cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2022)" : 20 Documents clear
Heavy Metals Source Apportionment and Human Health Risk Assessment of Contaminated Soils of Zamfara State, Nigeria Sharhabil Musa Yahaya; Aliyu Ahmad Mahmud; Nafiu Abdu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1274.241 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.897

Abstract

Progressive illegal artisanal mining activities threaten public health without functional law enforcement on pollution control and proper management practices. This is not an exception of Zamfara State, Nigeria, where a large portion of the populace participates in artisanal mining. The study was conducted to assess the level of health risk associated with heavy metals contaminated soils of Zamfara state, Nigeria. Soil samples were collected from five mining locations (Abare, Bagega, Dareta, Sunke, and Tungar Kudaku) and Anka-town (control site) with no record of mining activities. In each place, bulked soil samples were collected from three sites (mining site, processing site, and village), and the concentration of six heavy metals (Fe, Pb, Cd, Cr, Zn, and Ni) in all the samples were analyzed. The result of the principal component analysis and correlation analysis revealed that Pb, Zn, Cr, and Ni originated from the same source, i.e., anthropogenic/mining activities. While Fe and Cd originated from the geogenic processes because of their high abundance in the soil of the study area, as Anka-town (control site) also recorded high concentrations of Fe and Cd. Health risk assessments were carried out in two groups of population (adult and children) through three exposure pathways (i.e., ingestion, dermal contact, and inhalation). The results showed that ingestion dominated dermal contact and inhalation pathways, and Fe is the riskiest metal while Cd and Ni have the lowest risk of exposure for daily intakes. The non-cancer hazard quotient (HQ) values were all recorded below 1. For the total hazard index (THI), all the adult's exposure pathways were negligible, while for children, only Bagega has ingestion of heavy metals exceeding one (1.10), indicating that non-cancer health risks for children exist. The other four mining locations, Abare, Sunke, Tunga, and Dareta, have values approaching one (i.e., 0.71, 0.60, 0.50, and 0.74, respectively). While for Anka town, which is the control site, it has a value far less than one (0.16). These indicate that all the study locations have the potential for children's health risk through ingesting food produced from contaminated soils. Therefore, there is an urgent need to apply remediation measures immediately to combat complications raised due to heavy metal contaminations.
Pengaruh Air Lindi Sisa Pakan Maggot (Hermetia illucens) terhadap Pertumbuhan Sawi Pagoda (Brassica rapa var. narinosa L.) dengan Sistem Hidroponik Suwirmen Suwirmen; Zozy Aneloi Noli; Resti Rahayu; Yella Prastika Yuda
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.85 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.867

Abstract

Air lindi sisa pakan maggot merupakan salah satu pupuk organik cair yang berasal dari larutan hasil pembusukan bahan organik oleh lalat tentara hitam, penggunaan air lindi sisa pakan maggot yang dapat mengurangi pencemaran lingkungan serta ketergantungan dari pemakaian pupuk anorganik pada sistem hidroponik. Air lindi sisa pakan maggot mengandung unsur hara alami yang telah terurai sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman serta dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air lindi sisa pakan maggot sebagai pengganti AB mix pada pertumbuhan tanaman sawi pagoda dengan sistem hidroponik, mendapatkan konsentrasi air lindi sisa pakan maggot terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi pagoda, dan mengetahui efektivitas pemberian air lindi sisa pakan maggot dalam mengurangi pemakaian pupuk anorganik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan  terdiri dari AB mix (Kontrol), kombinasi AB mix dan air lindi sisa pakan maggot dengan perbandingan (3:1), (1:1), (1:3), dan air lindi sisa pakan maggot tanpa AB mix. Hasil penelitian menunjukan pemberian kombinasi AB mix dan air lindi sisa pakan maggot memberikan pengaruh yang berbeda nyata secara statistik dan memberikan pengaruh yang sama dengan kontrol pada parameter berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Pemberian hanya air lindi sisa pakan maggot tidak dapat menggantikan pemakaian AB mix. Perlakuan (1:1) merupakan konsentrasi paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sawi pagoda dan dapat meminimalkan pemakaian pupuk anorganik sebesar 50%.
Effect of Doses of Lecanicillium Lecanii on the Controlling of Rice Bug in Rice Plants Nurlina Nurlina; Sri Purwanti; Sri Hidayati; Bambang Gunawan; Mahrus Ali
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.05 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.877

Abstract

Bug is an important pest of rice plants because it can reduce the quality and quantity of production, so it is essential to control its population. One of the efforts to control rice bugs is to use the biological agent Lecanicillium lecanii because it does not cause resistance and is not harmful to human health. This study aims to determine the effect of the number of doses of Lecanicillium lecanii application in controlling the pest population of walang sangit (rice bugs) in rice cultivation. The research method used a completely randomized design (CRD) with four treatment doses of the biological agent Lecanicillium lecanii with a rank of 9 x 107. P0 without biological agent treatment, P1 = using a biological agent with a dose of 10 ml.L-1  of water, P2 = using biological agent with a doses of 12.5 ml.L-1 of water, P3 = using biological agent with a dose of 15 ml.L-1 of water, and. Each treatment was repeated 4 times. The results of the study The application dose of 15 ml.L-1 gave the best results, and this is in accordance with the recommendations of BBPOPT Jatisari that the application dose of Lecanicillium lecanii is 15 ml.L-1 .
Pengaruh Perendaman PGPR terhadap Pertumbuhan Stek Batang Cincau Hijau (Premna serratifolia L.) Antar Sofyan; Murdiati Murdiati; Ronny Mulyawan
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.874 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.837

Abstract

Cincau hijau merupakan salah satu tanaman obat yang kaya akan gizi dan mineral sehingga permintaan cincau hijau semakin meningkat. Namun, produksi cincau hijau saat ini belum mampu mencukupi permintaan tersebut. Karenanya perlu memberikan hormon tambahan pada proses pembibitan, salah satunya adalah Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman PGPR akar bambu, akar padi dan akar purun tikus terhadap pertumbuhan stek tanaman cincau hijau perdu serta mengetahui bahan PGPR terbaik untuk pertumbuhan stek cincau hijau perdu. Penelitian ini dilakukan dari Bulan Agustus 2020 hingga Oktober 2020. Bertempat di Lahan Perkebunan Loktabat Utara dan Laboratorium Terpadu Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Metode penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) satu faktor dengan lima perlakuan yaitu  P0 (kontrol), P1 (Rootone F), P2 (PGPR Akar Bambu), P3 (PGPR Akar Padi), P4 (PGPR Akar Purun Tikus) yang diulang sebanyak empat kali hingga diperoleh 20 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman stek cincau hijau ke dalam PGPR akar bambu, akar padi, akar purun tikus mampu meningkatkan pertumbuhan stek tanaman cincau hijau. Perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan stek tanaman cincau hijau yaitu P4 (PGPR Akar purun tikus) dengan rata-rata jumlah tunas 1,2, rata-rata jumlah daun 3,2 dan rata-rata lebar daun 1 cm.
Hybrid Performance and Heterosis for Yield and Agronomic Traits of Quality Protein Maize (Zea mays L.) Inbred Lines Adapted to Mid-altitude Agroecology of Ethiopia Lemi Yadesa Mideksa; Sentayehu Alamerew; Berhanu Tadesse
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.829 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.791

Abstract

Maize is a primary crop in most farming systems and staple food of the rural population in abundant of the mid-altitude sub- humid agro-ecologies of Ethiopia. Nearly 88% of maize produced in Ethiopia is consumed as food, both as green and dry grain. Yet, it has low protein content since it is normal maize, with poor protein quality limited by deficiencies in lysine and tryptophan and has an excess of leucine and isoleucine. Suggestions on hybrid performance and heterosis of QPM inbred for grain yield and its components is vital to design suitable breeding strategies for the development of nutritionally enhanced maize varieties. A line x tester analysis involving 36 crosses generated by crossing nine elite maize inbred lines with four testers and four checks were evaluated for yield and yield related traits at Bako and Jimma. The objectives were to evaluate mean performance and the magnitude of heterosis for quality protein maize inbred lines, adapted to mid altitude agroecology of Ethiopia. The genotypes were evaluated in alpha lattice design replicated three times. Analyses of variances showed significant (p<0.05 or p<0.01) mean squares due to genotypes in each and across locations for most traits studied, indicating the existence of appropriate genetic variability. The crosses, L5xT2, L7xT2, L8xT1, L8xT2, L3xT2, L5xT1, and L1xT1 showed higher grain yield. The estimated mid and better parent heterosis for grain yield across locations for all crosses displayed positive and highly significant variances which ranged from 386.6% to 111.2% and 288.9% to 72.2%, respectively. From this study, about 77.78% of crosses had better potential for grain yield. The results attained in this experiment suggest that the hopeful potentials of the identified inbred lines for further breeding of QPM for the mid-altitude agroecology of Ethiopia.
Karakterisasi Sifat Fisikokimia Ekstrak dan Bubuk Hasil Pengeringan Beku Antosianin Kelopak Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Rianita Pramitasari; Joan Prawira Lim
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.886 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.960

Abstract

Bunga telang memiliki kandungan antosianin yang dilaporkan mampu meningkatkan kapasitas antioksidan dan memberikan manfaat kesehatan Penelitian ini bertujuan untuk melakukan karakterisasi sifat fisikokimia ekstrak dan bubuk hasil pengeringan beku antosianin dari kelopak bunga telang. Penelitian diawali dengan proses ekstraksi pada kelopak bunga telang yang telah dikeringbekukan dan dibuat bubuk menggunakan tiga variasi pelarut yaitu etanol-asam sitrat 3% sebagai kontrol, air-asam sitrat 3%, dan air, serta dua variasi suhu ekstraksi yaitu 4°C dan 30°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi optimum didapatkan pada suhu 4°C. Variasi pelarut menghasilkan kadar antosianin yang tidak berbeda (P>0,05). Setelah ekstraksi dan analisis kimia, ekstrak dikeringbekukan menggunakan variasi perbandingan ekstrak:maltodekstrin (1:0,25; 1:0,5; dan 1:0,75 b/b). Kondisi pengeringan optimum didapatkan pada variasi perlakuan dengan perbandingan ekstrak:maltodekstrin 1:0,25 (b/b) yang ditandai dengan total antosianin tertinggi (0,71±0,02 mg/g) pada bubuk yang dibuat menggunakan ekstrak dengan pelarut air. Kelarutan dan viskositas pada sampel tersebut tidak berbeda (P>0,05) terhadap perlakuan lainnya. Sementara itu, Aw dan kadar air pada sampel tersebut lebih tinggi jika dibanding perlakuan lainnya, namun masih dalam rentang syarat minuman bubuk (kadar air 3-5% dan Aw<0,6). Dapat disimpulkan bahwa bubuk dari proses ekstraksi dengan air suhu 4°C dilanjutkan pengeringan beku dengan penambahan maltodekstrin (1:0,025, b/b) memiliki karakteristik fisikokimia terbaik dan sesuai syarat mutu fisik minuman bubuk.
Growth and Yield Evaluation of Avocado (Persea americana) Varieties in Lowland Agro Ecology of Raya Azebo, Southern Zone of Tigray Region, Northern Ethiopia Haile Abebe; Wakuma Biratu; Kidane Tesfay; Molla Berhe; Haileselassie Gebremeskel
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.587 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.919

Abstract

Avocado is among the subtropical fruit crops produced in Ethiopia; however, the production and Productivity of avocado is influenced by different factors; of which lack of improved and well adapted varieties are the major one. So, an experiment was conducted at Fachagama from 2013 to 2019 to evaluate and select the best adaptable avocado variety/ies at Raya Valley. Six avocado varieties namely Ettinger, Fuerte, Pinkarton, Hass, Naba and Bacon were laid in RCBD and replicated three times. To achieve the objective, the growth, phenological and yield data were collected and analyzed using SAS software.  Accordingly, above graft union stem girth diameter was significantly (P≤0.01) affected by variety, while tree height and canopy diameter were not significantly ascertained by variety. All the tested avocado fruit yield parameters were significantly (P≤0.01) influenced by variety throughout the three years except marketable fruit yield tree-1 and the total yield tree-1 which was not significantly (P≥0.5) determined by variety during 2017 fruit harvesting year. Variety exerted significant (P≤0.01) variation on fruit length (cm) fruit weight (g) and seed weight respectively, throughout the three years (2016-2018), the two years (2017 and 2018) and the two years (2016 and2018). The highest girth diameter (61.44mm) was obtained on Nabal variety. Likewise, the highest (15.51 and18.88kg tree-1) total yield was recorded in Pikerton and Bacon varieties respectively during 2016 and 2018 respectively. From the result Pinkerton and Bacon are recommended for Raya Valley and other areas having similar agro-ecologies.  However, it is important to consider the water requirements in terms of irrigation depth and frequency of avocado.
Peluang Wirausaha Diversifikasi Olahan Pangan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal Oleh Suku Mandar di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Indonesia Syamsuri Syamsuri; Hafsah Hafsah; Hasria Alang
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.084 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.959

Abstract

Kabupaten Polewali Mandar kaya akan hasil alam, sehingga seringkali hasil alam tersebut melimpah. Diversifikasi olahan hasil alam tersebut merupakan salah satu cara agar keluarga tidak bosan karena adanya penyegaran menu, selain itu, diversifikasi juga merupakan bentuk pengawetan agar tetap dapat dinikmati pada kesempatan berikutnya. Diversifikasi olahan tersebut tentu memiliki nilai ekonomi sehingga mempunyai peluang wirausaha. Namun inventarisasi diversifikasi pangan berbasis kearifan lokal pada suku Mandar belum pernah dilakukan sehingga data mengenai hal tersebut belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian yaitu untuk menginventarisir berbagai jenis pangan tradisional berbasis kearifan lokal yang memiliki peluang wirausaha pada masyarakat Suku Mandar di Sulawesi Barat. Jenis penelitian adalah deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara langsung kepada responden untuk memperoleh informasi yang akurat sehingga memudahkan peneliti menginventarisasi objek yang dikaji dan analisa data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam jenis olahan pangan yang berbasis kearifan lokal yang ditemukan di lokasi penelitian, diantaranya Bau Peapi, Jepa, Golla Kambu, Pupuq Mandar, Loka Anjoroi dan Cindolo Kacunda. Proses pembuatan atau pengolahan dan alat yang digunakan pada pangan tradisional tersebut cenderung masih sederhana. Jenis olahan pangan tradisional ini  tentu meningkatkan nilai ekonomi bahan bakunya karena memiliki nilai jual dan banyak diminati. Keenam produk olahan pangan berbasis kearifan lokal oleh Suku Mandar memiliki peluang wirausaha sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga.
Kajian Etnobotani Famili Rubiaceae di Kebun Raya Banua Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Rahmi Murdiyanti; Mochamad Arief Soendjoto; Muhammad Zaini
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1298.46 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.944

Abstract

Informasi tumbuhan famili Rubiaceae koleksi Kebun Raya Banua (KRB), Banjarbaru masih terbatas dan perlu dieksplorasi untuk lebih memfungsikan KRB, terutama sebagai wahana penelitian, pendidikan, dan penyuluhan lingkungan. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan karakter botani bagian tumbuhan (batang, daun, buah, dan bunga, tidak termasuk akar) famili tersebut serta menganalisis aspek farmakologi, ekonomi, antropologi, dan linguistiknya. Delapan spesies tumbuhan koleksi KRB diamati langsung dan didata. Wawancara kepada masyarakat (15 responden) Kampung Purun dilaksanakan untuk mengungkap aspek-aspek tersebut. Karakter botani sebagian spesies dapat dijelaskan dari pengamatan langsung. Sebagian lagi dijelaskan berdasarkan pada referensi karena bagian tumbuhannya (bunga, buah) tidak ditemukan atau belum berkembang. Masyarakat memiliki catatan tersendiri terkait dengan keempat aspek tersebut. Catatan ini perlu diperdalam atau diuji lebih lanjut. Kayu sepat atau kratom adalah tumbuhan yang sudah dipublikasi detail dan dikenal di seluruh dunia.     
Analisis Efisiensi Kinerja Agroindustri Kopi di Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, Indonesia Afdhal Chatra Perdana; Silvia Rahayu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.225 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i2.941

Abstract

Kota Sungai Penuh adalah salah satu pusat perdagangan dan perekonomian di Provinsi Jambi, dan  memiliki peluang dalam pengembangan agroindustri kopi karena didukung dengan ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia. Hanya saja  pengembangan  agroindustri Kopi di Kota Sungai Penuh dirasakan masih belum optimal karena disebabkan  masih rendahnya kemampuan sumber daya manusia serta minimnya pengetahuan dan penguasaan tentang teknologi sehingga pada akhirnya berdampak terhadap tingkat efisiensi agroindustri kopi di Kota Sungai Penuh. Adapun penelitian ini bertujuan untuk (1).  Mengukur efisiensi kinerja agroindustri kopi di Kota Sungai Penuh pada tahun 2020. (2).Mengetahui apa yang menjadi sumber ketidakefisienan bagi pelaku agroindustri kopi di Kota Sungai Penuh. Untuk menjawab tujuan penelitian ini, maka penulis menggunakan metode DEA (Data Envelopment Analysis). Metode ini  dapat mengevaluasi kinerja suatu unit pengambilan keputusan (unit kerja) yang menggunakan sejumlah input untuk memperoleh suatu output yang ditargetkan  Dari hasil penelitian ditemukan tiga agoindustri yang dapat mencapai nilai efisiensi teknis dengan nilai sebesar 100 persen (efisien) yaitu agroindustri kopi Putri Kembar, Kopi Kincai dan Kopi Nur sedangkan agroindustri Kopi Rindu, Kopi gantino, Kopi Annisa dan Kopi KPLPA masih mengalami inefisiensi selama tahun 2020. Adapun  sumber yang menyebabkan terjadinya inefisiensi dari agroindustri kopi di Kota Sungai Penuh diantaranya disebabkan faktor Kapasitas Produksi, Nilai BB/BP dan Laba Kotor. 

Page 1 of 2 | Total Record : 20