cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2025): February 2025" : 15 Documents clear
Measuring changes of students' problem-solving skills for citizen science projects that integrated in ecology courses: Stacking analysis techniques in Rasch model Susbiyanto Susbiyanto; Topik Hidayat; Hertien Koosbandiah Surtikanti; Riandi Riandi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.19574

Abstract

Authentic and practice-based learning approaches to develop students' problem-solving skills in the context of complex environmental problems are needed. This study aims to measure how students' problem-solving skills have changed through Citizen Science Project that integrated in ecology courses using stacking analysis techniques in the Rasch model. The method in this research used a descriptive quantitative approach by comparing the level of change in problem solving skills after the intervention of learning activities with citizen science projects through pre-test and post-test. There were thirty students participating in total. The results of the Rasch analysis show that the average problem-solving skills score is 0.73, with a Cronbach Alpha value of 0.97, person reliability of 0.97, and item reliability of 0.88. These values show very good interaction between students and question items, as well as very good consistency in student answers. Logit item measures of changes in students' problem solving skills show that almost students experienced an increase in their ability to understand component of the questions construction. Students in this research were able to sharpen their problem-solving skills through the citizen science projects they completed.Abstrak. Pendekatan pembelajaran yang autentik dan berbasis praktik untuk mengembangkan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa dalam konteks permasalahan lingkungan yang kompleks diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur bagaimana perubahan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa melalui proyek citizen science yang diintegrasikan dalam mata kuliah ekologi dengan menggunakan teknik analisis stacking dalam model Rasch. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan membandingkan tingkat perubahan keterampilan pemecahan masalah setelah diberikan intervensi kegiatan pembelajaran dengan proyek citizen science melalui pre-test dan post-test. Total ada tiga puluh mahasiswa yang berpartisipasi. Hasil analisis Rasch menunjukkan rata-rata skor kemampuan mahasiswa sebesar 0,73, dengan nilai Cronbach Alpha sebesar 0,97, person reliabilitas sebesar 0,97, dan reliabilitas item sebesar 0,88. Nilai-nilai tersebut menunjukkan interaksi yang sangat baik antara mahasiswa dengan item soal, serta konsistensi jawaban mahasiswa yang sangat baik. Proyek citizen science yang dilakukan oleh mahasiswa dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah mereka.
Analysis of high school students' critical thinking ability in environmental change material through POE learning Adika Muhammad Aziz; Diana Rochintaniawati; Mimin Nurjhani Kusumastuti; Eni Nuraeni
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.19540

Abstract

Critical thinking skills are important to master in facing global competition. Biology learning in class must be oriented to improving critical thinking skills. Environmental change material is biology material that requires students to think critically in responding to environmental problems. One way to improve critical thinking skills is to use POE learning strategies that able to train students to be critical of problem. This research aims to provide an overview of students' critical thinking abilities on environmental change material which is improved through the POE learning strategy. This research uses a qualitative descriptive method with the data used in analyzing the data from observations, teacher teaching modules, student responses, student worksheet answers, and interviews. The results of this research provide an overview of several shortcomings in implementing POE learning strategies in environmental change material so that students' critical thinking abilities are still low. These shortcomings include the observation stage which was not carried out optimally, the student worksheet stage did not train critical thinking skills, the environmental problem topic was too big, the learning allocation was not good, and the teacher's involvement in guiding students was still lacking.  With this research, a picture of the implementation of POE learning strategies in biology learning can be seen clearly so it is hoped that it can become good initial research for future research.Abstrak. Kemampuan berpikir kritis penting untuk dikuasai dalam menghadapi persaingan global. Pembelajaran biologi di kelas harus berorientasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Materi perubahan lingkungan merupakan materi biologi yang menuntut siswa untuk berpikir kriris dalam menanggapi permasalahan lingkungan. Salah satu cara meningkatkan kemampuan berpikir kritis adalah dengan menggunakan strategi pembelajaran POE  yang mampu melatihkan siswa kritis terhadap objek permasalahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  memberikan gambaran kemampuan berpikir kritis siswa pada materi perubahan lingkungan yang ditingkatkan melalui strategi pembelajaran POE. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang digunakan dalam menganalisis adalah data hasil observasi, modul ajar guru, respon siswa, jawaban lembar kerja siswa, dan wawancara. Hasil penelitian ini memberikan gambaran tentang beberapa kekurangan dalam pelaksanaan strategi pembelajaran POE pada materi prubahan lingkungan sehingga kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Kekurangan tersebut diantaranya adalah tahapan observe yang dilakukan tidak secara optimal dilakukan, tahapan lembar kerja siswa yang tidak melatihkan kemampuan berpikir kritis, topik permasalahan lingkungan yang terlalu besar, alokasi pembelajaran yang kurang baik, dan keterlibatan guru dalam membimbing siswa masih kurang.  Dengan adanya penelitian ini, gambaran pelaksanaan strategi pembelajaran POE dalam pembelajaran biologi dapat terlihat jelas sehingga diharapkan mampu menjadi penelitian awal yang baik bagi penelitian-penelitian yang akan datang.
Systematic literature review: Implementation of STEM-based learning approach on students' interest in biology Indah Pujiati TM; Vinna Widayati; Slamet Suyanto; Habibah Nurfaizah Azra
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.21060

Abstract

Student interest in STEM-based biology learning is essential to support the development of science and technology, yet the trends and dynamics of this interest over seven decades have not been mapped in depth. This study analyzes students' interest in biology learning through the STEM approach over seven decades using Scopus data, offering valuable insights for biology education at all educational levels. The study utilizes a systematic literature review (SLR) method, adapted from the PRISMA model. The SLR findings reveal that interest and persistence in STEM learning peaked in 2022, particularly in Indonesia and the United States. In Indonesia, biology education faces challenges such as outdated curricula, lack of resources, and insufficient teacher training, which decrease student motivation. The STEM approach can address these issues by integrating biology with technology, engineering, and mathematics, allowing students to see real-world applications and enhancing engagement in learning. The study suggests aligning biology education with the STEM approach, which can be applied across all science subjects, making learning more meaningful and boosting students' interest. STEM is included in this SLR due to its importance in education, as it helps engage students in science education and provides supportive conditions for their interests to grow. The ultimate goal is to make science education accessible to all learners in the 21st century, fostering an environment that encourages curiosity, creativity, and critical thinking.Abstrak. Minat siswa dalam pembelajaran biologi berbasis STEM sangat penting untuk mendukung perkembangan sains dan teknologi, namun tren dan dinamika minat ini selama tujuh dekade belum dipetakan secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat siswa dalam pembelajaran biologi dengan pendekatan STEM selama tujuh dekade, menggunakan data dari Scopus, yang akan memberikan wawasan berharga bagi pendidikan biologi di semua tingkat pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (SLR) yang diadaptasi dari model PRISMA. Hasil SLR ini mengungkapkan beberapa temuan menarik, termasuk fakta bahwa minat dan ketekunan dalam pembelajaran STEM mencapai puncaknya pada tahun 2022, khususnya di Indonesia dan Amerika Serikat. Di Indonesia, pendidikan biologi menghadapi tantangan seperti kurikulum yang sudah ketinggalan zaman, kurangnya sumber daya, dan pelatihan guru yang tidak memadai, yang menurunkan motivasi siswa. Pendekatan STEM dapat mengatasi masalah ini dengan mengintegrasikan biologi dengan teknologi, teknik, dan matematika, sehingga siswa dapat melihat aplikasi di dunia nyata dan meningkatkan keterlibatan dalam pembelajaran. Penelitian ini menyarankan untuk menyelaraskan pendidikan biologi dengan pendekatan STEM, yang dapat diterapkan di semua mata pelajaran sains, membuat pembelajaran lebih bermakna dan meningkatkan minat siswa. STEM dimasukkan dalam SLR ini karena pentingnya STEM dalam pendidikan, karena STEM membantu melibatkan siswa dalam pendidikan sains dan menyediakan kondisi yang mendukung agar minat mereka tumbuh. Tujuan utamanya adalah membuat pendidikan sains dapat diakses oleh semua siswa di abad ke-21, menumbuhkan lingkungan yang mendorong keingintahuan, kreativitas, dan pemikiran kritis.
Development of project-based learning electronic student worksheet integrating Ngawi local wisdom to enhance critical thinking skill and environmental caring attitude Desi Nuzul Agnafia; Qurrotul Anfa
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.20611

Abstract

PISA 2022 results show the low critical thinking skills of Indonesian students. Previous research in Ngawi also confirmed similar problems with students' critical thinking test scores below 70. This study aims to develop a project-based electronic learner worksheet (PjBL ESW) that integrates Ngawi local wisdom. This research was conducted using the development method or R&D (Research and Development) model of Borg and Gall. Based on data analysis of the results of validation by experts, it shows that the developed PjBL ESW obtained excellent criteria. The T-test results show that PjBL ESW can improve critical thinking skills, with a significance level of 0.000, which leads to the rejection of Ho, which means there is a difference in critical thinking skills between the experimental and control classes. The results of the analysis of the environmental care attitude questionnaire showed an n-Gain of 0.3772, which concluded that the application of PjBL ESW in the Merdeka Belajar curriculum was effective in increasing students' environmental care attitudes related to ecology and biodiversity. The results of this study have an impact on education, especially the research object school, students are motivated, enthusiastic, and active in learning so that the goal of improving critical abilities can be achieved in each student. Local wisdom-based learning brings a new atmosphere for students in familiarizing themselves in loving the environment and developing sustainable principles in preserving the environment.Abstrak. Hasil PISA 2022 menunjukkan rendahnya kemampuan berpikir kritis peserta didik Indonesia. Penelitian sebelumnya di Ngawi juga mengonfirmasi masalah serupa dengan skor tes kemampuan berpikir kritis peserta didik di bawah 70. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan lembar kerja peserta didik elektronik berbasis proyek (e-LKPD PjBL) yang mengintegrasikan kearifan lokal Ngawi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pengembangan atau R&D (Penelitian dan Pengembangan) model Borg dan Gall. Berdasarkan analisis data terhadap hasil validasi oleh para ahli menunjukkan bahwa e-LKPD PjBL yang dikembangkan memperoleh kriteria sangat baik. Hasil uji T menunjukkan e-LKPD PjBL dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis, dengan tingkat signifikansi 0,000, yang mengarah pada penolakan Ho, yang berarti ada perbedaan dalam kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil analisis kuesioner sikap peduli lingkungan menunjukkan n-Gain sebesar 0,3772, yang menyimpulkan bahwa penerapan e-LKPD PjBL dalam kurikulum Merdeka Belajar, efektif dalam meningkatkan sikap peduli lingkungan peserta didik terkait ekologi dan keanekaragaman hayati. Hasil penelitian ini membawa dampak bagi pendidikan, khususnya sekolah objek penelitian, peserta didik termotivasi, antusias, dan aktif dalam pembelajaran sehingga tujuan dalam meningkatkan kemampuan kritis dapat tercapai pada setiap peserta didik. Pembelajaran berbasis kearifan lokal membawa suasana baru bagi peserta didik dalam membiasakan diri dalam mencintai lingkungan dan mengembangkan prinsip berkelanjutan dalam melestarikan lingkungan.
Ethnobotany of postnatal herbal medicine of the Malay community of Ketapang as a source of culture-based biology learning Siti Kurnia Wulan; Anandita Eka Setiadi; Ari Sunandar
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.21182

Abstract

Along with the development of health services and the use of modern medicine led to the loss of knowledge of medicinal plants for postnatal herbs. The purpose of this study was to determine the kinds of herbal medicine, plants used by the Ketapang Malay Community in Natai Kuini village, and the ethnobotanical potential of postnatal herbal medicine plants as a learning resource. This research uses an exploratory descriptive method with a qualitative approach where researchers divide the 2 stages of research from plant data collection and postnatal herbs by interview and observation. The interview used snowball sampling technique. Further data collection is in the form of questionnaire results of potential learning resources. The results of the study found 27 spesies of plants and 15 types of postnatal herbs. Potential learning resources aspects of the clarity of potential 95.31%. Aspects of target clarity 97.92%, suitability of objectives 97.92%, feasibility of exploration guidelines 97.92%, clarity of information revealed score 90.63%, clarity of expected results 90.63% and interpretation of ‘very good’ with an average presentation of 95.06%. This research has a scientific impact on education by providing new insights into the ethnobotanical potential of postpartum herbal plants as an effective learning resource, especially in the context of biodiversity and classification of living things for Class X students.Abstrak. Seiring dengan berkembangnya pelayanan kesehatan dan penggunaan obat  modern menyebabkan hilangnya pengetahuan terhadap tumbuhan obat untuk jamu pasca melahirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui macam-macam jamu, tumbuhan  yang digunakan Masyarakat Melayu Ketapang didesa Natai Kuini, dan potensi etnobotani tumbuhan jamu pasca melahirkan sebagai sumber belajar. Penelitian ini mengunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan kualitatif dimana peneliti membagi 2 tahap penelitian dari pengambilan data tumbuhan dan jamu pasca melahirkan dengan wawancara dan observasi. Wawancara menggunakan teknik snowball sampling. Pengambilan data selanjutnya berupa hasil angket potensi sumber belajar. Hasil penelitian ditemukan 27 jenis tumbuhan dan 15 jenis jamu pasca melahirkan. Potensi sumber belajar aspek dari kejelasan potensi  95.31%. Aspek kejelasan sasaran 97.92%, kesesuain tujuan 97.92%, kelayakan pedoman eksplorasi 97.92%, kejelasan informasi yang diungkap skor 90.63%, kejelasan hasil yang diharapkan 90.63% dan interpretasi "sangat baik" dengan rata-rata presentasi 82,08%. Penelitian ini memiliki dampak ilmiah pada pendidikan dengan memberikan wawasan baru tentang potensi etnobotani tanaman herbal pascapersalinan sebagai sumber belajar yang efektif, terutama dalam konteks keanekaragaman hayati dan klasifikasi makhluk hidup untuk siswa Kelas X.
Citizen science project (CSP) learning model as innovation learning in improving 21st century skills Adnan Adnan; Sitti Saenab; Rahmatullah Rahmatullah; Rifka Almunawarah; Sahla Sahira; Maghfirah Alma Aulia; Hikmah Nurul Jannah
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.20799

Abstract

Learning models that are in line with the challenges of the 21st century, namely involving students to think critically, creatively, and be able to communicate and collaborate are very important to develop. One of the learning models that support this is the Citizen Science Project (CSP) model. This research uses the development method with the ADDIE approach, which consists of the analysis stage, design stage, development stage, implementation stage, and evaluation stage. The CSP learning model consists of syntax, reaction principles, social systems, support systems, and instructional and accompanying impacts. The focus of this research is up to the implementation stage, which involves analysing the validation of the CSP model as well as the practicality test by teachers and learners. The instruments used in the study included a validation questionnaire for two expert validators, as well as a practicality questionnaire for 2 teachers and 34 learners. The data were analysed based on the feasibility of the CSP model, as assessed by the validators, as well as practicality from the perspective of teachers and learners. The validation results showed an average score of 4.38 out of 5, which falls into the valid category. Practicality assessment by learners resulted in a score of 83.2 which is included in the very practical category, while teachers gave a score of 84.8 which is also included in the very valid category. Based on these results, it can be concluded that the CSP learning model is valid and very practical to be applied to support 21st century learning in improving 4C skills.Abstrak. Model pembelajaran yang selaras dengan tantangan abad ke-21, yaitu melibatkan siswa untuk berpikir kritis, kreatif, serta mampu berkomunikasi dan berkolaborasi, sangat penting untuk dikembangkan. Salah satu model pembelajaran yang mendukung hal ini adalah model Citizen Science Project (CSP). Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan pendekatan ADDIE, yang terdiri dari tahap analisis, tahap desain, tahap pengembangan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Model pembelajaran CSP terdiri atas sintaks, prinsip reaksi, sistem sosial, sistem pendukung, serta dampak instruksional dan dampak penyerta. Fokus penelitian ini hingga tahap implementasi, yang melibatkan analisis validasi model CSP serta uji kepraktisan oleh guru dan peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup kuesioner validasi untuk dua validator ahli, serta kuesioner kepraktisan untuk dua guru dan 34 peserta didik. Data dianalisis berdasarkan kelayakan model CSP yang dinilai oleh validator, serta kepraktisannya dari perspektif guru dan peserta didik. Hasil validasi menunjukkan skor rata-rata 4,38 dari 5, yang termasuk dalam kategori valid. Penilaian kepraktisan oleh peserta didik menghasilkan skor 83,2, yang termasuk dalam kategori sangat praktis, sedangkan guru memberikan skor 84,8, yang juga termasuk dalam kategori sangat valid. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CSP valid dan sangat praktis untuk diterapkan guna mendukung pembelajaran abad ke-21 dalam meningkatkan keterampilan 4C.
The improvement of science process skills in prospective biology teacher students through the implementation of feedback Kasman Arifin; Nurrijal Nurrijal; Jahidin Jahidin; Asmawati Munir; Suriana Gende Ede
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.20049

Abstract

Science process skills (SPS) is a fundamental aspect in science education that enables prospective biology teachers to think critically, analyse data, and develop investigative skills. However, previous studies show that the mastery of SPS among prospective student teachers is still relatively low, so efforts are needed to improve it through appropriate learning strategies. This study seeks to improve the SPS of future Biology educators by integrating laboratory activities, especially focusing on providing feedback. This study used a quasi-experimental design, 84 students were divided into control and experimental groups for comparison. The results of data analysis revealed substantial improvements in students' SPS, especially in formulating titles, hypotheses, and inference through the implementation of feedback. Despite these improvements, there was variability in skill improvement among students. Results showed that the majority of students in the experimental group achieved a moderate level of improvement in SPS, while approximately 50% of students in the control group achieved the same level. However, it should be noted that 16.62% of students in the experimental group and 50% of students in the control group still showed low-level improvement. Future research is recommended to develop innovative learning methods, such as project-based learning and interactive technology, to optimally improve skills. Longitudinal analysis is also needed to understand the long-term impact. The findings confirm the importance of evaluating and strengthening teaching by integrating SPS in the curriculum as well as targeted teacher training. The implications include improving the quality of science education, graduate competitiveness and developing more competent science teachers.Abstrak. Keterampilan Proses Sains (KPS) merupakan aspek fundamental dalam pendidikan sains yang memungkinkan mahasiswa calon guru biologi untuk berpikir kritis, menganalisis data, dan mengembangkan keterampilan investigatif. Namun, studi sebelumnya menunjukkan bahwa penguasaan KPS di kalangan mahasiswa calon guru masih tergolong rendah, sehingga diperlukan upaya peningkatan melalui strategi pembelajaran yang tepat. Studi ini berupaya meningkatkan KPS pendidik Biologi masa depan dengan mengintegrasikan kegiatan laboratorium, terutama berfokus pada pemberian umpan balik. Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental, 84 siswa dibagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan untuk perbandingan. Hasil analisis data mengungkapkan peningkatan KPS siswa yang substansial, terutama dalam merumuskan judul, hipotesis, dan penarikan kesimpulan melalui implementasi umpan balik. Terlepas dari peningkatan ini, ada variabilitas dalam peningkatan keterampilan di antara siswa. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas siswa dalam kelompok perlakuan mencapai peningkatan KPS tingkat sedang, sementara sekitar 50% siswa dalam kelompok kontrol mencapai tingkat yang sama. Namun, perlu dicatat bahwa 16,62% siswa dalam kelompok perlakuan dan 50% siswa dalam kelompok kontrol masih menunjukkan peningkatan tingkat rendah. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan metode pembelajaran inovatif, seperti pembelajaran berbasis proyek dan teknologi interaktif, untuk meningkatkan keterampilan secara optimal. Analisis longitudinal juga diperlukan untuk memahami dampak jangka panjang. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi dan penguatan pengajaran dengan mengintegrasikan KPS dalam kurikulum serta pelatihan guru yang terarah. Implikasinya mencakup peningkatan kualitas pendidikan sains, daya saing lulusan, dan pengembangan guru sains yang lebih kompeten.
The effect of different types of infographics on students' learning motivation in learning biology Nur Alamsyah; Adnan Adnan; Muhiddin Palennari
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.21589

Abstract

Students' success in achieving learning success is strongly influenced by learning motivation. This motivation can arouse students' interest, curiosity and enjoyment of learning materials. The main problem in learning biology related to motivation is using monotonous and less innovative media that makes students less motivated and the learning process less effective. Therefore, learning media is needed to increase students' motivation to learn. This study aimed to analyze the effect of static, animated and interactive infographics on the biology learning motivation of class XI SMA Negeri 3 Takalar students on the material of the circulatory system. The research design used was a true experiment with a pretest-posttest control group research design. The number of samples in this study was 144 students, consisting of four classes. The study's results with hypothesis testing using the ANCOVA test showed a significant effect of static, animated, and interactive infographics on students' biology learning motivation with a significance value of p <0.05. LSD's further test results show that the three types of infographics have the same effect and are different from handouts as a control. The results of this study produced visual, audio-visual and interactive-based learning media. This research makes a significant contribution to the field of education, especially in learning biology, by providing an understanding of the use of technology and learning media in the form of visualization of learning materials that affect student learning motivation.Abstrak. Keberhasilan peserta didik dalam mencapai keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh motivasi belajar. Motivasi ini dapat membangkitkan minat, keingintahuan, dan rasa senang peserta didik terhadap materi pembelajaran. Permasalahan utama dalam pembelajaran biologi yang berkaitan dengan motivasi adalah penggunaan media yang monoton dan kurang inovatif, sehingga membuat peserta didik kurang termotivasi dan proses pembelajaran menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran infografis statis, animasi, dan interaktif terhadap motivasi belajar biologi peserta didik kelas XI SMA Negeri 3 Takalar pada materi sistem peredaran darah. Desain penelitian yang digunakan adalah true experiment dengan desain penelitian pretest-posttest control group. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 144 peserta didik yang terdiri dari empat kelas. Hasil penelitian dengan uji hipotesis menggunakan uji ANCOVA menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan infografis statis, animasi, dan interaktif terhadap motivasi belajar biologi peserta didik dengan nilai signifikansi p<0,05. Hasil uji lanjut LSD menunjukkan bahwa ketiga jenis infografis tersebut memiliki pengaruh yang sama dan berbeda dengan handout sebagai kontrol. Hasil penelitian ini menghasilkan media pembelajaran berbasis visual, audio-visual, dan interaktif. Penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang pendidikan khususnya dalam pembelajaran biologi, dengan memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi dan media pembelajaran berupa visualisasi materi pembelajaran yang berpengaruh terhadap motivasi belajar peserta didik.
Parallel curriculum model: An evaluation on students’ academic achievement and motivation in profession of education course Wiwit Artika; Dewi Andayani; Maulida Maulida; Hendra Yulisman
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.20920

Abstract

A suitable teaching model and strategy are essential to enhance student motivation and learning in the classroom, following the semester program evaluation meeting results in the biology education department for the 2023/2024 academic year. The Parallel Curriculum Model (PCM) is a curriculum framework designed to provide appropriately challenging and differentiated learning experiences that increase intellectual engagement. This experimental design study explores PCM’s impact on student learning outcomes, identifies the PCM parallel group with the highest achievement, and assesses its effect on student motivation. The participants included 78 students enrolled in the Profession of Education course. Academic avhievement was evaluated through case analysis-based pre- and post-test essays, analyzed using t-tests, while motivation was measured with the ARCS motivation model, then categorized by levels. Findings reveal that PCM positively influenced student performance, and motivation levels were high. This suggests that using PCM as a teaching strategy can be an effective alternative to enhance students’ academic success. Moreover, incorporating ARCS motivation principles into curriculum design can contribute to more dynamic learning environments and improved academic results.Abstrak. Model dan strategi pengajaran yang tepat sangat penting untuk meningkatkan motivasi dan pembelajaran siswa di kelas, sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi program semester di departemen pendidikan biologi tahun akademik 2023/2024. Parallel Curriculum Model (PCM) adalah kerangka kurikulum yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menantang dan terdiferensiasi secara tepat, yang dapat meningkatkan keterlibatan intelektual siswa. Penelitian dengan desain eksperimen ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak PCM terhadap hasil belajar siswa, mengidentifikasi kelompok paralel PCM dengan pencapaian tertinggi, serta menilai pengaruhnya terhadap motivasi siswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah 78 mahasiswa yang terdaftar dalam mata kuliah Profesi Pendidikan. Pencapaian akademik dievaluasi melalui esai pre-test dan post-test berbasis analisis kasus, yang kemudian dianalisis dengan uji t, sementara motivasi diukur dengan model motivasi ARCS dan dikategorikan berdasarkan tingkatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PCM memiliki pengaruh positif terhadap kinerja akademik siswa, dan tingkat motivasi siswa berada pada kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan PCM sebagai strategi pengajaran dapat menjadi alternatif efektif untuk meningkatkan prestasi akademik siswa. Selain itu, penerapan prinsip-prinsip motivasi ARCS dalam desain kurikulum dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan meningkatkan hasil akademik.
Systematic literature review: STEM integrated biology learning based on 21st century learning models Devi Mayuko Saragih; Slamet Suyanto; Nasrianus Sera; Sarah Rapma Kristina Sitanggang
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 7, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v7i1.21061

Abstract

Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) is an integrated approach in the 21st century that aims to develop learners' soft skills and form human resources through 4C skills, namely critical thinking, creative, innovative, communicative and collaborative where the learning process is based on real-life problems. The STEM approach combined with the 21st century learning model can help students in optimising learning outcomes and forming character as human resources with 4C skills. This study aims to examine STEM-integrated biology learning in Problem-Based Learning (PBL) and Project-Based Learning (PjBL) learning models and provide an overview of education in the STEM approach over the past decade at all levels of education in Indonesia. This research used a systematic literature review (SLR) method adapted from the PRISMA model. The results of this study reveal some interesting facts and findings related to the STEM approach in PBL and PjBL models, that student skills and learning outcomes also affect the approach, model and learning media used in biology learning. STEM integration is able to overcome problems in learning biology through scientific phenomena and real-world applications that support the learning process. This research suggests developing and deepening findings in the field of STEM biology in order to achieve optimal, quality and relevant learning outcomes by harmonising the demands of future scientific and technological developments.Abstrak. Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) merupakan pendekatan terintegrasi di abad 21 yang bertujuan untuk mengembangkan soft skill peserta didik dan membentuk sumber daya manusia melalui kecakapan 4C yaitu berpikir kritis, kreatif, inovatif, komunikatif dan, kolaboratif dimana proses pembelajarannya berbasis masalah dalam kehidupan nyata. Pendekatan STEM yang dipadukan dengan model pembelajaran abad 21 dapat membantu peserta didik dalam mengoptimalisasi hasil belajar dan membentuk karakter sebagai sumber daya manusia dengan kecakapan 4C. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembelajaran biologi terintegrasi STEM dalam model pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) dan Project-Based Learning (PjBL) serta memberikan gambaran pendidikan dalam pendekatan STEM selama satu dekade terakhir pada semua jenjang pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis (SLR) yang diadaptasi dari model PRISMA. Hasil kajian ini mengungkapkan beberapa fakta dan temuan menarik terkait pendekatan STEM dalam model PBL dan PjBL, bahwa keterampilan dan hasil belajar siswa turut berpengaruh pada pendekatan, model hingga media pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran biologi. Integrasi STEM mampu mengatasi permasalahan dalam pembelajaran biologi melalui fenomena ilmiah dan aplikasi dunia nyata yang menunjang proses pembelajaran. Penelitian ini menyarankan untuk mengembangkan dan memperdalam temuan di bidang biologi STEM agar tercapainya hasil belajar yang optimal, berkualitas dan relevan dengan menyelaraskan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan datang.

Page 1 of 2 | Total Record : 15