cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2023)" : 23 Documents clear
Dampak Tinggi Muka Air dan Bedengan di Lahan Rawa Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sorgum Edi Susilo; Hesti Pujiwati; Wismalinda Rita
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.434 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1169

Abstract

Sorgum merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat, seperti pangan, pakan, pupuk organik, dan herbisida. Tanaman sorgum berpotensi untuk dikembangkan pada lahan suboptimal seperti lahan rawa. Cekaman air (kelebihan air) dan ketersediaan hara yang rendah pada lahan Histosols merupakan kendala budidaya sorgum yang baik. Penelitian teknologi budidaya jenuh air dengan menerapkan tinggi muka air dan tinggi bedengan pada tanaman sorgum belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tinggi muka air dan tinggi bedengan yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sorgum di lahan rawa. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2020 sampai Maret 2021 di lahan percobaan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor, yaitu tinggi muka air (5 cm dan 10 cm) dan tinggi bedengan (20 cm, 25 cm, 30 cm, dan 35 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tinggi muka air 10 cm menghasilkan jumlah daun, berat biji.tanaman-1, dan berat biji.ha-1 tertinggi. Bedengan dengan ketinggian 35 cm memperoleh jumlah daun, berat biji.tanaman-1, dan berat biji.ha-1 tertinggi. Interaksi antara ketinggian air 10 cm dan tinggi bedengan 35 cm menghasilkan tertinggi pada tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, luas daun, diameter batang, panjang malai, dan berat malai.tanaman-1.
Substrate Optimization for Bioemulsification Using Saccharomyces cerevisiae 2031 by Response Surface Methodology Justine Allen S. Malabuyoc; Virgie A. Alcantara; Rhebner E. Arocena; Francisco B. Elegado
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.001 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1044

Abstract

Biosurfactants are microbially derived amphiphilic molecules that can be used as biodegradable emulsifiers in various applications. For biosurfactant production to be economically viable, inexpensive raw materials should be used. In this study, substrate optimization of biosurfactant production from Saccharomyces cerevisiae 2031 was done using molasses as an additional carbon source to glucose, and coco paring meal extract as a nitrogen source. Optimum conditions were determined as pH 5.69, 10.60% (w.v-1) molasses and 7.27% (v.v-1) coco paring meal extract using Box-Behnken design. At these conditions, the obtained responses: namely biomass concentration and % emulsification index determined with kerosene, were 6.43 g.L-1 and 82.81%, respectively. The highest emulsification activity (84.60%) was attained after 4 days of shake-flask fermentation. On the other hand, a bioreactor system observed the maximum yield for emulsification activity (93.33) after 4 days. The biosurfactant extracted was characterized by its total sugar, protein content and surface tension reduction.
Pengelolaan Kompos Residu Kentang dan NPK dalam Memperbaiki Karakteristik Tanah dan Peningkatan Hasil Kentang (Solanum tuberosum L.) I Nengah Karnata; Anak Agung Gede Putra; Made Sri Sumarniasih; Made Suma Wedastra; I Nengah Muliarta
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.156 KB) | DOI: 10.37637/ab.v6i1.1118

Abstract

Praktek mengkombinasikan pupuk kandang ayam dengan NPK merupakan kebiasaan petani kentang di desa Candikuning, Tabanan, Bali. Petani mengeluarkan biaya cukup besar rata-rata 10 Juta untuk penanaman 1 ha kentang untuk mendapatkan kotoran ayam ini. Kompos berbahan baku residu kentang akan menjadi alternatif pengganti pupuk kandang ayam. Penelitian telah dilakukan bertujuan membandingkan kebiasaan petani dengan aplikasi kompos residu kentang dan NPK terhadap perbaikan karakteristik tanah (sifat fisik, kimia dan biologi) dan pengaruhnya terhadap peningkatan hasil kentang.  Hasil percobaan laboratorium menunjukkan bahwa pemberian 100% kompos residu kentang menyebabkan peningkatan KTK, C-organik, P-tersedia dan K-tersedia dengan nyata masing-masing sebesar 170,57%; 172,62%; 69,71% dan 208,20% dibandingkan tanpa pupuk, tetapi tidak menyebabkan meningkatnya KB. Perlakuan 100% kompos residu kentang meningkatkan total jamur secara nyata dibandingkan kontrol. Perbaikan karakteristik tanah menyebabkan meningkatnya berat total umbi segar rumpun-1 maupun ha-1 masing-masing 345,39% dan 157,84% akibat pemberian 100% kompos dibandingkan tanpa pupuk. Perlakuan 100% kompos  maupun kombinasinya dengan NPK (75%, 50% dan 25%) dan kombinasi pupuk kandang ayam dengan NPK (75%, 50% dan 25%) juga nyata meningkatkan indeks panen hampir lebih dua kali lipat (200%) dibandingkan kontrol.

Page 3 of 3 | Total Record : 23