cover
Contact Name
Enang Yusuf Nurjaman
Contact Email
enangyusuf@iain-ternate.ac.id
Phone
+6281572238784
Journal Mail Official
altadabbur2017@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Al-Tadabbur ; Jurnal Kajian sosial, Peradaban dan Agama
ISSN : 25273248     EISSN : 26139154     DOI : -
AL-TADABBUR (P-ISSN : 2527-3248; E-ISSN : 2613-9154 ) is a Journal published by Faculty of Ushuluddin Adab dan Dakwah of IAIN Ternate, Indonesia. It is a peer-reviewed open access journal in social civilization and religion.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR" : 10 Documents clear
TERM QOULAN DALAM AL-QUR’AN (Studi Penafsiran Ayat-ayat Qoulan dalam al-Qur’an) Irfan -
AL-TADABBUR Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Term Qaulan di dalam al-Qur’an adalah  sebuah term yang menunjukkan sebuah perkataan, baik itu perkataan yang mengandung nilai-nilai kebaikan maupun keburukan. Ketika menyampaikan sebuah pesan atau perkataan, mestinya harus diperhatikan tatacara serta metodenya. Olehnya itu penelitian ini sangat penting dilakukan karena dapat menjadi bahan  rujukan  untuk menguraikan  lebih jauh term Qaulan yang ada di dalam  al-Qur’an serta dapat mengetahui tata cara atau etika berbicara yang baik, Adapun metode analisa yang digunakan adalah analitis deskriftif dengan pengumpulan data melalui metode muqaran atau perbandingan. Dimana akan disebutkan beberapa pendapat ulama mengenai definisi term Qaulan serta di kolaborasikan dengan metode Tahlili , yakni data yang telah diperoleh akan diuraikan kembali dan ditarik sebuah kesimpulan. Terdapat 15 kategori Qaulan yang ada di dalam al-Qur’an, namun yang menjadi objek kajian hanya enam jenis saja selebihnya akan menjadi data pendukung. Term yang dimaksud yaitu: Qaulan Sadida (perkataan yang benar), Qaulan Ma’rufa (perkataan yang baik),  Qaulan Layyina (Perkataan  yang lemah lembut), Qaulan Baligha (perkataan yang berbekas), Qaulan Karima (perkataan yang mulia), Qaulan Maisura.(perkataan  yang  pantas)
POLA KOMUNIKASI ANGGOTA LDII DENGAN NON-LDII DI DESA MANTEOS KECAMATAN COBLONG BANDUNG Adi Permana Diah Amalia
AL-TADABBUR Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses komunikasi dari empat narasumber dengan dua pandangan yang berbeda meskipun dengan agama yang sama di Desa Manteos Kecamata Coblong Bandung memiliki hubungan yang baik karena saling berkomunikasi secara langsung secara interpersonal. Hambatan komunikasi yang terjadi antara anggota jamaah LDII dengan masyarakat muslim non LDII terletak hanya pada hambatan non verbal yaitu perbedaan persepsi karena perbedaan kepercayaan masing-masing dan hambatan ini hanya terjadi kadang-kadang apabila ada kegiatan agama saja.
DIALEKTIKA AGAMA DAN BUDAYA (Kajian Sosio-Antropologi Agama dalam Teks dan Masyarakat) Hendi Sugianto
AL-TADABBUR Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agama dapat difahami sebagai sebuah fenomena sosial, hal ini memberikan gambaran bahwa keberadaan agama tidak lepas dari pengaruh realitas di sekelilingnya. Perdebatan dan perselisihan dalam masyarakat Islam sesungguhnya adalah perbedaan dalam masalah interpretasi, dan merupakan gambaran dari pencarian bentuk pengamalan agama yang sesuai dengan kontek budaya dan sosial. Keberagamaan manusia secara umum memang tidak lagi cukup hanya didekati lewat pendekatan teologis semata-mata. Fenomena keberagamaan manusia perlu didekati, diteliti, dipahami, dikritik, bahkan juga dinikmati lewat berbagai pendekatan, salah satunya antropologi budaya. Akulturasi antara agama dan budaya harus dibangun berdasar simbiosis mutualisme karena mau atau tidak, senang atau tidak, agama berkembang dalam sebuah masyarakat yang hidup, sehingga ajaran normatif teologis yang suci dan melangit harus dibumikan dengan masuk dan berdialog dengan budaya manusia sehingga islam menjadi rahmatan lil ‘alamin.
REFORMULASI SYARIAH MAHMUD MUHAMMAD THAHA (Rekonstruksi Konsep Nasakh Menuju Syariah yang Humanis) Alvan Fathony
AL-TADABBUR Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam konteks ini dan hubungannya dengan sikap dalam mengahadapi krisis, terutama krisis metodologi, para intelektual muslim dewasa ini dapat dibedakan ke dalam empat kelompok berikut: Pertama, kelompok yang menyikapi krisis atau tantangan ini dalam prespektif salaf. Kedua, kelompok yang beranggapan bahwa melindungi warisan masa lalu saja tidak cukup, sehingga mereka berusaha secara aktif melalui gerakan sosio-politik agar supremasi Islam masa silam dapat dibangun kembali. Ketiga, kelompok yang dengan berbagai cara berusaha mengkrompomikan dan mencari sintesis antara nilai-nilai Islam dengan nilai-nilai modern. Kelompok keempat merupakan kalangan sekuler yang berpandangan bahwa persoalan agama dan dunia merupakan dua hal yang terpisah, sehingga semua gagasan modern dapat diterima sebagai sesuatu yang berada di luar agama. Penelitian ini menggunakan metode kajian kepustakaan. Data primer dalam penelitian ini meliputi beberapa karya Mahmud Thaha diantaranya Al-Risalah al-Saniyah min al-Islam. Sedangkan data skunder berupa karya-karya hasil penelitian sebelumnya, yaitu buku-buku dan jurnal. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yang berfungsi untuk menggambarkan, mengungkapkan serta menjelaskan objek yang akan dikaji. Orisinalitas gagasan Thaha bukan pada pengenalan konsep naskh, melainkan pada redefini dan reaktualisasinya yang memungkinkan konsep itu menjadi dinamis dan signifikan bagi pembaharuan hukum Islam ke arah yang lebih humanis.
TELA’AH HERMENEUTIKA KONSEP IBADH AL-RAHMAN Muhammad Sakti Garwan
AL-TADABBUR Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini akan mendeskripsikan tentang konsep ibadh ar-Rahman pada Q.S al-Furqān sebagai salah satu surah dari segi maknanya mengandung esensi kesalehan secara individu maupun sosial. Surah tersebut juga diindikasi sebaga surah yang turun untuk menghibur nabi Muhammad SAW pada saat menerima hujatan dari para orang-orang kafir. Argumentasi itu kemudian membuat seorang intelektual asal Australia yakni Anthony H. Johns mengkaji dan mengungkap faktor penting dalam surah tersebut dalam artikelnya berjudul Reflection On The Dynamic And Spirituality Of Surah al-Furqān, yang dalam tulisan ini penulis fokuskan pada ayat 63-74 yang penulis tela’ah dengan menggunakan teori interpretasi makna (hermeneutika).  Tulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, data primer tentu diambil dari artikel dari Anthony H. Johns, sedangkan data sekunder didapat dari beberapa sumber yang terkait dengan tulisan ini. Dengan hasil peneltian bahwa Anthony H. Johns menggambarkan nilai-nilai spiritual atau dinamika spiritual sebagai bentuk kesalehan secara individu juga secara sosial dalam frame dari ayat 63-74 pada surah al-Furqan yang dirujuknya dari sumber tafsir pertama dari Muqatil bin Sulaiman.
ANALISIS SEMIOTIKA JULIA KRISTEVA DALAM FILM “SEXY KILLERS” (Pendekatan Semanalisis hingga Intertektualitas) Siti Nur Alfia Abdullah
AL-TADABBUR Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Munculnya sebuah film yang menceritakan tentang keadaan bangsa Indonesia yang melibatkan para petinggi-petinggi bangsa dan juga masyarakatnya yang mana mempunyai pemahaman yang berbeda dalam melihat sebuah teknologi, menjadi suatu hal yang patut untuk ditelaah kembali, dikarenakan sejak film tersebut muncul, telah banyak menuai berbagai pujian dan banyak pula yang mengkritisi serta memaknainya dengan cara yang  berbeda, yakni film “Sexy Killers. Ini menjadi sebuah dasar penulis dalam melakukan penelitian untuk  melihat perbedaan tersebut dari berbagai macam bentuk pemaknaan yang dibangun, dengan memakai teori semiotika dari Julia Kristeva, tentang semanalisis hingga intertektualitas. Walaupun teori tersebut terfokus pada bahasa puitis, namun penulis ingin mencoba menerapkannya dalam sebuah media film yang jarang dilakukan dalam peneltian lain. Hasil penelitian menjelaskan bahwa makna tidaklah mesti dipahami secara kaku dan otoriter, namun makna memiliki perkembangan yang terus berinovasi, “Sexy Killers” dalam perwujudannya merupakan teks full yang tidak bisa dirubah dalam Kristeva disebut dengan genoteksnya, kemudian fenoteks merupakan makna yang berkembang di tengah masyarakat saat menyaksikan film “Sexy Killers” makna yang dihasilkan pun berbeda beda, bisa jadi makna tersebut dipahami sama dengan tujuan dari si sutradara film sendiri sebagai bentuk kritis terhadap pemerintah yang tidak bijak dalam melakukan pembangunan tambang batu bara, atau bahkan proses hadirnya film tersebut dimaknai hanya  sebatas informasi sesaat dan tidak memiliki pengaruh apa-apa. Karenanya makna fenoteks ini lebih bersifat dinamis berdasar kepada siapa yang memahaminya, pemerintah dalam hal ini sebagai pembuat aturan memaknai pembangunan batu bara sebagai bentuk kesejahteraan rakyat, namun rakyat memahaminya sebagai bentuk penderitaan.
ORIENTASI PERILAKU POLITIK TRADISIONAL Jubair Situmorang
AL-TADABBUR Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kajian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan tentang perilaku keberagamaan muslim tradisional, (2) menganalisis perilaku politik muslim tradisional. Adapun masalah kajian ini adalah bagaimana Orientasi Perilaku Politik Muslim Tradisional. Agar pembahasannya lebih mendalam, maka pokok masalah di atas dijabarkan kedalam sub pokok masalah, yaitu: bagaimana perilaku keberagamaan muslim tradisional, dan bagaimana  orientasi perilaku politik muslim tradisional. Agar tujuan kajian ini tercapai secara maksimal, dalam pelaksanaanya digunakan pendekatan:historis, sosiologis, teologis dan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan perilaku keberagamaan muslim tradisional dipengaruhi pemikiran keagamaannya berkutat pada pemahaman yang literal sering sekali berdampak pada implementasi ajaran-ajaran agama yang cenderung rigid, doktrinal, kurang terbuka terhadap perkembangan pemikiran. Bahkan  terkadang memandang pemahaman diluar komunitasnya sebagai kelompok yang keliru. Cenderung menjaga ajaran-ajaran yang diterima secara turun-temurun, sehingga tidak menutup kemungkinan adanya prraktek sinkretisme dalam praktek keagamaannya.. Cenderung mempertahankan tradisi sebagai bagian aktivitas keagamaannya. Bahkan pengaruh kebudayaan lokal cukup kuat dalam implementasi ritual keagamaan,  secara kultural dapat dikatakan bersifat sinkretik. Paradigma keberagamaan ini juga mempengaruhi perilaku politik muslim tradisional yang ditandai dengan pembentukan sikap dan perilaku politik dipengaruhi oleh otoritas dogmatis atau kebenaran yang bersifat mutlak, otoritas terarah atau ketuntasan pengaturan, pelembagaan otoritas atau pemaduan pemahaman dan penggunaan kebenaran mutlak dalam perumusan aturan yang memperkuat struktur keagamaan.
ISLAM DAN UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN (Tinjauan Kritis Ayat-ayat Reproduksi Perempuan) Nur Rofiah Ina Salma Febriany
AL-TADABBUR Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan kesehatan reproduksi perempuan pada dasarnya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari tugas manusia sebagai makhluk spiritual-sosial yang dipilih menjadi wakil Allah di muka bumi (khalîfatullâh). Secara spiritual mereka menghamba hanya kepada Allah, secara sosial, mereka bertanggung jawab memakmurkan bumi dengan menjaga kelestarian dan keseimbangan alam melalui prinsip ihsân. Prinsip ihsân dan keberhasilan upaya peningkatan kesehatan reproduksi perempuan sangat dipengaruhi oleh faktor internal (diri perempuan itu sendiri) maupun faktor eksternal yaitu peran serta pendamping (suami), keluarga, masyarakat maupun pemerintah sebagai pemangku kebijakan. Selain itu, upaya peningkatan kesehatan reproduksi perempuan juga tak terlepas dari pentingnya menjaga keseimbangan tiga dimensi yaitu dimensi fisik, psikis, dan sosial.  Ketiga dimensi di atas mendapatkan perhatian serius dari Al-Qur’an lebih khusus pada upaya penyadaran bahwa kehamilan adalah salah satu dari lima kunci keghaiban (Qs. Luqmân/31: 34). Karena merupakan rahasia Allah, maka hanya Allah yang mengetahui secara detail apa yang dikandung perempuan (Qs. ar-Ra’du/13: 8-9). Al-Qur’an juga memberikan informasi bagaimana proses pertumbuhan janin dalam kandungan (Qs. al-Hijr/15: 26, Qs. al-Hajj/22: 5, Qs. al-Mu’minûn/23: 12-14, Qs. Fâthir/35: 11). Pertumbuhan janin yang kian hari kian besar membuat perempuan merasa letih karenanya (Qs. Luqmân/31: 14), hingga tibalah hari kelahiran yang diawali sakitnya kontraksi rahim yang juga dirasakan oleh Maryam ibunda ‘Isa as (Qs. Maryam/ 19: 22-25). Melalui upaya penyadaran inilah Al-Qur’an berulang kali memerintahkan untuk memuliakan orangtua—tugas-tugas reproduksi pun disebut, agar manusia sadar bahwa proses itu sangat tidak mudah (Qs. al-‘Ankabût/29: 8, Qs. Luqmân/31: 14, Qs. al-Ahqâf/ 46: 15 ).
STILISTIKA AL-QUR’AN TENTANG GEMPA BUMI Rahmat -
AL-TADABBUR Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebelum seseorang memahami pesan al-Qur’an lebih dalam, terlebih dahulu ia akan terpukau dan tertarik dengan keunikan bahasanya, keunikan tersebut dapat dijumpai dalam ayat-ayat yang menggambarkan tentang kejadian gempa bumi, penggambaran kejadian bencana alam tidak sekedar gambaran biasa, tetapi penyajian tentang gambaran kejadian gempa bumi bertujuan antara lain agar memantapkan posisi wahyu Ilahi dan risalah kenabian, memberi peringatan dan pelajaran kepada para pembacanya. Penggambaran kejadian gempa bumi dalam al-Qur’an setidaknya terdapat pada 17 ayat dalam al-Qur’an. Dalam al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menjelaskan tentang gempa bumi meliputi keterangan ilmiah tentang bumi yang bergerak, juga terdapat kisah-kisah kejadian gempa bumi di masa para Nabi-Nabi, dan kejadian gempa bumi yang terjadi pada hari kiamat. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan bagaimana al-Qur’an menggambarkan kejadian gempa bumi  dengan gaya bahasanya yang khas melalui pendekatan stilistika. Adapun tahapan penelitian yang dilalui ada tiga, yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis data dan penyediaan analisis data menggunakan metode tematik, semantik, deskriptif, deduksi, induksi. Tahap penyajian data menggunakan metode formal yaitu berupa laporan secara deskriptif. Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah bentuk gaya bahasa yang terdapat dalam ayat-ayat gempa bumi antara lain gaya bahasa berkaitan dengan pemilihan kata, dan ketepatan pemilihan kata.
ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES TENTANG ASḤĀBUL FĪL Abdul Fatah
AL-TADABBUR Vol 5, No 2 (2019): AL-TADABBUR
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu sisi kemukjizatan al-Qur’an yang mengundang banyak perhatian orang ialah keindahan bahasanya.Ungkapan-ungkapan yang terangkum dalam ayatnya, Allah menggunakan sastra bahasa indah yang tiada tandingannya.Di dalam bahasa tersebut, tentu tersimpan tanda-tanda yang membentuk sistem yang indah. Para pembaca akan terperangah ketika berhasil menyingkap tanda-tanda tersebut berikut maknanya. Penelitian ini mencoba menyingkap makna di balik kisah Aṣḥābul Fīl. Untuk menemukan makna lain di dalam kisah tersebut, penulis menggunakan pendekatan Semiotika Roland Barthes yang populer dengan makna mitos dan signifikasinya. Sehingga, penelitian ini dapat mengungkap makna mitos Aṣḥabul Fīldalam QS.al-Fīl [105]: 1-5 yang bukan hanya sebagai pasukan bergajah. Dari sinilah dapat diungkap rahasia besar di balik tanda yang tersirat dari kisah tersebut.

Page 1 of 1 | Total Record : 10