cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Tekno Global
ISSN : 23386762     EISSN : 24776955     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Karya-karya ilmiah dalam jurnal Tekno Global yang pertama ini merupakan hasil dari tulisan dari Praktisi, Pakar dan dedikasi para Dosen Indo Global Mandiri yang senantiasa memiliki komitmen untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan pada bidang Keteknikan baik dalam tataran praktis maupun teoritis sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan hidup. Meningkatan kualitas karya ilmiah dalam jurnal keteknikan merupakan suatu hal yang fundamental karena pembangunan adalah penopang berlangsungnya kehidupan sebuah negara. Jurnal Ilmiah Tekno Global diterbitkan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterbitkan bulan Juni diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan Maret, dan yang diterbitkan bulan Desember diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan September.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1" : 6 Documents clear
Analisis Tingkat Pencemaran dan Mutu Air Sungai di Kota Palembang Zuraidah Jauhari
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.919 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i1.508

Abstract

AbstractPollution of water quality issues, especially at rivers, became main priority issue in Palembang City, beside pollution of domestic solid waste and solid waste industries which are home industry, middle and big industries, also by domestic and industry water pollutions. The aim of this research to find a level of water pollution and river quality in Palembang City. The method has used to measure Water Pollution Index, with quality standard reference for groundwater is Permenkes No.492 of 2010 and for river water is the Governor Regulation No.582 of 1995. Pollution Index can represent water quality and pollution level of a water body whether polluted Low, Mid, High, or not polluted. The results of the measurement of water quality and analysis of river water pollution index shows that the water quality of the river in the city of Palembang has decreased, namely TDS 20.6 - 198.4 mg / liter (has exceeded the quality of Class I Quality Standards). Palembang at a low level - high. The highest IPA (Water Pollution Index) value is 13.79 (high pollutant) occurring in Aur River in receded condition followed by Musi River with IPA 3.5.Keyword : River, Water Quality, Pollution, IPA. AbstrakIsu pencemaran kualitas perairan terutama sungai menjadi isu prioritas di Kota Palembang, selain pencemaran akibat pembuangan sampah padat rumah tangga dan industri baik industry kecil dan menengah, juga pencemaran air limbah rumah tangga dan industry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencemaran dan kualitas air sungai di Kota Palembang. Metode yang digunakan untuk mengukur Indeks Pencemaran Air adalah sesuai dengan Kep.Men.LH No.115 Tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu Air, dengan acuan baku mutu untuk air Tanah adalah Permenkes No.492 Tahun 2010 dan untuk air sungai adalah Peraturan Gubernur No.582 Tahun 1995. Indeks Pencemaran dapat mewakili kualitas air dan tingkat pencemaran suatu badan air apakah tercemar Low, Mid, High, atau tidak tercemar. Hasil pengukuran kualitas air dan analisa indeks pencemaran air sungai menunjukkan kualitas air sungai di Kota Palembang telah mengalami penurunan yaitu TDS 20.6 – 198.4 mg/liter (telah melampaui kualitas Baku Mutu Kelas I) Sementara itu hasil analisa tingkat pencemaran menunjukkan tingkat pencemaran air sungai di Kota Palembang pada tingkat rendah – tinggi. Nilai IPA (Indeks Pencemaran Air) tertinggi yaitu 13.79 (cemar tinggi) terjadi pada Sungai Aur dalam kondisi Surut kemudian disusul Sungai Musi dengan IPA 3.5.Kata kunci : Sungai, Kualitas Air,Pencemaran,  IPA.
Kajian Persepsi dan Perilaku Masyarakat Terhadap Air Sungai Herda Sabriyah Dara Kospa
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.173 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i1.509

Abstract

AbstractMany research showed that river water had been polluted in most of big cities in Indonesia. The pollution had bad impacts to the environment, especially to the people living nearby the river. Lack of people awareness on sanitation had contributed to the river water contamination. River bank community used the river water as their daily basis mainly for deficating, washing, and throwing the garbage. Those domestic activities have polluted the river since the absence of waste water treatment process. However, the presence of community participation in water resource management was prerequisite to build sustainable development. The local community had the main power to alter their condition as they have the local knowledge of their environment. This study showed that the main factors of community perception on river water were a belief, interpretation of the conception of natural environment, interpretation of religion /belief, education, and needs. Community perception of the river water conservation was solely positive individual behavior but it did not create good behavior towards both physical and social environment. Public awareness of the environment must be initiated starting from family awareness. In addition, the government policy should focus on encouraging the community using persuasive way, not coercive measures. The government had to focus on educating the community about the impact of poor river water quality and also promoting the benefits of improving it, so that it can change in community perceptions of the environment.   Keywords : River Pollution; Perception; People Behaviour AbstrakPencemaran sungai di Indonesia terutama di kota-kota besar telah berdampak negatif bagi lingkungan sekitar, terutama warga yang bermukim di bantaran sungai. Penyebab tercemarnya sungai salah satunya adalah kontribusi masyarakat yang masih kurang memiliki kesadaran untuk memperhatikan sanitasi. Perilaku manusia yang menyumbangkan pencemaran sungai antara lain kebiasaan mandi, cuci, dan membuang hajat di sungai. Selain itu, tinja yang diserap oleh mobil tangki langsung dibuang ke sungai tanpa pengolahan terlebih dulu. Peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam sebagai salah satu prasyarat dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Masyarakat lokal dianggap sebagai pihak yang paling mengetahui keadaan lingkungan sekitarnya. Pengambilan keputusan yang melibatkan masyarakat akan merefleksikan aspirasinya sehingga akan diperoleh keputusan yang lebih baik. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap air sungai antara lain: keyakinan, interpretasi terhadap konsepsi mengenai hakikat lingkungan alam, interpretasi terhadap ajaran agama/kepercayaan, pendidikan, dan kebutuhan. Persepsi masyarakat terhadap pelestarian air sungai hanya membentuk perilaku individu yang positif tetapi tidak membentuk perilaku yang baik terhadap lingkungan baik lingkungan fisik dan sosial. Kesadaran masyarakat terhadap lingkungan harus diawali dari kesadaran keluarga serta peran pemerintah difokuskan untuk mendorong masyarakat secara persuasif, bukan paksaan. Peran pemerintah difokuskan untuk menginformasikan kerugian dari buruknya kualitas air sungai dan mempromosikan manfaat-manfaat yang diperoleh dengan kondisi air sungai yang baik, sehingga dapat mengubah persepsi masyarakat terhadap lingkungan.Kata kunci : Persepsi, Perilaku, Pencemaran Sungai
Penentuan Daerah Rawan Kecelakaan Bagi Pengguna Jalan Pada Ruas Jalan Kol. H. Burlian Palembang Sartika Nisumanti
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (570.982 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i1.510

Abstract

Abstract Palembang is the capital of South Sumatra with a high population growth rate. As one of the major cities in Indonesia, the development of infrastructure has more quickly, including the construction of roads and bridges that will be used to serve land traffic facilities that have an important role for supporting the national economy growth.And in time, ownership of vehicle also continues to increase which causes increase the volume of vehicles. This has an impact related to road infrastructure including traffic accidents and road congestion.The research question is why traffic accidents are increasing every year and what causes of the accidents ? Then, identify road segments prone to traffic accidents and determine accident-prone locations on Kol. H. Burlian.The results of the analysis showed that the dominant factor causing the accident on the road segment Kol. H. Burlian is 80% of road users, identified that has more Hazard of Acccident Areas over a period of 5 (five) years is in 2012. The location of accident prone points is in the segment / sta of 5 + 000. The number of accidents based on AEK values obtained 61.78 with the result of weighting 91.Handling system for reduce the level of traffic accidents in accident-prone areas  recommend to develop road facilities such as speed limiter traffic signs and directional signs.Keywords : Safety, Traffic, Blackspot Abstrak Palembang merupakan ibu kota Sumatera Selatan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia  pembangunan infrastruktur (prasarana) cukup pesat diantaranya pembangunan jalan dan jembatan yang akan digunakan untuk melayani sarana lalu lintas darat yang mempunyai peranan penting dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.Seiring dengan hal tersebut, kepemilikan kendaraan.juga terus bertambah yang menyebabkan volume kendaraan semakin meningkat. Hal ini membawa dampak yang berhubungan dengan  infrastruktur jalan antara lain kecelakaan lalu lintas dan kemacetan jalan.Permasalahannya  mengapa setiap tahun kecelakaan lalu lintas semakin meningkat dan apa penyebab terjadinya kecelakaan. Kemudian  melakukan identifikasi segmen jalan rawan kecelakaan lalu lintas dan menentukan lokasi-lokasi rawan kecelakaan pada ruas jalan Kol . H. Burlian.Dari hasil analisis menunjukkan bahwa faktor penyebab kecelakaan yang dominan pada ruas jalan Kol. H. Burlian adalah pengguna jalan sebanyak 80% , yang teridentifikasi Daerah Rawan Kecelakaan  selama kurun waktu 5 (lima) tahun  adalah pada  tahun 2012 dan lokasi titik rawan kecelakaan terletak pada segmen/sta 5 + 000  dengan angka kecelakaan berdasarkan nilai  AEK diperoleh  61,78 dengan hasil pembobotan 91.Penanganan dalam mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas pada daerah rawan kecelakaan direkomendasikan dengan pembuatan fasilitas jalan raya berupa rambu batasan kecepatan, rambu penunjuk arah.Kata kunci :  Keselamatan, Lalu lintas, Blackspot
Pengaruh Penetapan Kawasan Strategis Kasiba-Lisiba Talang Kelapa Terhadap Perkembangan Kota Palembang Bagian Utara Asninda Krisnamutri S
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.211 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i1.506

Abstract

AbstractThe Government of Palembang City establishes Kawasan Siap Bangun (Kasiba) –Lingkungan Siap Bangun (Lisiba) as a strategic area in the framework of efforts equitable development and provision of settlement. As a new growth pole, Kasiba-Lisiba is a delineation area in Spatial Planning (RTRW) of Palembang City. As a new growth center, Kasiba-Lisiba does not base on economic and industrial activity centers like the other urban growth centers, but basing on settlements. The development of Kasiba-Lisiba Talang Kelapa in Palembang city is considered quite successful, with the effect of land use change from vacant land into built up area both in the region itself and the surrounding area. The purpose of this study is to describe the effect of Kasiba-Lisiba's established as a new growth center with a settlement base on urban development. The study used quantitative-qualitative deductive method (mix method), and analysis method used descriptive quantitative analysis. The result of the analysis shows that the determination of Kasiba-Lisiba influences the development of the city that viewed from the percentage of built up area in three sub-districts in the north of Palembang City which increased from 18.20% to 47.84% after establishment. The value of Nett Migration Rate (NMR in the region also increased from -0.2 to 1.06. In the corridor liaison area-city center also increased the rate of land use change from 8.10% to 11.83%. Determination of Kasiba-Lisiba also affected the increase of housing in the area from 3 housing to 12 new housing in the period after the determination.Keyword : Kasiba-Lisiba, urban development, growth pole. AbstrakPemerintah Kota Palembang menetapkan Kawasan Siap Bangun (Kasiba)-Lingkungan Siap Bangun (Lisiba) sebagai kawasan strategis dalam rangka upaya pemerataan pembangunan dan penyediaan perumukiman. Sebagai kutub pertumbuhan baru, Kasiba-Lisiba merupakan kawasan hasil deliniasi pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palembang. Sebagai pusat pertumbuhan baru, Kasiba-Lisiba tidak mendasarkan pada pusat kegiatan ekonomi dan industri seperti pusat-pusat pertumbuhan kota lainnya, namun mendasarkan pada permukiman. Pengembangan Kasiba-Lisiba Talang Kelapa di Kota Palembang dinilai cukup berhasil, dengan adanya pengaruh perubahan penggunaan lahan dari lahan tak terbangun menjadi lahan terbangun baik di kawasan itu sendiri maupun wilayah sekitarnya. Tujuan studi ini adalah untuk mendiskripsikan pengaruh penetapan Kasiba-Lisiba sebagai pusat pertumbuhan baru dengan basis permukiman terhadap perkembangan kota. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deduktif  kuantitatif-kualitatif (mix method). Analisa yang digunakan menggunakan analisa deskriptif kuantitatif.  Hasil dari analisis menunjukkan penetapan Kasiba-Lisiba berpengaruh terhadap perkembangan kota apabila dilihat dari persentase luas lahan terbangun di tiga kecamatan di bagaian utara Kota Palembang yang meningkat dari 18,20% menjadi 47,84% setelah penetapan. Nilai Nett Migration Rate (NMR) setelah penetapan di kawasan juga mengalami peningkatan dari -0,2 menjadi 1,06. Pada koriodor penghubung kawasan-pusat kota juga mengalami peningkatan laju perubahan dari 8,10% menjadi 11,83%. Penetapan Kasiba-Lisiba juga berpengaruh terhadap peningkatan jumlah perumahan di kawasan dari 3 perumahan sebelum penetapan meningkat menjadi 12 perumahan baru pada periode setelah penetapan.Kata kunci : Kasiba-Lisiba, perkembangan kota, kutub pertumbuhan.
Analisa Pemetaan dan Swot untuk Rencana Pembangunan Kawasan Pasar Ikan Modern di Kecamatan Muara Beliti, Purwodadi dan Tugumulyo Delli Noviarti Rachman; RR. Susi Riwayati
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.144 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i1.511

Abstract

Abstract Musi Rawas Regency is the largest fish producer in South Sumatra Province. Based on the Musi Rawas regency RTRW, there are 3 sub-districts that can be developed into integrated fisheries areas, namely Muara Beliti, Tugumulyo, and Purwodadi. According to a mapping survey, SWOT analysis and technical analysis of the three sub-district locations were held found that Muara Beliti  the location was still quiet from the population and far from the fishery center. But technically, the location that has been prepared, and it is very suitable with the RTRW of Musi Rawas Regency. There are already general facilities, has a hard soil structure, and the area of land that can be used is around 5.7 Hectare. The location of Purwodadi is in the middle of the city and on the edge of a big road. However, at this location there is a public market, and most of the land plans that will be used for the development of the community-owned land. The land area is around 1.9 Ha, so it is feared that it will create new problems if it is to be developed in the future.Tthe location in Tugumulyo area is located on inter-provincial road which is located in the middle of the sub-district, near the community housing, the planned land area is around 3.2 Ha, and there are drainage network on the edge and around the area. So, The most suitable for the development of the minnbisnis area in Musi Rawas Regency is in Tugumulyo.Keywords : Minapolitan Area, Mapping Survey, SWOT Analysis Abstrak Kabupaten Musi Rawas adalah penghasil ikan terbesar di Provinsi Sumatera Selatan. Oleh karena itu kawasan minapolitan sangat bagus untuk dikembangkan di kabupaten ini. Berdasarkan RTRW Kabupaten Musi Rawas, ada 3 kecamatan yang bisa dikembangkan menjadi kawasan perikanan terpadu, yaitu Muara Beliti, Tugumulyo, dan Purwodadi. Menurut survei pemetaan, analisis SWOT dan analisis teknis dari tiga lokasi kecamatan yang telah dilaksanakan didapatkan bahwa kecamatan Muara Beliti lokasinya masih sepi dari penduduk dan jauh dari pusat perikanan. Namun secara teknis, lokasi di Kecamatan ini memang disiapkan untuk pengembangan, dan sangat sesuai dengan RTRW Kabupaten Musi Rawas. Sudah ada fasilitas umum, memiliki struktur tanah yang keras, dan luas lahan yang bisa digunakan adalah sekitar 5,7 Hektar. Untuk kecamatan Purwodadi, lokasinya di tengah kota dan di pinggir jalan besar. Namun, di lokasi ini ada pasar umum, dan sebagian besar rencana lahan yang akan digunakan untuk pengembangan lahan milik masyarakat. Luas lahan sekitar 1,9 Ha, sehingga dikhawatirkan akan menciptakan masalah baru jika ingin dikembangkan di masa depan. Sedangkan di Kecamatan Tugumulyo, lokasi untuk pengembangan daerah minabisnis terletak di sisi jalan besar (jalan antar provinsi) yang terletak di tengah kecamatan, tanahnya terletak di lokasi yang berlawanan dengan masyarakat. perumahan, luas lahan yang direncanakan adalah sekitar 3,2 Ha, dan ada jaringan drainase di tepi dan di sekitar area. Dapat disimpulkan bahwa lokasi yang paling cocok untuk pengembangan kawasan minabisnis di Kabupaten Musi Rawas berada di lokasi di Kecamatan Tugumulyo.Kata kunci : Area Minapolitan, Survey Pemetaan, Analisa SWOT
Analisa Kuat Lentur Perkerasan Menggunakan Alat Benkelman Beam Pada Ruas Jalan Perintis Kemerdekaan Satriyani Okbri
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.632 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i1.507

Abstract

AbstractThe city of Palembang as a Metropolitan city has a greater population density and it affects the increase in vehicle volume up to 20% / year. to anticipate the increase in the volume of vehicles on the Palembang Kemersungan Printis Road section, sharing the ways of the government one of them was the construction of new roads, widening roads, maintenance and repair of roads and overlays. The design of flexible pavement added thick layer that is commonly used at this time using the deflection method. The deflection method in this study uses traffic volume data which will then be analyzed to obtain the standard axle load equivalent (CESA) accumulation value over the life of the plan. Deformation values can be obtained from the Benkelman Beam tool testing results. This study aims to determine the relationship between measurements of road surface conditions with deflection values "Benkelman Beam. From the results of the survey, the level of road conditions that need to be overlaid and the deflection value in each segment is obtained, then the deflection value obtained to determine the thickness of the overlay needed. From deflection testing with the Benkelman Beam tool, an average deflection value was 0.15. Based on the graph of conceptual trigger, the value states that the Perintis Kemerdekaan road segment needs to be carried out by non-structural Routine and Additional Layer Maintenance.Keyword : Benkelman Beam, Overlay, Flexible Pavement AbstrakKota Palembang sebagai kota Metropolitan mempunyai kepadatan penduduk semakin besar dan itu mempengaruhi peningkatan volume kendaraan sampai 20% / tahun. untuk mengantisipasi pertambahan volume kendaraan pada ruas Jalan Printis Kemeredekaan Palembang, berbagi cara yang dilakukan pemerintah salah satunya pembuatan jalan baru, pelebaran jalan,permeliharaan dan perbaikan jalan serta overlay. Perencanaan tebal lapis tambah perkerasan lentur yang umum dipakai pada saat ini menggunakan metode lendutan. Metode lendutan dalam penelitian ini menggunakan data volume lalu lintas yang selanjutnya akan dianalisa untuk mendapatkan nilaiakumulasi ekivalen beban sumbu standar(CESA) selama umur rencana.NilaiLendutan dapat diperoleh dari hasil pengujian alat Benkelman Beam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengukuran kondisi permukaan jalan dengan nilai lendutan “Benkelman Beam. Dari hasi survei tersebut didapatkan tingkat kondisi jalan yang perlu dilakukan overlay dan nilai lendutan balik pada setiap segmen, selanjutnya nilai lendutan yang diperoleh untuk menentukan tebal overlay  yang dibutuhkan. Dari pengujian lendutan dengan alat Benkelman Beam dihasilkan nilai lendutan rata-rata 0,15. Berdasarkan grafik pemicu konseptual nilai tersebut menyatakan bahwa ruas jalan Perintis Kemerdekaan perlu dilakukan Pemeliharaan Rutin dan Lapis tambah non struktural.Kata kunci : Benkelman Beam, Overlay, Perkerasan Lentur

Page 1 of 1 | Total Record : 6