cover
Contact Name
Ni Wayan Deswiniyanti
Contact Email
-
Phone
+6285237111633
Journal Mail Official
jmediasains@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Padangluwih, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Media Sains
ISSN : 25497413     EISSN : 26203847     DOI : -
Jurnal Media Sains merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura yang fokus pada ilmu sains dasar dan terapan (Biologi, Fisika, Kimia dan Bioteknologi). Artikel yang dipublikasikan bisa berupa hasil penelitian dasar atau terapan dari peneliti Indonesia yang terkait bidang ilmu sains dasar dan terapan. Jurnal Media Sains akan memuat artikel-ratikel yang membahas teori, penemuan dasar dan aplikasi ilmu yang terkait.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS" : 8 Documents clear
Pengaruh Suhu Dan Waktu Simpan Terhadap Populasi Total Bakteri, Coliform Dan Escherichia coli Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Lestari, Ni Putu Indah; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.429

Abstract

ABSTRAKIkan nila merupakan ikan yang dagingnya bisa dimanfaatkan yang bisa diolah menjadi bahan pangan maupun minyak ikan. Ikan nila menjadi salah satu bahan pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat karena mengandung banyak nutrisi dan protein, akan tetapi ikan nila juga merupakan bahan pangan yang mudah mengalami kebusukan (Perishable food) yang di sebabkan oleh kandungan protein yang dimiliki oleh ikan nila dan juga faktor lingkungan yang mempermudah tumbuhnya mikroba pembusuk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu simpan terhadap populasi total bakteri, coliform dan E.coli pada ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen danmenggunakan Rancangan Acak lengkap Faktorial.Penanaman bakteri menggunakan metode TPC dan MPN dengan 3 perlakuan dan masing ? masing perlakuan terdiri atas 3 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah suhu 10?C dan 30?C dengan waktu simpan 24 jam dan 48 jam. Data yang di peroleh adalah data secara kuantitatif. Hasil penelitian kuantitatif dianalisis dengan uji Anova pada taraf 95% (P<0,05). Dari hasil Anova yang berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan untuk melihat perbedaan antara perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa suhu dan waktu berpengaruh terhadap rata-rata populasi total bakteri, Coliform dan E.coli pada ikan nila (Oreochromis niloticus) dimana suhu yang paling bagus menghambat adalah suhu 10?C.Kata kunci: Suhu, waktu simpan, total populasi bakteri, Coliform dan E.coli, Ikan nilaABSTRACT Parrot fish is an animal that can be utilized meat that can be processed into food and fish oil. Parrot fish become one of the food ingredients in the consumption by the community because it tastes and contains many nutrients and protein, but parrot fish is also a food that is easy to experience decay (Perishable food) is caused by protein content owned by parrot fish and also Environmental factors that facilitate the growth of microbial decomposition. This study aims to determine the effect of temperature and time of storage of the total population of bacteria, coliform and E. coli in parrot fish (Oreochromis niloticus).This study was performed using pre-test post-test desaign of kontrol group disaign. This study uses 3 parrot fish. parrot fish divied into 3 group : control group, treatment 1 and treatment 2. Control is without treatment, treatment 1 is the storage of parrot fish at temperature of 10?C and 30?C with time 24 hours, and treatment 2 that is the storage of parrot fish at temperature of 10?C and 30?C with time 24 hours.The results showed that temperature and time had no significant effect on the total population of bacteria, Coliform and E.coli on parrot fish (Oreochromis niloticus) but the temperature of 10?C could inhibit the growth of the bacteria. Keywords: temperature, time store, bacteria total population, Coliform and E.coli, parrot fish
Toksisitas Detergen Terhadap Lintah (Hirudo medicinalis) Juliantara, I K. Putra; Putra, I Gusti Putu Agus Ferry Sutrisna; Utami, A. A Sagung Ranya Sita Damara
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.424

Abstract

ABSTRAKLintah (Hirudo medicinalis) merupakan salah satu makroinvertebrata atau makrozoobentos yang dapat digunakan sebagai bioindikator perairan tawar. Namun sampai saat ini, penelitian yang dilakukan dengan memanfaatkan lintah sebagai bioindikator terhadap pencemaran di perairan tawar yang disebabkan oleh polutan dari detergen belum pernah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas detergen terhadap lintah (Hirudo medicinalis). Penelitian ini menggunakan model rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 kali ulangan. Perlakuan yang diberikan terdiri atas 7 konsentrasi detergen yang berbeda yaitu 0 ppm, 100 ppm, 110 ppm, 120 ppm, 130 ppm, 140 ppm, dan 150 ppm. Masing-masing unit penelitian terdapat 12 subunit penelitian sehingga terdapat 420 subunit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi konsentrasi detergen berpengaruh signifikan terhadap jumlah kematian lintah (P<0,05). Oleh karena itu, detergen bersifat toksik terhadap lintah (Hirudo medicinalis) sehingga kelimpahan lintah di lingkungan perairan tawar dapat digunakan sebagai bioindikator adanya pencemaran air, khususnya oleh polutan detergen.Kata kunci: lintah, bioindikator, detergen, toksisitasABSTRACT Leech (Hirudo medicinalis) is one of the macroinvertebrates/ macrozoobentos that can be used as a bio-indicator of fresh water. However, the research conducted by utilizing leeches as bio-indicators of pollution in freshwater are caused by pollutants from detergents have not been done. The purpose of this research is to know the detergent toxicity to the leech (Hirudo medicinalis). This study used a complete randomized design model (RAL) with 5 replications. The treatments consisted of 7 different detergent concentrations of 0 ppm, 100 ppm, 110 ppm, 120 ppm, 130 ppm, 140 ppm, and 150 ppm. Each research unit has 12 research subunits so that there are 420 research subunits. The results showed that variation of detergent concentration had significant effect to the leech mortality (P<0,05). Therefore, detergent is toxic to leech (Hirudo medicinalis). It means the abundances of leeches in freshwater can be used as bioindicators of water pollution, especially by detergent pollutants.Keywords: Leech, detergent, bioindicator, toxicity
Studi Timbulan Sampah Dan Peran Serta Masyarakat Dalam Mendukung Konsep Banjar Pintar Berbasiskan Lingkungan (Studi Kasus : Desa Belatungan Kabupaten Tabanan Bali) Adisanjaya, Nyoman Ngurah; Lestari, Ni Kadek Dwipayani
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.430

Abstract

ABSTRAKSampah merupakan produk sisa dari hasil kegiatan manusia yang sangat sulit untuk diatasi. Permasalahan sampah tidak pernah lepas dari jumlah sampah yang semakin banyak dan tidak diiringi dengan konsep pengolahan dan pengelolaan yang baik. Lokasi penelitian mengambil tempat di Desa Belatungan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali dikarenakan lokasi desa tersebut memerlukan studi, penanganan dan penciptaan konsep sistem pengelolaan sampah guna mendukung konsep banjar pintar berbasiskan masyarakat yang dicanangkan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan Banjar Munduk Gawang terdiri atas 17 KK menghasilkan sampah seberat 2.53 kg/KK/hari atau ? 0.5 kg/orang/hari dan untuk volume sampah sebesar 8.36 liter/KK/hari atau 1.67 liter/orang/hari. Untuk Banjar Delod Ceking untuk total 33 KK menghasilkan sampah seberat 2.09 kg/KK atau ? 0.4 kg/orang/hari dan volume 4.28 liter/KK/hari atau ? 0,85 liter/orang/hari. Komposisi sampah di Banjar Munduk Gawang adalah sampah organik yang bersumber dari sampah dedaunan, sampah sayur-mayur dan sampah sisa hasil upacara keagamaan (canang) sedangkan di Banjar Delod Ceking didominasi oleh sampah organik, sisa canang, sisa sayuran dan buah yaitu sebesar 80 % dan yang terkecil adalah sampah tekstil sebesar 2%. Berdasarkan hasil analisis statistik variabel antara karakteristik internal individu dengan faktor eksternal dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga dalam penelitian diperoleh berpengaruh tidak nyata (p-value<0,05) atau tidak signifikan. Sedangkan, antara variabel karakteristik internal individu dengan variabel persepsi masyarakat desa berpengaruh nyata (p-value< 0,05) atau signifikan. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa keinginan peran serta masyarakat tinggi untuk mengelola sampah namun tidak didukung sarana dan prasarana serta tingkat pengetahuan yang memadai.Kata Kunci : Pengelolaan Sampah, Kompos, Pupuk Cair, Banjar PintarABSTRACT Garbage is a waste product from human activities which is very difficult to overcome. Waste problems are never separated from the increasing amount of waste and are not accompanied by the concept of good processing and management. The research location took place in Belatungan Village, Pupuan District, Tabanan Regency, Bali because the location of the village required study, handling and creation of the concept of a waste management system to support the concept of community-based smart banjar that was proclaimed earlier. The results of the study showed that the Munduk Gawang Banjar consisted of 17 families producing waste 2.53 kg / KK / day or ? 0.5 Kg / person / day and for the volume of waste of 8.36 Liters / KK / day or 1.67 liter / person / day. Banjar Delod Ceking consiste of 33 families, producingwaste 2.09 kg / KK or ? 0.4 kg / person / day and the volume was 4.28 Liter / KK / day or ? 0.85 liter / person / day. The composition of garbage in Banjar Munduk Gawang is organic waste sourced from leaf waste, vegetable waste and waste from the results of religious ceremonies (canang) while in Ceking Banjar Delod is dominated by organic waste, leftover canang, remaining vegetables and fruit by 80% and the smallest is textile waste by 2%. Based on the results of statistical analysis of variables between the internal characteristics of individuals with external factors and community participation in the management of household waste in the study obtained no significant effect (p-value <0.05) or insignificant. Meanwhile, between the variables of internal characteristics of individuals with perceptions of the village community have a significant effect (p-value 0.05) or significant. Based on the result can be concluded that the desire for high community participation for processing waste is not supported by facilities and infrastructure and an adequate level of knowledgeKeywords: Waste Management, Compost, Liquid Fertilizer, Smart Banjar
Uji Potensi Bakteri Bacillus cereus dalam Menurunkan Kadar Linier Alkil Sulfonat Ferry Sutrisna Putra, I Gusti Putu Agus; Juliantara, I K. Putra; Setiawati, Ni Putu Dinda
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.425

Abstract

ABSTRAKDetergen merupakan gabungan dari berbagai senyawa dimana komponen utama dari gabungan tersebut adalah surface active agents atau surfaktan. Surfaktan detergen yang paling sering digunakan adalah LAS atau Linier Alkil Sulfonat. LAS ternyata mempunyai efek buruk terhadap lingkungan, yaitu memberikan efek racun dalam air. Untuk mengurangi pencemaran air oleh limbah detergen, dibuat suatu mekanisme yang disebut biodegradasi. Berdasarkan sifat dari LAS yang lebih mudah didegradasi secara biologi, maka peneliti berniat meneliti kadar yang dapat diturunkan oleh bakteri Bacillus cereu. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan desain penelitian post test and pre test without control, sehingga pada akhirnya bakteri tersebut bias dimanfaatkan dalam biodegradasi limbah detergen di instalasi pengolahan limbah. Pengukuran kadar Linier Alkil Sulfonat konsentrasi 0,1%; 0,2%; 0,3%; 0,4%; 0,5% dilakukan pada 2 tahap yaitu tanpa penambahan suspensi bakteri dan setelah dilakukan penambahan bakteri uji. Bakteri Bacillus cereus dapat menurunkan kadar Linier Alkil Sulfonat dengan perlakuan inkubasi selama 2 minggu pada suhu ruang. Besar nilai korelasi penurunan kadar Linier Alkil Sulfonat bakteri Bacillus cereus yaitu 0,991 yang berarti bakteri tersebut mampu mendegradasi Linier Alkil Sulfonat dengan sangat kuat.Kata kunci: Detergen, LAS, Bacillus cereusABSTRACT Detergent is a compound of various compounds in which the main component of the compound is surface active agents or surfactants. The most commonly used detergent surfactant is LAS or Linear Alkyl Sulfonate. LAS turns out to have an adverse effect on the environment, which is to give toxic effects in water. To reduce water pollution by detergent waste, a mechanism called biodegradation is created. Based on the nature of the LAS that is more readily biodegradable, the researchers intend to examine the levels that can be derived by Bacillus cereu bacteria. This research is experimental research, with post test design and pre test without control, so that in the end the bacteria can be used in biodegradation of detergent waste in sewage treatment plant. Measurement of Linier content of Alkyl Sulfonate concentration 0.1%; 0.2%; 0.3%; 0.4%; 0.5% was performed at 2 stages ie without addition of bacterial suspension and after the addition of test bacteria. Bacillus cereus bacteria can decrease linear content of Alkyl Sulfonate with incubation treatment for 2 weeks at room temperature. The correlation value of Linier Alkyl Sulfonat Bacillus cereus bacteria is 0.991, which means that the bacteria are able to degrade linear alkyl sulphonate very strongly. Keywords: Detergent, LAS, Bacillus cereus
Penyisihan Amonia, Nitrit Dan Nitrat Dengan Biofilter Menggunakan Plastik Bekas Sebagai Media Penopang Biofilm Pradnyadari, I Gusti Ayu Lia; Suyasa, I Wayan Budiarsa; Suastuti, Ni G. A. M. Dwi Adhi
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.426

Abstract

ABSTRAKSalah satu senyawa yang terkandung di dalam air limbah adalah amonia. Konsentrasi amonia yang tinggi dalam air buangan mengindikasikan adanya pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas domestik maupun industri. Penurunan konsentrasi amonia dapat dilakukan dengan pengolahan sistem biofiltrasi. Sistem ini memiliki kemampuan untuk mendegradasi senyawa polutan melalui akumulasi bakteri pada media yang membentuk sebuah film atau lendir pada lapisan biologis yang dikenal sebagai biofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biofilm yang bermediakan plastik bekas dalam menyisihkan kadar amonia, nitrit dan nitrat. Proses menumbuhkan biofilm dilakukan selama 4 minggu menggunakan suspensi aktif dari sedimen selokan Rumah Potong Hewan sebagai sumber bibit. Hasil pengamatan selama 3 hari dengan sistem aerob mampu menyisihkan amonia hingga 7,27 mg/L dan menghasilkan efisiensi penyisihan sebesar 70,92%. Sedangkan pengolahan anoksik selama 4 hari mampu menyisihkan nitrit dan nitrat berturut-turut hingga 0,12 mg/L dan 3,01 mg/L. Mikroorganisme yang berperan dominan dalam proses biodegradasi yaitu berbentuk bacillus dan coccus dengan jumlah koloni sebesar 92 CFU/mL. Hasil ini lebih baik bila dibandingkan dengan perlakuan tanpa suspensi aktifKata kunci: amonia, biofilm, biofiltrasi, nitrat, nitrit, suspensi aktif.ABSTRACTOne of the compounds contained in waste water is ammonia. High concentration of ammonia in waste water indicates the pollutan by domestic and industrial activities. Decreasing ammonia concentration can be carried out by biofiltration system. This system has the ability to degrade the pollutant compounds through the accumulation of bacteria on the media forming a film or mucous biological layer known as biofilm. This study aimed is to determine the ability of biofilm with media of plastic used to remove concentration of ammonium, nitrite and nitrate. The process of growing the biofilm was carried out for 4 weeks using active suspension from the slaughter house sediment as a source of seedlings. The result for 3 days showed that the aerobic system was capable to reducing ammonia up to 7.27 mg / L and can produce ammonium removal efficiency up to 70.92%. The anoksik system for 4 days was capable to reducing nitrite and nitrate up to 0.12 mg / L and 3.01 mg / L. The identified microorganisms and take dominant role in the process of biodegradation are bacillus and coccus with the number of colonies 92 CFU / mL. This result is better if compared with process without active suspension.Key words: ammonia, biofilm, biofiltration, nitrate, nitrite, active suspension
Efektifitas Ekstrak Air Daun Gaharu (Gyrinop versteegii) Dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah Pada Tikus Wistar Hiperglikemia Nasution, Dina Munawaroh; Parwata, I Made Oka Adi; Suirta, I Wayan; Wasudewa, Kresna Murti
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.427

Abstract

ABSTRAKPengobatan tradisional yang bersumber dari bahan alam saat ini sedang banyak dilakukan untuk penanganan diabetes mellitus. Penelitian terhadap ekstrak air daun gaharu (Gyrinop versteegii) ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penurunan kadar glukosa darah pada tikus wistar hiperglikemia. Hiperglikemia disebabkan adanya kenaikan jumlah radikal bebas. Senyawa antioksidan yang terkandung dalam daun gaharu berperan dalam menghambat stress oksidatif yang menjadi sumber penyakit salah satunya diabetes. Uji aktivitas antihiperglikemik dilakukan terhadap hewan uji coba berupa tikus wistar. Keadaan hiperglikemia pada hewan diperoleh melalui induksi aloksan secara intraperitroneal. Kelompok pembagian hewan uji dibagi menjadi lima dengan perlakuan dan dosis berbeda yaitu kelompok DP1 (100 mg/kgBB), kelompok DP2 (200 mg/kgBB), kelompok DP3 (400 mg/kgBB), kelompok DP4 (Kontrol Negatif), kelompok DP5 (Kontrol Positif). Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan dengan glukotest selama interval hari ke-3, 7 dan 14. Data dianalisis secara statistika dengan One Way Anova dan Post Hoc Study menunjukkan nilai signifikansi (p<0,05) dalam menurunkan kadar glukosa darah. Hasil penelitian menunjukkan kelompok DP3 (400 mg/kgBB) memiliki efektifitas dalam penurunan kadar glukosa darah paling baik diantara kelompok dosis lain. Persentase penurunan kadar glukosa darah pada kelompok DP3 dan DP5 tidak berbeda jauh dengan nilai sebesar 74,78 % dan 75,80 %. Hasil ini didukung dengan kandungan total fenol dan flavonoid sebesar 6,0112 mg GAE/100 g dan 3,1533 mg QE/100 g.Kata kunci: daun gaharu (Gyrinop versteegii), kadar glukosa darah, tikus wistar, aloksan, hiperglikemiaABSTRACTTraditional medicine sourced from natural ingredients is currently being carried out for the treatment of diabetes mellitus. A study of gaharu leaves water extract (Gyrinop versteegii) was conducted to determine the effectiveness of decreased blood glucose level in hyperglycemic wistar rats. Hyperglycemia is caused by an increasing number of free radicals. Antioxidant compounds contained in gaharu leaves play a role in inhibiting oxidative stress which is the source of disease as diabetes. An antihyperglycemia activity test was performed on experimental animal as wistar rat. Hyperglycemia in the animals is obtained through intraperitroneal alloxan induction. The animal distribution group was divided into five different treatments and doses of DP1 (100 mg / kgBB), DP2 (200 mg / kgBB), DP3 (400 mg / kgBB), DP4 (Negative Control), DP5 (Positive Control). Blood glucose level examined by blood glucose examiner (Glucotest) during the 3rd, 7th and 14th day intervals. Data were analyzed statistically by One Way Anova and Post Hoc Study showed significant (p<0,05) in decreasing blood glucose level. The results showed that DP3 (400 mg / kgBB) has the best effectiveness indecreasing blood glucose levels than other dosage group. Decreased blood glucose percentage of DP3 and DP5 has close differences, it is 74,78 % and 75,80 %. These results were supported by total phenol and flavonoid content of 6.0112 mgGAE/100g and 3.1533 mgQE/100 g.Keywords: Gaharu leaves, antihyperglycemic, blood glucose concentration, wistar rat, alloxan.
Aktivitas Antimakan Daun Tenggulun (Protium javanicum Burm. F.) terhadap Ulat Kubis Plutella xylostella Sukadana, I Made; Santi, Sri Rahayu; Monikayani, Ni Wayan
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.428

Abstract

ABSTRAKDaun tenggulun (Protium javanicum Burm. F.) secara tradisional telah dimanfaatkan sebagai obat dan insektisida seperti repelan dan antimakan terhadap larva Epilachna sparsa suatu bioindikator universal terhadap hama ulat sehingga dapat dikembangkan untuk ulat lain seperti ulat kubis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi golongan senyawa aktif antimakan daun tenggulun (Protium Javanicum Burm. F.) terhadap ulat kubis Plutella xylostella. Hasil maserasi 1000 g serbuk kering daun tenggulun dengan metanol menghasilkan 42,7218 g ekstrak kental metanol. Ekstrak ini menunjukkan aktivitas antimakan 71,01% pada konsentrasi 0,1% (b/v) yang selanjutnya dipisahkan dengan n-heksana, etil asetat, dan air. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan air pada konsentrasi 0,1% (b/v) menunjukkan aktivitas antimakan berturut-turut 30,56%, 84,24%, dan 5,05%. Pemurnian ekstrak aktif etil asetat dilakukan menggunakan kromatografi kolom dengan fase diam silika gel dan fase gerak etil asetat-n-heksana (1:1) menghasilkan tiga fraksi. Fraksi B yang menunjukkan aktivitas antimakan paling tinggi yaitu 87,26% pada konsentrasi 100 ppm dan relatif murni secara KLT. Hasil identifikasi menunjukkan isolat merupakan senyawa golongan triterpenoid alkohol dengan gugus fungsi OH, CH3, CH2, CH, C=O, -Vis pada 282,5 nm (???*), 403 nm (n??*), dan 437,5 nm (n??*).Kata kunci: Protium javanicum Burm. F., tenggulun, antimakan, Plutella xylostella, triterpenoid alkoholABSTRACTTenggulun leaves (Protium javanicum Burm. F.) have been used traditionally as a medicine and insecticide such as repellant and antifeedant for Epilachna sparsa larva a universal bioindicator to larva that can be developed for other larva such as cabbage larva. This research aimed to isolate and identify antifeedant active compounds from tenggulun leaf (Protium javanicum Burm. F.) to cabbage larva Plutella xylostella. Dry powder of tenggulun leaves extracted with methanol was obtained 42,7218 g of methanol crude extract. This extract showed 71,01% antifeedant activity at 0,1% (w/v) subsequently separated by partition to obtain n-hexane, ethyl acetate, and water extracts. Extract of n-hexane, ethyl acetate, and water at concentration 0,1% (w/v), showed the antifeedant activity of 30,56%, 84,24%, and 5,05%. Purification of etil acetat extract using silica gel column chromatography and mobile phase ethyl acetate-n-hexane (1:1) yielded three fractions. Fraction B is the most active which showed 87,26% antifeedant activity at 100 ppm was found relatively pure with thin layer chromatography. The antifeedant active isolate was identified as triterpenoid alcohol group of compounds which have functional group OH, CH3, CH2and gives UV-Vis rays at 282,5 nm (???*), 403 nm (???*), and 437,5 nm (n??*).Keywords: Protium javanicum Burm. F., tenggulun, antifeedant, Plutella xylostella, triterpenoid alcohol
Efektivitas Ekstrak Daun Cem-cem (Spondias pinnata (L.f) Kurz) dalam Menghambat Pertumbuhan Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi Wulansari, Nadya Treesna; Armayanti, Luh Yenny
Jurnal Media Sains Vol 2, No 2 (2018): JURNAL MEDIA SAINS
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jms 3.v2i2.423

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun cem-cem (Spondias pinnata (L.f) Kurz) dalam menghambat pertumbuhann Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Salmonella typhi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Efektivitas ekstrak daun cem-cem dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi menggunakan metode sumur difusi dengan variasi ekstrak 20%, 40% dan 60%. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA). Rerata hambatan semua perlakuan menunjukkan hasil yang berbeda nyata (p<0,05) terhadap kontrol baik kontrol positif maupun kontrol negatif. Rerata diameter zona hambat yang tertinggi adalah konsentrasi ekstrak 60% dengan rerata 13,98 ? 0,75 mm, 9,33 ? 0,42 mm dan 11,08 ? 0,46 mm masing-masing terhadap Staphylococcus aureus, Escherichia coli dan Salmonella typhi. Daun cem-cem mengandung senyawa fenol, flavonoids, tanin, alkaloid dan terpenoid yang berpotensi menghambat pertumbuhan bakteri.Kata kunci: Daun cem-cem, zona hambat, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella typhiABSTRACTThis study aims to determine the effectiveness of cem-cem leaf extract (Spondias pinnata (L.f) Kurz) in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Salmonella typhi. This research is an experimental research using Completely Randomized Design. The effectiveness of cem-cem leaf extract in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella typhi using diffusion well method with variation of extract 20%, 40% and 60%. Data obtained in this study were analyzed by analysis of variance (ANOVA). The average barrier of all treatments showed significantly different results (p < 0.05) to control both positive and negative controls. The highest mean inhibitory zone diameter was 60% extract concentration with mean of 13.98 ? 0.75 mm, 9.33 ? 0.42 mm and 11.08 ? 0.46 respectively against Staphylococcus aureus, Escherichia coli and Salmonella typhi bacteria. Cem-cem leaves contains phenol, flavonoids, tannins, alkaloids and terpenoids that can potentially inhibit the bacterial growth.Keywords: Cem-Cem leaves, inhibition zone, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Salmonella typhi

Page 1 of 1 | Total Record : 8