cover
Contact Name
M. Isroul Laili
Contact Email
dosenpba@gmail.com
Phone
+6285646544449
Journal Mail Official
jurnalalyasini@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Areng-areng Wonorejo, Pasuruan 67173, Jawa Timur
Location
Kota pasuruan,
Jawa timur
INDONESIA
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan
ISSN : 25273175     EISSN : 25276603     DOI : https://doi.org/10.326186
Core Subject : Religion, Education,
Al Yasini adalah wadah informasi berupa hasil penelitian, studi kepustakaan, gagasan, aplikasi teori dan kajian analisis kritis di bidang keislaman dan pendidikan. Terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan Nopember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2019)" : 5 Documents clear
The HIBAH PERSPEKTIF HADIS DAN INTERPRETASI HAKIM PENGADILAN AGAMA TENTANG HIBAH YANG DAPAT DITARIK KEMBALI: Hukum, Hibah, Islam Abu Rizal Fadli
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.795 KB)

Abstract

Pasca kematian, orang yang menghendaki agar anak– anaknya berada dalam keadaan nyaman, tidak ada perselisihan terutama berkaitan dengan harta warisan. Apabila mereka yang memiliki asset banyak, maka kemungkinan terjadi perselisihan sangat besar, terutama dalam memperebutkan harta yang berposisi strategis untuk kehidupan mereka. Maka untuk menghindari perselisihan dikemudian hari Hibah adalah solusi terbaik dengan pertimbangan : Pertama, orang tua sebagai pemilik harta masih ada, dengan begitu masih bisa menjadi kuasa penuh yang berhak untuk membagikan harta sebagai objek dengan penuh keadilan. Kedua, dengan membagi harta diawal besar kemungkinan harta yang nantinya menjadi objek waris akan lebih sedikit, dengan begitu sangat mengurangi potensi perebutan harta waris yang berujung konflik.
SYI’AH DAN HADIS: (TINJAUAN HISTORISITAS MENURUT ULAMA’ SUNNI) Arofatul Muawanah
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.779 KB)

Abstract

Sejak awal kemunculannya, Syi’ah memiliki hubungan yang dis-harmonis dengan hadis. Statement tersebut berangkat dari: Pertama, kepercayaan Syi’ah perihal imamah Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang dijustis mendapat mandat langsung dari Allah melalui dalil nas untuk mengggantikan posisi Nabi Muhammad. Dalam hal ini, Syi’ah tidak menemukan dalil nash yang shahih lagi sharih yang menjelaskan demikian. Terjadinya kesenjangan waktu antara masa hidup Nabi Muhammad dengan kodifikasi hadis membuka banyak celah bagi Syi’ah untuk melakukan pemalsuan dan kebohongan atas nama Nabi Muhammad; dalam istilah mushthalah al hadis disebut dengan istilah hadis maudlu’. Kedua, dalam memahami hadis yang sensitif berkaitan dengan muwalah, Syi’ah cenderung memahaminya secara leksikal tanpa mempertimbangkan aspek asababul wurudnya; menganulir hadis-hadis yang tidak sejalan dengan akidah mereka. Dua poin tersebut di atas akan menjadi pembahasan utama dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kajian kepustakaan dengan pendekatan historis. Karena yang menjadi tolak ukur dalam penelitian ini adalah pendapat ulama’ Sunni, sehingga kitab-kitab hadis Sunni yang memiliki keterkaitan pembahasan akan menjadi sumber primer. Setidaknya peneliti menemukan dua hal. Pertama ulama’ Sunni mengklaim bahwa Syi’ah adalah firqah pertama yang melakukan pemalsuan hadis bahkan yang terbanyak. Kedua, hadis tentang muwalah, salah satunya adalah hadis Ghadir Khum dianggap oleh Syi’ah sebagai dalil legitimasi keimamahan Sayyidina Ali bin Abi Thalib. Padahal menurut ulama’ Sunni, berdasarkan kajian asbabul wurud hadis, hadis Ghadir Khum disampaikan oleh Rasulullah guna membersihkan nama baik Sayyidina Ali bin Abi Thalib dari berbagai fitnah dan ujaran kebencian, bukan untuk menetapkan keimamahan Sayyidina Ali sebagaimana yang telah lama diamini oleh Syi’ah.Keywords: Syi’ah, Hadis, Sunni.
PENGARUH RAGAM METODE MENGAJAR GURU PAI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPA MA. AL-QODIRI JEMBER TAHUN PELAJARAN 2018/2019: Muhamad Ansori, M.Pd.I, Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember Muhamad Ansori
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.856 KB)

Abstract

This research aims to: Knowing the variety of teaching methods PAI teacher class XI IPA MA students. Al-Qodiri Jember Academic Year 2018/2019, (2) motivation class XI IPA MA students. Al-Qodiri Jember Academic Year 2018/2019, (3) the effect of variations of PAI teacher teaching methods to motivate students XI IPA MA students. Al-Qodiri Jember Academic Year 2018/2019 lesson. In this research using quantitative descriptive, method product moment. The population of this research is class XI IPA MA students. Al-Qodiri Jember Academic Year 2018/2019 numbering 92. After analyzing the data collected, it was found that (1) the variation of teaching methods PAI teacher XI IPA MA students. Al-Qodiri Jember Academic Year 2018/2019 is very good. (2) Motivation class XI IPA MA students. Al-Qodiri Jember is very good. (3) There is a variety of teaching methods influence on the motivation of teachers PAI XI IPA MA students. Al-Qodiri Jember Academic Year 2018/2019 by 36.3%.
KORELASI ANTARA IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP SISWA MUFADA PONDOK PESANTREN DARUSSALAM BLOKAGUNG BANYUWANGI: Juwari,STAI Darul Ulum Banyuwangi Juwari ,
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.099 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat rendahnya pembelajaran pada siswa kelompok mufada Al-amiriyah ponfok pesantren Darussalam Blokagung Banyuwangi.Dengan menggunakan metode pembelajaran Kooperatif.Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental semi eksperimental (quasi eksperiment).Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok Mufadayang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelas A dan kelas B di pondok pesantren Al-amiriyah Darussalam Blokagung kecamatan Banyuwangi. Hasil penelitian menunjukkan ada studi hasil yang berbeda antara siswa terpelajar dengan menerapkan pembelajaran kooperatif dan siswa terpelajar biasa (konvensional). Jadi pembelajaran kooperatif dalam pembelajaran hukum fiqih yaitu meliputi fathul qorib dan fatwul mu’in memberi dampak pada nilai belajar lebih baik daripada pembelajaran mata pelajaran hukum fiqih yaitu meliputi fathul qorib dan fatwul mu’indengan menggunakan pembelajaran konvensional.
KIRI ISLAM HASAN HANAFI DAN OKSIDENTALISME: WILDA RIHLASYITA; PBA STAI Al-Yasini Pasuruan Wilda Rihlasyita
Al Yasini : Jurnal Keislaman, Sosial, hukum dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Konsorsium Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.059 KB)

Abstract

Hassan Hanafi memaknai kiri Islam dalam konteks struktur sosial dimana terdapat dua kelas sosial yang saling berlawanan. Dalam tatanan sosial yang demikian itu, Kiri Islam dimaksudkan untuk membela kepentingan mayoritas untuk mengembalikan hak-hak kaum miskin dari kaum kaya, membela kaum lemah dalam menghadapi kaum kuat, serta menjadikan umat manusia seluruhnya sama sejajar. Sedangkan, Oksidentalisme sebagaimana dikenalkan oleh Hanafi lebih bersih, objektif, dan netral dibandingkan dengan orientasi orientalisme. Oksidentalisme mengajarkan pada kita bagaimana seharusnya kita menyikapi peradaban barat. Bukan persoalan menolak atau menerima, tetapi lebih kepada mengkritisi. Demi menuju kepada kesadaran pembebasan manusia seutuhnya. Bahwa di dunia ini semua manusia adalah sama, semua peradaban adalah sama.

Page 1 of 1 | Total Record : 5