cover
Contact Name
Widodo Kushartomo
Contact Email
widodokushartomo@gmail.com
Phone
+628176869150
Journal Mail Official
jmts@untar.ac.id
Editorial Address
Jl. Letjen S. Parman No. 1, Jakarta 11440
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil
ISSN : -     EISSN : 2622545X     DOI : http://dx.doi.org/10.24912/jmts
Core Subject : Engineering,
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil dikelola oleh Program Studi Sarjana Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara. JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil merupakan media publikasi hasil penelitian dan studi ilmiah dalam bidang Teknik Sipil yang diterbitkan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Jurnal ini terbit pertama kali pada 1 Agustus 2018.
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Volume 3, Nomor 2, Mei 2020" : 24 Documents clear
KARAKTERISTIK SESEORANG DALAM MENCARI JALAN DI JABODETABEK Pratama Kurnia Jaya; Leksmono Suryo Putranto
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7009

Abstract

Transportation arise as result of human activity to fulfil their daily needs that cannot be achieved in their current location. This activity is influnced by the characteristics of everyone in finding a way. A person’s characteristics are certainly influnced by his daily life in which every human being has different needs and obligations and is also supported by existing transportation facilities in the place where they live. Besides the discussion about way finding is very complex because many people still don’t understand the characteristics in each region in each individual or group. Furthermore, to support this, it is necessary to pay attention to the characteristics in each region. This research was conducted using a questionnaire measuring tool that was distributed directly and online. Obtained from fifty respondents for direct questionnaires and fiftyseven for online questionnaires. The data were analyzed using independent sample t-test and one sample t-test to know how much the influence of the factors influencing someone’s characteristics in finding a way in Jabodetabek. Based on the results of the study, the age factor has the greatest influence on a person’s characteristics in finding a way. When compared with respondents in their gender and monthly expenditure of respondents.AbstrakTransportasi terjadi karena adanya keharusan manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak dapat dipenuhi ditempatnya saat itu berada. Kegiatan ini dipengaruhi oleh karaketeristik setiap orang dalam mencari jalan. Karakteristik seseorang pastinya di pengaruhi dari kehidupan dia sehari-hari yang dimana setiap manusia mempunyai kebutuhan dan kewajiban yang berbeda-beda dan juga di dukung oleh fasilitas transportasi yang ada pada tempat mereka hidup. Disamping itu juga bahasan tentang wayfinding amat kompleks karena banyak sekali yang belum memahami karakteristik di setiap daerah pada masing-masing individu dan kelompok. Maka untuk menunjang hal itu perlu di perhatikan setiap karakteristik setiap daerah masing-masing. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel yang paling mempengaruhi karakteristik seseorang dalam mencari jalan di Jabodetabek. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan alat ukur kuesioner yang disebarkan secara langsung dan secara online. Didapatkan sebanyak lima puluh responden untuk kuesioner langsung dan lima puluh tujuh responden untuk kuesioner online. Data dianalisis menggunakan independent sample t-test dan one sample t-test untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor yang diduga mempengaruhi karakteristik seseorang dalam mencari jalan di Jabodetabek. Berdasarkan hasil penelitian, faktor usia memiliki pengaruh paling besar dalam karakteristik seseorang dalam mencari jalan. Jika dibandingkan dengan responden pada jenis kelaminnya dan pengeluaran responden perbulannya.
ANALISIS SENDI PLASTIS LOKAL PADA PUSHOVER KELOMPOK TIANG PANCANG Bagas Putraloka; Gregorius Sandjaja; Amelia Yuwono
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6981

Abstract

Foundation is part of an engineering system which forwards the load supported by the foundation and its own weight into underneath the rock and the soil.Based on technical aspects and implementation it can be classified into pile and bore pile.Based on number piles divided into single pile and group piles.Group pile is a group of piles structured relatively close and connected  with the pile cap at the top. Because of enhancement of earthquake acceleration on certain area on SNI 1726:2012, Analysis of group pile is needed on area with enhancement of earthquake acceleration. The collection data method is obtained by collecting data from the project by form bore log and laboratory test meanwhile for data analysis method using basic theory used as a reference for learning pushover analysis which refers fom ATC-40. By doing pushover analysis on a group pile, Performence of group pile can be known as Performence Point which will be compared to each of the pile configurations. And the result from this research is more the number of piles on the configuration being  modeled, the result is the value of performence point getting higher, because of the lateral force will be tested be more higher. AbstrakFondasi ialah bagian dari suatu sistem rekayasa yang meneruskan beban yang ditopang oleh fondasi dan beratnya sendiri ke dalam tanah dan batuan yang terletak di bawahnya. berdasarkan segi teknis pelaksanaan dapat diklasifikasikan menjadi tiang pancang dan tiang bor. Berdasarkan jumlah tiang ada dua macam yaitu tiang tunggal dan tiang kelompok, tiang kelompok adalah sekumpulan tiang yang dipasang secara relatif berdekatan yang dihubungkan bagian atasnya dengan pile cap. Karena adanya peningkatan percepatan gempa di daerah tertentu pada SNI 1726:2012, perlu dilakukan analisis terhadap kelompok tiang di daerah yang terkena peningkatan percepatan gempa. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan data-data yang berasal dari proyek berupa hasil boring log dan hasil tes laboratorium sedangkan untuk Metode analisis data digunakan teori dasar yang digunakan sebagai acuan pembelajaran dalam melakukan analisis Pushover yang mengacu pada ATC-40. Dengan melakukan analisis pushover pada suatu kelompok tiang, tingkat kinerja suatu kelompok tiang dapat diketahui berupa nilai Performance Point yang akan dibandingkan setiap konfigurasi tiang. Dan hasil yang didapat dalam penelitian ini adalah semakin banyak jumlah tiang dalam konfigurasi yang dimodelkan maka nilai performence point pun semakin tinggi, karena gaya lateral yang diuji akan semakin tinggi.
PENGARUH KEMIRINGAN FONDASI TIANG PANCANG BATTERED PILE PADA TANAH LEMPUNG DAN TANAH PASIR Swendrinata Suwardi; Andryan Suhendra
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.7057

Abstract

The Battered Pile  is one of the foundation designs that aims to increase the lateral bearing capacity of the foundation. Battered Pile are designed with a certain slope that aims to increase the lateral capacity of the soil. The type of soil used will affect the lateral capacity of the pole. Calculation of bearing capacity of the pile is carried out on the condition of clay and sand soils at slope 00 to +200. The calculation results will then be analyzed to understand the effects that occur. The calculation results will be presented in the p-y curve method. The use of this method is expected to make it easier to understand the characteristics of Battered Pile for soil conditions. Based on the analysis it was found that an increase in the  capacity of the pile up to 23% in the slope of 100 to 150. Sand soil in conditions below the surface of the ground water will have a linear carrying capacity and have a lower deflection value when compared to clay soil at a depth of 2 meters. But at a depth of 16 meters, clay has a point where it has a lower deflection value compared to sandy soil.AbstrakTiang pancang Battered Pile merupakan salah satu rekasaya fondasi yang bertujuan untuk meningkatkan daya dukung lateral fondasi. Tiang Battered Pile dipancang dengan kemiringan tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan daya dukung lateral tanah. Jenis tanah yang digunakan akan mempengaruhi daya dukung lateral tiang. Perhitungan daya dukung tiang dilakukan pada kondisi tanah lempung dan tanah pasir pada kemiringan 00 hingga +200. Hasil perhitungan kemudian akan dianalisis untuk memahami pengaruh yang terjadi. Hasil perhitungan akan disajikan dalam metode p-y curve. Penggunaan metode ini diharapkan dapat memudahkan dalam memahami karakteristik tiang Battered Pile terhadap kondisi tanah. Berdasarkan analisis didapatkan bahwa terjadi peningkatan daya dukung tiang hingga 23% pada kemiringan 100 hingga 150. Tanah pasir pada kondisi di bawah permukaan air tanah akan mengalami kenaikan daya dukung secara linier  dan memiliki  nilai lendutan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan tanah lempung pada kedalaman 2 meter. Tetapi pada kedalaman 16 meter, tanah lempung memiliki titik dimana memiliki nilai lendutan yang lebih kecil jika dibandingkan dengan tanah pasir.
MINIMALISASI BIAYA PENYEDIAAN FRAME SCAFFOLDING DENGAN METODE LINEAR PROGRAMMING PADA PROYEK X Verian Fernando Christanto; Iwan B. Santoso
JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil Volume 3, Nomor 2, Mei 2020
Publisher : Prodi Sarjana Teknik Sipil, FT, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmts.v3i2.6979

Abstract

ABSTRACTIn the process of casting, we need a temporary structure that functions as a support or called scaffolding. Scaffolding frame is one type of modern scaffolding that is very commonly used today in high rise building construction. The amount of frame scaffolding needs on a project is not small so the amount of supply of frame scaffolding material can affect cost control on a project. In this study, the linear programming method is used to minimize the cost of providing frame scaffolding material in Project X. The study uses various combinations of frame scaffolding component sizes in casting beams and floor slabs with constraints or problem constraints such as storage of frame scaffolding components, load capacity the maximum that can be held by frame scaffolding, the supply of material quantities, and the casting cycle. By using the linear programming method, a cost savings of 4.3% can be made from the total cost of providing frame scaffolding in Project X if frame scaffolding material is provided with a volume of 3 floors, then 20.23% if frame scaffolding material is provided as much volume 2.5 floor, and 28.7% if frame scaffolding material is provided as much as the minimum floor volume.ABSTRAKDalam proses pengecoran, dibutuhkan struktur sementara yang berfungsi sebagai penyangga atau yang disebut perancah. Saat ini, frame scaffolding merupakan salah satu jenis perancah modern yang sangat umum digunakan pada konstruksi gedung bertingkat. Jumlah kebutuhan frame scaffolding pada suatu proyek tidaklah sedikit sehingga jumlah penyediaan material frame scaffolding ini dapat mempengaruhi pengendalian biaya pada suatu proyek. Pada penelitian ini, digunakan metode linear programming untuk dapat meminimalisasi biaya penyediaan material frame scaffolding pada Proyek X. Penelitian menggunakan berbagai kombinasi ukuran komponen frame scaffolding pada pengecoran balok dan pelat lantai dengan kendala berupa tempat penyimpanan komponen frame scaffolding, kapasitas beban maksimum yang dapat ditahan oleh frame scaffolding, penyediaan jumlah material, dan siklus pengecoran. Dengan menggunakan metode linear programming, dapat dilakukan penghematan biaya sebesar 4,3% dari total biaya penyediaan frame scaffolding pada Proyek X jika material frame scaffolding disediakan sebanyak volume 3 (tiga) lantai, dapat dilakukan penghematan sebesar 20,23% jika material frame scaffolding disediakan sebanyak volume 2,5 (dua setengah lantai), dan sebesar 28,7% jika material frame scaffolding disediakan sebanyak volume lantai yang paling minimal. Selain itu, dengan menggunakan metode linear programming dapat diketahui jumlah material frame scaffolding yang paling baik sesuai dengan kondisi-kondisi di lapangan.

Page 3 of 3 | Total Record : 24