cover
Contact Name
Triwiyanto
Contact Email
triwiyanto123@gmail.com
Phone
+628155126883
Journal Mail Official
editorial.teknokes@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pucang Jajar Timur No. 10
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknokes
ISSN : 19077904     EISSN : 24078964     DOI : https://doi.org/10.35882/teknokes
The JURNAL TEKNOKES is a peer-reviewed periodical scientific journal aimed at publishing research results of the medical engineering areas. The Journal is published by the Department of Medical Electronics Technology, Health Polytechnic of Surabaya, Ministry of Health Indonesia. The role of the Journal is to facilitate contacts between research centers and the industry. The aspiration of the Editors is to publish high-quality scientific professional papers presenting works of significant scientific teams, experienced and well-established authors as well as postgraduate students and beginning researchers. All articles are subject to anonymous review processes by at least two independent expert reviewers prior to publishing on the Jurnal Teknokes website. This journal focuses on the development of the: (1) Medical Electronics Technology and Biomedical Engineering; (2) Medical Laboratory Technology; (3) Environmental Health, Engineering and Technology; (4) Health Information System and Technology.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 1 (2020): April" : 7 Documents clear
Pengembangan Pusat Pemantauan Central SpO2 untuk Ruang Neonate denga Sistem Wireless Mirza Fissabila; Priyambada Cahya Nugraha; Muhammad Ridha Mak'ruf
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monitoring status kesehatan bayi merupakan hal yang sangat penting khususnya pada bayi yang lahir secara prematur. Pemantauan kadar saturasi oksigen pada bayi baru lahir dapat membantu mendeteksi dini kelainan-kelainan bawaan pada bayi tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat dan mendisain sebuah alat yang dapat digunakan untuk melakukan pemantauan kondisi nilai Saturasi Oksigen (SpO2) beberapa pasien sekaligus secara kontinyu dengan jarak yg cukup jauh sehingga tenaga medis tidak perlu mendatangi satu persatu baby incubator secara berkala untuk melakukan pemantauan kadar nilai Saturasi Oksigen (SpO2) pasien di dalam baby incubator. Dimana pada pembahasan penelitian kali ini akan membuat 2 modul alat monitoring yang dapat digunakan untuk memantau 2 bayi prematur pada baby incubator secara bersamaan menggunakan 2 sensor berbeda, yaitu pada modul 1 akan menggunakan sensor Fingertip Neonatal dan pada modul 2 akan menggunakan sensor Max 30100. Alat ini akan menampilkan nilai dan sinyal saturasi oksigen (SpO2) pada sebuah PC secara bersamaan. Pemantauan pada alat ini dilakukan secara wireless menggunakan modul Bluetooth HC-05. Berdasarkan dari hasil pengujian dan pengukuran modul yang telah di buat, pada 5 pasien berbeda dengan menggunakan pembanding pulse oxymeter pada sensor Max 30100 didapatkan nilai selisih sebesar 1% pada masing-masing hasil pasien, pada sensor fingertip neonatal juga didapatkan nilai selisih 1% pada masing-masing pasien. Pada pengujian jarak, alat ini mampu memantau kondisi 2 pasien secara bersamaan dengan jarak maksimal 3,5 meter. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada sistem pemantauan pada ruang NICU untuk membantu mengurangi beban kerja tenaga medis dan untuk meningkatkan efektifitas pelayanan Rumah Sakit. Monitoring the health status of babies is very important, especially for babies born prematurely. Monitoring oxygen saturation levels in newborns can help detect early congenital abnormalities in these babies. The purpose of this study is to create and design a tool that can be used to monitor the condition of Oxygen Saturation (SpO2) values ​​of several patients at once continuously with a great distance so that medical staff do not need to go one by one baby incubators periodically to monitor levels Oxygen Saturation (SpO2) value of the patient in the baby incubator. Where in the discussion of this study will make 2 monitoring tool modules that can be used to monitor 2 premature babies in a baby incubator simultaneously using 2 different sensors, namely in module 1 will use the Neonatal Fingertip sensor and in module 2 will use the Max 30100 sensor. it displays the value and oxygen saturation signal (SpO2) on a PC simultaneously. Monitoring on this device is carried out wirelessly using the Bluetooth module HC-05. Based on the test results and module measurements that have been made, in 5 different patients using a pulse oxymeter comparator on the Max 30100 sensor a difference of 1% was obtained in each patient's result, in the neonatal fingertip sensor also obtained a difference of 1% in each - each patient. In distance testing, this tool is able to monitor the condition of 2 patients simultaneously with a maximum distance of 3.5 meters. The results of this study can be implemented in a monitoring system in the NICU room to help reduce the workload of medical personnel and to improve the effectiveness of hospital services.
Unit Electrosurgery dengan Mode Bipolar Muhammad Adam Yazid Zinedine; Tri Bowo Indrato; Lamidi Lamidi
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehilangan banyak darah saat dilakukannya tindakan pembedahan dengan menggunakan pisau bedah konvensional merupakan hal yang sangat dihindari. Tujuan dari penelitian ini yaitu menggantikan pisau bedah konvensional dengan alat yang memanfaatkan frekuensi tinggi yang diatur duty cycle-nya kemudian dipusatkan pada satu titik. Peneliti memanfaatkan efek panas yang dihasilkan oleh frekuensi tinggi yang dipusatkan pada satu titik sehingga dapat digunakan untuk proses tindakan pembedahan dan pemotongan (cutting) pada jaringan tubuh sehingga dapat meminimalisir terjadinya kehilangan banyak darah. Peneliti memanfaatkan frekuensi tinggi sebesar 350 KHz yang diatur dengan duty cycle sebesar 100% on serta dilengkapi dengan 3 tingkatan pemilihan daya dan menggunakan forceps sebagai media untuk memusatkan frekuensi tinggi pada satu titik. Rancangan modul terdiri dari pembangkit frekuensi 350 KHz, rangkaian pengatur pulsa untuk mengatur duty cycle, rangkaian pengatur daya sebagai setting daya, rangkaian driver untuk menggabungkan frekuensi dengan daya yang disetting sehingga didapatkan output yang berbeda sesuai dengan setting, dan rangkaian inverter untuk menaikkan tegangan. Pada penelitian ini, setelah dilakukan pengukuran menggunakan osiloscope pada rangkaian driver, didapatkan output amplitudo rata-rata pada setiap setting low, medium, dan high sebesar 14 Vpp, 19.5 Vpp, dan 22.5 Vpp.
Kalibrator Suhu dengan Thermocouple Dilengkapi dengan Tampilan Grafik Olivia Ratna Yunita; Dyah Titisari; Torib Hamzah
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sterilisator yang sering dioperasikan maupun pada penggunaan sterilisator yang tidak sesuai dengan prosedur dikhawatirkan akan menyebabkan penurunan kinerja alat yang nantinya akan berpengaruh dalam pendistribusian suhu dan menyebabkan gangguan siklus suhu saat proses sterilisasi berlangsung. Untuk itu perlu dilakukan pemantauan proses sterilisasi dengan dilakukan kalibrasi suhu menggunakan thermocouple. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan alat kalibrator suhu dilengkapi tampilan grafik secara realtime pada komputer untuk memudahkan pemantauan siklus suhu. Kontribusi penelitian ini adalah saat dilakukan pengukuran suhu dengan sensor thermocouple sistem dapat melakukan plotting data pembacaan secara reatime dalam bentuk grafik. Agar dapat mengetahui keseragaman pendistribusian suhu sensor thermocouple diletakkan pada titik yang ditentukan dan dilakukan pemantauan secara grafik pada komputer untuk memantau siklus suhu secara realtime. Alat yang peneliti buat menggunakan sensor thermocouple tipe-K untuk membaca suhu, kemudian data diproses dengan minimum system ATMega328 untuk ditampilkan pada LCD karakter 4x20 dan dikirim ke komputer secara wireless melalui Bluetooth HC-05. Data yang diterima akan diintegrasikan ke spreadsheet Excel dengan aplikasi PLX-DAQ untuk diolah menjadi grafik secara realtime. Berdasarkan hasil pembandingan pengukuran suhu antara modul dengan multimeter berparameter suhu didapatkan nilai error terkecil 0.1% pada T4 saat pengukuran suhu uap air (100°C) dan error terbesar 4% pada T2 dan T3 saat pengukuran suhu ruang (30°C). Hasil penelitian ini modul dapat tampilkan grafik secara realtime pada Microsoft Excel. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan pada kalibrator suhu untuk memudahkan pemantauan siklus suhu sehingga dapat mengevaluasi kinerja alat. Sterilizers that are often operated or in the use of sterilizers that are not in accordance with the procedure are feared will cause a decrease in the performance of the tool that will be influential in the distribution of temperature and cause interference with temperature cycles during the sterilization process. Therefore, it is necessary to monitor the sterilization process with temperature calibration using a thermocouple. This research aims to develop a temperature calibrator tool featuring a real-time graphical display on the computer for easy monitoring of temperature cycles. The contribution of this research is when a temperature measurement with a thermocouple sensor system can do plotting data that real-time in graphical form. To be aware of the uniformity of the temperature distribution of thermocouple sensors is placed at the specified point and monitoring the graph on the computer to monitor the temperature cycle in realtime. The tool that researchers created uses the type-K thermocouple sensor to read the temperature, then the data is processed with a minimum of the ATMega328 system to be displayed on a 4x20 character LCD and sent to a computer wirelessly via Bluetooth HC-05. The Data received will be integrated into an Excel spreadsheet with the PLX-DAQ application to be processed into graphs in realtime. Based on the result of comparing the temperature measurement between modules with the temperature-parameter multimeter obtained the smallest error value 0.1% in T4 when measuring the temperature of water vapor (100 °c) and the largest error 4% in T2 and T3 when measuring room temperature (30 ° C). The results of this study module can show graphs in realtime at Microsoft Excel. The results of this research can be implemented on a temperature calibrator for easy monitoring of the cycle of temperature so as to evaluate the tool performance.
Alat Ukur Tinggi untuk Pengujian Status Gizi Balita dengan Metode Anthropometry Lisa choirunnanda; Triana Rahmawati; Lamidi Lamidi
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi pada balita dapat menghambat perkembangan anak. Balita termasuk ke dalam kelompok usia berisiko tinggi terhadap penyakit. Kekurangan maupun kelebihan asupan zat gizi pada balita dapat memengaruhi status gizi dan status kesehatannya. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat ukur berat dan tinggi badan dilengkapi penilaian status gizi balita. Penilaian status gizi diperlukan apabila terjadi penyimpangan status gizi pada balita dapat segera diberi tindakan agar kondisi balita tidak memburuk. Kontribusi penelitian ini adalah mengukur berat dan tinggi badan balita. Dari data berat dan tinggi badan dapat diketahui penilaian status gizi balita. Dasar utama dalam penelitian status gizi balita menggunakan metode antropometri. Pembuatan modul ini dirancang dengan menggunakan arduino sebagai pengontrol utama. Sensor berat badan menggunakan sensor load cell. Output load cell akan dikuatkan oleh modul HX711 lalu diolah oleh arduino, kemudian akan ditampilkan dalam bentuk penilaian status gizi. Berdasarlan hasil pengukuran berat badan pada 5 balita menggunakan sensor loadcell diperoleh error maksimal 0.32% dengan rata rata error sebesar 0.132%. Alat ini dapat diimplementasikan pada pemantauan pertumbuhan berat dan tinggi balita.
Alat Ukur Berat untuk Pengujian Status Gizi Balita dengan Metode Anthropometry Kinanti Elok Putri; Triwiyanto Triwiyanto; Triana Rahmawati; Lamidi Lamidi
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa anak balita merupakan kelompok yang rentan mengalami kurang gizi salah satunya adalah stunting. Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Masalah gizi terutama stunting pada balita dapat menghambat perkembangan anak. Tujuan penelitian ini adalah merancang alat ukur berat dan tinggi badan dilengkapi penilaian status gizi balita, tujuan menentukan penilaian status gizi adalah apabila terjadi penyimpangan status gizi pada balita dapat segera diberi tindakan agar kondisi balita tidak memburuk. Kontribusi penelitian ini adalah mengukur berat dan tinggi badan balita, dari data berat dan tinggi badan tersebut dapat diketahui status gizi pada balita. Agar dapat mengetahui penilaian status gizi balita, dasar utama dalam penelitian ini menggunakan metode Antropometri. Penulis ingin membuat sebuah modul yang digunakan untuk melakukan pengukuran pada balita dengan parameter tinggi badan. Dalam perancangannya, modul ini menggunakan Arduino sebagai pengontrol utama. Sensor yang digunakan adalah variabel resistor (potensiometer) yang berfungsi untuk mendeteksi tinggi badan balita lalu dikirim oleh modul bluetooth HC-05 ke PC untuk dilakukan pembacaan dan hasilnya ditampilan dalam bentuk penilaian status gizi. Berdasarkan hasil pengukuran tinggi badan balita pada modul diperoleh error maksimal sebesar 0.35 % dan rata-rata errornya sebesar 0.093%. Alat ini dapat diimplementasikan pada pemantauan pertumbuhan berat dan tinggi balita.
Pengukuran Arus dan Frekuensi pada Alat Elektrostimulator Caesar Febri Nugroho; Endro Yulianto; sumber sumber
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Alat ukur tens ini digunakan untuk mengukur tingkat frekuensi keluaran, arus keluaran dan menampilkan bentuk sinyal pada suatu alat tens yang mempunyai standart tertentu untuk bisa digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain sebuah alat pengukuran arus dan frekuensi pada TENS yang memiliki nilai standart tertentu agar dapat digunakan untuk melakukan terapi kejut listrik yang memiliki tingkat frkuensi rendah ataupun frekuensi tinggi agar keluaran sesuai dengan standart yang digunakan. Keuntungan dari penelitian ini adalah sistem pengukuran frekuensi dan arus dapat langsung dilakukan tanpa memerlukan instalasi kelistrikan agar dapat segera melakukan pengukuran, karena alat yang dibuat penelitian ini bersifat portable atau tidak memerlukan instalasi listrik 220v. Penelitian ini menggunakan sensor arus berjenis ACS712 untuk mendeteksi arus keluaran dari alat TENS. Komponen yang digunakan pada penelitian ini antara seperti mikrokontroler ATmega328 sebagai pusat kendali dari pemberian perintah pada alat agar dapat bekerja, LCD TFT Nextion 3,2 inch sebagai sebagai penampilan arus dan frekuensi keluaran TENS dalam bentuk angkan serta penampilan bentuk sinyal dan modul charger sebagai pengisian baterai ketika baterai habis. Penelitian ini merupakan eksperimen murni dan belum ada peneliti yang membuat alat ini sebelumnya. Untuk penelitian lebih lanjut dapat menambahkan parameter lain dan mengembangkan bentuk sinyal menjadi 2 bentuk sinyal, menambahkan indikator tegangan sebagai indikator pengaman dan penambahan indikator daya baterai agar mengetahui presentase baterai yang tersisa.
Otomasi pada Sistem Flow Meter Rizqi Zainur Ridho; Muhammad Ridha Mak’ruf; Moch Prastawa Assalim Tetra Putra
Jurnal Teknokes Vol 13 No 1 (2020): April
Publisher : Jurusan Teknik Elektromedik, POLTEKKES KEMENKES Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian oxygen terapi pada pasien yang beresiko mengalami hipoxsemia atau sudah mengalami hepoxemia haruslah selalu dipantau oleh perawat pada waktu ke waktu, hal ini dilakukan untuk memastikan apakah pembukaan katup oxygen flow meter sudah sesuai dengan dosis yang mengacu pada Spo2 pasien. Tujuan dari penelitian untuk mempemudah tugas perawat melakukan pemantauan kadar Spo2 pasien dan secara otomatis mengatur pembukaan katup oxygen flow meter. Kontribusi penelitian ini adalah sistem yang dapat memantau kadar oxygen pasien dan mengatur otomatis mengatur pemberian oxygen theraphy. Agar dapat mengatur pembukaan oxygen flow meter sesuai dengan kadar SPO2 pasien peneliti membuat sistem mekanik pembukaan flow meter oxygen yang tersambung langsung dengan Spo2. Sensor fingertip yang terpasang pada jari pasien akan mendeteksi kadar Spo2 pasien. Lalu diolah pada mikrokontroler untuk mengatur pembukaan katup flow meter oxygen. Pada pembacaan kadar Spo2 89 – 91 % pembukaan katup berada pada titik 2 LPM, pada pembacaa kadar Spo 2 dibawah 88% pembukaan katup berada pada titik 6 LPM dan pada pembacaan Spo2 di atas 92% maka katup oxygen flow meter akan menutup secara berkala. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembukan katup flow meter oxygen pada titik 92% - 88% mempunyai error rata rata 1 – 2 % .

Page 1 of 1 | Total Record : 7