cover
Contact Name
Faisal Mahmuddin
Contact Email
f.mahmuddin@gmail.com
Phone
+6285256472414
Journal Mail Official
jpe@unhas.ac.id
Editorial Address
Gedung Center of Technology (COT), Lantai 1 Kampus Fakultas Teknik Jalan Poros Malino km. 6 Bontomarannu, Gowa, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Penelitian Enjiniring Fakultas Teknik Unhas
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14116243     EISSN : 26854104     DOI : https://doi.org/10.25042/jpe
Core Subject : Engineering,
Jurnal Penelitian Enjiniring (JPE) merupakan media publikasi ilmiah untuk hasil-hasil inovasi terkini dalam bidang kajian dan rekayasa ilmu pengetahuan dan teknologi keteknikan. JPE diterbitkan dalam dua bahasa dunia (bi-lingual), yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Berbagai bidang ilmu yang sangat popular, menarik dan spesifik dalam rumpun ilmu keteknikan seperti Teknik Arsitektur dan Pengembangan Wilayah Kota; Teknik Elektro dan Informatika; Teknik Geologi dan Pertambangan; Teknik Mesin dan Industri; Teknik Perkapalan dan Ilmu Kelautan; serta Teknik Sipil dan Lingkungan merupakan disiplin ilmu-disiplin ilmu yang menjadi topik utama dan konsen publikasi JPE. Selain itu bidang-bidang lain yang relevan termasuk diantaranya kajian sosio-ekonomi, kajian aspek keamanan (security) dan kajian aspek kesehatan yang terkait dengan bidang-bidang kajian utama diatas dapat pula diterima manuskrip ilmiahnya untuk dievaluasi nilai orijinalitas, kebaharuan dan kualitasnya oleh Tim Evaluator Ahli. Mulai tahun 2016, JPE-UNHAS terbit secara periodik sebanyak 2 kali dalam setahun, yakni edisi Mei dan edisi November.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 22 No 1 (2018)" : 15 Documents clear
Analisis Analisis Keselamatan Pelayaran di Area Terminal Khusus Kayu Hutan Tanaman Industri Sungai Sesayap Sepala Dalung Kalimantan Utara Muhammad Isradi Zainal; Misliah Idrus; Sabaruddin Rahman
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 22 No 1 (2018)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.281 KB) | DOI: 10.25042/jpe.052018.11

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis keselamatan alur pelayaran pada area terminal khusus kayu hutan tanaman industri di Sungai sesayap Sepala dalung Kalimantan Utara dengan mengukur dan menghitung kedalaman, lebar, arus, dan pasang surut sungai sesayap serta mengukur dan menghitung kebutuhan lebar alur kapal/tongkang yang akan digunakan, kedalaman alur pelayaran, kedalaman kolam, dan area putar pelabuhan/terminal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan melakukuan survey dan pengukuran hydooceanografi dan batimetri pada sungai sesayap dan perhitungan empiris untuk memperoleh lebar alur kapal, kedalaman alur pelayaran, kedalaman kolam dan area putar pelabuhan/ terminal. Hasil penelitian menunjukkan Kedalaman sungai pada areal terminal khusus hutan kayu tanaman industri memiliki kedalaman maksimal mencapai 16 m pada kondisi muka air rata – rata atau 13,9 m LLWL (pada kondisi air surut terendah). Kecepatan arus rata – rata untuk sungai di lokasi studi adalah 0,400 m/detik dengan dengan total debit sungai yang lewat adalah 4263.73 m3/detik, arah arus dalam pengukuran selama 25 jam menunjukkan pola aliran dalam dua arah, yang mengikut pola pasang surut. Tunggang pasang surut (tidal range) terbesar adalah sekitar 3,56 meter. Pada kondisi air menuju surut yang terjadi dua kali sehari memperlihatkan kecendrungan arah arus menuju timur laut (23 - 24o). Pada kondisi air menuju pasang terjadi arus cenderung menuju ke barat daya (203o – 204o). Kebutuhan lebar alur untuk 1 kapal adalah 110 meter, Kebutuhan lebar alur untuk 2 kapal adalah 140 meter, Lebar alur keluar-masuk kapal ke kolam pelabuhan direncanakan 250 m, kedalaman kolam pelabuhan 7 meter, luas kolam putar pelabuhan 190 m2 atau 19 ha. Secara umum dapat disimpulkan bahwa Alur Pelayaran terminal khusus kayu hutan tanaman industri industri di Sungai SesayapTanah Tidung aman sebagai lokasi terminal khusus kayu tanaman industri dan dapat dilalui kapal/tongkan dengan kapasitas 300 feet (L x B x H: 91,44 x 24,34 x 5,48 meter)
Analisis Perbandingan Biaya Pengangkutan Peti Kemas Menggunakan Moda Truk, Kereta Api dan Kapal Provinsi Sulawesi Selatan Rifkah Fitriah; Misliah Idrus; Andi Sitti Chaerunnisa
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 22 No 1 (2018)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.067 KB) | DOI: 10.25042/jpe.052018.12

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis asal dan tujuan peti kemas di Sulawesi Selatan, membandingkan biaya yang digunakan untuk distribusi peti kemas menggunakan moda truk, kereta api dan kapal dan menganalisis jarak peralihan moda untuk truk, kereta api dan kapal di Sulawesi Selatan.Lokasi penelitian terletak di Provinsi Sulawesi Selatan dengan pengumpulan data primer melalui instansi terkait yaitu Dinas Perhubungan Makassar dan Perusahaan Pelayaran serta data sekunder dari studi pustaka terkait. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah perhitungan biaya tetap dan biaya variabel masing-masing moda hingga mengeluarkan grafik peralihan moda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan moda terjadi pada jarak 50 km, pendistribusian peti kemas menggunakan truk dapat beralih menggunakan moda kereta api. Pada jarak 150 km, pendistribusian peti kemas jalur darat menggunakan moda truk dapat beralih ke jalur laut menggunakan kapal. Sedangkan pada jarak 250 km, pendistribusian peti kemas jalur darat menggunakan moda kereta api dapat beralih ke moda kapal.Kata Kunci: Biaya pengangkutan, peralihan moda, pendistribusian peti kemas AbstractCost Comparison Analysis of Container Transport Using Truck, Rail And Sea Transport Modes in South Sulawesi. This study aims to analyze the origin and destination of containers in South Sulawesi, comparing the costs used for the distribution of containers using truck, rail and ship modes and analyzing the distance of moda transition for trucks, trains and ship in South Sulawesi. The research location is located in South Sulawesi Province with primary data collection through related institution,Makassar Transportation Department and Shipping Company and secondary data from related literature study. The method used in this study is the calculation of fixed costs and variable costs of each mode to issue a transition graph of modes. The results show that the mode transition occurs at a distance of 50 km, the distribution of containers using trucks can switch using rail mode. At a distance of 150 km, the distribution of overland containers using truck mode can switch to sea routes by ship. While at a distance of 250 km, the distribution of container land routes using rail mode can switch to the mode of the ship.Keywords: Freight cost, moda transition, distribution of containers
Analisa Analisa Kapasitas Optimal Lapangan Penumpukan di Pangkalan Lontangnge Pelabuhan Parepare Anugrah Amaliah; Syarifuddin Dewa; Misliah Idrus
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 22 No 1 (2018)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.222 KB) | DOI: 10.25042/jpe.052018.13

Abstract

Abstrak Perencanaan pelabuhan yang tidak tepat dapat mengakibatkan pelayanan pelabuhan yang kurang efisien. Optimasi digunakan untuk menemukan sebuah kondisi yang diperlukan untuk mencapai hasil terbaik dari situasi yang ada. Hal ini dicapai dengan menyeimbangkan antara biaya pelayanan yang ada dengan biaya tunggu yang diakibatkan oleh pelayanan yang ada. Biaya pelayanan tergabung dalam pengoperasian fasilitas sedang biaya tunggu menyatakan biaya menunggu bagi pelanggan. Menambah ataupun meningkatkan pelayanan berarti dapat mengurangi waktu tunggu pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas optimal Lapangan Penumpukan Petikemas Lontangnge Pelabuhan Parepare untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, serta menentukan dimensi ukuran dari Lapangan Penumpukan Petikemas Lontangnge Pelabuhan Parepare. Analisa dilakukan dengan menggunakan teori antrian, dimana teori ini membantu dalam menghitung biaya-biaya akibat pelayanan yang menunggu. Perhitungan ini dilakukan dengan menganalisa data muatan bongkar-muat (B/M) petikemas dan data barang pada petikemas untuk memperoleh biaya yang ada. Selain itu, dilakukan pula perhitungan daya dukung tanah untuk menentukan tinggi tumpukan petikemas dan kapasitas lapangan. Pada hasil penelitian ini, diperoleh untuk Jangka Pendek biaya optimum untuk Lapangan Penumpukan Petikemas Lontangnge Pelabuhan Parepare adalah Rp. 27,479,774,886.03 dengan luas dimensi lapangan adalah 4700 m2. Sedangkan untuk Jangka Menengah dan Jangka Panjang adalah Rp. 36,690,983,344.01 dengan luas dimensi lapangan adalah 25000 m2. Kata Kunci: Optimasi, Kapasitas Lapangan, Muatan B/M. Abstract Improper port planning results in less efficient port services. Optimization is used to find the one condition to find the best outcome of the situation. This is achieved by balancing the cost of existing services with the waiting costs caused by existing services. Service charges are incorporated in the operation of the facility while the waiting costs state the waiting costs for customers. Adding or improving services means reducing customer waiting times. The aim of this research is to analyze the optimal capacity of Lontangnge Container Yard Port of Parepare, medium and long term, and to determine the dimension of container yard’s size. The analysis is done by using queuing theory, where the costs of waiting service can be calculated. This calculation is done by analyzing data of loading-discharging payload and goods data on container to obtain cost. In addition, the calculation of soil bearing capacity is also determined the height of container pile and Container Yard (CY) capacity. In the results of this study, obtained for the short-term optimum cost for the Lontangnge Parcel Container Parepare Field is Rp. 27,479,774,886.03 with the width of field dimension is 4700 m2. While for the Medium Term and Long Term is Rp. 36,690,983,344,01 with the field dimension is 25000 m2. Keywords : Optimation, CY Capacity, Loading-Discharging Goods.
Intra Analisis Gangguan Tiga Fasa Seimbang Menggunakan Pendekatan Metode Radial Equivalent Independent DIMO pada Sistem Interkoneksi Sulbagsel Andi Nurtrimarini Karim; Sri Mawar Said; Indar Chaerah Gunadin
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 22 No 1 (2018)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.335 KB) | DOI: 10.25042/jpe.052018.14

Abstract

Makalah ini menyajikan analisis gangguan transient tiga fasa seimbang pada system interkoneksi Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel). Sistem interkoneksi Sulbagsel yang multi mesin dan sangat kompleks tentu sangat berpengaruh pada perubahan-perubahan kondisi pada sistem, baik itu saat terjadinya hubung singkat maupun perubahan beban yang tiba-tiba pada system. Melalui pendekatan Metode Radial Equivalent Independent Dimo (REI-Dimo) maka akan dilakukan studi analisis system interkoneksi Sulbagsel yang terdiri dari 44 bus, 15 generator, 47 line, dan 34 beban yang selanjutnya akan di reduksi untuk mendapatkan bus generator terlemah serta arus gangguan terbesar pada bus. Hasil analisis diperoleh bahwa saat dilakukan simulasi hubung singkat didapatkan bus terlemah berada pada bus generator 2 (Pinrang) dengan nilai tegangan rata-rata selama gangguan sebesar 0.6492 pu. Sementara untuk arus gangguan terbesar terjadi pada bus 12 (Sengkang) yakni sebesar 29.9189 pu. Kata Kunci : Transient Stability, REI-Dimo, Hubung Singkat, Sulbagsel.
Model Pengaruh Dwelling Time terhadap Biaya Logistik di Terminal Petikemas Makassar Milwan Kamil; Misliah Idrus; Syarifuddin Dewa
Jurnal Penelitian Enjiniring Vol 22 No 1 (2018)
Publisher : Center of Techonolgy (COT), Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.605 KB) | DOI: 10.25042/jpe.052018.15

Abstract

Pelabuhan berperan penting dalam sistem transportasi maritim internasional dan logistik suatu negara karena apabila kinerja operasional pelabuhan tidak optimal seperti waktu tunggu sandar dan dwelling time yang masih lama, fasilitas terminal dan tenaga kerja bongkar muat kurang memadai dapat menghambat proses distribusi barang di pelabuhan. Terminal Petikemas Makassar sebagai bagian dari Pelabuhan Makassar merupakan pusat pelayaran kawasan Timur Indonesia yang didukung oleh hinterland Sulawesi Selatan yang potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan membuat model hubungan antara dwelling time dengan biaya logistik di Terminal Petikemas Makassar. Biaya logistik dalam penelitian ini adalah biaya tunggu modal dan container port charges yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengurusan peti kemas di Terminal Petikemas Makassar. Dwelling time adalah jarak waktu dari mulai suatu peti kemas dibongkar dan diangkat dari kapal sampai peti kemas tersebut meninggalkan terminal melalui pintu utama. Penelitian ini menggunakan metode regresi dengan menggunakan software GMDH Shell untuk pemodelan hubungan antara dwelling time dan biaya logistik. Komoditi ekspor dan impor terbesar dijadikan sampel dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat korelasi, pengaruh dwelling time terhadap total biaya logistik baik untuk komoditi ekspor dan impor di Terminal Petikemas Makassar sebesar 100% dengan model hubungan TLC = 733400 + 211700 DT + P + 0,5006 BM untuk komoditi ekspor dan TLC = 733400 +119700 DT + P + 0,507 BM + GE untuk komoditi impor.

Page 2 of 2 | Total Record : 15