cover
Contact Name
Dr. Purnama Budi Santosa
Contact Email
-
Phone
+62274520226
Journal Mail Official
jgise.ft@ugm.ac.id
Editorial Address
Jl. Grafika No.2 Kampus UGM, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JGISE-Journal of Geospatial Information Science and Engineering
ISSN : 26231182     EISSN : 26231182     DOI : https://doi.org/10.22146/jgise.51131
Core Subject : Engineering,
JGISE also accepts articles in any geospatial-related subjects using any research methodology that meet the standards established for publication in the journal. The primary, but not exclusive, audiences are academicians, graduate students, practitioners, and others interested in geospatial research.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2022): June" : 8 Documents clear
Study of Fluctuations in Surface Area of Lake Haramaya using NDWI and MNDWI Methods Riyaz Khan N H
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.68630

Abstract

Lakes are of great value to human beings and important for various reasons like regulating the flow of river water, to maintain the eco-system and storage of water during the dry seasons. Lake Haramaya, which is situated at 14 km Northwest of Harer town (UNESCO Site) is one of the famous and beautiful lakes of Ethiopia. It acts as a source of life for human beings and animals. The over exploitation of the lake haramaya for water supply and agricultural purposes has led to its extinction in the last two decades. This study attempts to identify the fluctuations in surface area of Lake Haramaya between 1995 to 2020 by using multi-temporal satellite data. The Landsat 5TM images of 1995, 2000 and 2010, Landsat 7ETM+ image of 2005 and Landsat 8 OLI TIRS images of 2015 and 2020 are analyzed using the Normalized Difference Water Index (NDWI) and Modified Normalized Difference Water Index (MNDWI) methods. These methods are used to quantify the changes in surface area and compared to each other for identifying the suitable method for detecting water bodies. The present study shows that, between 1995 to 2010 the lake lost up to 2.3238 sq.km and almost dried. But, during 2011 to 2020 the lake surface area increased by 2.6946 sq.km. The study states that the lake surface area is fluctuating and MNDWI method is highly reliable in extracting water bodies.
Klasifikasi Digital Tutupan Lahan Berbasis Objek menggunakan Integrasi Data Lidar dan Citra Satelit di Kawasan Tamalanrea Indah, Kota Makassar Bagus Wijanarko; Djurdjani Djurdjani
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.68994

Abstract

Kebutuhan pemerintah daerah akan informasi geospasial menjadi semakin penting saat RTH semakin sulit ditemui di kawasan urban. Informasi tersebut adalah peta tutupan lahan, yang dapat diperoleh dari proses klasifikasi citra satelit resolusi tinggi, tetapi masih memiliki keterbatasan informasi spektral dimana klasifikasi objek juga melibatkan karakteristik spasial hingga tekstur untuk mendapatkan nilai akurasi yang tinggi (Kushardono, 2017). Karakterisitik tersebut sangat minimal pada data sensor pasif, tetapi banyak ditemukan pada data sensor aktif (radar/LiDAR). Dengan diketahuinya potensi kedua sensor (citra satelit dan LiDAR), beberapa peneliti telah melakukan penelitian serupa, di antaranya Awrangjeb dkk., (2013), Uzar dan Yastikli (2013), dan Gilani dkk., (2015). Pada penelitian ini, terdapat 3 data utama yaitu citra Pleiades, nDSM, dan citra intensitas. nDSM merupakan data turunan dari nilai elevasi LiDAR, sementara citra intensitas dibentuk dari nilai pantulan objek pada panjang gelombang NIR, yang masing-masing telah terkoreksi kemudian diinterpolasi menjadi data raster dan diklasifikasi. Proses klasifikasi dilakukan menggunakan metode OBIA dengan algoritma Assign Class melalui proses segmentasi. Skema klasifikasi yang dihasilkan menghasilkan sebanyak 12 subkelas (dalam 4 kelas utama) dari masing-masing hasil klasifikasi data sensor membentuk dataset komposisi. Proses integrasi ini menghasilkan sebanyak 3 dataset komposisi, yaitu dataset A (citra Pleiades), dataset B (Pleiades-intensitas) dan dataset C (Pleiades-nDSM). Dengan analisis SIG dilakukan uji akurasi dan didapat nilai akurasi dataset A sebesar 44,44% dan dataset B dan C keduanya menghasilkan nilai akurasi sebesar 63,89%. Nilai akurasi tersebut sangat rendah jika mengacu pada SNI LU/LC, dikarenakan jumlah 36 titik sampel tidak proporsional (< 20%) terhadap total jumlah objek yang mencapai ribuan. 
Uji Kualitas Data Pengukuran Batimetri Singlebeam Echosounder Berdasarkan SNI-7647 Tahun 2010 (Studi Kasus Survei Batimetri Menggunakan Hi-Target HD 370 di Laguna Pantai Glagah, Kulon Progo) Sarono Sarono; Abdul Basith
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.69749

Abstract

Survei batimetri merupakan kegiatan penting dalam kajian hidrografi untuk mengetahui kedalaman suatu perairan. Metode pengukuran batimetri menggunakan prinsip hidroakustik yaitu memanfaatkan cepat rambat gelombang suara di dalam air. Instrumen untuk melakukan survei batimetri dikategorikan menjadi singlebeam echosounder dan multibeam echosounder. Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin beragam pula jenis dan merk dari instrumen untuk melakukan survei dibidang hidrografi. Beberapa instrumen untuk pengukuran kedalaman perairan dengan prinsip hidroakustik telah banyak beredar di kalangan akademisi hingga profesional. Salah satu instrumen adalah Hi-Target HD 370 yang merupakan alat dengan kategori singlebeam echosounder. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji analisis kualitas data dari survei batimetri menggunakan singlebeam echosounder Hi-Target HD 370 dengan standar SNI (Standart Nasional Indonesia) yaitu SNI 7646:2010 tentang Survei hidrografi menggunakan singlebeam echosounder. Pengujian pengambilan data batimetri dilakukan di Laguna Pantai Glagah, Kolonprogo, Yogyakarta. Hasil dari pengukuran  menunjukan kedalaman di lokasi kajian maksimal adalah 2,446 meter. Analisis uji kualitas data batimetri yang dilakukan diperoleh nilai dari standart deviasi instrumen ini adalah 0,008 hingga 0,283 meter dengan komposisi 90 % sampel memenuhi standart pengukuran singlebeam echosounder order khusus. Berdasarkan hasil uji kelayakan yang dilakukan instrumen Hi-Target HD 370 layak untuk digunakan dalam batimetri order khusus.
Model Pengadaan Tanah untuk Pembangunan Perumahan di Kabupaten Sleman Djurdjani Djurdjani; Ranisa Amalia Sholikhah; Prijono Nugroho Djojomartono
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.69996

Abstract

Bertambahnya jumlah penduduk di Kabupaten Sleman mengakibatkan naiknya kebutuhan akan ruang untuk tempat tinggal (rumah). Penyediaan rumah dapat dilakukan oleh pengembang perumahan (developer). Namun, ketersediaan tanah yang terbatas menyebabkan diperlukannya pengendalian pertanahan untuk meminimalisir konflik. Oleh karena itu, agar pengendalian dapat dilakukan perlu diketahui cara pengadaan tanah yang dilakukan oleh pengembang untuk pembangunan perumahan. Penelitian ini mengkaji tiga faktor yang berpengaruh terhadap pengadaan tanah yaitu faktor fisik, institusi, dan ekonomi. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dari kuesioner yang ditujukan untuk pengembang perumahan dan data sekunder berupa data spasial serta peraturan terkait. Data primer diolah menggunakan SPSS (Statitical Package for Social science) 16 sehingga diperoleh tabel distribusi frekuensi pada tiap butir faktor. Data sekunder digunakan untuk perolehan data primer dan diolah untuk disajikan dalam bentuk peta persebaran kawasan perumahan menggunakan ArcMap. Hasil pengolahan selanjutnya dianalisis secara deskriptif kualitatif dan disintesis secara naratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembang mengadakan tanah melalui kegiatan jual beli dari tanah individu dengan hak milik yang sebagian besar tanahnya berstatus sawah. Dalam proses pengadaan tanah untuk perumahan kendala utamanya adalah adanya persyaratan zonasi dan koefisien dasar pembangunan (KDB) dan proses memperoleh izin prinsip yang rumit. Dari ketiga faktor yang berpengaruh terhadap pengadaan tanah, aspek ekonomi menjadi pertimbangan utama dalam memilih lokasi dan melaksanakan pembangunan perumahan.
Comparison of Two Corrector Surface Models of Orthometric Heights from GPS/Levelling Observations and Global Gravity Model Ibrahim Olatunji Raufu; Herbert Tata
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.72531

Abstract

The advent of space-based measurement systems such as the Global Positioning System (GPS) offers a new alternative in orthometric height determination over conventional spirit levelling. The ellipsoidal height (h) obtained from GPS observations can be transformed into orthometric height if the geoid undulation (N) is known from a national gravimetric geoid model. However, the lack of a national geoid model in Nigeria hinders the use of the method. This study compares two corrector surface models of orthometric heights from GPS/levelling observations and the Global Gravity Model. Model A (7-parameter) and Model B (8-parameter) are based on the general 7-parameter similarity datum shift transformation.  A network of twenty-one (21) GPS/levelling benchmarks within the study area were used and their geoidal heights were computed using GeoidEval utility software with reference to Global Gravitational Model (EGM08). Least squares adjustment was used to compute the coefficients of the models. Root mean square error (RMSE) was used to assess the accuracy of the models with model A having RMSE=0.171m and model B having RMSE=0.169m. Model B with the lowest RMSE is hence the better of the two models. The t-test and hypothesis test conducted at a 95% confidence level, however, revealed that the two models did not differ significantly. The study shows that the use of corrective surface to combine the gravity field model EGM08 and GPS/levelling significantly improves the determination of heights as observed from GPS in the study area.
Karakteristik Pasang Surut Surabaya Diamati Selama 5 Tahun (2015-2020) Dina Fitriana; Mufti Petala Patria; Eko Kusratmoko
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.72856

Abstract

Badan Informasi Geospasial sudah membangun, dan mengelola 200 stasiun pasang surut di seluruh Indonesia. Salah satu lokasi stasiun pasang surut adalah di Surabaya di Dermaga PT PAL. Keberadaaan stasiun pasang surut laut Surabaya sangat penting terutama bagi Badan Informasi Geospasial dan masyarakat sekitar, karena di wilayah tersebut hanya ada satu-satunya stasiun pasang surut permanen wilayah pesisir Surabaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasang surut laut di Surabaya yang diperoleh berdasarkan data tahun 2015-2020. Proses pengolahan data mengggunakan perangkat lunak Geomatix Geotide 3.0.23 yang menggunakan metode Least Square dalam perhitungannya. Hasil penelitian membuktikan bahwa rata-rata nilai LAT, MSL, dan HAT adalah -0.636, 1.110, 2.850 dalam satuan m (meter) yang ber-referensi ke palem pasut, sehingga ini adalah nilai muka laut yang lokal di Stasiun Surabaya. Kemudian dari perhitungan bilangan Formzal di stasiun pasang surut Surabaya diperoleh nilai 0.749 – 1.391, hal ini menjadi bukti bahwa tipe pasang surut Staisun Surabaya adalah pasang surut campuran condong ke harian ganda dengan rata-rata bilangan formzahl 1.153. Sedangkan komponen pasang surut yang paling dominan mempengaruhi Stasiun Surabaya adalah K1 dan yang memiliki pengaruh yang kecil adalah MS4.
Seasonal Waterlogging Variation in the Sylhet City Corporation Area, Bangladesh- an Integrated Geospatial Approach Ha-mim Ebne Alam
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.72904

Abstract

Waterlogging is considered a severe environmental hazard in the Sylhet city corporation (SCC) area of northeast Bangladesh adversely affects the local socio-economic development. The integrated geospatial approach presents a worthy alternative to the conventional mapping of waterlogged surface areas. The remote sensing-based water index technique was used for delineating pre-monsoon and post-monsoon waterlogged areas of SCC in 2020 and 2021. Seasonal deviations of the waterlogging were determined by overlaying the waterlogged sites emanated from the pre-monsoon and post-monsoon periods under the GIS environment. Results show that waterlogged areas for pre-monsoon and post-monsoon seasons in 2020 are 2.25 sq. km and 4.12 sq. km, respectively, whereas 2.22 sq. km and 3.90 sq. km in 2021. Hence, the seasonal variations in waterlogged areas in 2020 and 2021 are 1.87 sq. km and 1.68 sq. km, respectively. This analysis also demonstrates that waterlogging in SCC is utterly driven by the high seasonal variations that mainly depend on the amount of rainfall besides the local flood-prone geologic settings and climate change.
Analisis Nilai Tanah Pertanian dan Permukiman di Kecamatan Magelang Selatan Prijono Nugroho Djojomartono; Djurdjani Djurdjani; Marselia Dora Sanjaya
Jurnal Geospasial Indonesia Vol 5, No 1 (2022): June
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jgise.73713

Abstract

Kebutuhan masyarakat akan ruang untuk memenuhi kegiatannya benar-benar menyebabkan meningkatnya persaingan dalam pemerolehan dan juga meningkatnya nilai tanah. Ada banyak faktor yang mempengaruhi nilai tanah, salah satunya adalah jenis penggunaan lahan untuk memenuhi ruang untuk mendukung kegiatan mereka.  Kondisi ini dapat diidentifikasi tidak hanya di daerah perkotaan tetapi juga di daerah pinggiran kota yang salah satu kebutuhan utama rumah tangga adalah memiliki ruang untuk tempat tinggal. Akibatnya, rumah tangga berusahan untuk memperoleh tanah, baik berasal dari lahan pertanian ataupun lahan permukiman, untuk pembangunan rumah.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola transaksi tanah dan peningkatan nilai tanah lahan pertanian dan lahan pemukiman di daerah perkotaan. Kabupaten Magelang Selatan dipilih sebagai daerah studi kasus karena ketersediaan data dan aksesibilitas untuk mengamati secara empiris faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tanah.  Analisis regresi berganda dipilih untuk memodelkan estimasi nilai tanah pertanian dan permukiman pada tahun 2016 dan 2019, sehingga peningkatan dan pola spasial nilai tanah dapat disajikan pada peta. Hasilnya menunjukkan bahwa selama 3 tahun, peningkatan nilai tanah pada lahan pertanian dan lahan permukiman tidak berbeda secara signifikan.  Tercatat kenaikan lahan pertanian dan lahan permukiman sekitar Rp 360.000,- dan Rp 400.000,-. Dalam hal pola spasial, telah diidentifikasi bahwa semakin kecil ukuran tanah dan semakin dekat ke daerah permukiman, semakin tinggi estimasi nilai tanahnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8