cover
Contact Name
Muhammad Subchan
Contact Email
-
Phone
+6285266237892
Journal Mail Official
daurling.unbari@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Teknik, Universitas Batanghari Jambi Jl. Slamet Ryadi, Broni-Jambi, Kodepos: 36122
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Jurnal Daur Lingkungan
ISSN : -     EISSN : 26151626     DOI : http://dx.doi.org/10.33087/daurling
Core Subject : Engineering,
Jurnal Daur Lingkungan is a scientific journal published regularly twice a year in February and August by Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Batanghari (Department of Environmental Engineering, Univesity of Batanghari). Jurnal Daur Lingkungan is published media for research results of environmental engineering field focusing on environmental management and pollution controll such as latest idea, concept and technology. These results are published in such an original scientific articel and a review. Submitted manuscript must be original, no plagiat and unpublished. Manuscript is submitted online via Open Journal System (OJS), must follow author guideline and writting template. All submission will be blind reviewed by qualified reviewers in their field.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2025): February" : 2 Documents clear
PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH MENJADI KOMPOS UNTUK RUANG TERBUKA HIJAU Adnan, Dede Oktavia; Saragih, Guntar Marolop; Auzana, Asih
Jurnal Daur Lingkungan Vol 8, No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v8i1.329

Abstract

ABSTRAKPembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) membutuhkan batubara sebagai sumber energi. Dalam operasinya PLTU menghasilkan berbagai limbah, abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash), disingkat FABA dari sisa pembakaran dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi kompos dari campuran FABA dengan sampah organik dan menganalisis tingkat potensi kompos dalam memperkaya Ruang Tebuka Hijau (RTH) dengan nutrisi tanaman. Penelitian ini menerapkan 3 perlakuan material campuran yaitu 75 %, 50%, dan 25 %  sampah sisa makanan aktivitas kantin PLTU lokasi penelitian dicampur secara berturut-turut dengan FABA 75 %, 50% dan 25 %. Data yang di analisis adalah  kandungan  kompos, kandungan komposisi tanah RTH sebelum di aplikasikan kompos dan kandungan komposisi tanah RTH setelah di aplikasikan kompos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi lebih baik diantara 3 perlakuan tersebut adalah perlakuan 3 yaitu 75 % sampah organik  dan 25% FABA  mendekati baku mutu kompos dan kompos yang dihasilkan memiliki potensi dalam memperkaya RTH dalam hal C dan N organik, walaupun tingkat potensinya kurang memenuhi standar kualitas kompos.Kata kunci : Fly ash dan bottom ash (FABA); Ruang terbuka hijau (RTH), Sampah organikABSTRACTSteam Power Plants (PLTU) require coal as an energy source. In its operation, the coal-fired power plant produces various types of waste, one of which is fly ash and bottom ash from the combustion residue. This research aims to analyze the effective composition of compost from a mixture of FABA with organic waste and to assess the potential of compost in enriching green open spaces (RTH). The study applies three treatment levels of mixed materials, namely 75%, 50%, and 25% of food waste from canteen activities mixed with respectively 75%, 50%, and 25% FABA. The data analyzed includes the compost content, the composition of RTH soil before and after the application of compost. The results indicate that the most effective composition is in treatment 3, which consists of 75% organic waste and 25% FABA, and the resulting compost has potential for enriching RTH with C and N, although its potential level does not fully meet compost quality standards.Keywords : Fly ash and bottom ash (FABA);  Organic waste
PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK PASAR UNTUK BAHAN BAKU PELLET SECARA PRETREATMENT Marcellyn, Aprillya; Saragih, Guntar Marolop; Sugihartono, M
Jurnal Daur Lingkungan Vol 8, No 1 (2025): February
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v8i1.330

Abstract

ABSTRAKPellet terbuat dari campuran bahan-bahan yang dicetak berbentuk batangan kecil atau bulatan kecil dengan variasi ukuran tertentu sesuai kebutuhan. Ikan lele adalah ikan air tawar yang dapat dibudidayakan dengan pakan pellet. Sampah organik menjadi permasalahan lingkungan tapi berpotensi sebagai bahan baku pellet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui volume limbah pasar yang berpotensi menjadi bahan baku pellet ikan, karakteristik pellet ikan yang dihasilkan, dan kualitas air yang layak untuk budidaya ikan lele. Limbah pasar berasal dari Pasar Rakyat Aurduri yang memiliki 10 lapak ikan dan 65 lapak sayur. Penelitian mendapatkan bahwa volume timbulan sampah Pasar Rakyat Aurduri adalah 40 kg sampah organik hewani sebagai limbah ikan yang dihasilkan dari 2 lapak dan 30 kg sampah organik nabati dari limbah sayur yang dihasilkan dari 5 lapak. Berat sampah yang diolah menjadi bahan baku pellet sebesar 18 kg limbah ikan dan 9 kg limbah sayur untuk tiga variasi campuran bahan. Penelitian mencobakan pellet pakan ikan dengan 3 (tiga) variasi yaitu A (5 kg limbah ikan+4 kg limbah sayur+1 kg bahan lainnya), B (6 kg limbah ikan+4 kg limbah sayur+1 kg bahan lainnya), dan C (7 kg limbah ikan+3 kg limbah sayur+1 kg bahan lainnya), dan variasi D adalah pakan komersial. Kualitas pakan buatan dinilai dari kadar protein, dengan  kandungan protein terbaik pada perlakuan C (20 %) dan A (21%). Pellet ini diberikan pada ikan selama 30 hari dan pertumbuhan ikan lele diamati dari aspek PBM, PPM, FCR, dan SR. Perlakuan C menunjukkan hasil terbaik dengan bobot total ikan lele 7 kg (tertinggi). Parameter kualitas air menunjukkan suhu berkisar antara 32,4-32,6 oC, pH 6,54 – 6,59, DO 4,0-7,8 mg/l, CO2 0,03 – 1,95 mg/l dan NH3 0-2 mg/l. Tingginya nilai DO dan NH3 diakibatkan oleh adanya endapan pakan yang ada pada media.Kata kunci : Ikan Lele, Limbah Organik, Pellet.ABSTRACTPellets are an animal feed made from several types of ingredients mixed together to resemble dough, which is then molded into a shape similar to a stick or small circle with certain size variations according to needs. Catfish is a freshwater fish that is widely cultivated and feed with pellets. This research aims to determine the volume of waste that is potential to produce fish pellet, its characteritics, and suitable water quality for cultivating catfish. This study shows that Aur Duri Traditional Market has 10 stalls selling fishes and 65 stalls selling vegetables. The volume of waste generated by the market is 40 kg of fish waste produced from 2 stalls out of 10 stalls and 30 kg of vegetable waste produced from 5 stalls out of 65 stalls. Of which, 18 kg of fish waste and 9 kg of vegetable waste is used to produce 3 variations of pellet. The three variations are A (5 kg fish waste+4 kg vergetable waste+1 kg other materials), B (6 kg fish waste+3 kg vergetable waste+1 kg other materials), dan C (7 kg fish waste+2 kg vergetable waste+1 kg other materials), and variation D as commercial pellet. The quality of produced pellets are  sufficient in protein at variation C (20 %) and A (21%). Application of pellet to cat fish for 30 days shows that the cat fish grows well based on Absolute Weight Increment, Absolute Length Increment, Feed Conversion Rasio, and Survival Rate.Pellet on C variation shows the best growth with 7 kg weght. Water Quality shows that temperature of 32,4-32,6 oC, pH of 6,54 – 6,59, DO of 4,0-7,8 mg/l, CO2 of 0,03 – 1,95 mg/l and NH3 of 0-2 mg/l. The high DO and NH3 is caused by the residue of pellet in the media.Keywords :    Catfish, Organic Waste, Pellets.

Page 1 of 1 | Total Record : 2