangan RTH kemudian dianalisis dengan menggunakan matrik SWOT.Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH yang ada di Kota Banjarmasin seluas 2.672 Ha, berdasarkan kepemilikannya terbagi menjadi dua, yakni RTH publik dan privat yang meliputi taman kota, hutan kota, jalur hijau jalan, sempadan sungai, lapangan olahraga, TPU, pertanian dan pekarangan. Masing-masing jenis tersebut memiliki potensi dan permasalahan seperti lokasi RTH publik yang dapat dijangkau dengan mudah, persebaran RTH privat yang terdapat pada seluruh kecamatan, ketersediaan fasilitas yang kurang pada RTH publik, sebaran jalur hijau jalan yang tidak merata. Disamping itu juga terdapat kendala dalam kualitas perencanaan, koordinasi antar dinas, masyarakat dan swasta. Arahan pengembangan RTH yang dapat diterapkan di Kota adalah meningkatkan peran dari pihak swasta, meningkatkan persebaran RTH dengan bantuan dari pemerintah pusat, menggunakan lahan yang tersedia pada jalur hijau jalan dan sempadan guna mengoptimalkan keberadaan RTH dan menjaga dan mempertahankan keberadaan RTH yang telah ada pada saat ini. Kata Kunci: : Ruang Terbuka Hijau, Arahan Pengembangan, Kota
PENGENDALIAN DAMPAK PERUBAHAN IKLIM MELALUI PROGRAM KAMPUNG IKLIM DI PULAU LIKI, KABUPATEN SARMI, PROVINSI PAPUA Fekri, Encik Ryan P.
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 01 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v5i01.2155

Abstract

ABSTRAK Paper ini disusun sebagai bentuk implementasi di Indonesia terkait artikel yang ditulis oleh Zandvoort et. al (2018) tentang Navigating amid uncertainty in spatial planning. Dalam artikel tersebut, peneliti menjelaskan ketika mengambil keputusan atau mempersiapkan kemungkinan intervensi, perencana akan selalu dihadapkan dengan ketidakpastian. Salah satu bentuk ketidakpastian yang dihadapi perencana adalah risiko perubahan iklim. Para perencana diharuskan untuk menilai dampak perubahan iklim untuk merancang intervensi spasial sebagai upaya adaptasi iklim. Sebagaimana di Pulau Liki, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua yang sedang dicanangkan sebagai kampung iklim sebagai respon terhadap dampak perubahan iklim yang mengancam keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat Pulau Liki yaitu adanya ancaman abrasi yang terjadi akibat naiknya permukaan air laut. Sehingga Pemerintah Kabupaten Sarmi menginisiasi Kampung Iklim Pulau Liki sebagai upaya pengendalian dampak perubahan iklim khususnya dengan melakukan upaya adaptasi dan mitigasi untuk mewujudkan Pulau Liki sebagai Kampung Ramah Iklim tahun 2019. Kata Kunci: ketidakpastian, perubahan iklim, kampung iklim, adaptasi, mitigasi, perencana.
PARIWISATA INDONESIA DI MASA NEW IMPERIALISM ATAU IMPERIALISME MODERN: SEBUAH KRITIK DAN REFLEKSI TERHADAP PERENCANAAN PENGEMBANGAN PARIWISATA DI BOROBUDUR DAN MANDALIKA Aulia, Selfa Septiani
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 4 No. 01 (2018): April 2018
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v5i01.2449

Abstract

Pariwisata merupakan sektor unggulan yang memberikan kontribusi cukup tinggi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di berbagai negara pada saat ini. Meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata menjadikan pariwisata sebagai faktor kunci dalam pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan usaha dan infrastruktur. Pariwisata telah mengalami ekspansi dan diversifikasi berkelanjutan, sehingga menjadi salah satu sektor ekonomi yang terbesar dan tercepat pertumbuhannya di dunia (UNWTO, 2016). Tidak terkecuali Indonesia, saat ini juga Indonesia sedang gencar-gencarnya melakukan perencanaan pengembangan pariwisata. Akan tetapi, perencanaan pengembangan pariwisata pun tidak hanya memberikan dampak positif saja, karena banyak juga dampak-dampak negatif yang dihasilkan dari perencanaan pengembangan pariwisata, terutama di masa new-imperialism atau imperialisme modern. Seperti munculnya kebocoran aliran uang yang dihasilkan dari kegiatan wisata ke negara-negara pemberi modal yang menandai dampak negatif pariwisata di masa new-imperialism atau imperialisme modern. Sehingga hal ini mengakibatkan dilema untuk para perencana di Indonesia dalam merencanakan pengembangan pariwisata. Kata Kunci : Pengembangan Pariwisata, New Imperialism, dilema perencanaan

Page 1 of 1 | Total Record : 5