cover
Contact Name
M. Isroul Laili
Contact Email
dosenpba@gmail.com
Phone
+6285646544449
Journal Mail Official
jurnalalyasini@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Areng-areng Wonorejo, Pasuruan 67173, Jawa Timur
Location
Kota pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
ISSN : 25273175     EISSN : 25276603     DOI : https://doi.org/10.326186
Core Subject : Religion, Education,
Al Yasini adalah wadah informasi berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori dan kajian analisis kritis di bidang keislaman dan pendidikan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan Nopember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2018)" : 5 Documents clear
PEMIKIRAN PENDIDIKAN AL-GHAZALI (Konteks Sosio-Kultural) Muhammad Ja’far Shodiq
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.099 KB)

Abstract

There are many controversial views in assessing Al-Ghazali thought. For example, there is an opinion that the reason of Islam deterioration is caused by his categorisation of fard 'ain for Religious Studies, and fard kifayah for others. Abdulloh Mas'ud said that the dichotomy in education today can be traced to his categorisation. On the other hand, there are many defenders declared that al Ghazali is not responsible for this dichotomy, but he is the true defender of Islam. Even al-Zubaidi, he said that If there is a prophet after Muhammad, he would be al - Ghazali.Based on these controversies, this article will describe al-Ghazali's ideas about education in his two books, Ihya Ulumuddin and Ayyuhal Walad. This article concluded that al-Ghazali's ideas can not be separated from its socio-cultural context. With this perspective we can get a whole picture of al-Ghazali. He lived in a period of the emersion of various sects and schools (mazhab) in Islam, the deterioration of the Abbasid dynasty, and the golden age of the dynasty Saljuk until its collapse.Al-Ghazali's educational thought is an integral part of this dynamics Islamic civilization in general. Thus, Islamic education also should not be alienated from the economic, political and social conditions that affect and determine the direction and the shape of Islamic civilization.
KAIDAH KUALIFIKASI INTELEKTUAL MUFASSIR: Abdul Basid, Prodi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir IAI Bani Fattah Jombang Abdul Basid
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.444 KB)

Abstract

This article focuses on some intellectual requirements of Koran interpreters and their urgency and effect to the Koran interpretation. the article argues that interpreting Koran requires some disciplines of knowledge one must master them before interpreting the Koran. It also gives us proves of the urgency of the some disciplines of knowledge effects the quality of the interpretations. This article specially will presentation in the tafsir Hadith class.
PERSOALAN HAM DAN HUKUM ISLAM: Mhd. Abduh Saf, M.H.I, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya Mhd. Mhd. Abduh Saf
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.273 KB)

Abstract

Menurut Islam, hak manusia terbatas dengan hak orang lain (hurriyyatu al-mar’i mah}du>datun bi h}urriyyat ghairihi), kebebasan seseorang dibatasi oleh kebebasan orang lain sehingga muncullah hak dan kewajiban. Aspek khas dalam konsep HAM Islam adalah tidak adanya orang lain yang bisa memaafkan suatu pelanggaran hak-hak jika pelanggaran terjadi atas seseorang yang harus dipenuhi haknya. Adanya pertentangan antara Islam dan HAM sebenarnya berasal dari ketentuan hukum Islam (fiqh) yang berbeda dengan beberapa ketentuan HAM. Konsep HAM merupakan representasi dari standar kehidupan modern dalam bidang politik hukum yang dalam beberapa hal akan bertabrakan dengan aturan normatif tradisional seperti konsep Syariah. Walaupun demikian, HAM tidak berarti lebih kuat atau bertentangan secara keseluruhan dengan ajaran atau tradisi agama. Hal ini karena wilayah HAM sangatlah terbatas yakni hanya pada bidang politik dan hukum. Seorang tokoh bernama Maududi berusaha untuk menyelaraskan HAM dengan shari’ah tradisional tanpa berusaha untuk menelusuri kemungkinan adanya ketegangan dan konflik antara keduanya. Menurutnya, HAM hanyalah salah satu dari bagian dari ajaran agama Islam.
STRATEGI DAKWAH JAMAAH TABLIGH DAN PERUBAHAN SOSIAL MASYARAKAT PULAU LOMBOK: Muhammad Ihsa, M.H.I.,IAI Hamzanwadi Pancor NTB Muhammad Muhammad Ihsan
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.09 KB)

Abstract

Kemerosotan dan degradasi moral secara perlahan-lahan dan pasti mulai menggerogoti tubuh umat Islam. Terutama setelah peninggalan Nabi Muhammad SAW, berbagai permasalahan muncul dan seringkali tidak bisa terselesaikan sehingga berakhir kepada silang pendapat antar umat Islam yang kemudian sampai kepada perpecahan. Setelah berabad-abad lamanya muncul berbagai aliran-aliran dan gerakan-gerakan dalam Islam. Organisasi-organisasi keislaman tersebut membawa nuansa baru bagi perkembangan dakwah dan penyebaran Islam di Indonesia. Selain itu, setiap organisasi tersebut melaksanakan misi dakwah dengan menggunakan strategi dan metode masing-masing. Perbedaan strategi dan metode dakwah mereka menjadi indikasi bahwa perkembangan golongan Islam di Indonesia semakin bertambah plural. Jama’ah tabligh merupakan salah satu kelompok yang memiliki pengaruh yang paling besar, pengikutnya sudah menyebar luas dari bagian barat sampai ke ujung timur wilayah Indonesia. Gerakan yang lahir dan berkembang di India ini, didirikan oleh Muhammad Ilyas bin Syaikh Muhammad Ismail pada tahun 1930. Muncul dan berkembangnya Jamaah Tabligh di Desa Lendang Nangka Dusun Gelogor dalam beberapa tahun terakhir menjadi sebuah fenomena baru dan menarik untuk dikaji secara lebih mendalam, untuk mengetahui konsep ajarannya dan bagaimana strategi yang digunakan dalam menjalankan dan menyebarkan misi dakwahnya. Berikut peneliti akan menguraikan secara lebih detail dan factual tentang bagaimana Strategi Dakwah Jamaah Tabligh Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat di Dusun Gelogor terutama dalam meramaikan masjid dengan solat berjamaah. Karena pada mulanya, sebelum kedatangan jamaah tabligh ke Dusun Gelogor Desa Lendang Nangka banyak masyarakat yang tidak pernah sholat berjamaah kemasjid setiap waktu nya, dan perubahan social keagamaan masyarak dusun gelogor bias berubah setelah kedatangan jamaah tablig tersebut.
ISLAM DAN AGAMA SEMUA NABI (Kajian Tematik Ayat al-Qur’an): M. Isro’ul Laili; STAI Al-Yasini Pasuruan M Isro'ul Laili
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 3 No 1 (2018)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.242 KB)

Abstract

Allah telah mengutus para rasul-Nya kepada umat manusia. Semua rasul pada setiap zaman menyeru kepada masing-masing kaumnya bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah. Belakangan ini, muncul kenyakinan bahwa banyaknya nabi yang diutus Allah dengan membawa agama-Nya untuk umat dan zaman yang berbeda-beda menandakan bahwa agama Allah itu banyak. Pandangan ini tentu sangat keliru mengingat telah ditegaskan bahwa agama dihadirat Allah hanya Islam dan Dia tidak akan menerima kecuali agama Islam. Seluruh millah atau ajaran yang dibawa semua nabi adalah berada di bawah satu panji, yakni Islam. Agama Allah yang dibawa oleh para nabi dan rasul-Nya sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad saw. adalah agama Islam. Berita keislaman para nabi dan umat terdahulu yang dikabarkan di dalam al-Quran menjadi bukti bahwa agama para nabi terdahulu sebelum Nabi Muhammad saw. adalah Islam. Karena dasar ajaran semua Nabi adalah sama. Persamaan itu meliputi persamaan dalam dasar akidah, yaitu percaya kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, percaya kepada para utusaan-Nya, malaikat-Nya dan hari kiamat. Kata Kunci: Islam, Agama, Nabi, Al-Quran

Page 1 of 1 | Total Record : 5