cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019)" : 7 Documents clear
PERAN BIOTEKNOLOGI DALAM PEMBUATAN PUPUK HAYATI Putu Sri Wahyuni; Putu Parmila
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.965 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i1.408

Abstract

Kemajuan bioteknologi tidak hanya memudahkan dalam proses inokulasi dan penyusunan formulasi pupuk hayati, tetapi juga memudahkan dalam identifikasi dan karakterisasi jenis-jenis mikroorganisme yang menunjukkan efektivitas tinggi sebagai pupuk hayati. Kumpulan mikroorganisme terpilih meningkatkan efektivitas penambatan hara tertentu dan memfasilitasi penyediaannya bagi tanaman. Pembuatan pupuk hayati dapat dilakukan secara sederhana hanya dengan mengambil tanah yang pernah dipalikasikan pupuk hayati, misalnya legin pada tanaman kacang tanah, kemudian diaplikasikan pada lahan pertanaman baru untuk pertanaman kacang-kacangan atau dengan teknologi canggih untuk mengidentifikasi, mengisolasi mikroorganisme unggulan tertentu dan membuat suatu formulasi campuran berbagai jenis mikroorganisme yang mampu menghasilkan nutrisi secara langsung ataupun tidak langsung untuk pertumbuhan tanaman. Berbagai penelitian menunjukkan, pupuk hayati bermanfaat dalam memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan kesehatan tanah, memacu pertumbuhan dan produksi tanaman . Namun demikian, penggunaan pupuk hayati oleh petani masih tertinggal jauh dibandingkan pupuk non hayati. Oleh karena itu, penelitian, pengembangan, dan inovasi produk pupuk hayati perlu terus dilakukan.
PENGARUH KONSENTRASI GIBERELIN DAN JUMLAH BUAH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON (Cucumis melo Linn.) Jhon Hardy Purba; Putu Suwardike; I Gede Suwarjata
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.444 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i1.404

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasei giberelin dan jumlah buah terhadap pertumbuhan dan hasil melon dilaksanakan bulan Juli-September 2017 di Desa Tejakula, Kabupaten Buleleng dengan ketinggian 25 meter dari atas permukaan laut. Penelitian lapang ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri atas dua faktor yang disusun secara faktorial. Faktor pertama adalah konsentrasi Giberelin (GA3) (G) dengan 4 taraf yaitu konsentrasi giberelin 0,00 g.l-1 air (G0), konsentrasi giberelin 0,03 g.l-1 air (G1), konsentrasi giberelin 0,06 g.l-1 air (G2), konsentrasi giberelin 0,09 g.l-1 air (G3). Faktor kedua adalah perlakuan jumlah buah (B) dengan tiga taraf yaitu pemeliharaan satu buah pada satu batang pokok per tanaman (B1), pemeliharaan dua buah pada satu batang pokok per tanaman (B2), dan pemeliharaan dua buah pada dua batang pokok per tanaman (B3). Pemberian giberelin berpengaruh tidak nyata terhadap hasil melon. Perlakuan jumlah buah berpengaruh nyata terhadap berat kering oven buah per tanaman. Perlakuan jumlah buah berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman. Perlakuan kombinasi pemberian giberelin dengan jumlah buah berpengaruh sangat nyata terhadap berat kering oven buah per tanaman.
QUO VADIS PANGAN PRODUK REKAYASA GENETIK DI INDONESIA? Putu Suwardike
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.677 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i1.409

Abstract

Secara obyektif, Indonesia dihadapkan pada tantangan penyediaan pangan berkualitas yang mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat di tengah-tengah semakin menyusutnya lahan pertanian produktif, merosotnya daya dukung lahan, keterbatasan air irigasi, dan kondisi iklim tidak menentu. Kebutuhan pangan dikhawatirkan tidak mampu dipenuhi dengan hanya mengandalkan sistem produksi konvensional. Kemajuan dibidang bioteknologi telah memberikan ruang bagi pemulia tanaman melakukan transfer gen dari makhluk hidup berkerabat jauh, seperti dari bakteri ke tanaman. Pada tataran produksi, penerapan bioteknologi mampu menghasilkan tanaman jenis-jenis baru yang lebih unggul, seperti hasil lebih tinggi, lebih efisien menggunakan nutrisi, tahan terhadap cekaman lingkungan tertentu, memiliki kandungan protein lebih tinggi, dan lebih tahan simpan. Namun pada tataran pemanfaatan produk masih menimbulkan pro dan kontra. Pengembangan tanaman transgenik merupakan alternatif solusi terhadap kekhawatiran kerawanan pangan di masa mendatang. Pengujian-pengujian tanaman transgenik dan produk pangan bioteknologi lainnya perlu terus dilakukan. Mengingat beragamnya persepsi masyarakat terhadap produk pangan transgenik, maka pemasangan label pada produk pangan transgenik diperlukan untuk memudahkan masyarakat menentukan pilihannya.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS EKSTRAK LEGUNDI (Vitex trifolia L.), SIRSAK (Annona muricata L.) DAN DAMAR (Agathis borneensis Warb.) TERHADAP MORTALITAS LARVA Artona flavipuncta HAMA PADA TANAMAN KECOMBRANG (Etlingera elatior (Jack) R.M.Sm.) I Putu Agus Hendra Wibawa
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.961 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i1.405

Abstract

Kecombrang (Nicolaia speciosa) adalah sejenis tumbuhan rempah yang dimanfaatkan sebagai bahan campuran atau bumbu penyedap pada berbagai macam masakan di Nusantara. Kecombrang adalah salah satu koleksi tumbuhan Kebun Raya Bali yang sering terserang oleh larva A. flavipuncta. Penanggulangan hama menggunakan pestisida sintetis menimbulkan banyak dampak negatif terhadap manusia dan lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah menggunakan pestisida nabati yang bersumber dari tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas beberapa tanaman koleksi Kebun Raya Bali seperti legundi (Vitex trifolia), sirsak (Annona muricata) dan damar (Agathis borneensis) terhadap mortalitas larva A. flavipuncta dan menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif dalam membunuh larva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak yang paling efektif membunuh larva A. flavipuncta adalah ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi optimum 60 g/L.
PENGARUH DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR DAN NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays-saccharata Sturt) PADA LAHAN KERING DI DESA TELAGA Made Suarsana; Putu Sri Wahyuni; Made Maliastra
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.819 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i1.406

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk organik cair/POC, dosis pupuk nitrogen yang paling tepat, dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September-November 2018 di Desa Telaga, Kecamatan Busungbiu Kabupaten Buleleng dengan ketinggian tempat ± 500 meter dari atas permukaan laut. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor. Faktor pertama: pemberian POC Plus (Pomi kuning) dengan tiga tingkatan, yaitu tanpa POC, Pemberian POC dosis 25 l/ha, dan POC dosis 50 l/ha. Faktor ke dua yaitu pemberian pupuk nitrogen dengan tiga tingkatan, yaitu tanpa pemberian nitrogen, pemberian nitrogen sebanyak 69 kg/ha, 138 kg/ha, dan 207 kg/ha. Pemberian POC berpengaruh sangat nyata terhadap hasil segar tongkol/ha. Penggunaan POC pada dosis 25 l/ha memberikan hasil segar tongkol/ha tertinggi, yaitu 27,83 ton. Hasil analisis regresi hubungan antara dosis POC (x) dengan hasil segar tongkol per hektar (ŷ) menunjukkan hubungan kuadratik, yaitu ŷ = 24,25 + 0,28x – 0,006x2 dengan R2 = 89,80%. Pemberian nitrogen berpengaruh sangat nyata terhadap hasil segar tongkol per hektar. Pemberian nitrogen pada dosis 138 kg/ha memberikan hasil segar tongkol per hektar tertingi, yaitu 28,30 ton. Hasil analisis regresi hubungan antara dosis nitrogen (x) dengan hasil tongkol per hektar (ŷ) menunjukkan hubungan kuadratik, yaitu ŷ = 20,663 + 0,0087x – 0,0003x2 dengan R2 = 88,28%. Interaksi antara pemberian POC dan nitrogen berpengaruh nyata terhadap hasil segar tongkol/ha. Penggunaan kombinasi POC dosis 25 l/ha dan nitrogen pada dosis 138 kg/ha memberikan hasil segar tongkol/ha tertinggi, yaitu 29,61 ton.
PENGARUH DOSIS PUPUK PETROGANIK DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SEMANGKA (Citrulus vulgaris SCARD) Putu Parmila; Jhon Hardy Purba; Luh Suprami
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.229 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i1.407

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk petroganik, dosis pupuk kalium dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil semangka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei - Juli 2016 di Desa Temukus, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng dengan ketinggian ± 7 meter dari atas permukaan laut. Rancangan yang akan digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah dosis pupuk petroganik yang tediri atas tiga tingkatan, yaitu: tanpa pupuk petroganik, pupuk petroganik dosis 4 ton.ha-1 (160 g/tanaman/1,6 kg/petak), dan pupuk petroganik dosis 8 ton.ha-1 (320 g/tanaman/3,2 kg/petak). Faktor ke dua dosis pupuk kalium yang terdiri atas tiga tingkatan, yaitu: tanpa pupuk kalium KNO3, pupuk kalium KNO3 dosis 80 kg.ha-1 (16 g/ tanaman/160 g/petak), dan pupuk kalium KNO3 dosis 160 kg ha-1 (32 g/tanaman/320 g/petak). Penggunaan pupuk petroganik pada dosis 8 ton/ha (P2) dan 4 ton/ha memberikan hasil buah segar per hektar secara berurut sebesar 19,189 ton dan 15,844 ton, atau terdapat peningkatan hasil buah segar per hektar secara nyata sebesar 32,24% dan 9,19% bila dibandingkan dengan hasil buah segar per hektar pada tanpa penggunaan pupuk petroganik. Hasil buah segar per hektar menunjukkan bahwa dengan pupuk kalium dosis 160 kg/ha dan 80 kg/ha memberikan hasil buah segar per hektar secara berurut sebesar 18,789 ton dan 16,844 ton, atau secara nyata lebih berat 35,07% dan 21,08% dibandingkan dengan hasil buah segar per hektar pada tanpa pemupukan kalium. Pengaruh interaksi antara dosis pupuk petroganik dan pupuk kalium berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap semua variabel pengamatan.
IDENTIFIKASI PERUBAHAN FENOTIP PADI BERAS HITAM (Oryza sativa L.) var CEMPO IRENG HASIL PERLAKUAN KOLKISIN Putu Shantiawan Prabawa; Jhon Hardy Purba
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.824 KB) | DOI: 10.37637/ab.v2i1.403

Abstract

Penggunaan mutagen kimiawi kolkisin sebagai bahan untuk menginduksi poliplodi pada tanaman, memberikan peluang bagi peningkatan produksi beras hitam yang sampai saat ini produktivitasnya masih rendah. Hal ini berkaitan dengan banyaknya manfaat beras hitam untuk kesehatan, sehingga menyebabkan meningkatnya permintaan konsumen. Perlakuan berbagai dosis kolkisin diharapkan mampu meningkatkan dosis gen, sehingga tanaman mimiliki penampilan dan produksi yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perubahan fenotip pada genotip padi beras hitam (Oryza sativa L.) var Cempo Ireng akibat perlakuan berbagai dosis kolkisin. Penelitian menggunakan desain petak tunggal dengan 4 perlakuan konsentrasi colchicine (0, 250, 500 dan 750 ppm) pada 2 genotipe padi beras hitam (Ungaran dan Cempo Ireng). Analisis data menggunakan independent t-test level signifikan 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan kolkisin dengan konsentrasi 750 ppm efektif dalam menginduksi mutasi sehingga menyebabkan perubahan fenotip pada sebagian besar karakter tanaman pada kedua genotip.

Page 1 of 1 | Total Record : 7