cover
Contact Name
Andi Mushawwir
Contact Email
mushawwir@unpad.ac.id
Phone
+6281211211811
Journal Mail Official
jnttip.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan
ISSN : -     EISSN : 27157636     DOI : https://doi.org/10.24198/jnttip
Jurnal NTTIP merupakan jurnal ilmiah, mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan riview berkaitan dengan ilmu nutrisi ternak tropis dan teknologi pakan. Meliputi seluruh aspek kimia, biokimia dan fisiologi sebagai dampak pemberian pakan, bioteknologi pakan dan hijauan bahan pakan, serta teknologi manufaktur pengolahan pakan, dalam lingkup kajian di daerah tropis.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
Review: Penanganan Pengeringan dan Pergudangan Bahan Baku Jagung untuk Pakan Unggas Tissiana Irca Nabila
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i1.37575

Abstract

Artikel ini dibuat untuk membahas produksi jagung di Indonesia. Indonesia diketahui masih sering impor jagung untuk memenuhi kebutuhannya. Padahal, berdasar data tahun 2020 oleh Kementan RI menyatakan bahwa angka produksi jagung sudah memenuhi kebutuhan. Namun, banyak industri pakan yang masih mengimpor bahan baku jagung dari luar karena produksi jagung lokal belum memenuhi standar kualitas. Hal ini disebabkan oleh beberapa masalah, seperti proses pengeringan dan metode penyimpanan yang kurang baik. Proses pengeringan yang baik akan mengeringkan jagung hingga kadar airnya 14%. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat alat pengering sederhana untuk mengeringkan jagung pada musim penghujan. Kemudian, metode penyimpanan yang baik dapat dilakukan dengan pembuatan silo untuk mencegah kerusakan bahan baku sehingga jagung kering yang disimpan akan lebih awet. Pada peternak mandiri juga dapat diadakan program pembentukan silo pada sentra produksi jagung untuk bersama.
PENGARUH PEMBERIAN GIBERELIN (GA3) PADA BENIH TANAMAN PAKAN HIJAUAN Corchorus aestuans TERHADAP WAKTU BERKECAMBAH DAN JUMLAH KECAMBAH PADA KULTUR JARINGAN NELVIN Nelvin
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i1.39899

Abstract

Tanaman Corchorus aestuans merupakan tanaman pakan dan memiliki kandungan anti-inflamasi yang berfungsi sebagai obat alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh giberelin terhadap waktu berkecambah dan jumlah kecambah pada tanaman Corchorus aestuans menggunakan metode kultur jaringan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-April 2022. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu P0 = kontrol (tanpa pemberian giberelin), P1 = 100 ppm, P2 = 200 ppm, P3 = 300 ppm, P4 = 400 ppm. Setiap perlakuan diulang 4 kali yang menghasilkan 20 unit percobaan. Data hasil penelitian diolah menggunakan analisis sidik ragam dan menggunakan uji lanjut jarak berganda Duncan sebagai uji lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian giberelin (GA3) berpengaruh nyata pada waktu berkecambah dengan waktu tercepat mulai terbentuk kecambah 8 HST pada perlakuan 300 ppm, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah kecambah.
Pengaruh Lama Fermentasi pada Penggunaan Dedak Fermentasi terhadap Kandungan Lignin dan Selulosa Silase Tebon Jagung SUKMA ACHLAN SAHID; BUDI AYUNINGSIH; IMAN HERNAMAN
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i1.38967

Abstract

Silase adalah teknik pengawetan pakan melalui proses ensilase. Kualitas silase tergantung pada kecepatan proses fermentasi untuk membentuk asam laktat. Pembuatan silase membutuhkan bahan tambahan (aditif) untuk mempercepat proses ensilase. Bahan aditif yang dapat digunakan yaitu dedak fermentasi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi pada penggunaan dedak fermentasi terhadap kandungan lignin dan selulosa silase tebon jagung. Penelitian dilaksanakan pada 03 Februari 2021–19 Maret 2021 di Cowla Farm, Dusun Gembor, Desa Cikembulan, Kecamatan Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, dan di Laboratorium Nutrisi Ruminansia dan Kimia Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Sumedang. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3 perlakuan dan 7 ulangan. Perlakuan terdiri atas lama fermentasi 7 hari, 14 hari, dan 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh terhadap kandungan lignin dan selulosa silase tebon jagung. Lama fermentasi optimal yang menghasilkan kandungan lignin terendah (7,55%) dan selulosa terendah (23,07%) yaitu 21 hari.
PENGARUH PEMBERIAN RANSUM MENGANDUNG TEPUNG KEONG MAS (Pomacea canaliculata L.) DIPROTEKSI BERBAGAI LEVEL TANIN TERHADAP KECERNAAN SERAT KASAR DAN ENERGI RANSUM DOMBA LOKAL JANTAN Novan Dwi Sagito; Rahmat Hidayat; Ujang Hidayat Tanuwiria
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i1.38886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung Keong Mas yang diproteksi berbagai level tanin terhadap kecernaan serat kasar dan energi tercerna dalam ransum domba lokal jantan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuannya yaitu P0 = 60% Rumput Gajah + 40% konsentrat, P1 = 60% Rumput Gajah + 37,5% konsentrat + 2,5% tepung Keong Mas, P2 =  60% Rumput Gajah + 37,5% konsentrat + 2,5% tepung Keong Mas tanin (1,5%), P3 = 60% Rumput Gajah + 37,5% konsentrat + 2,5% tepung Keong Mas terproteksi tanin ( 3%) dan P4 =  60% Rumput Gajah + 37,5% konsentrat + 2,5% tepung Keong Mas tanin (4,5%).  Data yang diperoleh diuji dengan  kontras ortogonal untuk mengetahui respon percobaan terhadap perlakuan yang diberikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung Keong Mas yang diproteksi tanin sampai level 4,5% ke dalam ransum tidak berpanguh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar dan energi tercerna domba lokal jantan
REVIEW : POTENSI KULIT SINGKONG SEBAGAI PAKAN TERNAK AYAM BROILER LENI NURLAENI
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis dan Ilmu Pakan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Unpad Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnttip.v4i1.37649

Abstract

Unggas merupakan salah satu pangan utama yang banyak dikonsumsi di Indonesia khususnya ayam pedaging (broiler). Meningkatnya permintaan akan daging ayam, maka ketersedian bahan pakan harus tercukupi. Pilihan alternatif untuk menutupi kekurangan bahan pakan ayam broiler dengan memanfaatkan limbah pertanian yaitu kulit singkong. Kulit singkong merupakan limbah kupasan hasil pengolahan gaplek, tapioka, tape, dan panganan berbahan dasar singkong lainnya. Potensi ketersedian kulit singkong di Indonesia sangat melimpah. Kendala yang terdapat pada kulit singkong adalah kandungan nutrisi yang rendah dan keberadaan racun sianida (HCN). Namun, dapat ditanggulangi dengan teknologi fermentasi. Hasil beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk fermentasi kulit singkong pada tingkat penggunaan 10% dapat digunakan pada ayam pedaging. Kata Kunci : Kulit singkong; Fermentasi; Ayam broiler

Page 1 of 1 | Total Record : 5